Mati Karena “Ngebut” Berarti Mati Bunuh Diri

sumber; http://ustadzaris.com/mati-karena-ngebut-berarti-mati-bunuh-diri

Penjelasan menarik dari Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah.

من زاد عن الحد المعروف في السرعة فمات فهو مشارك في قتل نفسه

Siapa yang mati karena ngebut, dia berarti mati bunuh diri.

من قتل وهو مسرع السرعة الزائدة عن الحد المعروف، هل يعتبر قاتلاً لنفسه؟

Syaikh Ibnu Baz rahimahullah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Orang yang mati karena ngebut apakah dia dinilai mati bunuh diri?

لا شك أنه مشارك في قتل نفسه، لكن أنه في هذا ظالم، ومتعدي ويعتبر قاتلاً لنفسه من حيث تعاطي أسباب القتل،

Jawaban beliau,
“Tidaklah diragukan bahwa orang tersebut terhitung bunuh diri. Orang tersebut telah melakukan tindakan kezaliman, kelewat batas dan dinilai bunuh diri karena dia telah melakukan hal yang menyebabkan kematiannya.

والنبي -صلى الله عليه وسلم- يقول: (من قتل نفسه بشيء عذب به يوم القيامة)،

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang bunuh diri dengan suatu alat maka dia akan disiksa dengan alat tersebut pada hari kiamat nanti”.

فالتعدي في السير، والتهور في السير زيادة عن القدر المحدود لا شك أنه ساعد في قتل نفسه، وظلم، وجريمة يستحق عليها صاحبها العقوبة،

Orang yang melanggar aturan lalu lintas dan ngebut di jalan tidaklah diragukan bahwa dia telah melakukan tindakan yang menyebabkan kematiannya, berbuat zalim dan melakukan kejahatan sehingga orang tersebut selayaknya mendapatkan hukuman dari pihak yang berwajib.

فالواجب على السائقين سواء كانوا في سيارات خصوصية، أو في سيارات الأجرة الواجب على الجميع التقيد بما حد لهم، أو ينخفضوا عنه بعض الشيء حتى يتباعدوا عن الخطر، وليس لهم الزيادة، ولا تجاوز الإشارة لما في ذلك من الخطر، والعدوان على النفس، وعلى الغير.

Wajib hukumnya bagi para pengemudi baik sopir mobil pribadi ataupun sopir taksi untuk mentaati peraturan lalu lintas dan tidak ngebut sehingga terhindar dari hal yang membahayakan. Semua pengendara tidak boleh ngebut yang kelewat batas tidak pula melanggar lampu merah. Itu semua adalah tindakan berbahaya, menganiaya diri sendiri dan orang lain”.

Sumber: http://www.ibnbaz.org.sa/mat/11896

Artikel www.ustadzaris.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: