PUISI CINTA

PUISI CINTA

kumpulan puisi cinta paling indah dan romantis – puisi-puisi cinta dari terjemahan kitab raudhoh al muhibbin wa nuzhoh al musytaqin (taman orang-orang yang jatuh cinta dan hiburan orang-orang yang memendam rindu) karya ibnul qoyyim al jauziyah (hidup tahun 1290 – 1350 M) , murid dari syaikhul islam ibnu taimiyah ( hidup tahun 1260 -1327 M)

————————————————————————–

Puisi Cinta ke-1:

semua kejadian berawal dari pandangan mata
dan api yang besar itu berawal dari percikan api yang kecil
sudah berapa banyak pandangan mata yang sempat membinasakan kalbu pelakunya,
seperti kebinasaan yang ditimbulkan oleh anak panah tanpa busur dan talinya

seseorang itu bila tetap mengumbar pandangan matanya
dengan jalang memandangi gadis yang cantik-cantik
dia akan terancam oleh bahaya besar

matanya merasa senang melihat pemandangan
yang membahayakan kalbunya, maka tiada ucapan selamat
kepada kesenangan sesaat yang berakhir dengan kebinasaan

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-2:

wahai orang yang membidikkan panah pandangannya
dengan susah payah, engkau sendirilah
yang menjadi sasarannya,
maka jangan sampai engkau terkena olehnya

wahai orang yang mengumbar pandangan matanya,
untuk mencari kesembuhan yang dirindukannya
sesungguhnya yang kamu peroleh
justru makin bertambahnya penyakitmu

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-3:

begitu ia pandang wanita itu sekali,
hayinya tak pernah berhenti memikirkannya,
sedang dia tak menyadari
bahwa dirinya telah jatuh hati padanya

aku tak pernah melihat orang yang terbunuh
dan tidak pula si pembunuh tanpa senjata
seperti yang dilakukan wanita itu manakala didekati

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-4:

siapapun orangnya beroleh bencana
pasti dari musuh dan orang yang dengki,
tetapi aku, justru bencanaku datang dari mataku
dan juga dari hatiku sendiri

keduanyalah yang selalu membuatku terganggu
yaitu pandangan mata, kemudia pikiran,
keduanya tidak pernah membiarkan mataku terpejam
dan pikiranku tenang

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-5:

pandangan matakulah yang membuat diriku binasa,
memang pandanganku tak pernah keliru sasaran,
meskipun tidak setiap orang
yang dibidik panah akan mati

Jika aku mati, maka tangisilah diriku karena terbunuh
oleh pandangan matanya sendiri, terbunuh oleh teman
yang selalu menyertainya

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-6:

jika kau umbar pandangan mata sesukamu
niscaya suatu hari kamu akan dibuat susah
oleh pemandangan yang kamu lihat

engkau akan melihat segala pemandangan
yang tak mampu kau saksikan seluruhnya
dan tidak pula kamu mampu bersabar atas sebagiannya

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-7:

dia menderita karena dimabuk asmara
seraya memandang bintang-bintang
dalam kegelapan malam sampai orang-orang yang mencelanya pun
menangisinya karena kasihan
“mataku bercucuran darah karena dimabuk rindu
maka tangisilah orang yang terbunuh
oleh ulah matanya sendiri”

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-8:

aku sendirilah yang mendatangkan kematian
melalui pandangan mataku,
maka siapakah yang akan dituntut,
karena yang terbunuh adalah si pembunuh sendiri?

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-9:

mata ini telah menghilangkan rasa kantuknya sendiri
dan menjadikan hatiku selama hidupku
hancur berkeping-keping

karena dahulu
aku pernah memandang si mata jeli yang cantik
begitu ia pergi, ternyata bayangannya merasuki hatiku
tanpa mau beranjak pergi

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-10:

hai hamba-hamba Allah, dengarkanlah nasehatku,
hentikanlah dari memandangi wanita yang cantik-cantik
karena sesungguhnya cinta itu
akan berakhir dengan kebinasaan,
meskipun pada mulanya hanya bersenda gurau

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-11:

gadis yang bermata jeli
telah menjerumuskanku ke dalam kebinasaan
melalui lirikan matanya dan kelembutan tutur katanya,
matanya begitu indah saat kulihat,
semula aku ingin menjebaknya ke dalam perangkap cintaku,
tetapi justru hatikulah yang telah dicuri olehnya

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-12:

wahai orang yang melihat sakitku kian bertambah
dan penyakitku yang membingungkan tabibku
untuk mengobatinya
jangan sekali-kali kamu heran,
karena memang seperti inilah akibat yang diderita
oleh hati karena dosa matanya

—————————————————————————-

Puisi Cinta ke-13:

aku berada diantara dua musuhku,
yaitu hati dan mataku,
mata memandang dan hati menyukai,
berakhir dengan kebinasaanku,

———————————————————————

kumpulan puisi cinta paling indah dan romantis – puisi-puisi cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: