Jangan Mengharap “Terima Kasih” dari Seseorang

Bismillahi Rohmani Rohiim

Kedamaian dan Rahmat Allah bagimu..
Segala puji bagi Allah, doa dan salam ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW dan rasul2-Nya dan kepada keluarga dan sahabat…

Allah menciptakan hambanya agar selalu mengingat-Nya….
Allah juga memberi rezeki melimpah supaya kita bersyukur….

Namun…

Kita sering menyembah dan bersyukur kepada selain Dia….

Tabiat untuk mengingkari, membangkang, dan meremehkan suatu
kenikmatan adalah penyakit yang umum menimpa jiwa manusia….

Dan, mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya) kecuali karena Allah dan
Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka..
(QS. At-Taubah: 74)

Lihatlah crita ini….

Syahdan…
Seorang ayah telah memelihara anaknya dengan baik…..
la memberinya makan, pakaian dan minum,mendidikanya hingga menjadi orang pandai…

Rela tidak tidur demi anaknya….
Rela untuk tidak makan asal anaknya kenyang….
Dan rela untuk mau bersusah payah agar anaknya bahagia….

Namun apa yang terjadi…???

Ketika sudah berkumis lebat dan kuat tulang-tulangnya…
Anak itu bagaikan anjing galak yang selalu menggonggong kepada orang tuanya…..
la tak hanya berani menghina…

tetapi

juga melecehkan…
acuh tak acuh…
congkak…
durhaka terhadap orang tuanya…
Naudzubillah

Siapa saja yang kebaikannya diabaikan dan dilecehkan oleh orang-orang yang menyalahi fitrahnya….

Seyogyanya menghadapi semua itu dengan kepala dingin….
Dan mintalah petunjuk dan jangan kau salahkan anakmu….
Salahkanlah dirimu….

Berbuatlah kebaikan hanya demi Allah semata…
Maka Anda akan menguasai keadaan..
Tak akan pernah terusik oleh kebencian mereka…
Tak pernah merasa terancam oleh perlakuan keji mereka….

Bisakah kita berbuat baik ketika orang-orang disekitar Anda berbuat jahat…..
Dan, ketahuilah bahwa tangan di atas itu lebih
baik dari tangan yang di bawah….

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk
mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.
(QS. Al-Insan: 9)

Masih banyak orang berakal yang sering hilang kendali…
kacau pikiranya saat menghadapi kritikan atau cercaan pedas…
Berdoa jika dalam keadaan terbebani…
Lupa jika beban itu hilang..

(Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan)
(QS. Yunus: 12)

http://www.facebook.com/home.php?#/inbox/?folder=[fb]messages&page=6&tid=1245861711979

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: