PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Tutuplah Aib Saudaramu
Penulis: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah
Sakinah, Mutiara Kata, 04 – Juni – 2007, 10:38:02

Saudariku muslimah…
Bagi kebanyakan kaum wanita, ibu-ibu ataupun remaja putri, bergunjing membicarakan aib, cacat, atau cela yang ada pada orang lain bukanlah perkara yang besar. Bahkan di mata mereka terbilang remeh, ringan dan begitu gampang meluncur dari lisan. Seolah-olah obrolan tidak asyik bila tidak membicarakan kekurangan orang lain. “Si Fulanah begini dan begitu…”. “Si ‘Alanah orangnya suka ini dan itu…”.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Ketika asyik membicarakan kekurangan orang lain seakan lupa dengan diri sendiri. Seolah diri sendiri sempurna tiada cacat dan cela. Ibarat kata pepatah, “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak.”

Perbuatan seperti ini selain tidak pantas/tidak baik menurut perasaan dan akal sehat kita, ternyata syariat yang mulia pun mengharamkannya bahkan menekankan untuk melakukan yang sebaliknya yaitu menutup dan merahasiakan aib orang lain.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Ketahuilah wahai saudariku, siapa yang suka menceritakan kekurangan dan kesalahan orang lain, maka dirinya pun tidak aman untuk diceritakan oleh orang lain. Seorang ulama salaf berkata, “Aku mendapati orang-orang yang tidak memiliki cacat/cela, lalu mereka membicarakan aib manusia maka manusia pun menceritakan aib-aib mereka. Aku dapati pula orang-orang yang memiliki aib namun mereka menahan diri dari membicarakan aib manusia yang lain, maka manusia pun melupakan aib mereka.”1

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Tahukah engkau bahwa manusia itu terbagi dua:

Pertama: Seseorang yang tertutup keadaannya, tidak pernah sedikitpun diketahui berbuat maksiat. Bila orang seperti ini tergelincir dalam kesalahan maka tidak boleh menyingkap dan menceritakannya, karena hal itu termasuk ghibah yang diharamkan. Perbuatan demikian juga berarti menyebarkan kejelekan di kalangan orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ أَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِيْنَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….” (An-Nur: 19)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Kedua: Seorang yang terkenal suka berbuat maksiat dengan terang-terangan, tanpa malu-malu, tidak peduli dengan pandangan dan ucapan orang lain. Maka membicarakan orang seperti ini bukanlah ghibah. Bahkan harus diterangkan keadaannya kepada manusia hingga mereka berhati-hati dari kejelekannya. Karena bila orang seperti ini ditutup-tutupi kejelekannya, dia akan semakin bernafsu untuk berbuat kerusakan, melakukan keharaman dan membuat orang lain berani untuk mengikuti perbuatannya3.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Saudariku muslimah…
Engkau mungkin pernah mendengar hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فيِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ …

“Siapa yang melepaskan dari seorang mukmin satu kesusahan yang sangat dari kesusahan dunia niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan di hari kiamat. Siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya Allah akan memudahkannya di dunia dan nanti di akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat. Dan Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya….” (HR. Muslim no. 2699)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Bila demikian, engkau telah tahu keutamaan orang yang suka menutup aib saudaranya sesama muslim yang memang menjaga kehormatan dirinya, tidak dikenal suka berbuat maksiat namun sebaliknya di tengah manusia ia dikenal sebagai orang baik-baik dan terhormat. Siapa yang menutup aib seorang muslim yang demikian keadaannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat.

Namun bila di sana ada kemaslahatan atau kebaikan yang hendak dituju dan bila menutupnya akan menambah kejelekan, maka tidak apa-apa bahkan wajib menyampaikan perbuatan jelek/aib/cela yang dilakukan seseorang kepada orang lain yang bisa memberinya hukuman. Jika ia seorang istri maka disampaikan kepada suaminya. Jika ia seorang anak maka disampaikan kepada ayahnya. Jika ia seorang guru di sebuah sekolah maka disampaikan kepada mudir-nya (kepala sekolah). Demikian seterusnya4.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Yang perlu diingat, wahai saudariku, diri kita ini penuh dengan kekurangan, aib, cacat, dan cela. Maka sibukkan diri ini untuk memeriksa dan menghitung aib sendiri, niscaya hal itu sudah menghabiskan waktu tanpa sempat memikirkan dan mencari tahu aib orang lain. Lagi pula, orang yang suka mencari-cari kesalahan orang lain untuk dikupas dan dibicarakan di hadapan manusia, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membalasnya dengan membongkar aibnya walaupun ia berada di dalam rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ اْلإِيْمَانُ قَلْبَهُ، لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَوْرَاتِهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya5. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat6 mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih.”)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan hadits yang sama, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, lalu menyeru dengan suara yang tinggi:

يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ اْلإِيْمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لاَ تُؤْذُو الْمُسْلِمِيْنَ، وَلاَ تُعَيِّرُوْهُمْ، وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ، يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

“Wahai sekalian orang yang mengaku berislam dengan lisannya dan iman itu belum sampai ke dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, janganlah menjelekkan mereka, jangan mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat saudaranya sesema muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walau ia berada di tengah tempat tinggalnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2032, dihasankan Asy-Syaikh Muqbil rahimahullahu dalam Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain, hadits no. 725, 1/581)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dari hadits di atas tergambar pada kita betapa besarnya kehormatan seorang muslim. Sampai-sampai ketika suatu hari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma memandang ke Ka’bah, ia berkata:

مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالْمُؤْمِنُ أَعْظَمَ حُرْمَةً عِنْدَ اللهِ مِنْكِ

“Alangkah agungnya engkau dan besarnya kehormatanmu. Namun seorang mukmin lebih besar lagi kehormatannya di sisi Allah darimu.”7

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Karena itu saudariku… Tutuplah cela yang ada pada dirimu dengan menutup cela yang ada pada saudaramu yang memang pantas ditutup. Dengan engkau menutup cela saudaramu, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menutup celamu di dunia dan kelak di akhirat. Siapa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala tutup celanya di dunianya, di hari akhir nanti Allah Subhanahu wa Ta’ala pun akan menutup celanya sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَسْتُرُ اللهُ عَلَى عَبْدٍ فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya8.” (HR. Muslim no. 6537)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

1 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/291).
2 Baik seseorang yang disebarkan kejelekannya itu benar-benar terjatuh dalam perbuatan tersebut ataupun sekedar tuduhan yang tidak benar.
3 Jami’ul Ulum Wal Hikam (2/293), Syarhul Arba’in Ibnu Daqiqil Ied (hal. 120), Qawa’id wa Fawa`id minal Arba’in An-Nawawiyyah, (hal. 312).
4 Syarhul Arba’in An-Nawawiyyah, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin (hal. 390-391).
5 Yakni lisannya menyatakan keimanan namun iman itu belum menancap di dalam hatinya.
6 Yang dimaksud dengan aurat di sini adalah aib/cacat atau cela dan kejelekan. Dilarang mencari-cari kej

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

elekan seorang muslim untuk kemudian diungkapkan kepada manusia. (Tuhfatul Ahwadzi)
7 Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no. 2032
8 Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullahu berkata: “Tentang ditutupnya aib si hamba di hari kiamat, ada dua kemungkinan. Pertama: Allah akan menutup kemaksiatan dan aibnya dengan tidak mengumumkannya kepada orang-orang yang ada di mauqif (padang mahsyar). Kedua: Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menghisab aibnya dan tidak menyebut aibnya tersebut.” Namun kata Al-Qadhi, sisi yang pertama lebih nampak karena adanya hadits lain.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16/360)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Hadits yang dimaksud adalah hadits dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ يُدْنِي الْمُؤْمِنَ فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ فَيَقُوْلُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُوْلُ: نَعَمْ، أَيْ رَبِّ. حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوْبِهِ وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ. فَيُعْطِي كِتَابَ حَسَنَاتِهِ …

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

“Sesungguhnya (di hari penghisaban nanti) Allah mendekatkan seorang mukmin, lalu Allah meletakkan tabir dan menutupi si mukmin (sehingga penghisabannya tersembunyi dari orang-orang yang hadir di mahsyar). Allah berfirman: ‘Apakah engkau mengetahui dosa ini yang pernah kau lakukan? Apakah engkau tahu dosa itu yang dulunya di dunia engkau kerjakan?’ Si mukmin menjawab: ‘Iya, hamba tahu wahai Rabbku (itu adalah dosa-dosa yang pernah hamba lakukan).’ Hingga ketika si mukmin ini telah mengakui dosa-dosanya dan ia memandang dirinya akan binasa karena dosa-dosa tersebut, Allah memberi kabar gembira padanya: ‘Ketika di dunia Aku menutupi dosa-dosamu ini, dan pada hari ini Aku ampuni dosa-dosamu itu.’ Lalu diberikanlah padanya catatan kebaikan-kebaikannya…” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Kelompok Sesat Murji’ah Pendangkal Keimanan Umat
Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc.
headline, Manhaji, 20 – Juni – 2007, 10:20:57

Munculnya kelompok-kelompok sesat dan para penghasungnya, merupakan petaka bagi kehidupan beragama umat manusia. Keberadaannya di tengah-tengah umat, ibarat duri dalam daging yang semakin lama semakin merusak dan membahayakan. Syubhat-syubhat yang digulirkan pun, kian hari kian mendangkalkan tonggak-tonggak keimanan yang telah terhunjam dalam sanubari mereka. Tak pelak, dengan kemunculannya terburailah ikatan persatuan umat yang telah dirajut sebaik-baiknya oleh baginda Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Murji`ah (مُرْجِئَة) Tergolong Kelompok Sesat
Di antara kelompok sesat yang telah menyimpang dari jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya adalah kelompok Murji`ah. Ia merupakan kelompok sempalan yang berorientasi pada pendangkalan keimanan. Syubhat-syubhatnya amat berbahaya bagi tonggak-tonggak keimanan yang telah terhunjam dalam sanubari umat. Dasar pijakannya adalah akal dan pengetahuan bahasa Arab yang dipahami sesuai dengan hawa nafsu mereka, layaknya kelompok-kelompok bid’ah lainnya. Mereka berpaling dari keterangan-keterangan yang ada dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, serta perkataan para sahabat dan tabi’in. (Lihat Majmu’ Fatawa, 7/118)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Mengapa Disebut Murji`ah?
Murji`ah, nisbat kepada irja` (إِرْجَاء) yang artinya mengakhirkan. Kelompok ini disebut dengan Murji`ah, dikarenakan dua hal:
1. Karena mereka mengakhirkan (tidak memasukkan, pen.) amalan ke dalam definisi keimanan. (Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hal. 113)
2. Karena keyakinan mereka bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakhirkan (membebaskan, pen.) adzab atas (pelaku, pen.) kemaksiatan. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, karya Al-Imam Ibnul Atsir, 2/206)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Siapakah Pelopor Utamanya?
Di antara sekian nama yang diidentifikasi sebagai pelopor utamanya adalah:
1. Ghailan Ad-Dimasyqi, seorang gembong kelompok sesat Qadariyyah yang dibunuh pada tahun 105 H. (Lihat Al-Milal Wan Nihal, karya Asy-Syahrastani hal. 139)
2. Hammad bin Abu Sulaiman Al-Kufi. (Lihat Majmu’ Fatawa, 7/297 dan 311)
3. Salim Al-Afthas. (Lihat Kitabul Iman, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah hal. 179)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Kapan Munculnya?

Murji`ah tergolong kelompok sesat yang tua umurnya. Ia muncul di akhir-akhir abad pertama Hijriyyah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Disebutkan dalam riwayat Abu Dawud Ath-Thayalisi dari Syu’bah dari Zubaid, ia berkata: ‘Ketika muncul kelompok Murji`ah, maka aku mendatangi Abu Wa`il dan aku tanyakan kepada beliau perihal mereka.’ Maka tampaklah dari sini bahwa pertanyaan tersebut berkaitan dengan aqidah mereka (Murji`ah), dan disampaikan (kepada Abu Wa`il) di masa kemunculannya. Sementara Abu Wa`il sendiri wafat pada tahun 99 H dan ada yang mengatakan pada tahun 82 H. Dari sini terbukti, bahwa bid’ah irja` tersebut sudah lama adanya.” (Fathul Bari 1/137)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Kemudian kelompok sesat Murji`ah ini tampil secara lebih demonstratif di negeri Kufah (Irak, pen.). Sehingga jadilah mereka sebagai rival (tandingan) bagi kelompok Khawarij dan Mu’tazilah, dengan pahamnya bahwa amalan ibadah bukanlah bagian dari keimanan.” (Lihat Majmu’ Fatawa 13/38)

Sekte-sekte Murji`ah

Murji`ah sendiri terpecah menjadi beberapa sekte, masing-masing memiliki bentuk kesesatan tersendiri. Di antara mereka, ada yang murni Murji`ah dan ada pula yang tidak. Adapun yang murni Murji`ah antara lain; Yunusiyyah (pengikut Yunus bin ‘Aun An-Numairi), ‘Ubaidiyyah (pengikut ‘Ubaid Al-Mukta`ib), Ghassaniyyah (pengikut Ghassan Al-Kufi), Tsaubaniyyah (pengikut Abu Tsauban Al-Murji’), Tumaniyyah (pengikut Abu Mu’adz At-Tumani), dan Shalihiyyah (pengikut Shalih bin Umar Ash-Shalihi). Sedangkan yang tidak murni Murji`ah, antara lain; Murji`ah Fuqaha (Murji`ah dari kalangan -sebagian- ahli fiqih Kufah, pengikut Hammad bin Abu Sulaiman), Murji`ah Qadariyyah (Murji`ah dari kalangan kelompok anti taqdir, pengikut Ghailan Ad-Dimasyqi), Murji`ah Jabriyyah (Murji`ah yang juga beraqidah Jabriyyah, pengikut Jahm bin Shafwan, gembong kelompok sesat Jahmiyyah), Murji`ah Khawarij (Mereka adalah sempalan kelompok Khawarij yang tampil beda dengan induk semangnya, yaitu dengan tidak memberikan sikap sedikitpun alias ber-tawaqquf terhadap pelaku dosa besar), Murji`ah Karramiyyah (Murji`ah dari pengikut Muhammad bin Karram, salah seorang gembong Musyabbihah1). (Untuk lebih rincinya, lihat Majmu’ Fatawa 7/543-550, Al-Milal Wan Nihal, hal. 140-145 dan Firaq Mu’ashirah, 2/761)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Kesesatan-kesesatan Kelompok Murji`ah

Secara garis besar, kesesatan Murji`ah dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Mereka semua sepakat bahwa amalan ibadah bukanlah bagian dari keimanan.
Kemudian mereka berbeda pendapat tentang hakikat keimanan, dengan tiga versi:
- Iman: keyakinan dalam hati dan perkataan dengan lisan (versi Murji`ah Fuqaha).
- Iman: pengetahuan/ pembenaran dalam hati saja (versi Jahm bin Shafwan dan mayoritas Murji`ah).
- Iman: perkataan dengan lisan saja (versi Muhammad bin Karram).2

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Bantahan:
Pertama: Kesepakatan mereka bahwa amalan ibadah bukanlah bagian dari keimanan, sungguh bertentangan dengan Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ ulama salaf dan yang mengikuti jejak mereka.
Dalam Al-Qur`an, seringkali Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut amalan shalih dengan sebutan iman. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah (semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjaganya) berkata: “Seringkali Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut amalan shalih dengan sebutan iman. Sebagaimana dalam firman-Nya:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ. الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan mereka (karenanya) dan hanya kepada Allah-lah mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami karuniakan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.” (Al-Anfal: 2-4)

وَمَا كَانَ اللهُ لِيُضِيْعَ إِيْمَانَكُمْ

“Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan keimanan kalian.” (Al-Baqarah: 143)
Yang dimaksud dengan ‘keimanan kalian’ di sini adalah shalat kalian dengan menghadap Baitul Maqdis. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutnya dengan iman.” (Min Ushuli Aqidah Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, hal. 19-20)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Adakalanya Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan beberapa amalan shalih dalam Al-Qur`an sebagai ciri/tanda bagi orang-orang beriman, yang sekaligus sebagai isyarat bahwa predikat mukmin tak bisa diraih hanya dengan keyakinan di hati dan ucapan di lisan saja, akan tetapi harus dengan pembuktian amalan. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ. الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ. إِلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ لأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ. وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman itu. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (Al-Mu`minun: 1-9)3

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dalam As-Sunnah, Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun seringkali menyebutkan bahwa amalan adalah bagian dari iman. Di antaranya sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اْلإِيْمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّوْنَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ اْلإِيْمَانِ

“Iman itu mempunyai 60 sekian cabang. Cabangnya yang paling utama adalah ucapan ‘Laa ilaaha illallah’ dan cabangnya yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan sifat malu itu (juga) cabang dari iman.” (HR. Muslim no. 58, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dalam hadits ini diterangkan, bahwa iman mempunyai cabang yang banyak jumlahnya. Ada yang berupa ucapan (amalan) lisan seperti ucapan ‘Laa ilaaha illallah’. Ada yang berupa amalan tubuh seperti menyingkirkan gangguan dari jalan. Ada pula yang berupa amalan hati seperti sifat malu.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah mengganggu tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya memuliakan tamunya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya berkata yang baik atau lebih baik diam (kalau tidak bisa berkata yang baik, pen.).” (HR. Al-Bukhari no. 5672, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dalam hadits ini diterangkan, bahwa amalan tidak mengganggu tetangga, memuliakan tamu, dan bertutur kata dengan baik merupakan bagian dari keimanan.

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu dengan tangannya maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu dengan lisannya maka dengan hatinya, itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim, no. 78, dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dalam hadits ini diterangkan bahwa amalan mengingkari kemungkaran merupakan bagian dari iman.
Adapun ijma’ adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu: “Merupakan ijma’ (kesepakatan) para shahabat, tabi’in, dan yang kami jumpai dari para ulama (dunia), bahwa iman meliputi perkataan, amalan, dan niat (keyakinan hati). Tidaklah mencukupi salah satu darinya tanpa sebagian yang lain.”4 (Majmu’ Fatawa 7/308)

Kedua: Adapun tiga versi tentang hakikat keimanan yang ada pada kaum Murji`ah, maka semuanya bertentangan dengan Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’, bahkan bertentangan dengan fitrah yang suci. Hal ini bisa dibuktikan dengan memerhatikan poin-poin berikut:

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

 Pernyataan mereka bahwa iman hanya dengan keyakinan dalam hati dan perkataan lisan, tanpa beramal.

Apakah Al-Jannah itu diraih dengan santai-santai tanpa amalan dan kesungguhan?! Kalau begitu, untuk apa kita diperintah untuk shalat, zakat, shaum Ramadhan, haji, dan amalan shalih lainnya?!
 Pernyataan mereka bahwa iman sebatas pembenaran/ pengetahuan dalam hati saja.
Lalu apa bedanya iman kita dengan ‘iman’ sebagian orang-orang kafir?!5
 Pernyataan mereka bahwa iman hanya dengan perkataan lisan saja.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Kalau begitu, apa bedanya dengan iman kaum munafik yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala?!
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Di antara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah bahwa iman meliputi perkataan, amalan, dan keyakinan hati. Ia bisa bertambah dengan sebab ketaatan dan bisa pula berkurang dengan sebab kemaksiatan. Iman bukan sekadar perkataan dan amalan, tanpa adanya keyakinan di hati, karena yang demikian merupakan imannya kaum munafiqin. Bukan pula sebatas ma’rifah (wacana) tanpa ada perkataan dan amalan. Karena yang demikian itu merupakan ‘iman’ orang-orang kafir durjana… Bukan pula iman hanya keyakinan hati belaka, atau perkataan dan keyakinan hati tanpa amalan. Karena yang demikian itu merupakan imannya Murji`ah.” (Min Ushuli Aqidah Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, hal. 19)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

2. Bahwa iman tidak dapat bertambah dan tidak pula berkurang, akan tetapi ia merupakan satu kesatuan yang utuh. Sehingga suatu dosa besar (kemaksiatan) tidaklah dapat mengurangi/merusak keimanan sedikit pun, sebagaimana pula suatu ketaatan tak akan bermanfaat bersama kekafiran. Atas dasar itu, pelaku dosa besar tidak bisa dihukumi sebagai orang fasiq, bahkan tergolong orang yang sempurna imannya dan tak akan mendapatkan adzab apapun dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.6

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Bantahan:
Pertama: Pernyataan mereka bahwa iman tidak dapat bertambah dan tidak pula berkurang, sungguh bertentangan dengan Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ ulama.
Dalam Al-Qur`an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan bahwa iman dapat bertambah disebabkan ketaatan dan dapat berkurang disebabkan kemaksiatan. Di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

الَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيْمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang dikatakan kepada mereka: ‘Sesungguhnya manusia (orang-orang kafir Quraisy, pen.) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian, karena itu takutlah kalian kepada mereka,’ maka perkataan itu justru menambah keimanan mereka dan menjawab: ‘Cukuplah Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Penolong kami dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik Pelindung’.” (Ali ‘Imran: 173)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ. الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُوْنَ. أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah keimanan mereka (karenanya) dan hanya kepada Allah-lah mereka bertawakal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami karuniakan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.” (Al-Anfal: 2-4)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ

“Adapun orang-orang yang beriman, maka (surat Al-Qur`an yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut) menambah iman mereka, dalam keadaan mereka merasa gembira.” (At-Taubah: 124)

لِيَزْدَادُوا إِيْمَانًا مَعَ إِيْمَانِهِمْ

“Agar keimanan mereka bertambah, di samping keimanan yang sudah ada pada mereka.” (Al-Fath: 4)

وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ آمَنُوا إِيْمَانًا

“Dan supaya orang-orang yang beriman itu, semakin bertambah keimanannya.” (Al-Muddatstsir: 31)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Di dalam As-Sunnah, banyak juga sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa iman bisa bertambah dan bisa pula berkurang. Di antaranya adalah sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ اْلإِيْمَانِ

“Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya merubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu dengan tangannya maka dengan lisannya. Dan jika tidak mampu dengan lisannya maka dengan hatinya, itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim, no. 78, dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Tidaklah iman itu dikatakan lemah/berkurang, kecuali karena dia bisa kuat/bertambah.

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masingnya ada kebaikan.” (HR. Muslim no. 2664, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Adanya mukmin yang kuat dan mukmin yang lemah, menunjukkan bahwa iman masing-masing orang berbeda-beda, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas (bertambah atau berkurang).

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Adapun ijma’ ulama, maka sebagaimana yang dikatakan Musa bin Harun Al-Hammal: “Telah mendiktekan (imla`) kepada kami Al-Imam Ishaq bin Rahawaih rahimahullahu: ‘Tanpa ada keraguan sedikit pun, bahwa iman meliputi perkataan dan amalan,7 bisa bertambah dan bisa berkurang. Hal itu berdasarkan riwayat-riwayat dan atsar yang shahih lagi pasti, serta pernyataan-pernyataan individu dari para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para tabi’in, dan generasi setelah tabi’in dari kalangan ahli ilmu. Mereka semua sepakat dan tak berselisih dalam hal ini. Demikian pula di masa Al-Auza’i di Syam, Sufyan Ats-Tsauri di Irak, Malik bin Anas di Hijaz, dan Ma’mar bin Rasyid di Yaman. (Pernyataan) mereka semua sama dengan kami, yaitu iman meliputi perkataan dan amalan, bisa bertambah dan bisa berkurang’.”8 (Majmu’ Fatawa 7/308)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

-Kedua: Adapun perkataan mereka (Murji`ah) bahwa ‘dosa besar (kemaksiatan) tidak dapat mengurangi/merusak keimanan sedikitpun, sebagaimana pula suatu ketaatan tak akan bermanfaat bersama kekafiran. Atas dasar itu, pelaku dosa besar tidak bisa dihukumi sebagai orang fasiq, bahkan tergolong orang yang sempurna imannya dan tak akan mendapatkan adzab apapun dari Allah Subhanahu wa Ta’ala’, merupakan perkataan batil dan sesat dari beberapa sisi. Di antaranya adalah:

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

- Bahwa prinsip9 yang dijadikan landasan bagi perkataan tersebut nyata-nyata bertentangan dengan Al-Qur`an, As-Sunnah, dan ijma’ ulama, sebagaimana yang telah disebutkan pada poin pertama. Sehingga, segala prinsip yang dibangun di atasnya pun menjadi batil.

- Bahwa dalil-dalil tentang bisa bertambahnya iman, sekaligus berfungsi sebagai dalil tentang bisa berkurangnya. karena sebelum iman itu bertambah maka dia berkurang.10

- Para ulama sepakat bahwa keimanan itu tidaklah berkurang kecuali dengan sebab kemaksiatan. Sebagaimana yang dikatakan Al-Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullahu: “Ahli fiqih dan hadits telah sepakat bahwa iman meliputi perkataan dan amalan, dan tidak ada amalan kecuali berdasarkan niat. Demikian pula, iman bisa bertambah dengan sebab ketaatan dan bisa pula berkurang dengan kemaksiatan.” (At-Tamhid, 9/238)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Bahkan Al-Imam Al-Auza’i rahimahullahu mengatakan: “Iman itu meliputi perkataan dan amalan, bisa bertambah dan bisa pula berkurang. Barangsiapa menyatakan bahwa iman itu bisa bertambah namun tidak bisa berkurang, maka berhati-hatilah darinya karena dia adalah seorang ahli bid’ah (mubtadi’).” (Asy-Syari’ah, hal. 113)

- Adapun pernyataan mereka bahwa pelaku dosa besar tidak bisa dihukumi sebagai orang fasiq, bahkan tergolong orang yang sempurna imannya dan tak akan mendapatkan adzab apapun dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ini adalah batil dan sesat. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ، وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

“Mencela seorang muslim merupakan kefasikan, dan memeranginya merupakan kekufuran.” (HR. Al-Bukhari no. 48, dari sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Baththah dengan sanadnya yang sampai kepada Mubarak bin Hassan, ia berkata: “Aku pernah berkata kepada Salim Al-Afthas (salah seorang pelopor Murji`ah, pen.): ‘Ada seseorang yang taat kepada Allah dan tidak bermaksiat kepadanya, ada pula seseorang yang bermaksiat kepada Allah dan tidak menaati-Nya, kemudian keduanya meninggal dunia. Maka Allah masukkan seorang yang taat tersebut ke dalam Al-Jannah (surga) dan Allah masukkan si pelaku maksiat ke dalam An-Naar (neraka). Apakah antara keduanya ada perbedaan dalam hal keimanan?’ Maka Dia (Salim Al-Afthas) menjawab: ‘Tidak ada perbedaan antara keduanya.’ Akhirnya kejadian ini kusampaikan kepada ‘Atha` (salah seorang imam tabi’in, pen.), lalu beliau berkata: ‘Tanyakan kepadanya apakah iman itu sesuatu yang baik ataukah sesuatu yang buruk? Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): ‘ Supaya Allah Subhanahu wa Ta’ala memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagian di atas yang lain, lalu semuanya Dia tumpuk dan Dia masukkan ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.’ (Al-Anfal: 37). Maka, kutanyakan kepada mereka (Murji`ah, pen.) apa yang disarankan oleh ‘Atha`, dan tak seorang pun dari mereka (kaum Murji`ah) yang mampu menjawabnya.”11 (Majmu’ Fatawa 7/180)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Penutup
Para pembaca yang mulia, dari bahasan yang telah lewat amatlah jelas bahayanya kelompok sesat Murji`ah ini. Prinsip-prinsipnya benar-benar mendangkalkan keimanan umat, membuat mereka malas beramal shalih dan bermudah-mudahan melakukan kemaksiatan, dengan penuh keyakinan bahwa imannya sempurna dan dia akan aman dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak heran, bila Al-Imam Ibrahim An-Nakha’i rahimahullahu mengatakan: “Sungguh, fitnah Murji`ah ini lebih aku khawatirkan terhadap umat daripada fitnah Azariqah (Khawarij).” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, 3/1061)
Akhir kata, demikianlah apa yang dapat kami sajikan seputar kelompok Murji`ah dan kesesesatannya. Semoga menjadi pelita dalam kegelapan dan embun penyejuk bagi para pencari kebenaran. Selanjutnya, bagi para pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kesesatan Murji`ah berikut jawabannya, maka silahkan merujuk Majmu’ Fatawa jilid 7 (Kitabul Iman), Asy-Syari’ah, karya Al-Imam Al-Ajurri, Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah Al-Lalika`i (4/913-933, 5/955-1078) dan lain sebagainya dari kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah.
Wallahu a’lam bish-shawab.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

1 Musyabbihah adalah kelompok yang menyamakan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sifat-sifat makhluk-Nya.
2 Lihat Majmu’ Fatawa (7/195, 387).
3 Ayat di atas, termasuk di antara beberapa ayat yang disebutkan Al-Imam Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya Bab Umuril Iman, sebelum beliau menyebutkan hadits-hadits tentang amalan keimanan.
4 Demikian pula yang dikatakan oleh Al-Imam Al-Ajurri dalam Asy-Syari’ah, hal. 114. Untuk mengetahui nama-nama para ulama tersebut, lihatlah Majmu’ Fatawa (7/308-311) dan Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah Al-Lalika’i (4/913-933, 5/955-959).
5 Sebagaimana firman Allah (artinya): “Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakininya.” (An-Naml: 14)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

6 Lihat Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyyah, karya Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hal. 113-114 dan Syarh Lum’atul I’tiqad, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin hal. 162-163.
7 Terkandung padanya perkataan hati dan amalan hati (keyakinan). (Lihat Majmu’ Fatawa, 7/170-171)
8 Untuk mengetahui lebih rinci nama-nama para ulama tersebut berikut perkataan mereka, lihatlah Majmu’ Fatawa (7/309-311) dan Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, karya Al-Imam Al-Lalika’i (5/960-1036).

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

9 Yaitu prinsip mereka bahwasanya iman tidak bisa bertambah dan tidak berkurang, akan tetapi ia merupakan satu kesatuan yang tak berbilang.
10 Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushabi hafizhahullah berkata: “Dalil-dalil tentang bertambahnya iman ini, sekaligus juga sebagai dalil tentang berkurangnya, karena sebelum iman itu bertambah maka dia berkurang. Oleh karena itu, ayat-ayat yang secara tersurat menunjukkan tentang bertambahnya iman, maka secara tersirat ia pun menunjukkan tentang berkurangnya iman.” (Al-Qaulul Mufid Fi Adillatit Tauhid, hal. 62)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

11 Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata: “Ahlus Sunnah Wal Jamaah berada di tengah-tengah. Mereka menyatakan bahwasanya pelaku dosa besar (di bawah syirik, pen) adalah seorang yang berdosa, terancam adzab (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), imannya berkurang dan dihukumi sebagai orang fasiq (tidak seperti Murji`ah yang menyatakan bahwasanya pelaku dosa besar itu sempurna imannya dan tidak terancam adzab dari Allah Subhanahu wa Ta’ala). Namun –menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah– pelaku dosa besar tersebut belum keluar dari keimanan dan tidak pula kekal di dalam neraka (An-Naar) jika ia di masukkan ke dalamnya. Dia berada di bawah kehendak (masyi’ah) Allah Subhanahu wa Ta’ala; jika Allah berkehendak untuk mengampuninya maka ia akan mendapatkan ampunan-Nya (dan dimasukkan ke dalam Al-Jannah secara langsung, tanpa melalui proses adzab, pen), dan jika Allah berkehendak untuk mengadzabnya maka dia akan diadzab terlebih dahulu sesuai dengan kadar dosa yang dilakukannya, kemudian dikeluarkan dari An-Naar dan dimasukkan ke dalam Al-Jannah (tidak seperti yang dinyatakan Wa’idiyyah (Khawarij dan Mu’tazilah, pen) bahwasanya pelaku dosa besar tersebut telah keluar dari keimanan dan kekal di dalam An-Naar). Murji`ah hanya mengambil dalil-dalil ampunan/pahala, Wa’idiyyah (Khawarij dan Mu’tazilah, pen) hanya mengambil dalil-dalil ancaman/adzab. Sedangkan Ahlus Sunnah Wal Jamaah menggabungkan (mengambil) dalil-dalil ampunan/pahala dan dalil-dalil ancaman/adzab.” (Syarh Al-’Aqidah Al-Wasithiyyah, hal. 113)

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Hakikat Iman
Penulis: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsari
Syariah, Kajian Utama, 20 – Juni – 2007, 10:24:49

Ketika ada orang yang berusaha memegang teguh nilai-nilai agama, terlontarlah ucapan orang lain kepadanya: “Tidak usah sok suci kamu. Iman itu yang penting di dalam hati.” Ilustrasi ini sangat mungkin pernah kita alami. Benarkah demikian? Cukupkah untuk dikatakan sebagai orang yang beriman hanya dengan keyakinan yang ada di dalam hati?

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Pembahasan seputar iman adalah sangat penting, sebab iman menjadi satu istilah yang syar’i dan agung di dalam syariat. Secara bahasa iman berarti pembenaran (tashdiq) yang pasti dan tidak terkandung keraguan di dalamnya. Pembenaran yang dimaksud dari iman ini meliputi dua perkara, yaitu membenarkan segala berita, perintah, dan larangan, serta melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan- larangan-Nya.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Adapun secara istilah, Ahlus Sunnah wal Jamaah berpemahaman bahwa iman adalah ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati, dan amalan dengan anggota badan. Sebagian mereka ada pula yang mendefinisikan iman dengan ‘ucapan dan amalan’ atau ‘ucapan, amalan, dan niat’ namun semua pengertian tentang iman ini tidaklah saling bertentangan.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mereka (para salaf dan imam-imam As-Sunnah) terkadang mengatakan bahwa iman adalah ‘ucapan dan amalan’ atau iman adalah ‘ucapan, amalan, dan niat’, terkadang juga mengatakan bahwa iman adalah ‘ucapan, amalan, niat, dan mengikuti As-Sunnah’, tapi adakalanya mengatakan bahwa iman itu ‘ucapan dengan lisan, keyakinan dengan hati, dan amalan dengan anggota badan’, dan semua makna iman di atas adalah benar adanya.”

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Beliau melanjutkan: “Sesungguhnya yang mengatakan bahwa iman adalah ‘ucapan dan amalan’, maka yang dimaksud adalah ucapan hati dan lisan kemudian amalan hati dan anggota badan. Adapun yang menambahnya dengan kata ‘i’tiqad (keyakinan)’ adalah karena memandang bahwa ucapan itu tidak dapat dipahami darinya kecuali ucapan zhahir (lisan) atau khawatir akan dipahami seperti itu, maka ditambahlah kata i’tiqad dalam hati.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Sementara yang menyatakan iman sebagai ‘ucapan, amalan, dan niat’, dikarenakan suatu amalan tidaklah dapat dikatakan sebagai amalan kecuali dengan adanya niat. Karena itu ditambahlah kata niat padanya. Kemudian yang menambahkan kata ‘mengikuti As-Sunnah’ ke dalam makna iman, karena hal tersebut tidaklah dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali dengan mengikuti As-Sunnah.” (Kitabul Iman hal. 162-163)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Iman jika disebutkan secara mutlak dalam kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya, maka akan mencakup penunaian atas hal-hal yang diwajibkan dan meninggalkan perkara-perkara yang haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيْكُمْ رَسُوْلَ اللهِ لَوْ يُطِيْعُكُمْ فِي كَثِيْرٍ مِنَ اْلأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ اْلإِيْمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُوْنَ

“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kapada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (Al-Hujurat: 7)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُوْلُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

“Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan ‘kami mendengar dan kami patuh’. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (An-Nur: 51)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dari sini nampak jelas adanya keterkaitan yang kuat antara iman dengan amal. Karena itu di dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wa Ta’ala banyak menguraikan persoalan ini. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.” (As-Sajdah: 15)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ آمَنُوا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (Al-Hujurat: 15)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

لاَ يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَاللهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِيْنَ. إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوْبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُوْنَ

“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.” (At-Taubah: 44-45). Dan ayat-ayat lainnya.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Ahlus Sunnah wal Jamaah meyakini bahwa iman yang diserukan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-Nya adalah Islam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan sebagai dien-Nya. Ini menunjukkan adanya keterkaitan pula antara iman dengan Islam.

Al-Imam Az-Zuhri rahimahullahu dan yang lainnya dari kalangan Ahlus Sunnah mengatakan: “Amal masuk dalam kategori iman, sedangkan Islam adalah bagian dari iman.” (Majmu’ul Fatawa, 7/254)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Iman, Islam, dan Amal

Iman, Islam, dan amal shalih seringkali penyebutannya dibarengkan dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang iman juga disatukan penyebutannya dengan orang- orang yang berilmu. Hal ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang berilmu masuk dalam jajaran orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِيْنَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِيْنَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِيْنَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِيْنَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْـمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْـمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِيْنَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيْمًا

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al-Ahzab: 35)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيْهَا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ. فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri (muslimin).” (Adz- Dzariyat: 35-36)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah jika engkau telah memiliki kemampuan untuk itu.”

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Beliau bersabda lagi: “Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta beriman kepada qadar (taqdir) yang baik dan buruknya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, dan lainnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

إِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (Al-Bayyinah: 7)

وَقَالَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَاْلإِيْمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُوْنَ

“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): ‘Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakininya’.” (Ar-Rum: 56)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujadilah: 11)

وَالرَّاسِخُوْنَ فِي الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا

“Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Rabb kami…’.” (Ali ‘Imran: 7)

لَكِنِ الرَّاسِخُوْنَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُوْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ

“Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur`an) dan apa yang telah diturunkan sebelummu.” (An-Nisa`: 162)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Ketika kata iman dan Islam menyatu penyebutannya maka Islam adalah amalan-amalan yang dzahir seperti dua kalimat syahadat, shalat, zakat, dan shaum serta haji dan yang lainnya. Sedangkan iman adalah apa yang ada dalam hati seperti beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta yang lainnya.” (Majmu’ul Fatawa, 7/14)

Adakalanya kata iman disebutkan tersendiri tanpa dibarengi kata Islam, amal shalih, maupun kata-kata lainnya. Dalam keadaan ini maka secara otomatis telah masuk ke dalamnya Islam dan amal shalih. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Iman itu ada 63 atau 73 cabang. Yang paling afdhal adalah ucapan Laa ilaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah cabang dari iman.” (HR. Muslim, dan juga Al-Bukhari serta yang lainnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Seluruh hadits yang menyebutkan amalan-amalan yang baik sebagai bagian dari iman menunjukkan akan hal ini.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Perbedaan Iman dan Islam

Islam adalah dien. Dan kata “dien” merupakan bentuk mashdar1 (kata kerja yang dibendakan) dari asal kata دَانَ – يَدِ يْنُ yang bermakna tunduk dan merendah.

Dien Islam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ridhai dan utus dengannya para Rasul adalah penyerahan diri hanya kepada-Nya saja. Maka landasannya di dalam hati ialah ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan beribadah hanya kepada-Nya saja, tanpa kepada yang lain. Barangsiapa menyembah-Nya dan menyembah ilah yang lain, tidaklah menjadi seorang muslim. Dan barangsiapa enggan menyembah-Nya bahkan menyombongkan diri dari beribadah kepada-Nya, maka tidaklah menjadi seorang muslim. Intinya, Islam adalah berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, tunduk kepada-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya. Kemudian, pada prinsipnya, Islam adalah bagian dari bab amalan yakni amalan hati dan anggota badan.

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Adapun iman landasannya adalah tashdiq (pembenaran), iqrar (pengakuan), dan ma’rifat (pengenalan/pengetahuan). Iman adalah bagian dari ucapan hati, yang mencakup amalan hati dan landasannya adalah tashdiq. Sedangkan amal adalah perkara yang mengikutinya.

Oleh sebab itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menafsirkan kata ‘iman’ dengan keimanan hati dan ketundukannya, yakni beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Sedangkan kata ‘Islam’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tafsirkan dengan penyerahan/penerimaan (istislam) yang khusus yakni terhadap bangunan-bangunannya (mabani) yang lima. Demikianlah dalam seluruh pernyataan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menafsirkan iman dengan itu dan Islam dengan ini. (Ibnu Taimiyyah rahimahullahu, seperti dalam Majmu’ Fatawa, 7/178)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Iman Bertambah dan Berkurang

Pemahaman tentang iman bertambah dan berkurang adalah pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah secara utuh. Bahkan Al-Imam Ibnu Abdil Bar rahimahullahu menegaskan bahwa ahli hadits dan fiqih telah sepakat menetapkan bahwa iman adalah ucapan dan amalan, tidak ada amalan kecuali dengan niat, dan bahwa iman itu bertambah dan berkurang. (At-Tamhid 9/238, melalui nukilan dari Taisirul Wushul Syarh Tsalatsatil Ushul hal. 77)

Al-Imam Al-Barbahari rahimahullahu dalam Syarhus Sunnah (hal. 132) mengatakan: “Barangsiapa berkata bahwa iman adalah ucapan dan amalan, bertambah dan berkurang, maka ia telah terbebas dari keyakinan irja` (Murji`ah) secara menyeluruh.”

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dalil-dalil yang menerangkan bertambah dan berkurangnya iman sangatlah banyak baik dari Al-Qur`an, As-Sunnah, ataupun ucapan para salaf. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِي قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ لِيَزْدَادُوا إِيْمَانًا مَعَ إِيْمَانِهِمْ

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (Al-Fath: 4)

وَمَا جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلاَّ مَلاَئِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلاَّ فِتْنَةً لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ آمَنُوا إِيْمَانًا …

“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat dan orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya….” (Al-Muddatstsir: 31)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

فَأَمَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُوْنَ

“Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira.” (At-Taubah: 124)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kapada Rabb-nyalah mereka bertawakal.” (Al-Anfal: 2)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُوْنَ اْلأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلاَّ إِيْمَانًا وَتَسْلِيْمًا

“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: ‘Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.’ Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.” (Al-Ahzab: 22)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya ia ubah dengan tangannya. Jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

Dari ‘Umair bin Habib, berkata: “Iman itu bertambah dan berkurang.” Ia ditanya: “Apa tanda bertambah dan berkurangnya?” Beliau menjawab: “Jika kita ingat Allah k, lalu memuji dan menyucikan-Nya, maka itulah bertambahnya. Dan bila kita lalai, melupakan dan tidak menghiraukan-Nya, maka itulah tanda berkurangnya.” (Atsar ini diriwayatkan oleh Al-Imam Abu ‘Utsman Ash-Shabuni rahimahullahu dalam ‘Aqidatus Salaf Ashabil Hadits hal. 266)
Demikian uraian singkat mengenai hakikat iman, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahi kita semua kebenaran iman dan kekokohannya.
Wallahu a’lam.

1 Silakan lihat pembahasan mudah tentang mashdar dalam buku kami Pengantar Mudah Belajar Bahasa Arab.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI CINTA ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA ROMANTIS – KOLEKSI PUISI CINTA ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI CINTA ROMANTIS (not here)
=========================================

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: