LEBAY, PINTU KEHANCURAN..

LEBAY, PINTU KEHANCURAN..

22 Januari 2010 — ibnu fauzy

Lebay..

Jangan Lebay Pliss !!

ya itulah istilah anak muda sekarang yang artinya adalah berlebihan. Kita semua tahu bahwa lebay dalam segala hal sangat ga baek. contohnya niiih.. lebay dalam makan, minum atau tidur. atau lebay ketika memakai perhiasan, beli jajan, ataupun lebay ketika becanda, bicara bahkan diam.  namun tahu tidak sobat, bahwa ada lebay yang merupakan pintu kehancuran, yang bikin sengsara ga cuman di dunia saja lo bro, tapi juga di akhirat, bahkan bisa kekal loh dinerak..  nah loh. masak sih ada lebay yang ngeri gitu ?? biar ga penasaran baca aja artikel ini selengkapnya en jangan lupa kasih komentar ya…

lebay / Ghuluw (sikap berlebih-lebihan) sangat dicela, terutama dalam agama. bahkan ghuluw adalah salah satu cara dari dua cara iblis dalam memperdaya manusia. dua cara tersebut yaitu Ghuluw dan tafrit (meremehkan). Al-Imam Makhlad bin Al-Husain rahimahullahu pernah berkata, “Tidaklah Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat kebaikan melainkan Iblis akan menghadangnya dengan dua cara. Iblis tidak ambil peduli dengan cara apa dia akan menguasainya. Antara bersikap ghuluw di dalam amalan tersebut ataukah sikap meremehkannya.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 9/236)

Al-Ghuluw secara bahasa bermakna melebihi batasan. Berasal dari kata غَلَا فِي الْأَمْرِ –يَغْلُو-غُلُوًّا.Adapun di dalam syariat, ghuluw bermakna melebihi batasan yang telah ditetapkan oleh syariat. (Al-Ghuluw, Ali Al-Haddadi, hal. 13)

Dalil dilarangnya lebay / ghuluw

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُوا عَلَى اللهِ إِلاَّ الْحَقَّ
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (An-Nisa’: 171)
قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلاَ تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (Al-Ma’idah: 77)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-Maidah: 87)

كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Yunus: 12)

Dalil dari sunnah :

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:
إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالْغُلُوِّ فِي الدِّيْنِ
“Waspadalah dan berhati-hatilah kalian dari sikap ghuluw dalam beragama. Karena sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kalian disebabkan ghuluw yang mereka perbuat di dalam beragama.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Adh-Dhiya’. Hadits ini ditakhrij dalam Ash-Shahihah no. 1238)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu:
صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي لَنْ تَنَالَهُمَا شَفَاعَتِي: إِمَامٌ ظَلُومٌ غَشُوم ٌ، وَكُلُ غَالٍ مَارِقٍ
“Ada dua golongan dari umatku yang tidak akan memperoleh syafa’at dariku. Yaitu seorang pemimpin yang selalu berbuat zalim dan setiap orang yang berlaku ghuluw, keluar dari jalan kebenaran.” (HR. Ath-Thabarani, dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu di dalam Ash-Shahihah)

إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ

“Sesungguhnya agama Islam ini mudah. Tidak ada seorang pun yang memberat-beratkan dirinya dalam beragama melainkan dia tidak mampu menjalankannya.” (HR. Al-Bukhari no. 39 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُشَدِّدُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ قَبْلَكُمْ بِتَشْدِيدِهِمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَسَتَجِدُونَ بَقَايَاهُمْ فِي الصَّوَامِعِ وَالدِّيَارَاتِ
“Janganlah kalian memberat-beratkan diri kalian. Karena sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian hanyalah disebabkan mereka memberat-beratkan diri. Dan kalian akan menemukan sisa-sisa mereka di dalam pertapaan dan biara.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari di dalam At-Tarikh. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah, 3124)

Secara khusus lagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita dari sikap berlebih-lebihan di dalam memuji beliau. Karena kekhawatiran beliau bahwa umat Islam akan jatuh pada kesalahan yang dilakukan orang-orang Nasrani. Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu meriwayatkan sebuah hadits dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُولُوا: عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ
“Janganlah kalian berlebih-lebihan di dalam memuji diriku sebagaimana orang-orang Nashara berlebih-lebihan di dalam memuji Ibnu Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya’.”

nih contoh-contoh lebay/ ghuluw yang membinasaka :

1. dalam akidah :

masih inget sejarah pertamakali adanya syirik?

sejak Nabi Adam as sampai Nabi Nuh as tidak ada kesyirikan. sampai akhirnya sebagian orang dizaman Nabi nuh membuat patung dan monumen untuk memperingati dan menghormati orang-orang sholeh yang telah meninggal (Wadd,  Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr). awalnya patung itu tidak disembah, namun lama kelamaan patung itu dimintai do’a dan disembah. akhirnya diutuslah Nabi Nuh alaihissalam untuk mendakwahi mereka. Dan mereka berkata: “Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian, dan janganlah pula kalian meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan janganlah pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr.” (Nuh: 23)

di zaman Nabi salallahu ‘alaihi wassalam juga tidak jauh beda. kesyirikan yang terjadi akibat kaum quraisy waktu itu lebay dalam mengagungkan orang yang sholeh (lata, uza dll) dan akhirnya mereka berdoa kepada patung tsb. maka diutuslah Nabi salallahu ‘alaihi wassalam untuk memurnikan tauhid.

contoh lebay dalam mensifati Alloh SWT, seperti mengatakan Alloh dimana-mana, menyerupakan Alloh dengan mahluk dll. berkeyakinan bahwa ada manusia tertentu yang dianggap wali yang ikut mengatur alam, mengabulkan doa dsb. percaya kepada benda keramat, kuburan keramat dsb. meyakini semua agama benar, pluraritas, liberalisme dsb. pokoknya banyak deh pemikiran yang lebay yang akhirnya menyeret kepada kebinasaan.

contoh lain adalah lebaynya akidah yang menyimpang seperti Qodariyyah (tak percaya takdir), jabbariyyah (lebay dalam takdir), mu’tazilah (lebay dalam mengagungkan akal), syiah rafidhoh (lebay thd ahlul bait), khawarij (lebay dalam pengkafiran), murjiah (sangat meremehkan dosa), dll yang tidak bisa disebutkan satu persatu. yang pokoknya ada 72 golongan yang lebay. semuanya terancam nereka, sebagimana dalam hadits yang shahih.

contoh orang yang terpengaruh oleh Ahlul Kalam di dalam menetapkan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya Ahlul Kalam bersikap terlalu berlebihan yang pada akhirnya berujung pada kehancuran. Perbuatan mereka menyebabkan terjatuhnya seorang hamba kepada salah satu dari dua kesesatan. Yaitu tamtsil (menyamakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan makhluk atau sebaliknya) dan ta’thil (mengingkari sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala). (Al-Qaulul Mufid, 1/394)
Ghuluw di dalam masalah sifat-sifat Allah pertama kali terjadi pada diri Al-Ja’d bin Dirham. Kepalanya dipenggal oleh penguasa ‘Iraq ketika itu, Khalid bin Abdul ‘Aziiz Al-Qasri, karena Al-Ja’d berkeyakinan kalamullah (Al-Qur’an) adalah makhluk. Pemikiran Al-Ja’d ini diteruskan oleh Al-Jahm bin Shafwan At-Tirmidzi. Melalui Al-Jahm inilah, pemikiran ghuluw di dalam memahami sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebar. Walaupun pada akhirnya, Al-Jahm pun dibunuh oleh penguasa Khurasan, Salm bin Ahwaz. (Haqiqat Al-Ghuluw, ’Ali bin ‘Abdil ‘Aziz, hal. 47)
Tentang ghuluw di dalam memahami sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu juga memberikan contoh dengan seorang pelajar yang mengajukan beberapa pertanyaan yang tidak semestinya ditanyakan. Pertanyaan itu terkait dengan ayat dan hadits tentang sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal pertanyaan itu tidak pernah ditanyakan oleh salaf. Sebagai contoh, hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dari sahabat Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma:
إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبِعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يَصْرِفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ
“Sesungguhnya hati anak cucu Adam berada di antara dua jari jemari Ar-Rahman seperti satu hati saja. Dia membolak-balikkannya sesuai yang Dia kehendaki.”
Sang pelajar yang bersikap ghuluw ini bertanya, “Berapakah jumlah jari-jemari Allah Subhanahu wa Ta’ala? Apakah ada ruas-ruasnya? Berapakah jumlah ruasnya?” Hal-hal seperti ini tidak boleh ditanyakan karena termasuk sikap ghuluw. (Syarah Riyadhus Shalihin)

2. Lebay dalam beribadah.

Lebay dlm masalah ini lebih banyak karena hanya berniat baik tanpa disertai dalil akhirnya terjermus pada bid’ah.

contoh : kisah 3 orang sahabat yang ingin menandingi ibadah Nabi SAW, orang I, ingin sholat lail sepanjang malam tanpa tidur, orang ke II ingin puasa terus sepanjang tahun, orang ke tiga ingin beribadah terus tanpa menikah. maka ke tiganya malah mendapat marah, dan Nabi sallahu ‘alaihi wasalam mengatakan : barang siapa yang tidak suka dengan sunnahku, maka dia bukan dari golonganku.

contoh lain : dzikir berjamaah, puji-pujian, sholawat nariyah dan sholat macem2 yang bid’ah yang jumlahnya mencapai ribuan (cukuplah bagi kita sholawat yang diajarkan Nabi), puasa bid’ah yang bermacam-macam (puasa mutih, puasa untuk kesaktian dll), sholat raghaib, zakat profesi, dan aduuuuuuuuuh banyak deh kalau mau disebutin bisa puluahn halamana nih heeee. untuk bisa mengenalinya baca aja buku “membedah akar bid’ah”.

Yang parah adalah lebay disisi kubur !!!

Banyak orang yang terjerumus ke dalam kesyirikan akibat lebay kepada kuburan orang sholeh. mereka beribadah dikuburan tersebut, memohon berkah dsb bahkan sampai ada yang memberikan sesajian dan mengambili tanahnya untuk dijadikan jimat. ada juga yang berthowaf disisi kubur, dan sholat menghadapnya. sungguh ini kesyirikan yang besar, semoga Alloh subhanahu wata’ala melindungi kita dari perbutaan tsb, aminn.

3. Lebay dalam sesuatu yang mubah

ada metode yang dipakai Iblis dan tentaranya dalam menyesatkan umat. pertama mereka akan bawa manusia kepada kesyirikan. jika itu gagal, maka manusia akan diajak berlebihan dalam ibadah sehingga berbuat bid’ah. jika itu masih gagal juga Jika syaiton akan membuat manusia sibuk dalam urusan yang melenakan sehingga melupakan kewajibannya..

4. Lebay yang menjangkiti jamaah-jamaah Islam :

– lebay dalam masalah jihad. yang menjangkiti JI, IM dan jamaah semisal. mereka terlalu lebay dalam jihad namun tidak memperhatikan syarat dan rukun jihad sehingga apa yang mereka lakukan bukanlah jihad.wallahu a’lam. silahkan klik disini untuk mengetahui Jihad syar’i
lebay dalam politik. mereka terlalu semangat terjun ke politik dg niat ingin menegakkan hukum slam, namun tanpa berbekal ilmu siyasah syar’iyyah sehingga mereka masuk ke comberan demokrasi dan duduk bersama orang kafir untuk membuat undang-undang. mereka seperti IM
Lebay dalam memperjuangkan khilafah. Namun mereka tidak mau menuntut ilmu syar’i, dan melupakan dakwah tauhid. terbukti tidak ada ulama dari kalangan mereka yang pantas dijadikan Qodhi jika telah tegak khilafah. mereka juga menolak hadits ahad. kelompok ini seperti HT
lebay dalam urusan tasawuf. mereka larut dalam sufi dan meninggalkan ilmu syar’i sma sekali.

Sebab terjadinya ghuluw

(bersambung Insya Allaoh )

http://ibnufauzy.wordpress.com/2010/01/22/lebay-pintu-kehancuran/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: