“AKU DAN PESONA DUA SURAT. .”

Untuk anggota Karim (Kajian Remaja Muslim di Facebook)
OLEH Fachrian Almer Akiera As-Samawiy

Pada saat “asyik” memikirkan surat pertama sebagai tebakan, pikiranku terganggu oleh pilihan tebakan ke-dua yaitu surat Al-Kahfi. Jika itu benar maka ayat-ayat yang kudengar dari remaja tadi adalah ayat-ayat setelah 10 ayat pertama surat Al-Kahfi tersebut.

>>Dan Imam Syafi’i pun Senang. .

Berbicara tentang surat ini, ia termasuk salah satu surat yang tersohor di kalangan penuntut ilmu syar’i terlebih para ulama.

Kudapati ucapan Imam Syafi’i bertutur tentang kesukaan beliau dalam membaca surat Al-Kahfi:

“aku menyukai membaca surat Al-Kahfi pada malam dan hari jum’at karena (adanya -ed) faidah dan hikmah yang dikandungnya.” [5]

Ucapan beliau ini kutemui dalam kitab Al-Jumu’ah, Adab wa Ahkam (Dirasah Fiqhiyyah Muqaranah) yang dikarang oleh Syaikh Jabir as-Saidi. Tentu saja sang imam memilki landasan dalil yang menjadikan beliau senang membaca surat tersebut. Dan memang benar pula bahwa Allah ‘azza wajalla telah mengabarkan keutamaan surat Al-Kahfi melalui lisan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

>>Ada Cahaya Menyinari. . .

Kutemukan hadist Abu Sa’id Al-Khudri dalam sebuah kitab karangan Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari jum’at maka dia akan diterangi/disinari dengan cahaya dalam tenggang waktu antara hari itu dan dua jum’at.” [6]

Subhanallah, siapakah yang tak ingin disinari cahaya oleh Allah ‘azza wajalla??

>>Ganti Yaasin dengan Al-Kahfi. .

Membaca ucapan sang imam dan hadist agung tersebut, aku berpikir, sudah seyogyanya orang-orang yang melazimkan diri membaca surat Yaasin setiap malam Jum’at agar menggantinya dengan melazimkan diri membaca surat Al-Kahfi.

Sedikit tentang surat Yaasin, kutemukan risalah yang bagus dalam membahas derajat hadist-hadist yang membicarakan fadhilah/keutamaan surat Yaasin. Kuketahui sekitar ada tujuh hadist dan semuanya tidak sah. Anda bisa membaca lebih lengkap dalam buku Al Masa-il Jilid Pertama yang disusun oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Lebih tepatnya pada halaman 284-291. Buku ini diterbitkan oleh Penerbit Darus Sunnah.

>>Dan Dalil Shahih Itu Lebih Utama. . .

Dan aku yakin seyakin-yakinnya bahwa mengikuti dalil yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lebih utama dan lebih mengikuti petunjuk. Kembali kudapati ucapan agung terlontar dari lisan Imam Syafi’i seperti yang dikutip Syaikh al-Albani dalam kitabnya Sifah Shalatin Nabi.

Imam Syafi’i berkata:

“setiap permasalahan yang berkenaan dengannya terdapat hadist yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menurut ahli periwayatan (hadist) dan (hadist shahih tersebut -ed) bertentangan dengan apa yang aku katakan maka aku menarik kembali pendapatku baik ketika aku hidup maupun setelah aku mati”. [7]

>>Hadirkan Ketenangan di Beranda Rumah (Binatang Itu Lari dan Ada Awan Menaungi)

Ketenangan jiwa sangat dibutuhkan seseorang dalam melakoni terjalnya kehidupan. Apalagi fitnah-fitnah zaman selalu menghampiri. Jiwa yang tenang akan mampu mengusir gundah dan menepis cemas.
Kudapati dalam kitab Lubaabut Tafsiir Min Ibni Katsir, ada seorang laki-laki yang membaca surat Al-Kahfi dan di dalam rumahnya ada binatang. Sembari dia membaca surat tersebut, tiba-tiba binatang keluar melarikan diri. Laki-laki tersebut kemudian melihat ke luar. Ternyata ada awan atau mendung yang menaunginya. Selanjutnya, dia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan segera menceritakan apa yang dialaminya.

Mendengarnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menjawab:

“bacalah surat Al-Kahfi karena sesungguhnya ia merupakan ketenangan yang turun bersamaan dengan al-quran atau turun untuk al-qur’an.” [8]

Subhanallah. Begitu agungnya surat tersebut hingga binatang menjauh dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Kahfi. Awan atau mendung pun datang menaungi sosok yang membacanya.

>>Terlindung pula dari Sosok Pembawa Sungai Api. .

Aku masih ingat sekitar 13 tahun lalu ketika guruku di Madrasah Ibtidaiyah (setingkat SD) menceritakan prosesi dalam episode menjelang kiamat. Aku begitu takut apalagi dikisahkan tentang Dajjal.
Siapakah diantara anda yang tidak pernah mendengar nama Dajjal?

Kudapati dalam kitab Asyraatus Saa’ah bahwa Dajjal adalah fitnah yang paling besar semenjak Allah ‘azza wajalla menurunkan nabi Adam ‘alaihissalam hingga menjelang hari kiamat. Dajjal mampu memerintahkan langit (atas kehendak Allah ‘azza wajalla) untuk menurunkan hujan, memerintahkan bumi untuk menumbuhkan tanaman dan kemampuan-kemampuan luar biasa lainnya yang menyebabkan banyak manusia terpukau. Padahal dia adalah pendusta.[9]

>>Pengikut Dajjal. .

Masih dalam kitab yang sama, kudapati bahwa Dajjal memiliki pengikut dari orang-orang Yahudi, ‘Ajam (non arab), bangsa Turk, dan manusia dari berbagai golongan serta pula sebagian mereka adalah orang-orang arab dusun dan juga (kebanyakan) para wanita.[10]

>>Dan Aisyah pun Menangis. .

Akupun kaget ketika kuketahui dalam kitab Qashash Al-Ghaib Fii Shahih Al-Hadist An-Nabawi bahwa Aisyah radhiallahu ‘anha menangis. Beliau menangis saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengumpulinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bertanya perihal tangisan isterinya tersebut. Aisyah radhiallahu ‘anha pun menjawab:

“engkau menyebutkan (tentang) Dajjal sehingga aku menangis”. [11]

>>Sekiranya Dajjal Muncul. . .

Mendengar jawaban aisyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya:

“sekiranya dia (Dajjal -ed) muncul sedangkan aku masih hidup maka cukup akulah yang melindungi kalian semua. Sedangkan jika Dajjal muncul sepeninggalku maka Tuhanmu tidaklah cacat sebelah mata.” [12]

Subhanallah. Wanita sekaliber Aisyah bercucur air mata ketika mendengar kisah Dajjal. Dan memang demikianlah dahsyatnya fitnah Dajjal di akhir zaman.

Namun begitu, sekiranya memang ditakdirkan berjumpa dengan Dajjal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan salah satu resep agar terlindung dari fitnahnya.

>>Ada Resep Agar Terlindungi. .

Kutemukan resep tersebut dalam hadist an-Nawwas bin Sam’an yang cukup panjang. Hadist tersebut mutawatir sekali dan diriwayatkan Imam Muslim dan Imam Bukhari dalam Shahih mereka, Ashhab As-Sunan, dan lain-lain.

Dalam hadist tersebut disebutkan,

“barang siapa berjumpa dengannya (Dajjal -ed), hendaknya membacakan pembukaan surat Al-Kahfi di hadapannya.” [13]

Umumnya para penuntut ilmu mengetahui resep tersebut yaitu dengan membacakan pembukaan surat Al-Kahfi.

Dengan rasa cinta yang tinggi nan penuh kasih kepada umatnya, kudapati pula bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan wejangan agar menghafal sepuluh ayat pertama surat tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“barang siapa yang hafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahfi maka ia akan dilindungi dari (fitnah) Dajjal.” [14]

Beliau pula bersabda:

“barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi maka ia akan dilindungi dari fitnah Dajjal. ” [15]

>>Dan Akhirnya. . .

Setelah kubaca hadist-hadist tersebut dalam kitab-kitab yang ada, menurutku, salah satu faidah agung kenapa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya untuk membaca surat tersebut setiap minggu di hari atau malam jum’at adalah agar umatnya benar-benar menyiapkan “bekal” sekiranya Allah mentakdirkan kita berjumpa dengan Dajjal. .

wallahu a’lam. . .

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ila hailla anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

***

Selesai ditulis menjelang pernikahan seorang sahabat di hari ahad pada pertengahan sya’ban.

ENDNOTES:

[1]. Ash-Shahihah no. 1140
[2]. Lihat Kitab Al Qabru (‘Adzaabul Qabri… Wa Na’iimul Qabri) hal 37-38
[3]. Lihat ibid hal. 169
[4]. Shahih: HR abu dawud. Dihasankan al-Albani dalam Shahih al-Jami no. 2091
[5]. Lihat Kitab Al-Jumu’ah, Adab wa Ahkam (Dirasah Fiqhiyyah Muqaranah)
[6]. Shahih: HR al-Hakim (II/368), al-Baihaqi (III/249)
[7]. Lihat kitab Sifah Shalatin Nabi hal 66-67
[8]. HR. al-Bukhari dan Muslim dalam Shahihain.
[9]. Lihat kitab Asyraatus Saa’ah hal 326-327
[10]. Lihat ibid hal. 324
[11]. Disandarkan al-Albani kepada Ibnu Hibban, Ahmad dan selain keduanya. Beliau juga mengatakan bahwa isnadnya shahih.
[12]. Ibid
[13]. HR. Muslim no. 2937
[14]. HR. Muslim, Abu Dawud, an-Nasai dan at-Tirmidzi dan at-Tirmidzi mengatakan hadist ini hasan shahih.
[15]. HR. Muslim dan an-Nasa’i

MARAJI:

1. Al-Jumu’ah, Adab wa Ahkam (Dirasah Fiqhiyyah Muqaranah) karya Syaikh Jabir As-Saidi. Penerbit Aqwam, Solo (2008), cetakan ke-1
2. Qashash Al-Ghaib Fii Shahih Al-Hadist An-Nabawi karya Dr. Umar Sulaiman al Asyqar. Penerbit Darul Falah, Bekasi (2009), cetakan ke-1.
3. Asyraatus Saa’ah karya Syaikh Yusuf Bin Abdillah Bin Yusuf Al Wabil. Pustaka Ibnu Katsir, Bogor (2008), cetakan ke-2.
4. Lubaabut Tafsiir Min Ibni Katsir disusun oleh Dr. Abdullah Bin Muhammad Bin Abdurrahman Bin Ishaq Alu Syaikh, Penerbit Pustaka Imam Syafi’i, Bogor (2007), Jilid ke-5, cetakan ke-3.
5. Sifah Shalatin Nabi
6. Shalaatul Mu’min (Mafhuum Wa Fadhaa-il Wa Aadaab Wa Anwaa’ Wa Ahkam Wa Kaifiyyah Fii Dhau-il Kitab Wa Sunnah) karya Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani. Penerbit Pustaka Imam Syafi’i, Bogor (2006), Jilid ke-2 cetakan ke-1.
7. Al Qabru (‘Adzaabul Qabri… Wa Na’iimul Qabri) karya Syaikh Asyraf Bin ‘Abdirrahim. Penerbir Pustaka Ibnu Katsir, Bogor (2008), cetakan ke-3.
8. Al Masa-il karya Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat. Penerbit Darus Sunnah, Jakarta Timur (2008), Jilid ke-1, cetakan ke-7.

***

dikutip dan diringkas dari tulisan Fachrian Almer Akiera “AKU DAN PESONA DUA SURAT. .”

http://www.facebook.com/note.php?note_id=469107614125&1&index=0

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: