PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Seminar Pluralisme Agama di IAIN Surabaya”

Senin, 07 Mei 2007
Seminar ‘’Islam dan Pluralisme’’ yang dilaksanakan di kampus IAIN Surabaya perlu mendapat perhatian. Baca Catatan Akhir Pekan [Cap] Adian Husaini ke-193

Oleh: Adian Husaini

Situs http://hidayatullah.com/, 26 April 2007, melaporkan sebuah peristiwa penting yang terjadi di IAIN Surabaya. Peristiwa itu adalah sebuah seminar dengan tema ‘’Islam dan Pluralisme’’; bertempat di ruang sidang rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, pada Rabu, 25 April 2007. Hadir dalam acara tersebut empat nara sumber, yaitu Budhy Munawar-Rachman dari Universitas Paramadina (Program officer Islam and Civil Society The Asia Foundation), Dr. Masdar Hilmy, MA (dosen IAIN Surabaya) Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, MA (Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur) dan Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si (Purek II IAIN Surabaya).

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seminar yang dihadiri sekitar 70 orang tersebut mendiskusikan urgensi pluralisme dalam situasi global saat ini, terutama dalam konteks ke-Indonesia-an yang multikultural. Dalam makalahnya, Budhy Munawar-Rachman, penulis buku “Islam Pluralis” menyatakan bahwa sekarang ini, pluralisme dan dialog antaragama menjadi agenda yang semakin penting untuk direalisasikan, terutama di kalangan ahli agama.

Menurut Budhy, seminar kali ini merupakan langkah awal selama satu semester ini. Puncaknya nanti akan digelar sebuah pertemuan mahasiswa IAIN, STAIN dan UIN di seluruh Indonesia yang akan membahas tentang pentingnya pluralisme di Indonesia, demikian pemaparan Budhy Munawar-Rachman dalam prolog penjelasannya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam makalahnya yang berjudul “Pluralisme dan Dialog Antar Agama Dalam Sejarah Islam” Budhy mengatakan, bahwa secara eksplisit, Al-Quran menegaskan bahwa Islam adalah penerus agama (millah) Ibrahim (QS 6 :161). Penegasan ini mengandung gagasan bahwa Islam tidak hanya mempunyai keterkaitan sejarah, tetapi juga titik-titik temu, dengan Yahudi dan Kristen yang berasal dari leluhur yang sama, yaitu millah Ibrahim.

Budhy memuji sikap mahasiswa IAIN dibandingkan mahasiswa kampus umum. Kata dia:

“IAIN jauh lebih progresif dan modernis di bandingkan dengan kampus-kampus umum yang cenderung konservatif dan emosional.” Pujian Budhy itu disambut tepuk tangan meriah para mahasiswa IAIN Surabaya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pandangan Budhy terhadap QS 6:161 adalah aneh. Ayat Al-Quran itu menyebutkan, ”Katakanlah, sesungguhnya aku telah diberi petunjuk akan daku oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus. Agama yang teguh, agama Ibrahim yang hanif, dan tidaklah dia itu dari orang-orang musyrik.”

Dalam pandangan Islam, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, yakni Islam, adalah kelanjutan dari millah Ibrahim, yang susbtansinya adalah tauhid. Karena itu, Judaisme (agama Yahudi) dan agama Kristen dipandang oleh Islam sebagai agama yang menyimpang dari agama Ibrahim, sebab Yahudi dan Kristen tidak bisa disebut agama Tauhid. Mereka tidak bisa memelihara agama tauhid karena mereka menolak untuk mengakui kenabian Muhammad saw. Karena itu, Al-Quran menegaskan, bahwa ”Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan buka (pula) Nasrani, tetapi dia adalah seorang hanif dan muslim, dan sekali-kali dia tidak termasuk golongan musyrik.” (QS 3:67).

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Para ulama pengkaji agama-agama dulu membagi agama ke dalam dua golongan: agama yang haq dan agama yang menyimpang. Al-Biruni (973-1051 M), misalnya, selama 9 tahun melakukan penelitian di India dan kemudian menulis satu kitab berjudul ”Kitab al-Hind”. Di sini, al-Biruni – yang juga dikenal sebagai pakar fisika, astronomi, matematika, dan sebagainya – menulis: ”Fainna maa ‘adaa al-haqq zaaigh.” (Bahwa selain agama yang haq (Islam) adalah agama yang menyimpang).

Selanjutnya, seperti diberitakan http://hidayatullah.com/, Dr. Masdar Hilmy banyak mengecam MUI yang telah mengeluarkan fatwa haramnya paham Pluralisme Agama. Dosen IAIN Surabaya lulusan Mellbourne University ini menulis makalah berjudul “Pluralisme Keberagamaan di Tengah Perebutan Kuasa”. Ia berpendapat bahwa keberadaan MUI yang disponsori pemerintah, sejatinya menjadi titik rawan bagi masuknya sikap-sikap intoleran terhadap perbedaan keyakinan dalam Islam.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Lebih lanjut dalam makalahnya juga dituliskan bawa pengharaman MUI terhadap pluralisme beberapa waktu lalu menyiratkan aroma perebutan kuasa dalam lanskap politik keagamaan. Sebagai solusinya dia menawarkan bahwa pemerintah mesti menjaga jarak dengan MUI dengan alasan demi tegaknya asas netralitas Negara sebagaimana yang telah diamanatkan oleh UUD 1945.

Masdar Hilmy juga nyatakan, bahwa pluralisme perlu dikemas lebih menarik lagi, sebab jika ditampilkan secara gamblang kemungkinan besar IAIN tidak akan laku lagi di Indonesia. ”Inilah yang mesti kita renungkan bersama untuk mewujudkan pluralisme yang sesungguhnya dalam ranah sosial masyarakat Indonesia,” imbau Masdar Hilmy, seperti diberitakan hidayatullah.com.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Peristiwa seminar ”Pluralisme Agama” di IAIN Surabaya itu perlu menjadi perhatian serius dari umat Islam Indonesia. Peristiwa ini tidak kalah pentingnya dari rencana kedatangan delegasi parlemen Israel dalam acara Inter Parliementary Union (IPU) di Bali, 2007, yang telah ditolak secara tegas oleh berbagai elemen umat Islam. Rencana Budhy Munawar Rachman dan kawan-kawan, sebagai orang penting di The Asia Foundation, untuk menggelar pertemuan mahasiswa IAIN/UIN/STAIN se-Indonesia dalam rangka mendukung paham Pluralisme Agama, adalah langkah yang sangat hebat dalam upaya legitimasi paham Pluralisme Agama di Indonesia.

Kaum Pluralis Agama memang sangat terpukul dengan keluarnya fatwa MUI, tahun 2005, yang mengharamkan paham Pluralisme Agama. Karena itu, bisa dipahami, jika dalam berbagai seminar, mereka tidak henti-hentinya mencaci maki MUI. Dan itu biasa dilakukan oleh sejumlah kalangan akademisi IAIN. Jika dalam seminar di IAIN Surabaya ini Dr. Masdar Hilmy mengecam MUI, maka kita juga pernah menyimak laporan utama di Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 28 Th XIII/2005, yang memuat laporan utama berjudul ”Majelis Ulama Indonesia Bukan Wakil Tuhan.”

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam jurnal ini, misalnya, diturunkan wawancara dengan seorang staf Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), dengan judul ”MUI bisa Dijerat KUHP Provokator”. Ia membuat usulan untuk MUI: ”Jebloskan penjara saja dengan jeratan pasal 55 provokator, jelas hukumannya sampai 5 tahun.” Berikutnya, staf PBHI itu menyatakan, ”MUI kan hanya semacam menjual nama Tuhan saja. Dia seakan-akan mendapatkan legitimasi Tuhan untuk menyatakan sesuatu ini mudharat, sesuatu ini sesat. Padahal dia sendiri tidak mempunyai kewenangan seperti itu. Kalau persoalan agama, biarkan Tuhan yang menentukan.” Kita juga masih ingat, menyusul keluarnya fatwa tentang sekularisme, pluralisme agama, dan liberalisme, MUI dikatakan tolol, dan sebagainya.

Penyebaran paham Pluralisme Agama di Indonesia memang melibatkan pandanaan yang sangat besar. Inilah proyek yang sangat mudah untuk mengeruk uang dari lembaga-lembaga internasional Barat seperti The Asia Foundation, dan dari pemerintah AS sendiri. Dalam situsnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada 4 Mei 2007, memuat halaman muka berjudul ”Dukungan terhadap Hak Asasi Manusia dan Demokrasi:  Catatan A.S. 2004 – 2005.”

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ada baiknya kita simak laporan yang ditulis dalam website Kedubes AS di Jakarta yang berkaitan dengan Islam dan pluralisme agama berikut ini:

”Dalam usaha menjangkau masyarakat Muslim, Amerika Serikat mensponsori para pembicara dari lusinan pesantren, madrasah serta lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam, untuk bertukar pandangan tentang pluralisme, toleransi dan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia. Kedutaan mengirimkan sejumlah pemimpin dari 80 pesantren ke Amerika Serikat untuk mengikuti suatu program tiga-minggu tentang pluralisme agama, pendidikan kewarganegaraan dan pembangunan pendidikan. Di samping itu, kedutaan juga mengirim 38 siswa dan enam guru ke Amerika Serikat selama 4 minggu untuk mengikuti suatu Program Kepemimpinan Pemuda Muslim, dan melalui Program Pertukaran dan Studi Pemuda (YES), lebih dari 60 siswa Muslim mengikuti program satu-tahun di sekolah-sekolah menengah di seluruh Amerika Serikat. Wartawan dari kira-kira 10 agen media Islam berkunjung ke Amerika Serikat untuk melakukan perjalanan pelaporan. Di tingkat universitas, suatu hibah multi-tahun membantu untuk melakukan suatu program pendidikan kewarganegaraan di seluruh sistem Universitas Muhammadiyah. Bantuan lain yang terpisah membantu suatu lembaga studi Islam di Yogyakarta untuk melakukan pelatihan tentang Hak Asasi Manusia dan menyelenggarakan kursus-kursus yang meningkatkan toleransi. Bantuan juga diberikan kepada dua universitas Amerika Serikat untuk pelatihan dan pertukaran penanganan konflik, dan untuk mendirikan lima pusat mediasi di lembaga-lembaga Muslim.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam membantu jangkauan jangka panjang, lima American Corners dibuka di lembaga-lembaga pendidikan tinggi Muslim di seluruh Indonesia. Amerika Serikat juga mendanai The Asia Foundation untuk mendirikan suatu pusat internasional dalam memajukan hubungan regional dan internasional di antara para intelektual dan aktivis Muslim progresif dalam mengangkat suatu wacana tingkat internasional tentang penafsiran Islam progresif. Amerika Serikat juga memberikan pendanaan kepada berbagai organisasi Muslim dan pesantren untuk mengangkat persamaan jender dan anak perempuan dengan memperkuat pengertian tentang nilai-nilai tersebut di antara para pemimpin perempuan masyarakat dan membantu demokratisasi serta kesadaran jender di pesantren melalui pemberdayaan pemimpin pesantren laki-laki dan perempuan. Mengembangkan suatu lingkungan dimana orang Indonesia dapat secara bebas menggunakan hak-hak sipil dan politik mereka adalah kritis bagi tujuan kebijakan luar negeri Amerika Serikat dalam memelihara pluralisme dan toleransi untuk menghadapi ekstrimisme.”

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Demikianlah petikan laporan Kedubes AS di Jakarta dalam mendukung paham-paham pluralisme agama di Indonesia. Dengan laporan itu, kita maklum, mengapa penyebaran paham Pluralisme Agama menjadi agenda penting banyak dosen IAIN. Disamping masalah pemahaman, bisa jadi, ini juga berkaitan dengan soal keuangan. Di sini ada proyek, di sini ada uang. Karena itulah, kampanye paham ini berlangsung mulus, dari kampus ke kampus. Kampus yang mau menerima program ini akan mendapatkan kucuran dana. Kampus yang menolak, tentu tidak akan mendapatkan apa-apa. Bahkan, akan dicap sebagai ’kolot’, ’ekstrim’, ’tidak progresif’, dan sebagainya, seperti yang dialamatkan kepada Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik. Di tengah kesulitan ekonomi yang melilit bangsa, kita bisa memahami, mengapa banyak kalangan akademisi IAIN yang tergiur dengan proyek-proyek pluralisme agama semacam ini. Gaji dosen sangatlah kecil. Sementara mereka sudah lulus doktor. Kadangkala rumah pun belum punya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kemana lagi cari proyek? Salah satu yang mudah adalah masuk arus program penyebaran paham Pluralisme Agama. Semula bisa jadi karena terpaksa, atau sekedar ikut-ikutan. Lama-lama bisa tergantung, bahkan kecanduan. Tetapi, masalahnya bukan sekedar soal ekonomi. Masalah yang lebih mendasar adalah persoalan paham, persoalan iman.

Padahal, Pluralisme Agama adalah paham racun aqidah Islam yang sangat berbahaya. Bahkan, bagi semua agama, paham ini sudah ditentang habis-habisan.  Kita bisa mengambil contoh, bagaimana Vatikan menyikapi paham ini. Vatikan bersikap tegas terhadap paham Pluralisme Agama. Prof. Jacques Dupuis SJ, dosen di Gregorian University, Roma, pernah mengajarkan paham bahwa agama-agama – termasuk Kristen – masih dalam proses menuju kebenaran final. Ia menulis buku Toward a Christian theology  of Religious Pluralism. Gara-gara itu, akhirnya ia diskors oleh Paus sebagai dosen di Gregorian University. Dan pada 28 Januari 2000, Paus Yohanes Paulus II membuat pernyataan: “The Revelation of Jesus Christ is definitive and complete.” (Ajaran Jesus Kristus adalah sudah tetap dan komplit). Paus juga menyatakan, bahwa agama-agama selain Katolik, memiliki kekurangan. Dan hanya Gereja Katolik yang merupakan jalan keselamatan yang sempurna menuju Tuhan. Tahun 2000 itu juga, Paus Yohannes Paulus II mengeluarkan dekrit ‘Dominus Jesus’ yang secara tegas menolak paham Pluralisme Agama.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika Katolik saja bersikap tegas terhadap paham Pluralisme Agama, kita merasa aneh, mengapa pemerintah AS mendukung penyebaran paham syirik modern ini di kalangan Muslim. Kita sangat menyayangkan sikap pemerintah AS seperti itu. Mengapa uang mereka tidak digunakan saja untuk memperbaiki jalan-jalan di Indonesia yang rusak? Mengapa uang itu bukan digunakan untuk mengentaskan kemiskinan? Tetapi, mengapa uang itu justru dikucurkan untuk merusak Islam dan keimanan kaum Muslim, melalui penyebaran paham Pluralisme Agama? Tentu saja itu hak pemerintah AS. Hanya saja, yang lebih kita sesalkan adalah, mengapa ada saja kalangan akademisi IAIN dan sejenisnya yang mau-maunya dijadikan alat untuk merusak agama mereka sendiri. Kita hanya berdoa, mudah-mudahan kita tidak termasuk dari bagian mereka. Amin. [Depok, 4 Mei 2007/http://hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta Fm dan http://hidayatullah.com/

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Nasib Studi Islam di Perguruan Tinggi”

Minggu, 29 April 2007
Kampus-kampus Islam harusnya berpijak kepada keilmuan Islam dan menjadi yang terbaik. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-191

Oleh: Adian Husaini

Pada hari-hari ini, seperti biasa menyongsong tahun ajaran baru, banyak orang tua dan juga siswa yang sibuk bertanya, kemana akan melanjutkan kuliah? Banyak kampus sudah memasang iklan di media massa,  mempromosikan program studi di kampus masing-masing.

Seperti biasa, program studi Islam di berbagai perguruan tinggi Islam pun mulai menyiapkan diri untuk menggaet dan menerima mahasiswa baru. Menteri Agama RI belum lama ini menyampaikan, bahwa untuk saat ini, perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) distop dulu. Sekarang,  hanya ada  UIN di seluruh Indonesia.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menteri Agama khawatir, pembukaan UIN akan semakin meminggirkan program studi Islam di kampus tersebut, sebagaimana yang terjadi selama ini. Sebab, bukan rahasia lagi, para mahasiswa  dan orang tuanya, lebih banyak yang berminat memasuki program-program studi umum yang dibayangkan akan lebih menjamin masa depan.

Di sejumlah universitas Islam, orang tua rela membayar uang masuk ratusan juta rupiah, agar anaknya bisa diterima di Fakultas Kedokteran. Sementara, sangat sedikit yang berminat masuk ke fakultas/jurusan Tarbiyah, Ushuluddin, Syariah, atau Dakwah, meskipun biaya pendidikan di situ sangat murah dan bahkan ada yang digratiskan. Tentu tidak sulit memahami masalah ini. Kuliyah di kedokteran dianggap lebih menjamin masa depan, lebih bergengsi, dibandingkan kuliah di fakultas dakwah.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kondisi seperti ini berlangsung sejak dulu. Apa yang terjadi kemudian adalah fakta bahwa banyak yang mengambil program studi Islam adalah anak-anak yang kondisi intelektual dan ekonominya pas-pasan. Banyak yang tidak terlalu bersemangat untuk mengambil studi Islam. Ini sering dikeluhkan oleh berbagai praktisi  pendidikan Islam. Anak-anak pinter di SMA hampir tidak ada yang bercita-cita menjadi guru agama, meskipun meraka adalah para aktivis Islam di sekolahnya, atau meskipun orang tuanya adalah tokoh agama. Ringkasnya, hingga kini, studi Islam masih belum menarik minat banyak mahasiswa dan orang tua yang dikaruniai kelebihan akal dan harta.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Masalah ini sudah berlangsung berpuluh tahun dan belum banyak berubah. Tidak bisa tidak, umat Islam harus memikirkan masalah ini dengan serius dan mencarikan jalan keluarnya. Dalam iklim materialisme yang mendominasi masyarakat, memang tidak mudah untuk menawarkan program studi Islam yang menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan orientasi akhirat. Pondok Pesantren yang dulu hanya mengandalkan pendidikan agama ‘non-ijazah negeri’ – untuk menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu – mulai banyak yang berkompromi dengan kurikulum sekolah negeri agar bisa mendapatkan ijazah. Sebab, ijazah itulah yang dibutuhkan untuk mencari kerja.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Untuk membenani masalah ini, mau tidak mau, harus dimulai dari kampus Islam itu sendiri. Kampus Islam harus berbenah diri, meningkatkan kualitasnya, dan serius dalam menyelenggarakan program studi Islam.

Tidak boleh ada yang asal-asalan membuat program studi Islam, apalagi melakukan jual beli gelar. Kampus Islam harus berpijak kepada keilmuan Islam dan menerapkannya dalam kurikulum dan sistem pendidikannya. Program studi Islam haruslah menjadi yang terbaik. Para dosennya seharusnya merupakan dosen-dosen terbaik dan bersungguh-sungguh dalam mengajar. Tentu saja, kampus itu harus menyediakan imbalan yang memadai untuk dosen yang baik.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di berbagai kampus Islam, masih ada yang honor dosennya sekitar Rp 40 ribu sekali datang, atau yang lebih rendah dari itu. Jumlah itu pun masih dipotong transport. Dengan honor seperti itu, tentulah sulit bagi dosen untuk menekuni bidangnya, membeli buku-buku yang diperlukan, dan membuat makalah-makalah yang berkualitas. Alasan yang diberikan, honor kecil,  karena memang SPP murah dan jumlah mahasiswa sedikit. SPP murah, karena minat untuk belajar Islam kurang.

Jadilah semacam lingkaran setan.  Bagaimana memotong lingkaran ini? Caranya, pertama, umat Islam harus turun tangan.

Orang-orang yang berkelebihan rizki perlu menginfakkanhartanya untuk membantu kesejahteraan guru dan dosen.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mereka perlu disadarkan, bahwa masalah studi Islam adalah masalah mendasar yang harus ditangani dengan baik. Pendidikan Islam di perguruan tinggi  harus menjadi prioritas pembenahan umat, sebab dari kampus inilah diharapkan lahir sarjana, cendekiawan, atau ulama yang diharapkan akan menjadi ‘bintang’ bagi masyarakatnya. Kedua, anak-anak Muslim yang memiliki kecerdasan tinggi perlu didorong untuk mengambil program studi Islam. Jika mereka sudah mengambil program-program studi ilmu-ilmu umum, maka mereka juga perlu mengambil kuliah dalam studi Islam, sehingga mereka menguasai ilmu-ilmu keagamaan dengan baik, sebagaimana program profesi mereka.

Dalam kaitan inilah, seyogyanya, kampus-kampus umum sudah harus mulai berbenah diri untuk membuka program studi Islam. Saat ini kampus-kampus umum mulai berlomba-lomba membuka program studi Ekonomi Syariah.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, motivasi yang dipromosikan adalah, bahwa alumni program studi itu akan mudah untuk mencari kerja di luar, karena kini banyak insitusi ekonomi yang membuka layanan syariah. Sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta yang menyelenggarakan program studi Islam dan Ekonomi Syariah membuat brosur yang menyebutkan, bahwa “sebagian besar alumninya telah terserap di beberapa instansi baik pemerintah maupun swasta.”

Tentu saja, ini hal yang baik. Tetapi, jika niat sudah keliru – mencari ilmu bukan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah – maka bukan tidak mungkin, akan terjadi penyimpangan dalam aplikasinya di lapangan nanti.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ekonomi syariah adalah manifestasi dari pelaksanaan aqidah Islam, dan program ekonomi syariah harus dilandasi dengan semangat iman dan kecintaan kepada syariah; bukan karena di situ ada keuntungan materi yang besar untuk mengeruk keuntungan. Jika motivasi ini yang digunakan, maka tidak ada bedanya dengan kaum kapitalis yang saat ini juga berlomba-lomba menjalankan ekonomi syariah karena di situ ada keuntungan materi, seperti yang dilakukan sejumlah bank asing dan negara seperti Singapura.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika satu kampus dibuat untuk sekedar mencetak para pekerja yang akan mengisi pos-pos kerja, maka kampus telah berfungsi sebagai satu industri. Padahal, pendidikan dalam Islam adalah satu upaya pembentukan manusia yang beradab yang menguasai ilmu-ilmu fardhu ain dengan baik dan memiliki satu keahlian untuk bekerja. Manusia yang beradab inilah tujuan yang utama dari pendidikan Islam. Kampus-kampus Islam yang utama dan pertama haruslah menekankan masalah ini. Dari mana hal ini dimulai? Tentu harus dimulai dari pimpinan dan dosen-dosen di kampus.  Adalah sangat sulit kita berharap akan lahir sarjana yang beradab, jika dosennya sendiri tidak beradab. Akan sulit melahirkan sarjana yang mencintai ilmu dan kebenaran jika dosen-dosennya sendiri tidak memiliki tradisi ilmu yang baik dan tidak peduli dengan soal benar dan salah.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pada Senin, 16 April 2007 lalu, saya mengisi workshop dakwah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta, yang diikuti para mahasiswa fakultas tersebut. Kepada para mahasiswa yang hadir, saya menyampaikan pentingnya ada gerakan dakwah yang serius yang dimulai dari kampus itu sendiri. Sebelum terjun melakukan dakwah di masyarakat, sudah seyogyanya, para mahasiswa berdakwah ke dalam kampusnya sendiri. Para mahasiswa tidak boleh berdiam diri terhadap segala kemunkaran yang terjadi di dalam kampus, termasuk dan terutama adalah kemunkaran dalam bidang keilmuan. Adalah aneh, jika segala bentuk kemunkaran keilmuan yang merusak Islam dibiarkan berkembang atas nama kebebasan ilmiah dan kebebasan berpendapat.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Saya baru saja menerima kiriman Jurnal JUSTISIA Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 25 tahun XI 2004. Sampul jurnal ini memuat tulisan yang membuat mata membelalak: “Indahnya Kawin Sesama Jenis”, dengan latar belakang gambar orang-orang gay sedang berpose.

Lama saya cermati sampul jurnal terbitan Fakultas Syariah IAIN Semarang ini? Apakah ini bukan hal yang luar biasa? Mengapa pimpinan  kampus tenang-tenang saja?  Isi artikel jurnal ini sudah diterbitkan dalam sebuah dengan judul yang sama dengan judul sampul jurnal tersebut. Saya bertanya kepada dosen di salah satu kampus di Semarang, apakah penerbitan jurnal dan buku itu tidak menjadi isu besar di Semarang? Dijawab, bahwa hal itu dianggap sebagai bagian dari kebebasan ilmiah.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seperti pernah kita bahas dalam salah satu CAP, dalam buku yang wajah sampulnya sama dengan  wajah sampul Jurnal Justisia edisi tersebut, ditutup dengan satu Catatan Penutup berjudul: “Homoseksualitas dan Pernikahan Gay: Suara dari IAIN”. Di bagian inilah ditulis pengantar redaksi Jurnal Justisia yang menyatakan: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan yang kuat bagi siapa pun dengan dalih apa pun untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”

Kita patut merenungkan, apakah ungkapan seperti ini juga merupakan bagian dari kebebasan ilmiah yang dikembangkan di kampus tersebut?

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kepada para mahasiswa dan beberapa dosen di Fakultas Dakwah UIN Jakarta, saya secara terbuka menyampaikan harapan, bahwa sebagai orang yang berada di lapangan dakwah, saya sangat prihatin dengan aktivitas sejumlah dosen UIN Jakarta yang tak henti-hentinya menyebarkan paham Pluralisme Agama dan bahkan ada yang menjadi penghulu swasta sejumlah perkawinan beda agama. Apakah hal-hal seperti itu juga dikatakan bagian dari kebebasan ilmiah? Meskipun yang melakukan itu hanya beberapa gelintir dosen, tetapi karena mereka menyebut dirinya sebagai dosen di perguruan tinggi tertentu, maka secara otomatis institusi itu juga terbawa-bawa.

Apalagi, mereka memang sengaja membawa-bawa nama kampus mereka dalam beraktivitas. Kita berharap, pimpinan kampus itu melakukan tindakan pro-aktif untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sudah saatnya, pimpinan kampus dan para dosen di kampus Islam mulai bersungguh-sungguh membangun kinerja dan citra kampus yang benar-benar Islami. Dari situlah kita berharap, para siswa yang cerdas akan tertarik dan bangga sebagai mahasiswa dalam program studi Islam. Mereka tidak akan merasa rendah diri sebagai mahasiswa program studi Islam. Itu semua hanya mungkin dilakukan jika tradisi ilmu dalam Islam diterapkan dengan baik, baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa.

Disamping UIN/IAIN/STAIN, kita saat ini juga berharap pada sejumlah lembaga pendidikan Islam yang sudah bertahun-tahun menyelenggarakan studi Islam pada tingkat Perguruan Tinggi, kampus-kampus Islam seperti; Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor Ponorogo, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Sekolah Tinggi Agama Islam Lukmanul Hakim Hidayatullah Surabaya, dan sebagainya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kampus-kampus Islam tersebut sekarang sedang secara serius melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas mutu dosen dan mahasiswanya. Berdasarkan dialog dengan pimpinan lembaga-lembaga pendidikan tinggi tersebut, mereka memiliki semangat dan kesungguhan untuk memperbaiki kampusnya masing-masing. STID Mohammad Natsir, misalnya, disamping memberikan beasiswa untuk para calon dai, juga mulai menerapkan standar pengajaran dalam bahasa Arab.

Para tokoh Islam perlu benar-benar memahami, bahwa bidang Studi Islam di Perguruan Tinggi, saat ini sedang menjadi ajang perebutan besar antara Islam dengan Barat. Semakin berjubelnya alumni studi Islam dari Barat di kampus-kampus Islam saat ini, suka atau tidak suka, telah membawa dampak besar terhadap kurikulum dan corak pemikiran Islam di perguruan tinggi dan di masyarakat. Pengaruh itu pun kini sudah mulai terasa sangat kuat di institusi-institusi keagamaan, baik swasta maupun pemerintah. Sekitar lima tahun lagi, jika tidak ada arus tandingan, maka pengaruh itu akan merembet ke masjid-masjid atau majlis-majlis taklim. Jika kampus Islam tertentu

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

merelakan dirinya menjadi satelit dari pemikiran dan peradaban Barat, maka yang rugi adalah kampus itu sendiri, sebab masyarakat Muslim yang sadar akan agamanya, akan enggan menengok kampus itu dan enggan bekerjasama dengan alumni-alumni kampus tersebut.

Inilah tantangan dakwah besar dalam bidang pendidikan tinggi Islam yang harus segera dijawab oleh umat Islam Indonesia. Kita tidak hanya butuh sarjana komputer Muslim yang handal atau  dokter Muslim yang handal, tetapi juga dosen agama Islam yang handal, guru agama Islam yang handal, khatib Jumat yang handal, wartawan Muslim yang handal, mubalig yang handal, dan sebagainya. Semua itu memerlukan tenaga pengajar yang handal dan mahasiswa yang berkualitas. Tetapi, semua harus dilandasi dengan kerja keras dan keikhlasan.

Insyaallah, kita belum terlambat untuk berbuat!. [Depok, 27 April 2007/www.hidayatullah.com

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Puisi Hamka untuk NATSIR ”

Senin, 23 April 2007
Hussein Umar berpulang. ”Kita kehilangan seorang pejuang yang istiqamah,” kata Prof. Didin Hafidhudin. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-191
[Pesan Terakhir Hussein Umar]

Oleh: Adian Husaini

Kamis, 19 April 2007, umat Islam Indonesia kehilangan seorang pejuang Islam yang tangguh, Hussein Umar. Dia adalah ketua umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Sebuah SMS belasungkawa yang masuk ke HP saya menyatakan, ”singa podium” itu telah pergi meninggalkan kita.” Ya, memang julukan itu sangat tepat. Hussein Umar adalah seorang orator ulung. Tapi, dia bukan ’dai artis’, yang hanya bicara dakwah dan perjuangan di atas panggung. Seluruh waktu, pikiran, dan hidupnya dicurahkan untuk dakwah.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bang Hussein – panggilan akrab Hussein Umar – memang pengagum para tokoh Masyumi. Salah satunya, Prof. Kasman Singodimedjo, seorang yang jika berpidato adalah laksana singa (Singo di Medjo). Hussein Umar sering mengungkap cerita kegigihan dan keberanian Kasman. Ketika Kasman dalam tahanan Orde Lama dan dipaksa untuk membuat pengakuan yang tidak dilakukannya, Kasman justru menantang petugas itu untuk menembaknya. Ketika dihadapkan padanya seorang perwira yang membuat cerita palsu tentang dirinya, Kasman justru membentak perwira itu dan menyatakan, ”Taubat kamu!” Perwira itu pun gemetar dibentak Kasman dan mengaku dia dipaksa untuk membuat cerita palsu.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cerita lain seputar Kasman, salah satu tokoh idola Hussein Umar. Suatu saat Kasman berkunjung ke daerah pedalaman. Ketika mobil harus menyeberangi sungai di atas satu jembatan yang rapuh, pengantarnya meminta Kasman turun dan membiarkan sopir itu membawa mobilnya sendiri. Kasman marah dengan tindakan yang mau selamat sendiri itu dan membiarkan orang kecil celaka. Dia meminta semua naik mobil bersama-sama, selamat bersama, dan celaka pun harus bersama-sama. Tidak pandang orang berpangkat atau orang biasa. Sampai-sampai Kasman membentak, ”Syahadat ulang kamu!”

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hussein Umar menceritakan semua kisah itu dalam berbagai kesempatan, mengajak generasi berikutnya untuk meneladani kisah-kisah teladan para pejuang terdahulu. Maka, ketika saya berkunjung ke rumahnya, Rabu (18/4/2007) pagi – sekitar dua jam sebelum beliau di bawa ke rumah sakit – Bang Hussein juga menceritakan berbagai kisah teladan para tokoh Masyumi dalam dakwah. Salah satu yang saat itu ditekankan kepada saya adalah puisi Hamka yang ditulis untuk Natsir, saat berlangsungnya Sidang Konstituante tahun 1957.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ketika itu, Bang Hussein bertanya kepada saya,”Sudah baca puisi Hamka yang ditulis untuk Pak Natsir dalam sidang Konstituante?” Saya jawab, ”Belum!” Ia lalu berdiri, masuk ke dalam kamar dan mengambil sebuah buku berjudul ”Islam Sebagai Dasar Negara”, karya Moh. Natsir, terbitan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Bang Hussein memang kami kenal sebagai orang yang rajin dan telaten dalam mengkoleksi data-data yang penting.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Ini bacalah!,” ujarnya menunjuk pada puisi Hamka yang tertera dalam bagian depan buku ”Islam sebagai Dasar Negara”. Saya pun terpana membaca puisi tersebut, kata demi kata, baris demi baris. Inilah puisi gubahan Hamka yang diberi judul ”Kepada Saudaraku M. Natsir”. Puisi ini ditulis Hamka di Ruang Sidang Konstituante pada 13 November 1957, setelah mendengar pidato Moh. Natsir di Majlis Konstituante:

Meskipun bersilang keris di leher

Berkilat pedang di hadapan matamu

Namun yang benar kau sebut juga benar

Cita Muhammad biarlah lahir

Bongkar apinya sampai bertemu

Hidangkan di atas persada nusa

Jibril berdiri sebelah kananmu

Mikail berdiri sebelah kiri

Lindungan Ilahi memberimu tenaga

Suka dan duka kita hadapi

Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu

Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi

Ini berjuta kawan sepaham

Hidup dan mati bersama-sama

Untuk menuntut Ridha Ilahi

Dan aku pun masukkan

Dalam daftarmu …….!

Dalam kondisi tubuh yang lemah, tapi dengan suara yang bergetar, Bang Hussein mengucapkan dua baris terakhir puisi Hamka: Dan aku pun masukkan, dalam Daftarmu…!

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pidato Natsir dalam Sidang Konstituante tersebut memang luar biasa. Sebagai seorang ulama dan sastrawan, Hamka pun terpana dengan pidato Natsir itu, sampai menuliskan sebuah puisi khusus untuk Natsir. Ketika itulah, Natsir mengupas tuntas kelemahan sekularisme, yang dia katakan sebagai paham tanpa agama, atau la diiniyah. Sekularisme, kata Natsir, adalah suatu cara hidup yang mengandung paham, tujuan, dan sikap hanya di dalam batas keduniaan. ”Seorang sekularis tidak mengakui adanya wahyu sebagai salah satu sumber kepercayaan dan pengatahuan. Ia menganggap bahwa kepercayaan dan nilai-nilai itu ditimbulkan oleh sejarah ataupun oleh bekas-bekas kehewanan manusia semata-mata dan dipusatkan kepada kebahagiaan manusia dalam kehidupan sekarang ini belaka,” ujar Natsir.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Natsir dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar negara RI. Kata Natsir, ”Jika dibandingkan dengan sekularisme yang sebaik-baiknya pun, maka adalah agama masih lebih dalam dan lebih dapat diterima oleh akal. Setinggi-tinggi tujuan hidup bagi masyarakat dan perseorangan yang dapat diberikan oleh sekularisme, tidak melebihi konsep dari apa yang disebut humanity (perikemanusiaan). Yang menjadi soal adalah pertanyaan, ”Dimana sumber perikemanusiaan itu?”

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tokoh-tokoh Masyumi – yang kemudian mendirikan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia – adalah para pejuang Islam yang gigih dalam mengajukan konsep-konsep Islam, secara ilmiah dan argumentatif. Tetapi, mereka juga konsisten dalam memegang teguh aturan main secara konstitusional. Ketika perjuangan melalui jalur partai politik terganjal, para tokoh Masyumi pun menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan perguruan tinggi. Istilah mereka, dakwah adalah laksana air yang mengalir, tidak boleh berhenti, dan tidak bisa dibendung.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Rabu (18/4/2007) sekitar pukul 06.00 hari itu saya tidak bermaksud menjumpai Bang Hussein Umar. Ketika itu, saya sedang meluncur menuju satu tempat di Tanah Abang, Jakarta, menemui seorang teman dari Kuala Lumpur. Tapi, entah kenapa, berulang kali HP-nya gagal saya hubungi. Maka, di luar rencana semula, saya segera mengalihkan tujuan. Saya menelepon Bang Hussein Umar – panggilan akrab Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII). Sudah berbulan-bulan, sejak beliau menjalani operasi jantung di Kuala Lumpur, saya tidak berbincang dengan Bang Hussein. ”Ya Adian, saya sudah kangen juga,” ujarnya dari ujung telepon, sangat hangat, menyambut telepon saya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ketika saya datang, Bang Hussein sudah siap menyambut. Disiapkannya dua potong roti bakar untuk saya. Menyusul kemudian segelas minuman coklat hangat. Tapi, ada yang tidak biasa dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kondisinya terlihat lelah. Ia tampak sedikit menggigil. Sebuah jaket hitam dikenakannya. ”Saya merasa dingin sekali, tidak seperti biasanya,” ujarnya. Berulang kali ia harus keluar masuk, mengeluarkan dahak batuknya. Akhirnya, diambilnya sebuah plastik untuk menampung dahaknya. Namun, semua itu tidak mematahkan semangatnya untuk terus berbincang tentang berbagai masalah dakwah dan kenegaraan.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sosok Hussein Umar adalah sosok dai dan politisi Muslim yang melanjutkan tradisi perjuangan para pendahulunya. ”Beliau bukan manusia biasa. Kita kehilangan seorang pejuang yang istiqamah. Kita semua menjadi saksi,” kata Prof. Didin Hafidhudin, mengantar kepergian Bang Hussein. Semua orang yang mengenal dekat Hussein Umar akan memiliki pendapat yang sama. Dua puluh tahun lalu, ketika saya masih aktif di lembaga kemahasiswaan Islam, Hussein Umar sudah saya kenal dengan materi khasnya, ”problematika umat”. Hingga kini, apa yang diperjuangkannya pun tidak bergesar. Hussein Umar tetap istiqamah dalam rel dakwah yang sama. Dia tidak pindah rel dan pindah jalur. Meskipun aktif dalam belasan lembaga dakwah, sosial, atau politik, Hussein Umar tetap membawa program ”tegakkan syariat Islam di bumi Indonesia!”

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Selain mengingatkan perlunya istiqamah dalam dakwah, dalam perbincangan Rabu pagi di rumahnya itu, Bang Hussein juga mengingatkan agar para aktivis dakwah jangan sampai melupakan jasa-jasa para pejuang Islam Indonesia masa lalu. ”Karena jasa-jasa mereka, kita bisa menikmati situasi di Indonesia saat ini,” ujarnya. Ia pun berpesan, agar dalam dakwah tidak muncul sikap tergesa-gesa ingin menikmati hasil. ”Semua perlu proses dan kesabaran. Jangan kita bisa dijebak lagi, karena ingin cepat-cepat menuai hasil, lalu masuk dalam skenario yang justru akan menghancurkan gerakan dakwah,” nasehatnya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Rabu pagi itu, saya sempat meminta Bang Hussein untuk bersedia ditulis biografinya. Judulnya pun sudah kami sepakati, yaitu ”Meluruskan Sejarah”. Beliau adalah seorang pelaku sejarah yang sangat penting untuk kita gali pengalamannya. Salah satu keprihatinan yang sempat diungkapkannya adalah adanya upaya pemutarbalikan sejarah G-30S/PKI yang menghilangkan peran umat Islam. Setelah itu, di Dewan Da’wah pun saya mengajak sejumlah teman untuk menulis birografinya.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Biasanya jika berkunjung ke rumah Bang Hussein, selepas shalat subuh, kami berbincang selama berjam-jam. Beliau adalah guru yang sangat kaya pengalaman dan memiliki ruh dakwah yang tidak pernah padam. Tapi, melihat tubuhnya yang melemah dan menggigil dengan batuk yang tiada henti, saya pun segera berpamitan. ”Saya juga mau istirahat,” ujarnya. Maka, kami pun berpisah. Beliau mengantarkan saya sampai keluar pintu pagar dan menutup pagarnya sendiri.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Rupanya, itulah perjumpaan saya terakhir dengan Bang Hussein. Menurut cerita putranya, sekitar dua jam setelah saya meninggalkan rumahnya, beliau harus dibawa ke rumah sakit, karena kondisinya memburuk. Padahal, operasi jantungnya di Kuala Lumpur berlangsung lancar. Beliau pun sudah mulai berkantor, seminar, khutbah, dan sebagainya. Tapi, Allah menghendaki lain. Allah mengabulkan keinginan Bang Hussein untuk menghadap-Nya dalam kondisi aktif dalam dakwah. Beliau tidak ingin pensiun dari dakwah.

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dan keesokan harinya, Kamis (19/4/2007), selepas shalat subuh, sebuah kabar duka saya terima, Bang Hussein telah tiada jam 04.00 pagi. Segera saya meluncur ke rumahnya. Sesampai di rumahnya, saya lihat tubuh Bang Hussein terbujur, dengan wajah yang sangat teduh dan tenang. Selamat jalan Bang Hussein! Doa kami menyertaimu. Kami akan melanjutkan perjuanganmu.

Seperti ujung puisi Hamka untuk Natsir: ”Dankami pun masukkan; Dalam Daftarmu!” Allahumma ighfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. [Jakarta, 20 April 2007/ http://www.hidayatullah.com/%5D

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAM – KOLEKSI PUISI KLASIK, KUNO, KONTEMPORER, MODERN ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Hati-hatilah Membaca ”Ensiklopedi Islam untuk Pelajar!”

Senin, 09 April 2007
”Ensiklopedi Islam untuk Pelajar” yang ditulis oleh Nurcholish Madjid dkk banyak informasi keliru. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-189

Oleh: Adian Husaini

Sebelum meninggalnya, Prof. Dr. Nurcholish Madjid tercatat sebagai pemimpin redaksi buku ”Ensiklopedi Islam untuk Pelajar” terbitan PT Ichtiar Baru Van Hoeve. Redaktur Pelaksananya adalah Budhy Munawar Rachman dan Ihsan Ali Fauzi. Di dalam jajaran penulisnya, ada sejumlah nama yang cukup dikenal, seperti Kautsar Azhari Noer, Luthfie Assyaukanie, dan Nasaruddin Umar. Kamis (5/4/2007), tanpa sengaja, saya menemukan Ensiklopedi ini di rumah seorang teman di kawasan Cinere. Dia mengaku membeli buku itu untuk menyediakan informasi yang mudah seputar Islam buat putri-putrinya.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena penampilannya yang menarik, Ensiklopedi ini segera tidak saya lewatkan untuk menelaahnya. Ternyata, disamping memuat informasi yang bagus dan penting, ada banyak hal yang perlu dikritisi dari Ensiklopedi ini. Misalnya, dalam pembahasan tentang agama (Jilid I, hal.23), dikatakan bahwa ada teori lain tentang agama yang menyatakan, bahwa agama asli dan tertua adalah monoteisme, yang berasal dari wahyu Tuhan. Sejak zaman Nabi Adam AS, manusia telah menganut monoteisme. Dinamisme, animisme, totemisme, politeisme, dan bentuk lainnya adalah penyelewengan dari monoteisme. Teori monoteisme ini dianut oleh umat Yahudi, Kristen, dan Islam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, dalam ketegorisasi tersebut, agama Yahudi, Kristen dan Islam dimasukkan dalam ketogori agama monoteis. Pada halaman yang sama juga ditulis: ”Sikh bisa disebut agama sinkretik karena didirikan untuk memadukan ajaan Hindu dan Islam.” Tetapi pada Jilid V hal. 93 ditulis: ”Salah satu agama monoteisme yang menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Islam adalah Sikh.” Jadi, di sini pun, agama Sikh disebut agama monoteis.

Pada Jilid I hal. 22, diuraikan teori yang membagi agama ke dalam dua kelompok, yaitu agama samawi (agama langit) dan agama ardi (agama bumi). Agama samawi adalah agama yang diwahyukan oleh Tuhan, sedangkan agama ardi adalah agama hasil pemikiran manusia. Agama samawi disebut pula ”agama wahyu” dan agama ardi disebut pula ”agama alamiah”. Umumnya kaum muslim memandang bahwa agama samawi adalah Yahudi, Kristen, dan Islam. Adapun agama ardi meliputi antara lain Hindu, Buddha, Konfusianisme, dan Taoisme.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Lalu, pada Jilid I hal. 25 diuraikan lagi tentang makna ’agama langit’, bahwa: ”Setiap agama yang memiliki kitab dapat dianggap sebagai ”agama langit” (samawi), dan penganutnya adalah ahlulkitab. Islam juga memiliki kitab (Al-Qur’an), namun tidak termasuk ahlulkitab dalam pengertian itu. Menurut para mufassir, ahlul kitab meliputi kaum Yahudi, Nasrani, Majusi (Zoroaster), dan Sabi’in (pengikut mistik Plato). Kini sebutan ahlulkitab diperluas hingga mencakup Hindu, Budha, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Ini mendasari pemikiran Islam tentang kebebasan beragama, sekaligus dukungan atas pluralisme agama. Dari segi akidah, penganut agama selain ahlulkitab adalah musyrik.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika kita telaah penjelasan-penjelasan itu, betapa rancunya penjelasan tentang makna dan kategorisasi ”agama samawi”, ”agama ardi” dan ”ahlulkitab” tersebut. Sebelumnya disebut, bahwa agama ardi meliputi Hindu, Buddha, Konfusianisme, dan Taoisme. Lalu, dikatakan bahwa penganut agama samawi disebut sebagai ahlul kitab. Kemudian, dijelaskan bahwa ahlulkitab mencakup Hindu, Buddha, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Jadi, yang mana yang benar? Tampak bahwa penulis ensiklopedi ini tidak punya konsep yang jelas tentang agama-agama dan main comot pendapat sana-sini tanpa pemikiran yang mendalam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ensiklopedi ini tidak menjelaskan ayat Al-Quran yang menyatakan: ”Sesungguhnya agama dalam pandangan Allah adalah Islam”. (QS 3:19). Juga, ”Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima oleh Allah, dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (QS 3:85). Juga, dilewatkan penjelasan Rasulullah saw bahwa makna ”al-maghdhub” dalam surat al-Fatihah adalah al-Yahuud dan ”al-dhaallin” adalah an-Nashara. Dalam pandangan Islam,”agama samawi” (agama wahyu), hanyalah Islam. Judaisme dan Kristen sekarang bukanlah agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan Nabi Isa a.s.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Disamping itu, ada unsur manipulasi yang sangat tidak etis dengan menyebut, bahwa menurut para mufassir, ahlul kitab meliputi kaum Yahudi, Nasrani, Majusi, dan Sabi’in. Dan kini, sebutan itu diperluas hingga mencakup agama Buddha, Hindu, Taoisme, dan Kong Hu Cu. Penulis Ensiklopedi ini tidak menyebut, mufassir mana yang memiliki pendapat seperti itu. Padahal, pendapat yang melebarkan makna ahlulkitab selain untuk Yahudi dan Kristen adalah pendapat yang lemah, dan hanya sebagian kecil mufassir yang berpendapat seperti itu. Pendapat ini sudah begitu banyak dikritik oleh para ulama.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kajian yang serius tentang Ahl Kitab telah dilakukan, misalnya, oleh Quraish Shihab dalam bukunya ”Wawasan Al-Quran” (1996:368) dan Dr. Muhammad Galib dalam bukunya ”Ahl Kitab Makna dan Cakupannya” (1998:36-37), yang juga diterbitkan oleh Paramadina. Buku Dr. M. Galib ini adalah disertasi doktornya di IAIN Ciputat. Setelah mengkaji berbagai ayat Al-Quran, hadits, dan pendapat para ulama tentang masalah ini, mereka menyimpulkan bahwa istilah ”Ahl Kitab” memang lebih tepat hanya ditujukan kepada kaum Yahudi dan Nasrani. Semasa hidupnya, Nurcholish Madjid belum pernah menulis karya yang serius tentang masalah ini.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, penulis Ensiklopedi ini berfantasi lebih jauh tentang ahlulkitab. Pada jilid III hal. 38 yang membahas tentang Islam dan agama lain, ditulis: ”Dalam Al-Qur’an, orang Yahudi dan Kristen disebut dengan ahlulkitab. Konsep ahlulkitab ini memberi petunjuk bahwa Islam tidak serta merta mengelompokkan orang-orang non-muslim sebagai kafir.” Pada jilid III hal. 70, yang membahas tentang makna KAFIR, lagi-lagi dibahas tentang ahlulkitab. Di sini dikatakan: ”Kaum ahlulkitab Yahudi dan Nasrani tidak termasuk dalam kelompok kafir walaupun mereka mengingkari kerasulan Nabi Muhammad SAW. Dalam teologi Islam, mereka dimasukkan ke dalam golongan ahlulkitab yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan orang-orang yang beriman.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita tentu patut tercengang dengan penjelasan Nurcholish Madjid dan kawan-kawannya tersebut, bahwa walaupun kaum Yahudi dan Kristen mengingkari kerasulan Nabi Muhammad saw, mereka tidak bisa disebut sebagai kafir, tetapi disebut sebagai ahlulkitab. Padahal, Al-Quran surat al-Bayyinah ayat 6 menjelaskan, ”Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu seburuk-buruk makhluk.” (terjemahan versi Departemen Agama RI).

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Prof. Hamka menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al-Azhar: ”Sesungguhnya orang-orang yang kafir (pangkal ayat 6). Yaitu orang-orang yang sengaja menolak, membohongkan dan memalsukan ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw itu, padahal kalau mereka pakai akal yang sihat, tidak ada satu juapun yang dapat dibantah, sehingga mereka menolak itu hanya semata-mata karena dipengaruhi oleh hawanafsu belaka; ”Dari ahlil kitab dan musyrikin itu.” Yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dan musyrikin penyembah berhala.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Lagipula begitu banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang kekafiran kaum yang mengangkat Nabi Isa a.s. sebagai tuhan. QS al-Maidah ayat 72 menegaskan: “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah ialah al-Masih Ibnu Maryam, padahal al-Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.” Nabi Muhammad saw juga bersabda: “Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR Muslim)

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cara pandang pluralisme agama tampak cukup dominan dalam menjelaskan tentang agama-agama dalam Ensiklopedi ini. Itu, misalnya, bisa dilihat dalam penjelasan tentang ’pahala’. Pada Jilid IV hal. 117 ditulis: ”Pahala bersifat universal, dalam arti berlaku untuk semua umat beragama, tidak hanya umat Islam. Selama orang tersebut beriman kepada Allah SWT dan hari kemudian, lalu mau berbuat kebaikan serta beramal saleh, maka dia akan menerima balasan atau ganjaran dari Allah SWT….(QS 2:62).”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita sudah paham, bahwa ayat tersebut sering disalahgunakan oleh kaum pluralis agama untuk menjustifikasi pandangan mereka. Padahal, manusia mana pun yang mau beriman kepada Allah SWT dan beribadah kepada-Nya dengan benar, pasti harus menerima dan mengimani kerasulan Muhammad saw. Bahkan, Rasyid Ridha menjelaskan, bagi kaum Ahli Kitab yang dakwah Islam sampai kepada mereka (sesuai rincian QS 3:199), maka ada lima syarat keselamatan, diantaranya (1) beriman kepada Allah dengan iman yang benar, yakni iman yang tidak bercampur dengan kemusyrikan dan (2) beriman kepada Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Siapa pun yang beriman kepada Allah dengan benar dan beriman kepada Al-Quran maka dia sudah menjadi muslim dan bagian dari umat Islam. Seyogyanya, Ensiklopedi ini tidak mengaburkan ajaran Islam yang sangat mendasar ini.

Dalam mempromosikan para cendekiawan, Ensiklopedi ini juga memasukkan tokoh-tokoh yang pluralis, seperti Frithjof Schuon. Ditulis misalnya komentar tentang buku Schuon yang berjudul ”Understanding Islam”: ”Buku ini mendapat sambutan baik di dunia Islam. Sayid Hussein an-Nasr, seorang ahli sejarah dan filsafat, misalnya, menyebut karya Schuon itu sebagai buku terbaik tentang Islam sebagai agama dan tuntunan hidup.” (Jilid V, hal. 77).

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Fritjof Schuon adalah tokoh pembawa paham perenialisme atau Kesatuan Transendensi Agama-agama (Trancendent Unity of Religion). Beberapa kali kita membahas paham perenialisme ini dan memberikan kritik terhadapnya. Dalam bukunya, Tren Pluralisme Agama, Dr. Anis Malik Thoha menyimpulkan, bahwa gagasan ‘filsafat perenial’ akhirnya berujung kepada paham kesetaraan agama-agama. Gagasan ini bukan saja semakin menjauh dari Islam, tetapi juga semakin menjauh dari cita-cita yang ditujunya. Oleh karena itu, gagasan ini lebih merupakan problem ketimbang menjadi solusi bagi keragaman agama. Jika mau fair, Ensiklopedi ini harusnya juga mencantumkan kritik terhadap paham perenialisme agama yang dibawa oleh Schuon, Hossein Nasr, dan kawan-kawannya.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam hal-hal yang mengarah kepada Pluralisme Agama, Ensiklopedi bersifat sangat jelas keberpihakannya. Tetapi, dalam berbagai hal lain, bersikap seolah-olah netral. Misalnya, ketika membahas tentang sekularisasi Kemal Ataturk di Turki. Pada Jilid I hal. 83 ditulis:

”Ataturk ”menasionalisasikan” kandungan Al-Qur’an dan ibadah keagamaan dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Kebijakan ini dianggap sebagian orang sebagai pencerahan keagamaan.” Juga ditulis: ”Setelah menjadi presiden Turki, Ataturk mengubah Turki menjadi negara sekuler dan menutup semua lembaga keagamaan Islam, termasuk sistem pendidikan agama tradisional. Selain itu, dalam upayanya untuk menyejajarkan budaya Turki dengan budaya Barat, ia menganjurkan agar rakyat Turki mengenakan pakaian Barat dan mencantumkan nama keluarga sebagaimana berlaku di Barat. Meskipun begitu, umat Islam tetap bebas melaksanakan ajaran agamanya.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentu saja, penjelasan Ensiklopedi tentang sekularisasi Kemal Ataturk tersebut sangat tidak benar. Adalah dusta belaka jika penulis Ensiklopedi ini menyatakan, umat Islam bebas menjalankan agamanya di masa Kemal Ataturk. Kita bisa melihat kembali sejarah Turki. Untuk pertama kalinya secara resmi azan wajib dikumandangkan dalam bahasa Turki pada Januari 1932. Semula shalat juga diwajibkan dalam bahasa Turki, tetapi gagal dilaksanakan karena ditentang keras masyarakat Turki. Tahun 1933, pemerintah menyatakan, azan dalam bahasa Arab adalah pelanggaran. Tahun 1937, prinsip sekularisme dimasukkan ke dalam Kosntitusi Turki, sehingga resmilah Turki menjadi negara Republik sekular. Tahun 1930, pendidikan agama ditiadakan di sekolah-sekolah perkotaan, dan di sekolah-sekolah perdesaan pada tahun 1933. Pelajaran Bahasa Arab dan Persia dihapuskan pada tahun 1928. Pada tahun ini juga tulisan Arab diganti dengan tulisan Latin.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Attaturk menjalankan pemerintahannya secara diktator. Ia tak segan-segan menghukum mati orang-orang yang enggan kepada pemerintahan Kemalis. Pada tanggal 13 Juli 1926, 15 orang digantung dimuka umum. Tahun 1930, 800 orang anti-Kemalis ditangkap dan dihukum mati. Tahun 1931, keluar peraturan yang melarang media massa mengeluarkan propaganda yang dianggap membahayakan pemerintahan Kemalis. Hingga kini, jilbab masih dilarang dikenakan di kantor-kantor pemerintah.

Jadi, apakah umat Islam bebas menjalankan agamanya di masa Kemal Ataturk, sebagaimana ditulis oleh Ensiklopedi ini? Jelas itu pernyataan bohong!!!

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Demikianlah telaah kita tentang isi ”Ensiklopedi Islam untuk Pelajar” yang ditulis oleh Nurcholish Madjid dan kawan-kawannya. Sangat disayangkan, buku yang mengandung banyak informasi bagus seputar Islam dan peradaban Islam ini dicemari dengan sejumlah paham dan pemikiran yang keliru dan mengelirukan tentang Islam. Karena sudah menggunakan nama Islam, maka seyogyanya dilakukan klarifikasi serius oleh para pakar Islam dalam berbagai bidang sebelum Ensiklopedi ini diterbitkan.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sayangnya, tahun 2001, Menteri Agama Said Agil Husin al-Munawar pun memberikan rekomendasinya. Begitu pula dengan Mendiknas A. Malik Fadjar. Mungkin mereka tidak membaca isinya dengan cermat. Karena Ensiklopedi ini sudah tersebar luas di tengah keluarga Muslim, kita hanya bisa berharap, agar para orang tua berhati-hati dalam menyuguhkan bacaan bagi putra-putrinya. Kita mengimbau, penerbit buku ini bisa merevisi sejumlah kekeliruan. Kasihan penerbitnya, karena mereka nanti harus bertanggung jawab di hadapan Allah. Tetapi, lebih baik lagi, jika para ulama dan cendekiawan Muslim segera menulis Ensiklopedi yang lebih baik daripada karya Nurcholish Madjid dan kawan-kawan tersebut. [Depok, 6 April 2007/http://hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://hidayatullah.com/

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Kritik terhadap Ensiklopedi Nurcholish Madjid”

Selasa, 20 Maret 2007
Dalam  buku Fiqih Lintas Agama yang ditulis Nurcholish Madjid dkk menuduh Imam Syafi’i membelenggu umat Islam. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-186

Oleh: Adian Husaini

Tidaklah berlebihan jika dikatakan, bahwa bagi sebagian orang di Indonesia, sosok Nurcholish Madjid telah menjadi ’idola’ dalam arti yang sebenarnya. Meskipun telah meninggal pada 29 Agustus 2005 lalu, Nurcholish Madjid telah menjadi gantungan hidup berbagai orang. Ia telah dikultuskan, bahkan diberhalakan. Ia telah di-Firaun-kan. Sosoknya terus dipuja dan pendapat-pendapatnya terus disebarkan ke tengah masyarakat, tanpa kritik yang berarti. Seolah-olah dia adalah manusia suci tanpa kesalahan dalam pemikirannya. Seolah-olah dia adalah pemikir terbesar dalam sejarah Indonesia yang pendapat-pendapatnya membawa kesejahteraan dan kemajuan bagi umat Islam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Upaya untuk memberikan penghormatan secara berlebihan kepada Nurcholish Madjid juga terlihat dalam penerbitan buku Ensiklopedi Nurcholish Madjid, yang diluncurkan Februari 2007 lalu. Upaya ini bisa dilihat sebagai upaya serius dan sistematis dengan dukungan dana yang sangat besar. Buku ini antara lain disponsori penulisannya oleh PT Astra Internasional Tbk. Penulis buku ini, Budhy Munawar-Rachman, juga membuat pengakuan:

”Selama proses penyuntingan yang memakan waktu kerja full time setahun, saya merasakan menfaat besar training filosofis dan teologis – dan utang budi intelektual – yang telah diberikan oleh dua guru besar filsafat saya, Romo Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno SJ dan Romo Prof. Dr. Martin Harun OFM. Mereka telah membimbing saya bagaimana melakukan kajian hermeneutis atas suatu teks filosofis keagamaan. Pelajaran yang mereka berikan telah menghasilkan buah kemampuan meyunting teks-teks Cak Nur ini, sehingga bisa tersaji baik seperti ini.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penulis buku ini juga mengaku sangat berhutang budi kepada Nurcholish Madjid. ”Terus terang, Cak Nur telah menyelamatkan iman saya dari ketidakpercayaan akibat gempuran renungan-renungan filosofis yang sangat kritis terhadap apa pun yang dianggap sebagai pemikiran mapan,” tulis Budhy yang juga penulis buku Islam Pluralis.

Tanpa menafikan berbagai kelebihan yang ada pada Nurcholish Madjid, pemikiran-pemikiran Nurcholish Madjid juga harus dikaji secara kritis. Majalah Suara Hidayatullah (edisi Maret 2007) menurunkan wawancara dengan Ahmad Rifa’i (66 tahun), anggota Dewan Pengawas Yayasan Paramadina, yang secara kritis mengakui bahwa liberalisme yang digaungkan Nurcholish Madjid lebih banyak membawa mudharat. Rifa’i juga membongkar praktik percaloan perkawinan antar-agama di Paramadina yang dimotori oleh Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer dan kawan-kawan, yang ternyata melibatkan jumlah uang yang tidak sedikit. Dari pelayanan perkawinan antar-agama ini, orang membayar Rp 10-15 juta, dan uangnya tidak masuk ke kas yayasan. Ketua Dewan Pembina Yayasan, Azyumardi Azra kemudian memutuskan melarang praktik semacam itu di Paramadina.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sikap kritis dan proporsional terhadap pemikiran-pemikiran Nucrholish Madjid sangat diperlukan, agar generasi Islam berikutnya tidak kehilangan gambaran yang jernih dan adil tentang para pemikir Islam di Indonesia. Jangan sampai muncul persepsi bahwa pemikiran Nurcholish Madjid adalah rangkaian dari sejarah pemikiran Islam yang dibawa para pejuang dan pendakwah Islam di Indonesia, yang dimotori oleh ulama-ulama bermazhab Syafii.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Perlu kita ingat, dalam buku Fiqih Lintas Agama yang ditulis Nurcholish Madjid dan kawan-kawan, sosok Nurcholish Madjid begitu dibesar-besarkan, sementara sosok Imam Syafii dikecilkan – suatu tindakan yang sangat zalim dan tidak beradab. Bagaimana mungkin bisa dikatakan satu tindakan yang beradab jika dalam buku ini dikatakan, bahwa “Kaum Muslim lebih suka terbuai dengan kerangkeng dan belenggu pemikiran fiqih yang dibuat imam Syafi’i. Kita lupa, imam Syafi’i memang arsitek ushul fiqih yang paling brilian, tapi juga karena Syafi’ilah pemikiran-pemikiran fiqih tidak berkembang selama kurang lebih dua belas abad. Sejak Syafi’i meletakkan kerangka ushul fiqihnya, para pemikir fiqih Muslim tidak mampu keluar dari jeratan metodologinya.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sementara di dalam Ensiklopedi Nurcholish Madjid kali ini – yang penerbitannya sudah direstui oleh Nucrholish dan keluarganya — disebutkan bahwa ”Cak Nur menganut suatu paham liberal-syariah”, dan ”ia sangat kental dengan usaha pengembangan hermeneutika Al-Quran.” Juga, ditulis, ”Dengan pengembangan hermeneutika Al-Quran ini, Cak Nur membuat suatu pembaruan yang liberal, yang sudah menjadi agendanya sejak 1970-an, hanya saja sekarang dilakukannya dengan cara yang tidak kontroversial, karena menggunakan hermeneutika Al-Quran.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika disebutkan bahwa Nurcholish Madjid memang mengembangkan hermeneutika Al-Quran, kita bisa bertanya, buku apakah yang pernah ditulis oleh Nurcholish Madjid tentang hermeneutika Al-Quran? Teori apakah yang pernah dirumuskannya? Ternyata, kita tidak akan pernah menemukannya, karena Nurcholish memang tidak menulis buku hermeneutika secara serius dan ilmiah. Para ilmuan pengkaji hermeneutika di Indonesia apalagi di dunia, juga tidak menempatkan Nurcholish Madjid sebagai ilmuwan yang otoritatif di bidang ini.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hal ini tentu berbeda dengan Imam Syafii yang menulis berbagai kitab tentang Ushul Fiqih, tentang fiqih, dan sebagainya, yang dijadikan rujukan para ulama Islam selama ratusan tahun, sampai hari ini. Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Ghazali, dan ribuan ulama lainnya, mengakui otoritas Imam Syafii di bidang ini. Tetapi, bagi Nurcholish Madjid dan kawan-kawannya para penulis buku Fiqih Lintas Agama, Imam Syafii dianggap sebagai batu penghalang besar bagi misi liberalisasi mereka, sehingga mereka melakukan kezaliman intelektual yang akhirnya akan menistakan diri mereka sendiri.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Namun, para pendukung Nurcholish Madjid seperti sudah menutup diri terhadap kritik. Mereka enggan menarik buku Fiqih Lintas Agama dan lain-lain. Mereka terus memujanya secara berlebihan. Pada 22 Desember 2006, beberapa bulan sebelum peluncuran Ensiklopedi Nurcholish Madjid, Dawam Rahardjo menulis satu ulasan di Harian Kompas berjudul: “Pembaruan Islam: Ensiklopedia Nucrholish Madjid”. Dawam Rahardjo menulis, bahwa buku itu merupakan upaya sistematisasi tentang “Nurcholisisme”, dan dia menyimpulkan, “Nurcholish tidak sekedar menjadi tokoh pembaru pemikiran Islam, tetapi juga seorang guru bangsa.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Padahal, jika ditelaah dengan cermat, banyak hal yang secara ilmiah sulit dibenarkan dalam Ensiklopedi ini. Misalnya, klaim buku ini bahwa ”isu pluralisme yang dikembangkan Cak Nur, bersumber dari Ibnu Taimiyyah.” Bagi yang mendalami pemikiran pluralisme Nurcholish Madjid dan pemikiran keagamaan Ibnu Taymiyyah, tentu akan tertawa geli membaca kalimat ini. Mungkin saja ada sepotong dua potong kalimat Ibnu Taymiyyah dan Nurcholish Madjid yang seolah-olah mengandung makna pluralisme agama. Tetapi, itu sama artinya, dengan menyamakan bahwa manusia sama dengan kambing, hanya karena melihat kedua makhluk itu sama-sama mempunyai telinga.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seperti yang disebutkan oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi dalam kritiknya terhadap pemikiran Nurcholish Madjid, salah satu persoalan mendasar pada pemikiran Nurcholish Madjid adalah problem epistemologis. Metode berpikir apa yang sebenarnya digunakan oleh Nurcholish Madjid dalam memahami Al-Quran dan Sunnah. Jika dia menggunakan hermeneutika, bagaimana sosok bangunan metodologisnya, hermeneutika yang mana yang dia pakai?

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, dalam Ensiklopedi ini, kita tidak mendapatkan bangunan pemikiran yang utuh.  Apalagi, Nurcholish sering menggunakan istilah-istilah secara serampangan, sesuai dengan kemauannya sendiri. Misalnya, dimuat dalam buku ini, jawaban Nurcholish di Jurnal Ulumul Quran terhadap pertanyaan yang menyebutnya sebagai orang yang sangat liberal : ‘’Kalau begitu, memang Al-Quran itu liberal. Jadi untuk menjadi liberal, orang harus Al-Quranik !’’

Tentu saja, Nurcholish membuat definisi sendiri tentang makna kata ‘liberal’. Tetapi, jika istilah-istilah itu sudah dimaknai sendiri, memang tidak perlu didiskusikan secara ilmiah. Sebab, dalam diskusi ilmiah, harus ada kesepakatan makna. Sebagaimana tidak bisa didiskusikan, misalnya, jika ada orang bicara bahwa Al-Quran bercorak komunis, hanya karena ada ayat yang membela kaum tertindas. Kekacauan penggunaan istilah oleh Nurcholish ini sudah lama dikritik oleh Prof. HM Rasyidi.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Begitu juga dalam penggunaan istilah sekularisasi. Bagi Nurcholish, seperti juga dibahas dalam buku ini, sekularisasi misalnya, dia definisikan sebagai ‘’pembebasan diri dari tutelege (asuhan) agama, sebagai cara beragama secara dewasa, beragama dengan penuh kesadaran dan penuh pengertian, tidak sekedar konvensional belaka.’’ Pengertian kalimat itu saja sudah kontradiktif. Jika diri manusia sudah dibebaskan dari asuhan agama, bagaimana dia bisa beragama dengan penuh kedewasaan?

Definisi sekularisasi itu diambil begitu saja oleh Nurcholish dari kalimat Harvey Cox dalam bukunya ”The Secular City”, dimana Cox menyatakan: ”Secularization is the liberation of man from religious and metaphysical tutelage, the turning of his attention away from other worlds and towards this one.”

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Contoh lain, penggunaan dan pemaknaan istilah yang rancu adalah dalam pemaknaan kata ’Islam’. Ditulis dalam buku ini, bahwa yang menjadi sumber gagasan tentang universalitan Islam itu justru adalah pengertian dari perkataan ‘’islam’’ itu sendiri, sebagai ‘’sikap pasrah kepada Tuhan’’. Pada dasarnya agama yang sah – al-din, ketundukan, kepatuhan, atau ketaatan, seperti yang sudah disebut di atas – tidak bisa lain dari sikap pasrah kepada Tuhan (al-islam). Tidak ada agama tanpa sikap pasrah. Berdasarkan teologi ini, semua agama yang benar, adalah agama yang mengajarkan sikap pasrah kepada Tuhan – mengajarkan al-islam dalam arti generiknya. Agama Islam secara par excellence tampil dalam rangkaian dengan agama-agama al-islam yang lain. Walaupun dalam kenyataannya, agama-agama lain itu, tidak disebut dengan nama islam, sejalan dengan lingkungan, bahasa, bahkan mode of thinking-nya.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Gagasan Nurcholish tentang makna generik islam sebagai “agama berserah diri ini, jika kita cermati, paralel dengan pemikiran teolog terkenal Katolik Karl Rahner tentang “anonymous Christianity” (Kristen tanpa nama). Gagasan ini berbicara tentang validitas agama-agama non-Kristen sebelum datangnya misi Kristen pada mereka. Begitu Bibel sudah sampai pada mereka, maka agama-agama non-Islam menjadi tidak valid lagi. Gagasan Rahner tentang teori ”anonymous Christianity” agak lebih tegas dibanding gagasan ” Islam generik”-nya Nurcholish.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam gagasannya ini, Nurcholish tidak menegaskan lebih jauh, mana saja agama yang mengajarkan sikap pasrah itu. Bagaimana posisi agama-agama selain Islam sekarang ini, apakah masih bisa disebut agama al-islam? Dan yang terpenting, bagaimana cara untuk pasrah kepada Tuhan? Lebih penting lagi, siapa yang dimaksud dengan ‘Tuhan’ itu? Jika orang Hindu pasrah kepada Tuhan-nya dengan caranya sendiri, apakah bisa dia disebut ‘muslim’? Nurcholish juga tidak membahas, misalnya, bagaimana posisi kewajiban keimanan kepada Nabi Muhammad saw? Apakah orang Yahudi dan Kristen yang pasrah kepada Tuhan tetapi tidak beriman kepada kenabian Muhammad saw, bisa disebut ‘muslim’? Apa definisi dan cara ‘pasrah’? Semua itu tidak ditegaskan secara gamblang oleh Nurcholish.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Yang jelas, disebutkan dalam buku ini, Nurcholish membantah pandangan para mufassir klasik, bahwa kedatangan Al-Quran itu menghapuskan (me-mansukh-kan) keabsahan kitab-kitab sebelumnya. Kata Nurcholish, pandangan semacam itu, hanya tafsiran dan prasangka para penafsir.

Sebenarnya, pandangan Nurcholish itu perlu diklarifikasi. Al-Quran memang mewajibkan untuk mengimani kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Tapi, Al-Quran juga menyebutkan dengan tegas, bahwa kaum Yahudi telah melakukan tindakan yang sangat dimurkai oleh Allah, yaitu mengubah-ubah kitab mereka (Lihat, misalnya, QS 2:59, 2:75, 2:79, dsb.). Karena itu, umat Islam wajib beriman kepada Taurat, tetapi tidak diwajibkan untuk beriman kepada ‘Torah’ dan Kitab-kitab Yahudi lainnya sekarang ini. Sebab, Yudaisme saat ini, bukanlah agama yang dibawa oleh Nabi Musa, meskipun sebagiannya mungkin mengandung ajaran yang dibawa Nabi Musa a.s.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Salah satu gagasan Nurcholish yang penting untuk dikritisi adalah cara dia menerjemahkan kalimah tauhid. Ia menyebut kata Allah berasal dari kata “al-ilah”, Tuhan itu. Sehingga dia menerjemahkan Laa ilaaha illal-Llah dengan “Tiada tuhan kecuali Tuhan itu”. Penerjemahan ala Nurcholish, bahwa Allah menjadi “Tuhan itu”, dalam konsepsi Islam, tidaklah tepat. Sebab, dalam Islam, kata “Allah” adalah nama (proper-name). Bagi Islam, ”Allah” adalah nama. Karena itu, kata “Allah” tidak boleh diterjemahkan. Kalau orang masuk Islam, maka dia harus membaca syahadat: “Saya bersaksi, tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Bukannya: “Saya bersaksi, bahwa tidak ada tuhan selain Tuhan itu” dan “Yang terpuji adalah utusan Allah.” Muhammad artinya memang yang terpuji. Tapi, karena sudah menjadi nama diri, maka tidak boleh diterjemahkan.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tradisi tidak menyebut nama Tuhan di Barat berasal dari tradisi Yahudi, yang hingga kini tidak berhasil memecahkan cara membaca empat huruf mati nama Tuhan, yaitu ‘YHWH’. Jika ketemu nama Tuhan itu, kaum Yahudi menyebutnya dengan ‘Adonai’ (Tuhan). Karena itu, kaum Yahudi-Kristen di Barat menyebut Tuhan mereka dengan ‘God’ atau ‘Lord’. ‘God’ bukan nama, tapi sebutan untuk Tuhan. Cara NM menerjemahkan Allah menjadi ‘Tuhan itu’ bisa dilihat dari tradisi Yahudi/Kristen.

Dengan berbagai penafsiran baru tentang Islam tersebut, tidaklah salah jika Majalah Tempo edisi 29 Juli 1972 memberi cap gerakan pembaruan Nurcholish Madjid sebagai “Neo-Islam di Indonesia”. Neo-Islam tentu saja artinya adalah “Islam yang baru”; Islam yang tidak sama dengan Islam sebelumnya; Islam yang tidak sama dengan Islam yang dipahami para ulama dan umat Islam selama ini.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dari segi kemasan, Ensiklopedi Nurcholish Madjid yang diluncurkan pada Februari 2007 lalu, ini memang menawan. Tetapi, seperti disebutkan oleh penulisnya, Ensiklopedi ini bukanlah ensiklopedi ilmiah. Buku ini disebut ensiklopedi karena dibuat besar, empat jilid dengan total halaman sekitar 4.000.

Bisa dikatakan, ‘ensiklopedi’ ini laksana pasar yang memuat apa saja yang pernah ditulis atau diucapkan Nurcholish. Laiknya suatu pasar, di sana disediakan barang apa saja; mulai madu, gula, Al-Quran, cabe, garam, pupuk kandang, pakaian, sampai racun tikus. Karena itu, pembaca buku ini perlu benar-benar memahami dan membedakan, mana yang ‘madu’, ‘cabe’, ‘pecel’ dan mana yang ‘racun tikus’.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai laiknya ‘pasar’, buku ini mengandung banyak hal. Jadi, silakan pilah dan pilih mana yang ‘madu’ dan mana yang ‘racun tikus’. Memang agak repot jika ’madu’ sudah bercanpur ’racun’. Namun, pada sisi lain, buku ini menjadi tantangan yang menarik bagi para pengkritik ide pembaruan Islam, agar bisa membuat buku yang lebih baik. Bukan hanya dari segi substansi, tetapi juga kemasan. Sebab, dalam hukum pemasaran dikenal jargon, bahwa kemasan lebih penting dari isi. Sesuatu produk yang jelas-jelas mengandung racun (seperti nikotin) karena dikemas dengan bagus dan dipromosikan dengan gencar, ternyata banyak juga peminatnya. Wallahu a’lam. [Depok, 16 Maret 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Gebrakan Universitas Islam Sultan Agung”

Senin, 12 Maret 2007
Di saat banyak perguruan tinggi Islam banyak kemasukan virus liberalisme, Unissula berusaha mengaplikasikan budaya Islami. Baca Catatan Akhir Pekan Adian ke1-185
Oleh: Adian Husaini

Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang melakukan gebrakan penting dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir ini, Unissula gencar mengkaji dan mengaplikasikan budaya akademik Islami. Berbagai seminar, kajian, dan pelatihan dilakukan. Tidak hanya itu. Unissula juga mencoba mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari di kampus. Shalat jamaah diwajibkan untuk dosen dan mahasiswa. Merokok di kampus dilarang.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentu saja ini bukan hal yang mudah. Apalagi untuk kalangan dosen. Memaksa semua dosen untuk melakukan shalat jamaah saat berada di kampus juga bukan hal yang ringan. Unissula juga harus rela kehilangan dana-dana sponsor ratusan juta rupiah yang berasal dari pabrik-pabrik rokok. Belum lagi tindakan protes dari mahasiswa yang merasa dirugikan dengan peraturan itu.

Mulai Maret 2007 hingga beberapa bulan ke depan, bekerja sama dengan Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), Unissula juga menggelar serangkaian acara Studi Pengembangan Peradaban Islam. Acara ini dimaksudkan untuk menggali lebih dalam seputar masalah keilmuan Islam yang bisa diaplikasikan di perguruan tinggi Islam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pada acara pembukaan, Rektor Unissula Dr. dr. Moh. Rofiq memaparkan visi dan misi kampus Unissula. Universitas Islam ini didirikan pada tanggal 20 Mei 1962 M (16 Dzulhijah 1369 H) oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung. Jadi, termasuk kampus yang cukup tua di Indonesia. Rektor pertamanya adalah Mr. Bustanul Arifin (Prof. DR. H Bustanul Arifin, SH), seorang pakar dan pejuang syariah Islam terkenal di Indonesia. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Muda Mahkamah Agung bidang Peradilan Agama.

Visi Unissula, sebagaimana disebutkan dalam website-nya, http://www.unissula.ac.id, sangat jelas, yaitu membangun generasi khaira ummah (ummat terbaik), melalui upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi atas dasar nilai-nilai Islam dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil a’lamin. Sedangkan misi Unissula adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam dalam rangka dakwah Islamiyah yang berorientasi pada kualitas dan kesetaraan universal.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Geliat kampus Unissula Semarang dalam upaya membangun peradaban Islam ini perlu menjadi renungan kita semua. Sebab, bukan rahasia lagi, bahwa saat ini begitu banyak kampus yang membawa label Islam yang terkadang justru tidak mengembangkan tradisi keilmuan Islam. Di kampus-kampus ini, ilmu-ilmu Barat dikaji dengan serius; fakultas-fakultas umum berkembang dan dijejali mahasiswa; tetapi sebaliknya, fakultas agama Islam justru sepi peminat. Bahkan, ada yang sudah gulung tikar. Lebih menyedihkan lagi, begitu banyak kampus Islam yang dosen dan mahasiswanya justru aktif mengembangkan pemikiran yang merusak Islam. Namanyakampus Islam, tetapi isinya bukan Islam lagi.

Untuk mempertahankan eksistensi Fakultas Agama Islam, Unissula bahkan rela mengucurkan beasiswa bagi sejumlah mahasiswanya. Para mahasiswa dipilih dari kalangan santri yang berkualitas, terutama yang hafidz Al-Quran. Bukan rahasia lagi, Fakultas Agama Islam sepi peminat, karena dipandang tidak menjanjikan hari depan, atau susah cari kerja yang layak. Para mahasiswa rela bayar ratusan juta rupiah untuk memasuki Fakultas Kedokteran, tetapi enggan memasuki bidang studi Islam, meskipun gratis kuliahnya.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di sinilah para dosen agama saat ini ditantang untuk mengubah citra Fakultas Agama Islam agar tidak kalah dengan Fakultas Umum. Dosen-dosen agama haruslah orang yang cerdas, sangat mencintai ilmu, memiliki semangat dakwah dan akhlak yang tinggi, sehingga mereka bisa menjadi teladan bagi dosen-dosen bidang studi lain. Studi Islam di satu kampus Islam haruslah menjadi induk dari bidang studi yang lain. Sebenarnya sangat aneh, jika satu kampus membawa label Islam, tetapi justru studi Islamnya tidak dikembangkan. Padahal, kaum Yahudi dan Kristen saat ini sangat getol mengambangkan studi Islam.

Salah satu ciri tradisi keilmuan Islam adalah menyatukan antara ilmu dan amal, antara ilmu dan akhlak. Maka di dalam Islam, jika ada ilmuwan/ulama yang fasik atau rusak amalnya, dia tidak diterima sebagai bagian dari ulama Islam. Para imam mazhab adalah orang-orang yang berilmu dan berakhlak tinggi. Seorang yang berilmu Islam wajib mengamalkan ilmunya.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam salah satu syair populer di kalangan santri yang tercantum dalam Kitab Zubad ialah: ”Wa ’aalimun bi ’ilmihi lam ya’malan, mu’adzdzabun min qabli ’ubbadil watsan.” (Dan orang yang berilmu yang tidak mengamalkan ilmunya, maka dia akan diazab oleh Allah sebelum penyembah berhala).

Sudahkah kampus-kampus Islam mendidik mahasiswanya agar menjadi orang yang berilmu tinggi dan beramal shalih? Jika belum, maka cita-cita Unissula perlu diperhatikan. Kampus-kampus Islam didirikan oleh para pendirinya dengan niat yang mulia, untuk mencetak ilmuwan atau ulama Islam yang baik; bukan untuk melahirkan ilmuwan jahat; bukan ulama as-su’ (ulama jahat). Sebab, lahirnya ulama jahat merupakan pertanda kerusakan besar di dalam Islam. Abu Darda’, seorang sahabat Nabi Muhammad saw, menyatakan, bahwa yang paling beliau takutkan adalah jika nanti di Hari Akhirat, Allah memanggilnya dan menanyakan: ”Apa yang telah kamu lakukan dengan apa yang telah kamu ketahui?” (HR Baihaqi).

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Rasulullah saw juga bersabda: ”Hendaklah kalian saling menasehati dalam hal ilmu. Sesungguhnya pengkhianatan seseorang terhadap ilmunya lebih berbahaya daripada pengkhianatannya terhadap hartanya. Dan sesungguhnya Allah akan menanyai kalian semua pada hari kiamat nanti.” (HR ath-Thabrani).

Kecenderungan memisahkan ilmu dari amal dalam studi Islam model orientalis sangat perlu menjadi perhatian kaum Muslim dewasa ini. Dari hari ke hari di kampus-kampus Islam semakin berjubel alumni studi Islam di Barat yang terkadang membawa tradisi pemisahan ilmu dan amal. Banyak guru dari para dosen itu adalah para orientalis yang pandai tentang ilmu-ilmu keislaman tetapi tetap tidak beriman kepada Islam. Mereka pandai tentang Al-Quran tetapi tetap

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

tidak mengimani Al-Quran sebagai wahyu Allah. Mereka pandai tentang sejarah Nabi Muhammad saw, tetapi tetap tidak mengimani kenabian Muhammad saw. Karena itu, para orientalis juga mendidik para sarjana Muslim agar menjadi pengamat agama yang baik, tanpa harus menjadi orang yang beragama yang sungguh-sungguh.

Karena mengikuti ’framework’ orientalis itu, tidak heran, jika banyak alumni studi Islam di Barat yang begitu rajin mengkritik para ulama Islam, dengan bungkus ”studi kritis”. Mereka rajin mengkritik Al-Quran, hadits, Imam Syafii, dan sebagainya, tetapi sangat hormat dan sama sekali tidak kritis pada para pemikir Barat. Banyak juga yang melakukan spionase intelektual dengan membongkar-bongkar kondisi umat dan lembaga-lembaga Islam, atas nama penelitian ilmiah.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dan itu sangat wajar, karena beasiswa yang diberikan bukannya gratis begitu saja. Ada misi yang dititipkan, meskipun tidak mesti dipatuhi oleh tiap mahasiswa. Maka, bagi mahasiswa yang merasa berhutang budi atau melihat Barat sebagai kiblat hidup dan pemikirannya, sudah barang tentu akan mengabdikan hidup dan pemikirannya kepada tuannya.

Tentu saja itu bukan salah negara-negara dan lembaga-lembaga Barat semata. Sangat bisa dipahami jika mereka ingin menghegemoni pemikiran umat Islam dengan cara menyiapkan pusat-pusat studi Islam yang canggih sekaligus beasiswa bagi para mahasiswa dari negara-negara Muslim. Wajar, kalau pemberi beasiswa mengharapkan imbalan. Para kader didikan mereka akan menjadi corong efektif untuk melestarikan hegemoni mereka dalam berbagai bidang. Tidak perlu mereka yang turun sendiri mengajarkan liberalisme kepada umat Islam. Akan jauh lebih efektif jika yang mengajarkan liberalisme adalah hasil didikan mereka. Apalagi, segala sesuatunya sudah disiapkan – uang, kedudukan, fasilitas, kehormatan – baik ketika belajar maupun setelah tamat belajar.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu sudah saatnya kita peduli dan mengoreksi sikap kurang peduli umat Islam pada umumnya terhadap sektor studi Islam itu sendiri. Saat ini, Barat sedang gencar-gencarnya melatih para sarjana dari kalangan Muslim untuk dididik dalam studi Islam, untuk nantinya diterjunkan ke tengah-tengah umat Islam. Adalah aneh bin ajaib jika umat Islam masih terus bersikap tidak peduli dan membiarkan mengalirnya ribuan sarjana Muslim untuk belajar Islam kepada kaum Yahudi dan Kristen. Jika ini tidak dibenahi, maka akan terjadi kehancuran pemikiran dan peradaban Islam yang sangat besar. Fitnah besar akan muncul dan mustahil peradaban Islam akan bisa dibangun.

Dalam pidato pembukaannya saat acara Studi Pengembangan Peradaban Islam di Unissula tersebut, Direktur INSISTS, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, menguraikan karakter dan sejarah pertumbuhan peradaban Islam, proses bangun-jatuhnya, serta bagaimana strategi untuk membangunnya kembali dalam situasi saat ini. Upaya membangun peradaban Islam mesti dimulai dari membangun ilmu pengetahuan Islam ; dan kampus Islam adalah lembaga yang strategis untuk membangun peradaban Islam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dijelaskan oleh Dr. Hamid Zarkasyi, peradaban Islam dalam sejarahnya tumbuh dan berkembang berlandaskan ilmu pengetahuan. Maka membangun kembali peradaban Islam yang sudah nyaris roboh adalah dengan menegakkan kembali bangunan ilmu pengetahuan yang menjadi pondasi peradaban Islam tersebut. Menegakkan bangunan ilmu pengetahuan maksudnya tidak lain adalah dengan membangun kembali pola pikir manusia sejalan dengan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dalam Islam.

Jadi membangun peradaban Islam pada dasarnya bukan membangun sarana dan prasarana fisik yang diberi label Islam, akan tetapi dengan mereorientasikan kerangka kerja (framework) pemikiran umat Islam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena posisi pemikiran dan peradaban Islam saat ini sedang terhegemoni oleh peradaban Barat, maka dalam rangka merumuskan ilmu pengetahuan Islam, para ilmuwan Muslim perlu memahami apa sebenarnya peradaban Barat. Karena itulah, dalam studi pengembangan peradaban Islam di Unissula kali ini, dibahas beberapa tema tentang peradaban Barat, seperti sejarah peradaban Barat, ekonomi Barat, sumber dan metode keilmuan Barat, serta karakter sains Barat. Materi-materi itu akan dibawakan oleh sejumlah pakar dari Indonesia dan Malaysia.

Di hadapan sekitar 200 pimpinan kampus dan dosen-dosen Unissula, Hamid Zarkasyi, yang juga wakil Rektor III Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor ini juga meyakinkan, bahwa Islam adalah satu peradaban yang khas yang memiliki pandangan hidup (worldview) yang berbeda dengan peredaban mana pun. Tetapi, Islam tidak pernah apriori untuk menolak unsur-unsur dari peradaban asing yang tidak merusak pandangan hidup Islam.

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itulah, Hamid mengajak segenap akademisi Muslim untuk tidak silau dan anti-pati terhadap Barat. “Banyak yang dapat kita ambil dari peradaban Barat. Tetapi bukan pandangan hidupnya,” ujarnya. Usai ceramah umum oleh Direktur INSISTS tersebut, acara dilanjutkan dengan studi intensif yang diikuti sekitar 75 orang pimpinan Unissula. Tampak hadir dalam acara ini Rektor Unissula dan para wakil rektor, para dekan, pembantu dekan I, dan dosen-dosen agama

Unissula. Ini menunjukkan, bahwa pimpinan Unissula sangat serius untuk melakukan pengembangan peradaban Islam. Sehingga para pimpinan kampus itu sendiri terjun langsung dan memberi contoh. [Depok, 8 Maret 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAM – KOLEKSI PUISI SOSIAL BUDAYA ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Tentang Penggunaan Istilah Keagamaan”

Senin, 05 Maret 2007
Diantara penyebab kekacauan berfikir kaum Muslim adalah masuknya istilah dan kosep asing. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-184

Oleh: Adian Husaini

Belum lama ini, di deretan kios buku-buku bekas di sekitar perempatan Senen Jakarta, saya menemukan sebuah buku berjudul “Beriman dengan Taqwa” terbitan satu penerbit Katolik di Yogyakarta. Buku ini merupakan buku serial Pustaka Teologi dalam agama Katolik. Bagi orang Muslim, judul buku semacam ini tentulah tidak asing, karena kata-kata iman dan taqwa memang merupakan kosa kata resmi dalam agama Islam. Kata ’iman’ memiliki makna khusus, tidak bisa diganti dengan istilah lain. Orang yang beriman kepada hal-hal yang wajib diimani, dalam istilah Islam disebut sebagai orang ’mukmin’.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, kata ’iman’ sebagai istilah khusus, tidak sama dengan kata ’percaya’. Kalimat ”Saya percaya kepada Presiden” tidak bisa kita ganti dengan kalimat ”Saya beriman kepada Presiden”. Begitu juga kata ’taqwa’ dalam agama Islam, memiliki makna khusus, yang bukan sekedar makna bahasa (lughawi). Secara umum, orang-orang Islam yang taat kepada Allah, yang melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, disebut sebagai orang-orang yang bertaqwa (muttaqun).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentulah, istilah Islam itu akan sangat aneh andaikan kita terapkan untuk orang di luar Islam. Misalnya, karena dipandang memiliki kepercayaan yang kuat dan taat kepada agama Kristen, maka George W. Bush, Billy Graham, dan sebagainya, lalu diberi julukan sebagai orang-orang Kristen yang mukminun dan muttaqun. Atau, mereka disebut sebagai orang-orang Kristen yang shalihun dan muhtadun (yang mendapat hidayah). Tentu sebutan itu akan sangat ganjil dalam pandangan Islam.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan membaca judul buku ”Beriman dengan Taqwa” dalam perspektif Katolik tersebut, kita bertanya, bagaimana jika suatu ketika nanti di Indonesia berdiri sebuah gereja bernama ”Gereja at-Taqwa” atau ”Gereja Shirathal Mustaqim”? Apakah hal itu bisa dibenarkan?

Saat ini, memang banyak istilah-istilah khas dalam Islam yang sudah diambil sebagai istilah-istilah keagamaan dalam agama Kristen di Indonesia. Misalnya, istilah ’syahadat’, sudah digunakan baik oleh Protestan maupun Katolik. Mereka menerjemahkan istilah ’Nicene Creed’ sebagai ”syahadat Nicea”. Dalam sebuah buku berjudul ”Tanya Jawab Syahadat

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Iman Katolik” (1992), disebutkan teks syahadat versi Katolik ini: “Kami percaya akan satu Allah, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta hal-hal yang kelihatan dan tak kelihatan, Dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Sang Sabda dari Allah, Terang dari Terang, Hidup dari Hidup, Putra Allah yang Tunggal Yang pertama lahir dari semua ciptaan, Dilahirkan dari Bapa, Sebelum segala abad … “

Dalam istilah Islam, syahadat memang merupakan rukun Islam yang pertama, yaitu ikrar bahwa ”Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah.” Mungkin tidak terbayang di benak banyak kaum Muslim, bahwa ada syahadat lain selain syahadat yang diajarkan oleh Rasulullah, Muhammad saw.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam istilah Islam, kata ’syahadat’, sudah memiliki makna khusus, yang tidak bisa begitu saja digantikan dengan istilah’pernyataan’, ’kesaksian’, atau ’testimoni’. Karena itu, orang yang masuk agama Islam, diminta membaca dua kalimah ’syahadat’; bukan diminta membaca dua kalimat ’testimoni’. Apakah bisa dibenarkan, jika orang yang masuk Islam lalu dikatakan, dia telah ’dibaptis’ secara Islam? Dalam tradisi Katolik ada istilah ’Konsili’ yang berarti pertemuan para petinggi Katolik untuk merumuskan doktrin-doktrin penting dalam agama Katolik. Jika ulama Islam melakukan pertemuan atau musyawarah, maka musyawarah itu tidak bisa disebut sebagai ’Konsili ulama Islam’, karena substansi acaranya memang berbeda.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Istilah-istilah Islam disebut oleh Prof. Naquib al-Attas sebagai ’Islamic vocabulary’ (Kamus Islam). Kata-kata atau istilah-istilah Islam ini bukanlah seluruh daftar kata dalam kamus bahasa Arab, tetapi merupakan kata-kata tertentu yang memiliki pola makna saling berkaitan dan membentuk satu ’pandangan hidup’ (worldview) yang khas Al-Quran. (Lebih jauh, lihat Syed Muhammad Naquib al-Attas, The Concept of Education in Islam, (Kuala Lumpur; ISTAC, 1999).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dari penjelasan itu, kita bisa memahami, bahwa istilah-istilah baku dalam Islam dipahami dengan makna yang sama oleh kaum Muslimin di seluruh dunia, meskipun mereka berbeda suku dan bahasa. Kata Allah, iman, taqwa, shalih, shalat, haji, shaum, dan sebagainya, dipahami dengan makna yang sama oleh umat Islam. Melalui penggunaan istilah-istilah kunci dalam Islam itulah, menurut al-Attas, maka dalam sejarahnya, Islam melakukan Islamisasi bahasa-bahasa non-Arab, seperti bahasa Melayu, Persi, Turki, Urdu, dan sebagainya. Bahkan, bahasa Arab sendiri juga mengalami proses Islamisasi dengan turunnya Al-Quran. Sejumlah kata Arab diberi makna baru yang sesuai dengan pandangan hidup Islam. Kata ’karam’ (mulia) yang sebelumnya dikaitkan dengan unsur keturunan dan harta, diberi makna baru oleh Al-Quran dengan makna yang berkaitan dengan ketaqwaan. (QS 49:13).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena Islam adalah agama yang bersifat benar dan final (QS 5:3), maka istilah-istilah kunci dalam Islam juga memiliki makna standar yang tetap. Itu disebabkan sifat Al-Quran yang terjaga teks dan maknanya. Sifat Al-Quran ini tentu berbeda dengan Bibel kaum Yahudi dan Kristen yang mengalami perkembangan dan perubahan teks dari zaman ke zaman. Karena itulah, ada perbedaan yang sangat besar antara tradisi Islam dengan tradisi Kristen dalam masalah penggunaan istilah-istilah keagamaan.

Sebagai contoh, dalam penyebutan nama Tuhan. Umat Islam sangat berdisiplin dalam menyebut nama Tuhan dengan sebutan ’Allah’, dengan bacaan tertentu. Umat Islam seluruh dunia, dari generasi ke generasi, dari waktu ke waktu, dari satu tempat ke tempat lain, tidak berbeda dalam mengucapkan lafaz ’Allah’, sebab teks Al-Quran dan cara membacanya juga tidak berubah dari waktu ke waktu.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tradisi ini sangat berbeda dengan kaum Kristen yang sangat beragam dalam menyebut dan mengucapkan nama Tuhan. Di Arab, kaum Kristen ada yang menyebut Tuhan mereka dengan sebutan ‘Alloh’, sama dengan orang Islam. Di Indonesia menyebut ‘Allah’. Di Barat menyebut God atau Lord. Di Indonesia, kini muncul aliran Kristen yang menolak penggunaan nama ’Allah’ dan menggantinya dengan Yahweh.

Tahun 1999, muncul kelompok Kristen yang menamakan dirinya kelompok ’Iman Taqwa Kepada Shirathal Mustaqim’ (ITKSM) yang melakukan kampanye agar kaum Kristen menghentikan penggunaan lafaz Allah. Kelompok ini kemudian mengganti nama menjadi Bet Yesua Hamasiah (BYH). Kelompok ini juga menerbitkan Bibel sendiri dengan nama Kitab Suci Torat dan Injil yang pada halaman dalamnya ditulis Kitab Suci 2000.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kitab Bibel versi BYH ini mengganti kata “Allah” menjadi “Eloim”, kata “TUHAN” diganti menjadi “YAHWE”; kata “Yesus” diganti dengan “Yesua”, dan “Yesus Kristus” diubah menjadi “Yesua Hamasiah”. Berikutnya, muncul lagi kelompok Kristen yang menamakan dirinya “Jaringan Gereja-gereja Pengagung Nama Yahweh” yang menerbitkan Bibel sendiri dengan nama “Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan ini”.

Kelompok ini menegaskan, “Akhirnya nama “Allah” tidak dapat dipertahankan lagi.” Problem penyebutan nama Tuhan atau nama nabi seperti dalam agama Kristen tersebut, tidak dijumpai dalam Islam. Sebab, Islam memiliki Al-Quran yang teksnya, cara membacanya, dan maknanya terjaga sepanjang zaman. Di sinilah terjadi perbedaan dalam soal penggunaan istilah-istilah keagamaan antara Islam dan Kristen. Para ulama Islam selama berabad-abad dikenal memiliki tradisi yang kuat dalam penggunaan istilah-istilah keagamaan. Banyak ulama yang secara khusus menulis kamus dan kitab tentang definisi-definisi (ta’rifat).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagian kalangan Kristen bahkan sengaja menggunakan istilah-istilah yang khas dalam Islam. Sebagai contoh adalah penerbitan sejumlah buku dan brosur Kristen yang menggunakan judul-judul Islam. Misalnya, buku-buku karangan Pendeta R. Mohammad Nurdin yang berjudul: ”Kebenaran Yang Benar (Asshodiqul Mashduq)”, ”Keselamatan

Didalam Islam”, ”Selamat Natal Menurut Al-Qur’an”, ”Rahasia Allah Yang Paling Besar”, ”Ya Allah Ya Ruhul Qudus, Aku Selamat Dunia dan Akhirat”. Juga buku ”Upacara Ibadah Haji” karya H. Amos, dan buku-buku karya Pendeta A. Poernama Winangun yang berjudul seperti ”Riwayat Singkat Dan Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad”, dan buku ”Ayat-ayat Al-Qur’an Yang Menyelamatkan”.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam buku ”Riwayat Singkat Dan Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad”, disebutkan, bahwa yang dimaksud dengan hadits Nabi Muhammad saw, bahwa beliau meninggalkan dua perkara yang harus dipegang teguh oleh umat Islam, adalah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bukan Al-Quran dan Sunnah. ”Ada juga yang menggunakan brosur-brosur yang menggunakan nama-nama Islam, seperti Brosur: Membina Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama, Yang dikeluarkan oleh Dakwah Ukhuwah (P.O. BOX 1272/JAT Jakarta 13012). Ada juga sebuah buku Kristen berjudul ”al-Haqiqah al-Makhfiyah Dakhilul Quranil Karim” (Kebenaran Tersembunyi dalam Al-Quran al-Karim). Buku ini berisi kumpulan ayat-ayat Al-Quran yang dihimpun dan disusun oleh Pendeta Markus Agung.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam masalah penggunaan istilah keagamaan ini, kiranya lembaga-lembaga keagamaan perlu bertemu untuk merumuskan kode etik dalam penggunaan istilah. Yang menjadi masalah memang lebih banyak bagi umat Islam, sebab penggunaan istilah dalam Islam sangat ketat. Idealnya, setiap pemeluk agama memiliki displin dalam penggunaan istilah agamanya masing-masing dan tidak mencampur aduk penggunaan istilah masing-masing agama.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, tantangan yang lebih besar bagi umat Islam sekarang dalam soal penggunaan istilah justru datang dari kalangan umat Islam sendiri, khususnya yang sudah terasuki oleh pemikiran Barat sekular-liberal. Mereka-mereka inilah yang sekarang rajin memasukkan istilah-istilah dari tradisi Yahudi dan Kristen ke dalam khazanah Islam kontemporer, seperti penggunaan istilah Islam Liberal, Islam fundamentalis, Islam skripturalis, Islam pluralis, Islam inklusif, Islam Ortodoks, dan sebagainya.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, misalnya, menulis satu naskah pengantar buku berjudul ”Muhammadiyah: Islam Protestan.” Buku itu sendiri oleh penulisnya diberi judul: ”Muhammadiyah Pintu Gerbang Protestanisme Islam”.

Dalam buku ini penulisnya menggunakan istilah yang campur aduk antara istilah Islam dan Kristen yang sebenarnya memiliki akar sejarah dan konsep yang berbeda. Misalnya, ditulis dalam buku ini: “Etika protestan puritan (protestan calvinis) atau reformasi protestan sepenuhnya bersandar kepada pembacaan perjanjian lama dan perjanjian baru sebagaimana Muslim puritan Muhammadiyah (Muhammadiyah calvinis) atau reformasi Muhammadiyah bersandar pada sumber asli Qur’an dan Sunnah. Ia (Protestan Dahlanis) sebagai pedagang-pedagang yang jujur dalam bertransaksi… Ia dikenal sebagai Muslim reformis-puritan yang asketis…

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seorang pejabat Belanda yang bertugas di Indonesia waktu itu 1913 menilai bahwa Ahmad Dahlan adalah sebagai “prototipe warga Indonesia yang memiliki etika calvinis: tekun, militan, dan cerdas.” (hal. Vi-vii).

Masuknya istilah-istilah asing yang mengacaukan konsep-konsep pokok dalam pandangan hidup Islam disebut oleh Prof. Al-Attas sebagai ”de-Islamization of language”.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Masuknya istilah-istilah dan konsep-konsep asing yang merusak ’Islamic worldview’ inilah, menurut al-Attas, yang menyebabkan kekacauan dalam pemikiran kaum Muslim. Dan saat ini, tantangan ’de-Islamisasi bahasa’ yang dihadapi oleh umat Islam, jauh lebih berat dan lebih kompleks daripada yang dihadapi oleh umat Islam di zaman Imam Ghazali, ketika beliau menerbitkan bukunya, Tahafut al-Falasifah. Dalam kerusakan istilah dan konsep Islam ini, al-Attas menyebut contoh masuknya penggunaan metode hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran, menggantikan Ilmu Tafsir, yang di Indonesia telah menjadi kurikulum wajib di berbagai Perguruan Tinggi Islam.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Semoga kita termasuk yang berhati-hati dan selamat dalam menggunakan istilah-istilah keagamaan kita, sehingga kita tidak terperosok dalam kekeliruan berpikir, apalagi kemudian membanggakan dan aktif menyebarkan kekeliruan, sadar atau tidak! Amin. [Depok, 1 Maret 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Penjajahan IMF di Indonesia”

Minggu, 25 Pebruari 2007
“Penjajahan ekonomi” ala IMF kepada bansa Indonesia  mirip dengan VOC seperti catatan sejarah kita 400 tahun lalu. Baca  Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian ke-183

Oleh: Adian Husaini

Beberapa waktu lalu, saya menerima kiriman tulisan dari Muhaimin Iqbal, seorang praktisi dan pakar ekonomi syariah di Indonesia. Tulisan itu cukup menarik, karena mengupas secara teknis, aspek-aspek penjajahan ekonomi Indonesia oleh sebuah lembaga internasional bernama International Monetary Fund (IMF). Pada catatan kali ini, kita akan menyimak sebagian dari isi tulisan Iqbal tentang penjajahan IMF di Indonesia tersebut.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Apa itu IMF? IMF bersama Bank Dunia (World Bank) dilahirkan melalui pasal-pasal perjanjian (Articles of Agreement) yang dirumuskan dalam koferensi internasional di bidang moneter dan keuangan di Bretton Woods, New Hampshire, USA, 1-22 Juli 1944. Perjanjian yang melahirkan apa yang kemudian dikenal dengan Bretton Woods Sistem ini intinya mewajibkan seluruh egara penanda tangan perjanjian tersebut (awalnya 44 negara) untuk mengkaitkan nilai tukar mata uangnya (pegged rate) terhadap emas dengan kelonggaran hanya plus minus 1 %.

IMF yang secara resmi berdiri tanggal 27 Desember 1945 setelah 29 negara menanda tangani Articles of Agreement, memiliki tugas utama untuk mengawasi agar negara-negara penanda tangan tersebut mematuhi apa yang telah disepakatinya, bahkan apabila ada penyimpangan diatas plus minus 1% maka perlu persetujuan khusus dari IMF. Sesuai kesepakatan ini pula Dollar Amerika di-peg-kan ke emas dengan rate US$ 35 per troy ounce emas.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ironinya adalah Amerika Serikat yang menjadi promotor Bretton Woods dan juga IMF, ternyata juga menjadi negara pertama yang secara diam-diam melanggar kesepakatan bersama tersebut. Bahkan kecurangan ini mulai mendapatkan protes oleh sekutu Amerikat Sendiri yaitu Generale De Gaulle dari Perancis yang pada tahun 1968 menyebut kesewenang-wenangan Amerika sebagai mengambil hak istimewa yang berlebihan (exorbitant privilege).

Keingkaran Amerika Serikat mencapai puncaknya ketika secara sepihak Amerika Serikat memutuskan untuk tidak lagi mem-peg-kan (mengkaitkan) dollar-nya dengan cadangan emas yang mereka miliki – karena memang mereka tidak mampu lagi! Kejadian yang disebut Nixon Shock tanggal 15 Agustus 1971 ini tentu mengguncang dunia karena sejak saat itu sebenarnya Dollar Amerika tidak bisa lagi dipercayai nilainya sampai sekarang.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Yang menarik adalah, dari keingkaran Amerika Serikat ini seharusnya masyarakat dunia sudah menyadari bahwa IMF telah gagal menjalankan fungsinya untuk mengawasi para anggota agar mem-peg-kan mata uangnya terhadap emas dan tidak lebih dari plus minus 1 %. Kegagalan IMF menjalankan fungsi utama ini-pun seharusnya otomatis membuat IMF bubar karena tidak ada lagi alasan untuk menjustifikasi keberadaannya.

Namun apa yang terjadi kemudian adalah hal yang justru dapat membongkar siapa sebenarnya IMF. Hanya sekitar empat bulan setelah tanggal yang seharusnya menjadi tanggal kematian IMF, yaitu 15 Agustus 1971, pada tanggal 18 Desember 1971, IMF justru dihidupkan kembali dalam bentuknya yang baru melalui perjanjian yang disebut sebagai Smithsonian Agreement  dan ditanda tangani di Smithsonian Institute. Dari dua nama yang terakhir ini tentu tidak terlalu sulit bagi kita untuk memahami, minimal ‘keeratan hubungan’ antara IMF dan Yahudi.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagaimana dengan Indonesia, sebagai salah satu anggota IMF? Iqbal mengajak kita untuk melihat kembali peristiwa tanggal 15 Januari 1998, dimana Presiden Republik Indonesia (Soeharto) harus mengikuti kemauan IMF dengan menanda tangani 50 butir kesepakatan. Upaya Soeharto untuk membuat solusi alternatif dengan sistem CBS ditentang oleh IMF dan pemimpin Negara-negara besar. Di dalam negeri, para ekonom dan media massa juga berteriak menolak solusi CBS yang dibawa oleh Prof. Steve Henke.

Akhirnya, Soeharto tunduk kepada kemauan IMF dan menandatangani Letter of Intent. Di butir-butir tersebut-lah Indonesia kehilangan kedaulatan ekonominya sejak 15 Januari 1998. Berikut adalah sebagian kecil dari butir-butir kesepakatan dengan IMF yang menunjukkan bahwa kedaulatan ekonomi dan moneter itu lepas dari tangan kita:

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

1. Pemerintah diharuskan membuat Undang-Undang Bank Indonesia yang otonom, dan akhirnya pemerintah memang membuat undang-undang yang dimaksud. Maka lahirlah Undang-undang no 23 tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Pertanyaannya adalah, seandainya Indonesia masih berdaulat, mengapa untuk membuat Undang-Undang yang begitu penting harus dipaksakan oleh pihak asing?. Kalau Undang-Undangnya dipaksakan oleh pihak asing – yang diwakili oleh IMF waktu itu, terus untuk kepentingan siapa Undang-Undang ini dibuat? Dalam salah satu pasal Articles of Agreement of the IMF (Arcticle V section 1) memang diatur bahwa IMF hanya mau berhubungan dengan bank sentral dari negara anggota. Lahirnya Undang-Undang no 23 tersebut tentu sejalan dengan kemauan IMF. Lantas hal ini menyisakan pertanyaan besar – siapa yang mengendalikan uang di negeri ini? Dengan Undang-undang ini Bank Indonesia memang akhirnya mendapatkan otonominya yang penuh, tidak ada siapapun yang bisa mempengaruhinya (Pasal 4 ayat 2) termasuk Pemerintah Indonesia. Tetapi ironisnya justru Bank Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh IMF karena harus tunduk pada Articles of Agreement of the IMF seperti yang diatur antara lain dalam beberapa contoh pasal-pasal berikut :

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Article V Section 1, menyatakan bahwa IMF hanya berhubungan dengan bank sentral (atau institusi sejenis, tetapi bukan pemerintah) dari negara anggota.

Article IV Section 2, menyatakan bahwa sebagai anggota IMF Indonesia harus mengikuti aturan IMF dalam hal nilai tukar uangnya, termasuk didalamnya larangan menggunakan emas sebagai patokan nilai tukar.

Article IV Section 3.a., menyatakan bahwa IMF memiliki hak untuk mengawasi kebijakan moneter yang ditempuh oleh anggota, termasuk mengawasi kepatuhan negara anggota terhadap aturan IMF.

Article VIII Section 5, menyatakan bahwa sebagai anggota harus selalu melaporkan ke IMF untuk hal-hal yang menyangkut cadangan emas, produksi emas, expor impor emas, neraca perdagangan internasional dan hal-hal detil lainnya.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pengaruh IMF terhadap kebijakan-kebijakan Bank Indonesia tersebut tentu memiliki dampak yang sangat luas terhadap Perbankan Indonesia karena seluruh perbankan di Indonesia dikendalikan oleh Bank Indonesia. Dampak lebih jauh lagi karena perbankan juga menjadi tulang punggung perekonomian, maka perekonomian Indonesiapun tidak bisa lepas dari pengaruh kendali IMF. Butir-butir sesudah ini hanya menambah panjang daftar bukti yang menunjukkan lepasnya kedaulatan ekononomi itu dari pemimpin negeri ini.

2. Pemerintah harus membuat perubahan Undang-Undang yang mencabut batasan kepemilikan asing pada bank-bank yang sudah go public. Inipun sudah dilaksanakan, maka ramai-ramailah pihak asing menguasai perbankan di Indonesia satu demi satu sampai sekarang.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

3. Pemerintah harus menambah saham yang dilepas ke publik dari Badan Usaha Milik Negara, minimal hal ini harus dilakukan untuk perusahaan yang bergerak di telekomunikasi domestik maupun internasional. Diawali kesepakatan dengan IMF inilah dalam waktu yang kurang dari lima tahun akhirnya kita benar-benar kehilangan perusahaan telekomunikasi kita yang sangat vital yaitu Indosat.

Hal-hal tersebut diatas, baru sebagian dari 50 butir kesepakatan pemerintah Indonesia dengan IMF. Namun dari contoh-contoh ini, dengan gamblang kita bisa membaca begitu kentalnya kepentingan korporasi asing besar, pemerintah asing dan institusi asing (yang oleh John Perkins disebut sebagai korporatokrasi yang mendiktekan kepentingan mereka ketika kita dalam posisi yang sangat lemah, yang diawali oleh kehancuran atau penghancuran nilai mata uang Rupiah kita.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sama dengan Penjajahan VOC

Penjajahan ekonomi ala IMF ini mirip dengan catatan sejarah kita 400 tahun lalu, berikut petikannya:

Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa itu, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten. (http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia).

Jadi kehilangan kedaulatan dibidang ekonomi yang kita alami sekarang sebenarnya hanya pengulangan sejarah yang pernah terjadi di Indonesia empat abad silam, secara visual kehilangan kedaulatan ini seolah tercermin dari foto yang menghiasi halaman media masa setelah kesepakatan tersebut ditanda tangani oleh Presiden Republik Indonesia didepan petinggi IMF saat itu – Michel Camdessus.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Demikian petikan ringkas dari fenomena penjajahan terhadap Indonesia dari VOC ke IMF sebagaimana dipaparkan oleh Muhaimin Iqbal. Menurut Iqbal, saat dijajah oleh VOC, masih banyak pemimpin dan rakyat yang sadar, bahwa mereka dijajah. Tetapi, saat ini, tidak banyak yang sadar akan realitas penjajahan oleh IMF. Yang lebih mengerikan, banyak cendekiawan yang menjadi pendukung IMF dan mendukung tindakan serta kebijakan IMF di Indonesia. Disamping masalah moralitas, ada masalah pendidikan ekonomi liberal yang diajarkan pada berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seorang kandidat doktor bidang ekonomi di Universitas Airlangga Surabaya menceritakan bahwa sejauh penelitiannya, semua kurikulum di fakultas ekonomi memang bermuatan ekonomi liberal. Karena itu, jika ingin merdeka dari penjajahan ekonomi, maka yang pertama kali harus dimerdekakan adalah ”pikiran” dan ”mental” terlebih dahulu. Dan itu harus dilakukan melalui lebaga pendidikan. Adalah mustahil bisa merdeka, jika para ilmuwan ekonomi masih melihat bahwa penjajahan IMF adalah rahmat bagi Indonesia. Wallahu a’lam. (Depok, 23 Februari 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husai, adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Diskusi Sabtuan INSISTS: Relativisme Beragama”

Jumat, 16 Pebruari 2007
Mengerikan, virus relativisme dalam penafsiran Al-Quran telah menyebar di kalangan intelektual Islam. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-182

Oleh: Adian Husaini

Pada hari Sabtu, 17 Februari 2007, besok, diskusi sabtuan di INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization) akan membahas masalah paham ‘Relativisme Beragama’. Pemakalahnya adalah Henri Shalahuddin MA, peneliti INSISTS yang juga dosen Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tema ini adalah tema yang sangat penting dan mendasar dalam diskusi tentang pemikiran keagamaan dewasa ini. Hampir tidak ada satu pun kalangan pemikir liberal yang menolak keabsahan paham relativisme dalam beragama. Mereka biasanya berargumen bahwa manusia adalah makhluk relatif, dan karena itu tidak mungkin memahami kebenaran sejati. Yang tahu kebenaran itu hanyalah Allah. Karena itu, sebagai konsekuensinya, mereka mencegah manusia untuk melakukan tindakan penghakiman pemikiran dan pemutlakan pendapat.

Seperti yang disebutkan dalam hasil penelitian Litbang Departemen Agama tahun 2006 lalu tentang paham Islam Liberal di Yogyakarta, bahwa yang menjadi salah satu kunci dari penafsiran agama, bagi penganut paham Islam Liberal, adalah tidak adanya tafsir dan pemahaman absolut terhadap agama. ”Dalam menyikapi perbedaan, Islam Liberal tidak menjustifikasi benar atau salah,” begitu salah satu hasil penelitian Departemen Agama.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Inilah salah satu contoh bentuk aplikasi paham relativisme beragama, yakni tidak memiliki sikap dalam menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Sebab, menurut mereka, tidak ada pemahaman absolut dalam agama; yang ada adalah kebenaran relatif. Karena itulah, mereka tidak bersikap dalam hal kebenaran dan kesalahan.

Kita bisa bayangkan, bagaimana dampak paham seperti ini terhadap orang yang beragama. Mereka akan bersikap individual, tidak peduli terhadap kemunkaran yang berlaku di tengah masyarakat, karena mereka menganggap agama adalah urusan pribadi dengan Tuhan.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Padahal, dalam Islam, amar ma’ruf dan nahi munkar adalah ajaran yang sangat penting, yang berkaitan dengan keimanan seseorang. Rasulullah saw menggambarkan orang yang hanya sanggup melawan kemunkaran dengan hatinya, tanpa tindakan apa pun, sebagai ’selemah-lemah iman’ (adh’aful iman).

Jadi, orang yang mengetahui kemunkaran, tetapi tidak berbuat apa-apa, kecuali benci dengan hati, sudah dikategorikan sebagai ’selemah-lemah iman’. Kita bertanya, bagaimana dengan orang yang sudah tidak tahu lagi mana yang ma’ruf dan mana yang munkar? Bahkan, bagaimana dengan orang yang mengajarkan dan menyebarkan paham bahwa yang ma’ruf sama saja dengan yang munkar, karena manusia tidak berhak mengklaim dirinya benar dan yang lain salah? Tentulah paham seperti ini sangat keliru dan ’keblinger’.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mungkin tanpa disadari oleh penyebar paham relatvisme beragama, bahwa mereka sudah meruntuhkan satu pilar Islam yang sangat kokoh, yakni keyakinan akan kebenaran Islam dan kewajiban mendakwahkannya. Mungkin ada yang bermaksud, agar kaum Muslim jangan memutlakkan pendapatnya dalam hal-hal furu’iyyah, sehingga tercipta keharmonisan kehidupan umat Islam. Sedangkan dalam hal-hal yang ushul (aqidah), maka tidak ada perbedaan diantara umat Islam.

Jika yang mereka maksudkan adalah semacam ini, yakni kerelativan dalam masalah furu’iyyah, maka tidak menjadi masalah. Tetapi, faktanya, para pendukung paham relativisme beragama, tidak membatasinya hanya dalam hal furu’iyyah. Dalam semua aspek keagamaan, kata mereka, pemahaman manusia adalah relatif. Mereka senantiasa membedakan antara ’agama’ yang bersifat mutlak dengan ’pemahaman’ atau ’pemikiran terhadap agama’ yang bersifat relatif.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Inilah pemikiran yang salah. Sebab, pembedaan semacam ini pada akhirnya menempatkan agama sebagai hal yang tidak pernah bisa dipahami oleh manusia, karena agama bersifat mutlak, sedangkan manusia bersifat relatif. Prof. Naquib al-Attas pernah mengkritik pemahaman semacam ini, dengan menyatakan, bahwa pemahaman relativisme seperti itu sama saja dengan melecehkan Allah SWT. Sebab, itu sama saja dengan menuduh Allah SWT telah menurunkan Kitab (wahyu-Nya) yang tidak pernah bisa dipahami oleh manusia. Padahal, Kitab itu diturunkan untuk manusia.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, ironisnya, pemahaman relativisme beragama semacam itu, justru menggejala dan menjadi tren di kalangan pemikir-pemikir modern serta banyak dosen di perguruan tinggi Islam. Sebagai contoh, dalam bukunya “Pintu-pintu Menuju Tuhan”, Nurcholish memandang bahwa relativisme adalah suatu keniscayaan fenomenal yang muncul dari setiap orang yang berusaha memahami suatu agama. Pemahaman ini, kata Nurcholish, tidak bisa serta merta disebut sebagai agama, sebab pemahaman keagamaan setiap individu pasti berbeda dengan individu lainnya. Berkenaan dengan hal ini, dia berkata, “Pemahaman orang atau kelompok terhadap agama tidak sebanding dengan nilai agama itu sendiri”.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam kolom opini Republika, (29/12/2006), Syafii Maarif berpendapat bahwa kebenaran Al-Quran adalah mutlak, karena berasal dari yang Maha Mutlak. Tetapi kemutlakan tersebut menjadi nisbi saat memasuki otak dan hati manusia. Maka segala penafsiran tentang Al-Quran tidak pernah mencapai posisi mutlak benar, siapa pun manusianya.

Dalam kolom Resonansi Harian Republika (7/11/2006), ia juga menyatakan: “Bagi seorang beriman, yang final adalah kebenaran wahyu, tetapi tafsiran terhadap wahyu itu selamanya nisbi.” Kemudian Syafii memandang orang yang memutlakkan penafsirannya, berarti ia telah mengambil alih otoritas Tuhan, yang artinya sejajar dengan syirik.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tokoh liberal asal Mesir, Nasr Hamid Abu Zayd, dalam bukunya Naqd al-Khithab al-Dini (1992) juga berpikiran, bahwa dalam memahami makna Al-Quran, maka harus diserahkan secara mutlak kepada pembaca teks (manusia) — dengan segala aspek sosial dan latar belakang historisnya. Manusialah sebagai hakim yang menentukan penafsiran. Menurutnya, teks bukan lagi milik Tuhan, tapi sudah menjadi milik pembacanya. Abu Zayd menuduh musyrik bagi mereka yang menyakini mutlaknya penafsiran, karena telah menyamakan yang Mutlak (Tuhan) dan yang nisbi (manusia) dan menyamakan antara Maksud Tuhan dan pemahaman manusia.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Virus relativisme dalam penafsiran Al-Quran ini sudah menyebar begitu luas. Yang paling mengerikan, virus sejenis ini pun sudah menjangkiti banyak dosen perguruan tinggi Islam, sehingga dengan mudah akan menularkannya kepada para mahasiswa. Lima atau sepuluh tahun lagi, mahasiswa pengidap virus ini pun akan terjun ke masyarakat, sebagai guru agama, birokrat di departemen agama, menjadi hakim agama, khatib Jumat, mubaligh, dan sebagainya, yang pada akhirnya juga ikut menyebarkan virus pemahaman semacam ini ke tengah masyarakat. Barangkali mereka tidak sadar sedang mengidap virus yang sangat berbahaya, yang dapat meruntuhkan bangunan pemahaman Islam. Bahkan, banyak yang bangga dengan penyakit yang dibawanya. Sebab, dengan menyebarkan virus relativisme semacam itu, mereka bisa berkiprah di dunia akademis dan disanjung-sanjung sebagai cendekiawan Muslim yang berkualitas tinggi, yang berpikir ilmiah-objektif, dan telah meninggalkan pola pikir subjektif-dogmatis.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Beberapa waktu lalu, di sebuah toko buku di Jakarta, saya menemukan satu buku berjudul ”Dinamika Baru Studi Islam” karya dua orang dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya. Keduanya sedang menempuh program doktor dalam studi Islam di Australia. Buku yang terbit tahun 2005 ini diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Virginia Matheson Hooker dari Australian National University.

Dalam pengantarnya, Prof. Virginia Hooker memuji buku ini sebagai penerus studi Islam yang telah dirintis oleh Prof. Dr. Harun Nasution. Menurutnya, Harun Nasution (1919-1998) saat ini diakui dan dihormati sebagai tokoh yang sangat berpengaruh di bidang penelitian Islam di Indonesia. Beliau diberi kredit sebagai sarjana yang ‘memperkenalkan pendekatan pemahaman Islam secara utuh dan universal’. Pemikiran Nasution tentang Islam sebagai agama yang dinamik dikandung dalam buku yang bersangkutan berjudul Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya (1977).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Buku ini, kata Virginia Hooker, merintis jalan untuk penelitian Islam secara ‘akademik’ lewat metode yang dipakai oleh penelitian ilmu sosial pada umumnya.

Jika ditelaah, isi buku ”Dinamika Baru Studi Islam” ini pun tak luput dari jangkitan virus relativisme. Disamping itu, buku ini juga mendukung model studi Islam yang dikembangkan para orientalis, yang memisahkan antara aspek pemahaman dengan aspek keyakinan dan amal. Sebagai contoh, ditulis dalam buku ini:

”bahwa agama, yang merupakan refleksi dari kemauan Tuhan secara konseptual ilmiah, bersifat mutlak, namun ketika turun kepada manusia, telah menjadi relatif, tergantung pada latar belakang dan kemampuan manusia. Oleh karena itu, pemahaman atau penangkapan terhadap pesan-pesan agama akan berbeda dari satu orang ke orang lain. Perbedaan itu harus diakui keberadaannya, dan tidak boleh terjadi pemaksaan pemahaman. Dalam kaitannya dengan penemuan otentisitas Islam, maka otentisitas itu ada pada tataran individual. Yakni, Islam otentik adalah Islam yang merupakan hasil pemahaman atau keyakinan seseorang terhadap wacana-wacana keislaman yang dia terima, dan hasil tersebut tidak boleh diintervensi oleh kekuatan sosial di luar dirinya.” (hal. 87-88).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cobalah kita renungkan ungkapan para dosen IAIN Surabaya itu. Betapa aneh dan rancunya cara berpikir mereka. Dengan cara berpikir seperti itu, maka sama saja mereka menafikan otoritas Nabi Muhammad saw, para sahabat nabi, para ulama Islam, sebagai penafsir Al-Quran yang otoritatif dan perlu diikuti. Sebab, semua pemahaman orang – siapa pun dia – dianggap memiliki derajat yang sama. Ini berimbas pada persoalan otentisitas Islam itu sendiri.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menurut para dosen IAIN Surabaya ini, ’Islam otentik’ itu sendiri sudah tidak bisa ditemukan lagi, sebab Islam otentik sangat tergantung kepada pemahaman manusia yang berubah-ubah setiap waktu dan tempat. Maka mereka menulis: ”Islam yang ada di Indonesia bisa jadi berbeda dengan di Timur Tengah. Hal ini dikarenakan perbedaan pemahaman masyarakatnya akibat setting ruang yang tidak sama. Begitu pula Islam yang dipahami oleh generasi awal Islam, berbeda dengan yang dipahami gerenasi abad pertengahan maupun abad modern ini.” (hal. 84).

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Buku yang ditulis oleh dua dosen IAIN Surabaya ini adalah contoh, bagaimana dampak serius dari virus relativisme beragama. Kita sangat kasihan kepada mereka. Jauh-jauh sekolah ke luar negeri akhirnya mengimpor pemahaman yang aneh bagi umat Islam. Kita kasihan dengan mahasiswa yang diajar oleh mereka. Apakah para dosen IAIN Surabaya ini tidak mampu melihat bahwa sepanjang sejarahnya, Islam adalah agama yang satu dan memiliki kitab suci yang satu dan maknanya pun terjaga dengan baik. Karena teks Al-Quran adalah wahyu – lafaz dan maknanya dari Allah – maka sepanjang sejarah Islam, para mufassir Al-Quran tidak tergantung pada masalah waktu, tempat, gender, dan sebagainya.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, para mufassir Al-Quran dan umat Islam tidak pernah berbeda dalam hal-hal yang pokok dalam Islam. Cobalah kita renungkan, hanya umat Islam yang mengucap nama Tuhannya dengan lafaz yang sama di seluruh dunia, yaitu ”Allah”, tidak berbeda karena faktor waktu dan tempat. Padahal, hingga kini, kaum Yahudi dan Kristen masih berdebat tentang siapa nama Tuhan mereka. Umat Islam tidak pernah mengangkat Muhammad saw sebagai Tuhan atau anak Tuhan, betapa pun umat Islam sangat mencintai Rasulullah Muhammad saw, dan selama 24 jam menyebut namanya dalam shalat. Umat Islam shalat menghadap kiblat yang satu; takbir, ruku’, sujud, salam, dengan cara yang satu. Umat Islam bisa shalat di masjid mana saja dengan tenang, karena cara ibadahnya sama. Semua umat Islam berpuasa wajib di bulan Ramadhan. Umat Islam berhari Raya Idul Fithri pada 1 Syawal dan ber-Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Umat Islam sepanjang sejarah mengakui kewajiban zakat. Umat Islam sepanjang sejarah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, bukan di kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah Islam yang otentik. Islam yang satu. Islam yang sama sepanjang sejarahnya, dari generasi ke generasi, dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada yang namanya Islam Arab, Islam Jawa, Islam Cina, Islam Amerika, Islam Hongkong, dan sebagainya. Juga tidak ada yang namanya ”Islam abad ke-7”, ”Islam abad ke-10”, atau ”Islam abad ke-21”. dan sebagainya. Islam adalah Islam, yang sama antara satu generasi dengan generasi yang lain. Sama antara satu tempat dengan tempat lainnya. Tidak ada perbedaan dalam hal-hal yang pokok seperti ini. Islam adalah agama yang satu.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentu saja, ada perbedaan dalam hal aplikasi ajaran Islam pada satu tempat dengan tempat lain atau satu kurun waktu dengan kurun waktu lainnya. Dulu, tidak ada keran air untuk berwudhu, sekarang sudah ada. Tapi, cara berwudhu tidak berubah. Dulu tidak ada buldozer untuk menggali kuburan. Tetapi, cara menguburkan jenazah tidak berubah dari zaman ke zaman. Dulu tidak ada loudspeaker untuk mengumandangkan azan, sekarang sudah ada. Tetapi, lafazh azan tidak berubah dari waktu ke waktu, sampai kiamat.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Adalah tidak sepatutnya, para dosen IAIN Surabaya itu menyamakan Islam dengan agama Yahudi dan Kristen yang sudah menjadi agama yang banyak, dengan nama Tuhan dan cara ritual yang berbeda-beda pula. Sebagai agama sejarah, agama Yahudi dan Kristen, mengalami perubahan dalam konsep teologis dan ritual, sejalan dengan proses sejarah. Begitu juga dengan agama-agama lain. Karena itu, bisa ditemukan konsep teologis dan cara ritual yang berbeda dari waktu ke waktu, dan dari satu tempat ke tempat lain. Sebab, teks Kitab Suci mereka pun berubah dari waktu ke waktu, dan dari satu tempat ke tempat lain. Disamping itu, mereka juga tidak memiliki ’model’ (uswah hasanah) yang satu dalam melaksanakan ajaran agamanya, sebagaimana umat Islam memiliki ’model’ yang sempurna untuk dicontoh, yaitu Nabi Muhammad saw.

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Demikianlah contoh kasus bahaya virus relativisme beragama yang banyak menjangkiti kaum intelektual dan akademisi di perguruan tinggi Islam saat ini. Kita menyayangkan, banyaknya akademisi Muslim yang tidak siap mental dan ilmu ketika belajar Islam ke Barat, sehingga mudah terjebak pada metodologi studi agama yang berlatarbelakang problema agama Yahudi dan Kristen. Kemudian, tanpa pikir panjang, mereka menjiplak begitu saja metodologi ilmu-ilmu sosial humaniora itu ke dalam studi Islam. Sebab, metode itulah yang kini sedang ’laku’.

Mudah-mudahan kita memiliki kekebalan iman dan ilmu yang memadai untuk menangkal virus pemikiran relativisme beragama yang semakin mengganas ini. Amin. [Depok, 16 Februari 2007/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini  adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KUMPULAN PUISI-PUISI HIKMAH BIJAK ISLAM – KOLEKSI PUISI HIKMAH BIJAK ISLAMI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Museum HAMKA”
Senin, 05 Pebruari 2007
Di Sumatera ada Museum Hamka. Tapi tak ada museum  Imam Syafii atau Museum Imam Ghazali Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-181
Oleh: Adian Husaini

Pada tanggal 23 Januari 2007, bersama Prof. Wan Mohd Nor Wan Daud, saya berkesempatan mengunjungi Museum Hamka di Maninjau, Sumatera Barat. Kami diantar oleh Bapak Mustamir, ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Sumatera Barat. Museum ini memuat banyak koleksi Hamka, mulai buku, jubah, topi, sampai alat pancing yang digunakan Hamka masa kecil. Bagi saya, kunjungan ke Museum Hamka ini sangatlah berkesan. Untuk pertama kali, saya sempat menginjakkan kaki di tanah kelahiran seorang tokoh dan ulama yang sudah saya baca berbagai karya dan tulisannya, sejak duduk di bangku SMP Negeri 1 Padangan Bojonegoro, Jawa Timur, tahun 1977.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tulisan Hamka di rubrik “Dari Hati ke Hati” dalam majalah Panji Masyarakat (Panjimas) hampir tidak pernah saya lewatkan. Melalui berbagai tulisan Hamka, saya sudah mengenal bahaya paham sekularisme, termasuk para tokohnya, seperti Kemal Attaturk, yang dalam buku sejarah SMP dipuji sebagai pahlawan besar. Buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, sudah habis saya baca ketika SMP. Ketika duduk di bangku SMA, buku Tasauf Modern karya Hamka, sering saya bawa ke sekolah, karena buku ini memberikan semangat yang tinggi untuk berprestasi. Saya menitikkan air mata ketika membaca tulisan Hamka di Majalah Panjimas yang mempertahankan fatwa haramnya merayakan Natal Bersama bagi umat Islam. Beliau memilih mundur sebagai Ketua MUI, ketimbang harus mencabut fatwa Natal tersebut, karena didesak pemerintah. Tak lama kemudian, beliau meninggal dunia.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Maka, adalah satu karunia besar, ketika tahun 2007 ini saya diberi kesempatan Allah untuk menyaksikan museum Hamka di Maninjau. Bangunannya cukup indah, berlokasi tepat di depan Danau Maninjau yang juga amat sangat indah. Bagi setiap penulis, pemandangan yang sangat indah itu tentu dapat memberikan inspirasi besar. Tidak diragukan lagi, Hamka adalah seorang tokoh dan ulama yang sangat dihormati di berbagai dunia Islam. Kabarnya, ada lebih dari 300 judul buku yang sudah diterbitkan. Tetapi, sayangnya, yang ada di Museum Hamka itu hanya beberapa puluh judul buku saja.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hamka lahir 17 Februari 1908, di desa kampung Molek, Meninjau, Sumatera Barat. Beliau meninggal di Jakarta 24 Juli 1981. Nama lengkapnya adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah, disingkat menjadi HAMKA. Ayahnya adalah Syekh Abdul Karim bin Amrullah, yang dikenal sebagai Haji Rasul, yang merupakan pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906. Semasa kecil, Hamka belajar agama pada ulama-ulama terkenal, seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, AR Sutan Mansur, dan tentu saja, ayahnya sendiri.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dari para gurunya itulah, Hamka mampu menimba, mengamalkan, dan bahkan mengembangkan ilmunya. Ia menulis buku dalam berbagai bidang: aqidah, filsafat, sastra, sejarah, politik, dan sebagainya. Pada tahun 1953, Hamka terpilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiah. Pada 1977, Menteri Agama Indonesia, Hamka memenuhi permintaan untuk memimpin Majlis Ulama Indonesia, dan tahun 1981 ia meletakkan jabatan karena soal fatwa Natal tersebut. Hamka juga aktif dalam kegiatan politik melalui Masyumi. Hamka pernah menjadi anggota Konstituante Masyumi dan menjadi jurkam dalam Pemilu 1955.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di dunia pers, kiprah Hamka juga cukup banyak. Tahun 1920-an, HAMKA menjadi wartawan beberapa surat kabar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, Hamka menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. Terakhir, majalah yang sangat monumental yang dipimpinnya Panji Masyarakat. Berbagai penghargaan telah diterimanya, seperti anugerah kehormatan Doctor Honoris Causa, Universitas al-Azhar, 1958 dan Doktor Honoris Causa, Universitas Kebangsaan Malaysia, 1974.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Membaca kisah hidup dan perjuangan Hamka, kita akan terkenang pada seorang tokoh yang sangat gigih dalam mengembangkan ilmu dan perjuangan dakwah Islam. Hamka sangat gigih dalam mengembangkan keilmuan Islam. Ratusan karya telah dihasilkannya. Tetapi, sebagaimana tradisi yang berkembang dalam keilmuan Islam selama ratusan tahun, tulisan-tulisan Hamka bukan hanya berisi data-data sejarah tanpa makna, melainkan sarat dengan ruh keimanan dan perjuangan serta memompakan semangat tinggi untuk mempertahankan keyakinan Islam dan memperjuangkan Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tulisan-tulisan Hamka jauh dari penanaman semangat paham relativisme atau skeptisisme. Seharusnya, ruh ilmu, perjuangan, dan dakwah itulah yang diteruskan oleh gerenasi pelanjut Hamka, khususnya para ilmuwan muslim di Sumatera Barat. Hasil karya Hamka perlu dikaji, diteliti, dan dikembangkan lebih jauh. Harusnya, saat ini di Sumatera Barat sudah berdiri –bukan hanya museum Hamka– tetapi juga Pusat Studi Hamka yang menghimpun seluruh karya Hamka, termasuk dokumen-dokumen pribadi yang mungkin belum pernah diterbitkan, juga buku-buku, tesis, disertasi tentang Hamka yang kini tersimpan di berbagai universitas di Barat. Di Pusat Studi Hamka itulah para peneliti dari berbagai dunia bisa datang dan melakukan penelitian.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Keberadaan Museum Hamka bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk membangun Pusat Studi Hamka semacam itu. Sebab, sungguh tidak sepatutnya jika Hamka “dimuseumkan”. Tidak ada tradisi ulama kita untuk dimuseumkan. Kita tidak pernah mengenal ada Museum Imam Syafii, Museum Imam Ghazali, Museum Ibnu Taymiyah, dan sebagainya. Yang perlu kita warisi dan kita kembangkan dari para ulama dan tokoh-tokoh kita adalah ilmu dan perjuangannya. Maka, buku-buku dan seluruh karya mereka harus kita letakkan di tempat yang terhormat. Kaum Muslim Indonesia tidak akan mengenal tokoh-tokoh kita sendiri, jika para cendekiawan, ulama, dan tokoh-tokoh umat Islam tidak mengembangkan warisan tradisi ilmu dari para pendahulu kita.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Krisis seperti ini sudah begitu tampak. Banyak aktivis Islam yang mengenal nama-nama Hasan al-Banna, Taqiyyudin al-Nabhani, Yusuf al-Qaradhawi, dan sebagainya. Tetapi, mereka mungkin sama sekali tidak mengenal Hamka, Natsir, AR Sutan Mansur, Agus Salim, Nuruddin al-Raniri, Yusuf Maqassari, dan sebagainya. Disamping mengenal tokoh-tokoh Islam dari berbagai belahan dunia, sudah seharusnya generasi muda Muslim juga mengenal para pejuang Islam di wilayah Nusantara ini. Sebab, merekalah yang telah berjasa besar dalam menyebarkan, menjaga, dan mengembangkan Islam di wilayah Nusantara.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penyebaran Islam di wilayah Nusantara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei) merupakan suatu proses perjuangan yang sangat hebat. Bagaimana satub kawasan yang selama ratusan tahun didominasi oleh kepercayaan animis, Hindu, Budha, kemudian berubah menjadi kawasan Islam melalui proses dakwah. Jika kita telaah sejarah masuk dan penyebaran Islam di wilayah Nusantara ini, kita akan menemui banyak tokoh dan figur yang sangat hebat kualitasnya.

Sebutlah contoh kasus para wali yang menyebarkan Islam di Indonesia. Dalam bukunya, Sejarah Kebangkitan dan Perkembangan Islam di Indonesia, (1981), KH Saefuddin Zuhri mencatat, Maulana Malik Ibrahim memulai dakwahnya di wilayah Gresik pada tahun 1399. Berdasarkan batu nisan makamnya, Maulana Malik Ibrahim meninggal tahn 1419. Berarti, dalam waktu sekitar 20 tahun, wali ini telah berhasil mencetak kader-kader dakwah unggulan di tanah Jawa, mengingat para wali di Jawa adalah murid dari Maulana Malik Ibrahim.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dari hasil perkawinannya dengan salah satu putri Kerajaan Cempa, lahirlah Raden Rahmat, yang kemudian dikenal sebagai Sunan Ampel. Saifuddin Zuhri mencatat bahwa perkawinan Maulana Malik Ibrahim dengan Putri Kerajaam Cempa itu menunjukkan adanya hal yang luar biasa pada diri sang wali. Dua putri Cempa lainnya dikawinkan dengan Raja Majapahit. Jadi, kedudukan Maulana Malik Ibrahim setara dengan Raja Majapahit. “Kalau tidak karena pribadi Maulana Malik Ibrahim yang hebat sekali, tidak mungkinlah rasanya akan disejajarkan dengan seorang raja kerajaan Majapahit, “ tulis Saifuddin Zuhri.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Para wali yang menyebarkan Islam di Jawa adalah para ulama yang sangat gigih dalam memperjuangkan Islam. Saudara Maulana Malik Ibrahim, yakni Maulana Ishaq, mempunyai putra Raden Paku (Sunan Giri) dan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Maulana Malik Ibrahim berhasil mendidik santri-santrinya menjadi mubaligh-mubaligh Islam yang sangat gemilang. Anaknya sendiri, Sunan Ampel, kemudian diserahi oleh para santri Maulana Malik Ibrahim untuk memimpin pesantren ayahnya. Kepemimpinan dan ilmunya diakui oleh masyarakat luas. Dia kemudian diambil menantu oleh Raden Ario Tejo, seorang Adipati Kerajaan Majapahit yang sangat berpengaruh. Salah satu santri Sunan Ampel adalah Raden Patah, putra Raja Majapahit, Sri Kertabhumi. Sunan Ampel memiliki enam orang anak, diantaranya ialah Sunan Bonang dan Sunan Drajat.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kisah-kisah gemilang para pejuang Islam di wilayah Nusantara ini harus terus digelorakan kepada generasi muda Islam, agar mereka tidak buta sejarah dan tidak tertipu oleh sejarah. Banyak orang Muslim yang tidak bangga menjadi Muslim dan tidak menjadikan tokoh-tokoh Islam sebagai idola mereka, karena tidak mengenal sejarah Islam dengan benar. Mereka lebih membanggakan Napoleon, George Washington, Thomas Jafferson, dan sebagainya, ketimbang Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib, atau Umar bin Abdul Aziz. Para orientalis cukup berhasil menampilkan sejarah Islam dalam wajah yang sangat buruk. Jika membaca sejarah tentang Umar bin Khatab, misalnya, yang disorot adalah kisah pembunuhan terhadap Umar bin Khatab, bukan kehebatan, kecerdasan, dan kenegarawanan Umar r.a.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Masih banyak aspek sejarah Islam di Indonesia yang perlu diteliti dan ditulis oleh para sejarawan Muslim saat ini. Hamka termasuk seorang ulama yang sangat peduli dengan sejarah Islam di Indonesia. Dalam acara Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia di Medan, 17-20 Maret 1963, Hamka membawakan makalah yang berjudul ”Masuk dan Berkembangnya Agama Islam di daerah Pesisir Sumatera Utara”. Dalam forum tersebut, Hamka menegaskan kembali pendapatnya sejak tahun 1958, bahwa Islam yang masuk ke Indonesia diterima langsung dari Mekkah. Hamka menolak pendapat Snouck Hurgronje bahwa Islam yang di bawa ke Indonesia adalah tidak asli dari Mekkah, melainkan Islam yang dari Gujarat atau Malabar. Hamka membantah pandangan yang mengecilkan peran orang-orang Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia, dan juga kesan bahwa Islam di Indonesia tidak asli lagi, melainkan Islam yang lebih dekat kepada syiah atau tradisi mistik India.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hamka juga menyimpulkan Islam telah berangsur masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 Masehi. Juga, simpul Hamka, orang-orang Indonesia sejak abad pertama Hijriah telah menggali ajaran Islam yang berintikan mazhab Syafii. KH Abdullah bin Nuh, dalam bukunya, “Ringkasan Sejarah Wali Songo” juga mengemukakan bukti bahwa ajaran Wali Songo juga berintikan tauhid dengan rujukan-rujukan kitab ulama-ulama bermazhab Syafii, seperti Kitab “Ihya’ Ulumuddin,“ karya Imam al-Ghazali dan kitab ‘Talkhis al-Minhaj’ karya Imam Nawawi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sekarang memang banyak sarjana yang dalam hal sejarah mungkin lebih mampu menulis dengan labih baik dari Hamka. Tetapi, sekali lagi, para ulama dan tokoh Islam dulu bukan sekedar belajar untuk belajar semata. Bukan sekedar meneliti untuk penelitian semata. Mereka menekuni keilmuan Islam adalah semata-mata untuk meningkatkan keimanan dan memperjuangkan Islam. Semangat ilmiah dan perjuangan dalam dakwah Islam semacam inilah yang perlu kita warisi dari para ulama dan tokoh seperti Buya Hamka. [Depok, 2 Februari 2007, http://www.hidayatullah.com.

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Upaya Menetapi Shirathal Mustaqim”

Senin, 29 Januari 2007
Sudah sangat jelas haq dan yang bathil. Ini berbeda dengan kaum pembaru Islam  yang menggunakan logika asal-asalan. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-180

Oleh: Adian Husaini

Sebagai Muslim, kita diwajibkan membaca doa dalam shalat, minimal 17 kali sehari: ”Ihdinash shirathal mustaqim” (Ya Allah, Tunjukkanlah kami jalan yang lurus). Shirathal Mustaqim adalah jalannya orang-orang yang diberi kenikmatan oleh Allah atas mereka (para nabi, para syuhada, dan shalihin), dan bukannya jalan orang-orang yang dimurkai Allah (al-maghdhub) dan bukan pula jalan orang-orang yang tersesat  (al-dhalliin).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Orang-orang yang dimurkai Allah (al-maghdhub) adalah mereka yang sudah tahu kebenaran, tetapi enggan menerima kebenaran. Bahkan, mereka kemudian menyembunyikan kebenaran, atau berusaha mengaburkan kebenaran, dengan berbagai cara, sehingga  yang haq dilihat sebagai bathil dan yang bathil dilihat sebagai haq. Kaum al-maghdhub ini juga bukannya tidak tahu tentang Al-Quran. Bahkan, bisa jadi mereka sangat pandai berhujjah dengan Al-Quran.

Sayyidina Umar bin Khathab pernah menyatakan, bahwa yang paling beliau khawatirkan akan menimpa umat Islam adalah’tergelincirnya’ orang-orang yang ’alim dan ketika orang-orang munafik sudah berhujjah dengan Al-Quran. Rasulullah saw juga pernah menyampaikan, bahwa yang paling beliau khawatirkan menimpa umat Islam adalah  munculnya orang-orang munafik yang pandai berhujjah (kullu munaafiqin ’alimil lisan).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, golongan al-maghdhub adalah siapa saja yang sudah mengetahui kebenaran, tetapi enggan mengikuti kebenaran dan bahkan mengubah-ubah dan menyembunyikan kebenaran. Karena itulah, kita diperintahkan untuk berdoa, agar jangan sekali-kali kita termasuk ke dalam golongan seperti ini.

Begitu juga kita berdoa semoga tidak termasuk ke dalam golongan ’al-dhalliin’, golongan yang tersesat. Mereka tersesat karena tidak tahu dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Karena ketidaktahuan atau kebodohan inilah, golongan ini akan menyangka yang benar sebagai bathil dan yang bathil mereka sangka benar.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mereka adalah korban-korban dari tindakan golongan al-maghdhub yang telah terlebih dahulu mengubah-ubah kebenaran. Bacalah berulang-ulang QS al-Baqarah mulai ayat 40-120.

Kita akan memahami, bagaimana besarnya kemurkaan Allah SWT terhadap kaum Yahudi yang telah menolak dan mengubah-ubah kebenaran yang disampaikan kepada mereka oleh para nabi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Merekalah yang menceritakan akan datangnya Nabi terakhir, tetapi ketika Nabi terakhir itu datang, dan ternyata bukan dari golongan mereka, maka kaum Yahudi pun menjadi kaum yang pertama ingkar kepada kenabian Muhammad saw.

Karena itu, kita juga diperintahkan senantiasa berdoa, agar jangan sampai termasuk ke dalam golongan yang tersesat ini. Salah satu doa yang biasanya dibaca oleh kaum Muslimin adalah ”Ya Allah tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah yang bathil itu bathil dan berikanlah kemampuan kepada kami untuk menjauhinya.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Suatu ketika, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah saw menggambar sebuah garis lurus. Lalu, beliau menggambar sejumlah garis yang mengarah ke kanan dan ke kiri dari garis lurus tersebut. Rasul saw mengatakan: ”Ini adalah garis-garis  yang bermacam-macam.

Pada setiap garis ini ada setan yang menyeru kepadanya.” Kemudian beliau membaca ayat Al-Quran: “wa anna hadza shirathiy mustaqiiman fattabi’uuhu wa laa tattabi’u
as-subula fatafarraqa bikum ‘an sabiilihi.” (Katakanlah, ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah jalan yang lurus itu, dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang bermacam-macam itu, sehingga kalian akan tercarai-berai dari jalan yang lurus.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Allah SWT dalam QS Ali Imran: 101 juga mengingatkan kita semua agar bersungguh-sungguh dalam bertaqwa kepada-Nya dan jangan sekali-kali mati kecuali dalam keadaan Islam.

Karena itu, kita juga senantiasa berdoa, agar pada ujung kehidupan kita nanti, kita tetap dalam kondisi iman dan Islam, tidak syirik, tidak murtad, dan tidak kafir. Itulah yang disebut sebagai ‘husnul khatimah’, akhir kehidupan yang baik. Diantara manusia, hanya diri kita sendiri yang tahu persis isi hati kita, apakah kita masih dalam iman yang benar atau tidak.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, tentu saja, untuk mengetahui mana yang iman dan mana yang kufur, mana yang haq dan mana yang bathil, tidak cukup dengan berdoa saja. Hal itu harus disertai dengan ilmu. Karena itu, kita diwajibkan untuk senantiasa mencari ilmu, sepanjang hidup. Dan ilmu yang terpenting adalah ilmu untuk memahami mana yang haq dan mana yang bathil.

llmu untuk membedakan mana yang haq dan mana yang bathil itu sudah diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasul-Nya.  Di zaman modern saat ini, dimana berbagai gagasan yang merusak Islam sudah begitu menyebar bagai virus ganas, umat Islam justru dihadapkan pada tantangan yang sangat berat dalam masalah keilmuan. Khususnya, ilmu untuk membedakan yang haq dan yang bathil. Sebab, pada zaman seperti ini, yang memperjuangkan kebathilan pun tidak jarang berhujjah dengan ayat-ayat Al-Quran dan hadits nabi. Tetapi, cara pemahaman mereka terhadap Al-Quran sudah tidak sesuai dengan yang dirumuskan oleh Rasulullah dan pewaris beliau, para ulama yang shalih.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagi kita, umat Islam, Al-Quran yang merupakan wahyu Allah SWT adalah pedoman hidup yang utama. Cara memahami Al-Quran (metodologi tafsir) pun sudah diajarkan oleh Rasulullah saw dan para sahabat Nabi yang mulia. Para ulama pewaris nabi kemudian merumuskan metodologi tafsir dengan sangat cermat dan teliti. Karena Al-Quran adalah kitab yang terjaga lafaz dan maknanya, maka menurut Prof. Naquib al-Attas, ilmu tafsir adalah ilmu pasti. Tafsir, bukan ilmu spekulasi. Termasuk ketika menafsirkan ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran yang memungkinkan terjadinya perbedaan pandangan (zhanniy). Perbedaan pendapat itu pun ada landasannya. Tidak asal beda.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Berangkat dari kepastian sumber, kepastian metodologi, dan kepastian makna itulah, selama ratusan tahun umat Islam berjaya mengarungi kehidupan di dunia untuk menjadi khalifah di muka bumi. Umat Islam memiliki pedoman yang pasti, yaitu teks Al-Quran dan Sunnah Nabi. Ini berbeda dengan peradaban Barat yang tidak memiliki teks wahyu sebagai pedoman hidup mereka. Karena itu, mereka tidak membangun peradaban di atas dasar Bibel. Mereka membuat sistem politik, ekonomi, sosial, hukum dan sebagainya, bukan berdasarkan pada Bibel, tetapi kepada  spekulasi akal semata.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Peradaban Barat tidak mempercayai Bibel sebagai teks dasar untuk mengatur seluruh aspek kehidupan mereka. Karena kondisi teks Bibel itu sendiri, dan karena pengalaman sejarah mereka, maka mereka memandang agama adalah urusan pribadi; agama adalah pengalaman rohani dan terkait dengan proses sejarah. Sehingga, bagi mereka, tidak ada yang tetap dalam agama. Apa saja bisa diubah. Yang dulunya dipandang salah dan sesat, beberapa abad kemudian diterima sebagai kebenaran. Yang dulunya haram bisa jadi halal, atau sebaliknya. Itu semua bisa terjadi karena tidak ada otentisitas dan finalitas teks dan makna Kitab Suci.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Orang Yahudi, misalnya, mengakui, bahwa Kitabnya sudah tidak bisa lagi dikenali, mana bagian yang asli dan mana yang tambahan. Th.C. Vriezen dalam bukunya, Agama Israel Kuno (2001), menulis: ”Ada beberapa kesulitan yang harus kita hadapi jika hendak membahas bahan sejarah Perjanjian Lama secara bertanggung jawab. Sebab yang utama ialah bahwa proses sejarah ada banyak sumber kuno yang diterbitkan ulang atau diredaksi (diolah kembali oleh penyadur). Proses penyaduran turun-temurun itu ada untung ruginya. Salah satu keuntungannya ialah bahwa sumber-sumber kuno itu dipertahankan dan tidak hilang atau terlupakan. Namun, ada kerugiannya yaitu adanya banyak penambahan dan perubahan yang secara bertahap dimasukkan ke dalam naskah, sehingga sekarang sulit sekali untuk menentukan bagian mana dalam naskah historis itu yang orisinal (asli) dan bagian mana yang merupakan sisipan.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kitab ini kemudian dipakai oleh kaum Kristen sebagai Bibel mereka, ditambahkan dengan Perjanjian Baru. Karena teks dan maknanya tidak terjaga, maka agama Yahudi dan Kristen selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, mengikuti perkembangan zaman. Ketika menghadapi hegemoni Barat modern, mereka pun tidak segan-segan mengubah ajaran-ajaran yang sangat mendasar pada agama mereka.

Perilaku kaum Yahudi dan Kristen dalam mengubah-ubah agama mereka inilah yang kemudian diikuti oleh sebagian kalangan umat Islam dengan berbagai nama. Ada yang menamakan pembaruan Islam, ada yang menamakan liberalisasi Islam, ada yang namanya sekularisasi Islam, dan sebagainya. Jika kita cermati, perilaku para pembaru Islam akhir-akhir ini, sangat memprihatinkan. Mereka bukan sedang melakukan upaya ’tajdid’ yang sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran (shirathal mustaqim) dalam Islam. Banyak yang menggunakan logika asal-asalan dan kurang bertanggung jawab.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika ditunjukkan kekeliruan berfikir dan hujjah mereka, mereka juga tidak mau tahu, dan tidak mau mengkoreksi pendapatnya. Tetapi, mereka selalu menyatakan,”Kami menginginkan perbaikan”. Sangatlah berbeda sikap, pandangan, dan perilaku mereka dengan mujaddid Islam sejati, seperti Imam Syafii.

Betapa prihatinnya kita masih saja menemukan adanya kampanye terbuka di media massa tentang paham Pluralisme Agama, yang dalam pandangan Islam, jelas-jelas merupakan paham syirik, karena membenarkan semua agama, yang beberapa diantaranya sudah dikoreksi oleh Al-Quran.

Para ulama Islam pun sepanjang sejarah, tidak pernah mengembangkan paham ”kebenaran semua agama” ini. Karena memang paham ini adalah paham yang aneh, sangat fatal, dan merusak. Begitu juga dalam implementasi fiqih, misalnya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai contoh, hasil Keputusan Bahtsul Masail Muktamar NU ke-30 di PP Lirboyo Kediri, tahun 1999, dengan tegas menyatakan, bahwa doa bersama antar umat beragama adalah tidak boleh, kecuali cara dan isinya tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dalam keputusan  ini dikutip isi ”Hasyiyah Jamal ’ala Fathil Wahab II:119”, yang melarang mengaminkan doa orang kafir. Dalam Muktamar NU itu juga ditegaskan, bahwa ”Orang Islam tidak boleh menguasakan urusan kenegaraan kepada orang non-Muslim kecuali dalam keadaan darurat.”

Hasil keputusan Muktamar NU ke-30 itu jelas sangat berbeda dengan isi buku ”Fiqih Lintas Agama”, misalnya, yang  menghapus sekat-sekat perbedaan agama dalam fiqih, sehingga perkawinan antar agama pun sudah dihalalkan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bahkan, sejumlah pendukung paham relarivisme dan pluralisme agama kemudian menjadi penghulu swasta untuk perkawinan antar-agama di berbagai tempat. Sudah banyak muslimah yang menjadi korban kekeliruan kelompok ini, sehingga rela dikawini oleh laki-laki non-Muslim.

Karena ketidaktahuan atau hawa nafsu, banyak yang  memandang penghulu-penghulu swasta itu juga orang yang alim, karena bergelar doktor dan juga dosen di universitas-universitas Islam terkemuka. Di kampusnya, para penghulu swasta ini juga sangat berkuasa terhadap mahasiswanya, dan leluasa melampiaskan pikirannya, dengan mengarahkan isi skripsi, tesis, atau disertasi mahasiswa, sesuai dengan pikiran dan selera mereka.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Padahal, buku ”Fiqih Lintas Agama” dan sejenisnya ini jelas-jelas sangat merusak agama, dan para penulisnya sangat tidak pantas diberi gelar ’mujaddid’ atau ’pembaru Islam’. Sejatinya, mereka telah dengan sangat jelas merusak ilmu-ilmu Islam. Anehnya, tindakan mereka itu dibiarkan saja oleh para penguasa kampus, dan ada yang kemudian dianugerahi gelar ”guru besar dalam pemikiran Islam”.

Ketika merombak hukum-hukum Islam tentang hubungan antar-agama, orang-orang yang mengaku melakukan pembaruan Islam ini sama sekali tidak merumuskan metodologi ushul fiqihnya. Tetapi, bahkan memulainya dengan mencerca Imam Syafii. Kita sudah beberapa kali menunjukkan kekeliruan pandangan Pluralisme Agama dan paham relativisme agama.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, anehnya, ada saja yang menulis di media massa, bahwa apa yang dilakukan oleh pendukung paham syirik adalah mulia dan dalam rangka memperbaiki Islam, sebagaimana dilakukan oleh para ulama Islam sebelumnya. Tentu saja, pandangan seperti ini sangat keliru dan fitnah besar terhadap para ulama Islam terdahulu.

Tugas kita tentu saja, hanya melakukan amar ma’ruf nahi munkar, meskipun kita sadar benar, banyak yang tidak rela jika kemunkaran dalam ilmu ini kita coba untuk diluruskan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itu bukan urusan kita lagi. Siapa pun juga yang ikhlas dan sungguh-sungguh dalam mencari kebenaran, pasti akan ditunjukkan kebenaran itu oleh Allah SWT. Sekali lagi, di tengah kemelut pemikiran yang tidak menentu saat ini, kita hanya berdoa kepada Allah, semoga kita tetap berada di jalan yang lurus (ash-shirat al-mustaqim). Di zaman ini, menetapi jalan lurus bukanlah hal yang mudah, karena sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw, di kiri kanan kita senantiasa terbentang jalan-jalan yang menyimpang yang seringkali dipoles dengan sangat indah dan menawan. Pada tiap jalan yang menyimpang itu, kata Rasul saw, ada setan yang mengajak manusia untuk mengikuti jalannya. Jadi, pilihan bagi orang-orang yang berilmu sudah sangat jelas: ikut shirath al-mustaqim, ikut jalan oran-orang yang dimurkai Allah (al-maghdhub), atau ikut jalannya orang-orang yang sesat (al-dhaalliin).

Sungguh telah jelas, mana yang haq dan mana yang bathil, tentu bagi yang mau memahami. [Jakarta, 26 Januari 2007/www.hidayatullah.com].

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaian adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“37 Tahun Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia”

Senin, 22 Januari 2007
Nurcholish Madjid telah tiada. Tetapi, oleh pendukungnya tetap menjadikannya sebagai tempat “bergayut” Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-179

Oleh: Adian Husaini

Pada 3 Februari 2007 mendatang, Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir, bertempat di Jalan Kramat Raya 45 Jakarta, akan menggelar satu acara seminar nasional bertema “Evaluasi 37 tahun Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia.” Tampil sebagai pembicara adalah Dr. Daud Rasyid, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Mukhlis Hanafi, dan Adnin Armas MA. Seminar ini memiliki makna yang penting bagi umat Islam Indonesia, mengingat, setelah 37 tahun berlalu, gerakan pembaruan Islam bukannya telah berhenti, tetapi semakin menjadi-jadi dan melebar ke mana-mana.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Masa 37 tahun Gerakan Pembaruan Islam dimulai ketika Nurcholish Madjid memulai pidatonya pada 3 Januari 1970 di Jakarta dengan judul “Keharusan Pembaruan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat.” Dalam disertasinya di Monash University Australia  yang diterbitkan oleh Paramadina dengan judul “Gagasan Islam Liberal di Indonesia”, Dr. Greg Barton menyebutkan, bahwa melalui makalahnya tersebut, Nurcholish dihadapkan pada satu dilema dalam tubuh umat. Di satu sisi, masyarakat Muslim harus menempuh arah baru, namun di sisi lain, arah baru tersebut berarti mengorbankan keutuhan umat.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Muslim Indonesia, kata Nurcholish, secara intelektual telah cukup tertinggal dan membutuhkan gairah baru serta gagasan-gagasan segar; meskipun gairah intelektual tersebut akan membawa perpecahan di tubuh umat, seperti yang diperlihatkan oleh berbagai rangkaian sejarah. Untuk mendukung gagasannya, Nurcholish Madjid mengutip pemikiran yang dikembangkan Lenin; “Betapa pun dinamika lebih menentukan daripada statisme, sekalipun yang terakhir ini meliputi jumlah besar manusia.”

Nurcholish juga meminjam pikiran Andrea Beufre: “Garis-garis pemikiran tradisional kita sudah seharusnya dipersilakan pergi ke laut, lantaran yang paling utama sekarang adalah kemampuan menatap ke muka ketimbang memiliki tingkat kekuatan yang besar namun hasil-gunanya masih penuh persoalan.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Marilah kita renungkan kembali lagi kata-kata Nurcholish Madjid 37 tahun lalu berikut ini:

“Dari ungkapan tersebut kita hendak menarik pengertian bahwa pembaruan harus dimulai dengan dua tindakan yang saling erat hubungannya, yaitu melepaskan diri dari nilai-nilai tradisional dan mencari nilai-nilai yang berorientasi ke masa depan. Nostalgia, atau orientasi dan kerinduan pada masa lampau yang berlebihan, harus diganti dengan pandangan ke masa depan. Untuk itu diperlukan suatu proses liberalisasi. Proses itu dikenakan terhadap “ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan Islam” yang ada sekarang ini…”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, untuk menatap masa depan dan meninggalkan nilai-nilai tradisional, menurut Nurcholish Madjid, maka harus dilakukan liberalisasi terhadap ajaran-ajaran dan pandangan Islam. Ada tiga proses yang saling kait-mengait dalam masalah ini, yaitu (1) sekularisasi, (2) kebebasan intelektual, dan (3) “Gagasan mengenai kemajuan” dan “Sikap Terbuka”.Tidak bisa dipungkiri, Nurcholish Madjid menjadi faktor penentu bagi perkembangan gerakan pembaruan Islam di Indonesia. Pertama, karena kepiawaian komunikasi Nurcholish baik lisan maupun tulisan. Dan kedua, karena Nurcholish berlatar belakang pendidikan studi Islam dan memulainya dari dalam tubuh organisasi Islam. Ini berbeda misalnya, dengan gagasan sekularisasi yang dilakukan Soekarno. Meskipun sangat piawai dalam komunikasi, Soekarno bukanlah berkatar belakang pendidikan Islam, dan bukan tokoh organisasi Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan kepiawaiannya berkomunikasi, Nurcholish dan ide-idenya masih terus dikembangkan, dan telah disucikan oleh sebagian kalangan. Majalah Media Dakwah edisi Januari 2007 menurunkan laporan utama tentang barisan cendekiawan Gontor yang mengkritik pemikiran Nurcholish Madjid, yang juga alumni pesantren Gontor. Barisan ini dimotori oleh Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, Dr. Syamsuddin Arif, Adnin Armas MA, Fathurrahmkan Kamal MA dan Henry Shalahuddin MA. Para cendekiawan ini secara sistematis dan akademis menguraikan kekeliruan gagasan pembaruan Islam Nurcholish Madjid.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebelumnya, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, telah menulis artikel di Harian Republika, 28 Desember 2006, dengan judul “Menyoal Pembaruan Islam”. Hamid menguraikan dengan jelas, bagaimana pengaruh modernisme terhadap gagasan pembaruan Islam, dan merancukannya dengan pengertian tajdid. Pembaruan sering diterjemahkan menjadi modernisasi dan kini bahkan menjadi liberalisasi.

Padahal tajdid berbeda dari modernisasi ataupun liberalisasi baik secara etimologis maupun konseptual. Malangnya, perbedaan ini tidak dicermati, dan konsep-konsep di dalamnya buru-buru diadopsi tanpa proses epistemologi yang jelas. Pembaruan pemikiran Islam yang dimotori Nurcholish Madjid dan kini bergulir menjadi proyek liberalisasi Islam di Indonesia adalah contoh yang paling jelas. Pembaruan dimaksud ternyata secara eksplisit mengusung, memodifikasi, atau menjustifikasi konsep modernisme, sekularisme, dan rasionalisme.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menurut Hamid, pengaruh paham modernisme dalam pemikiran Nurcholish lebih jelas lagi ketika ia mengambil unsur utama modernisasi, yaitu sekularisasi untuk memahami agama. Sekularisasi menurutnya adalah menduniawikan masalah-masalah yang mestinya bersifat duniawi, dan melepaskan umat Islam untuk mengukhrawikannya. Gagasan ini kemudian diperkuat dengan ide liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam yang intinya memandang negatif terhadap tradisi dan kaum tradisionalis. Ternyata gagasan ini mengadopsi pemikiran Harvey Cox dan Robert N Bellah, pencetus gagasan sekularisasi dalam Kristen. Tidak ada modifikasi yang berarti di situ. Ia hanya mencarikan justifikasinya dari dalam ajaran Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam laporannya, Majalah Media Dakwah edisi Januari 2007 menurunkan sejumlah artikel dari para cendekiawan alumni pesantren Gontor yang membuktikan, bahwa ide-ide pembaruan Islam Nurcholish Madjid adalah gagasan yang dikembangkan oleh para pemikir Kristen-Barat yang berangkat dari pengalaman sejarah dan keagamaan Kristen di Barat. Adnin Armas membuktikan adopsi gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid dari pemikir Kristen Harvey Cox. Fathurrahman Kamal, dalam tesis masternya di UIN Yogyakarta, membuktikan pengaruh pemikiran pendeta Wilfred Cantwell Smith terhadap teori “Islam” versi Nurcholish Madjid. Henry Shalahudin yang kini menjadi dosen di STID Moh. Natsir, mengupas kekeliruan ide “relativisme” Nurcholish Madjid. Sementara, Dr. Syamsuddin Arif –yang sedang menulis disertasi untuk doktor keduanya di Frankfurt Jerman — menulis satu artikel bernas yang mengupas kekeliruan gagasan sekularisasi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Banyak kritik ilmiah telah ditulis terhadap gagasan pembaruan Islam. Tetapi, memang, harus diakui, selama puluhan tahun, Nurcholish mampu mamukau bahkan nyaris “menyihir” banyak orang dan kalangan, sehingga pemikirannya dikultuskan, sosoknya dimitoskan, dan dibela habis-habisan. Dan itu diakui, misalnya, oleh Henry Shalahuddin, yang selama sembilan tahun belajar di lingkungan Gontor, mulai dari tingkat pesantren sampai sarjana ushuluddin.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Henry menulis di Media Dakwah, bahwa selama berada di Gontor, sosok Prof. Dr. Nurcholish Madjid merupakan idola yang menakjubkan. Bahkan, menurut Henri, ketakjuban itu selama ini juga terjadi pada banyak santri, mahasiswa, guru dan alumni Pondok Modern Gontor lainnya. Nurcholish merupakan sosok yang mumpuni dalam ilmu keagamaan, terbuka dalam berdiskusi, berwawasan luas yang didukung dengan kemampuan beretorika dan mengolah kata ketika menyampaikan ceramah, sehingga para hadirin pun kerap terpukau dibuatnya. “Sejujurnya, inilah mitos yang terbangun pada diri saya,”kata Henri Shalahuddin, mengawali tulisannya yang mengkritik paham relativisme keagamaan Nurcholish.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Namun, setelah semakin banyak menyelami bidang pemikiran Islam, khususnya setelah menyelesaikan kuliahnya di program S-2 International Islamic University Malaysia (IIUM), Henri tersadar, bahwa pendangannya selama ini terhadap Nurcholish Madjid adalah keliru. Nurcholish tidak lagi tokoh yang dianggapnya sebagai sosok yang sakral dan selalu benar. Bahkan, seperti umumnya manusia, ia kerap lalai dan khilaf termasuk dalam pemikirannya yang selama ini ia kagumi. “Bahkan akhirnya saya memahami bahwa pemikiran Nurcholish acapkali membawa konsekwensi yang serius bagi bangunan Islam,” kata Henri.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kasus Henri adalah salah satu contoh nyata bagaimana sosok Nurcholish Madjid memang telah menjadi mitos pada sebagian orang. Nurcholish memang telah meninggal dunia pada hari Senin, 29 Agustus 2005, lalu. Jasadnya telah dikubur di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Secara fisik, Nurcholish Madjid telah tiada. Tetapi, tampaknya, pemikirannya tidak mati bersamanya. Gagasan-gagasannya terus dijadikan rujukan dan dihidup-hidupkan oleh para pendukung dan pengikutnya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pada Hari Jumat, 22 Desember 2006, Dawam Rahardjo, seorang pendukung setia Nurcholish Madjid, menulis satu ulasan di Harian Kompas berjudul: “Pembaruan Islam: Ensiklopedia Nucrholish Madjid.”Di sini, Dawam menilai, para pengkritik Nurcholish Madjid selama ini, termasuk Prof. HM Rasjidi, telah salah memahami gagasan Nurcholish Madjid, khususnya dalam soal sekularisme dan sekularisasi. Penjelasan Dawam tentang sekularisasi masih mengulang argumentasi Nurcholish Madjid, bahwa sekularisasi adalah proses yang terus berlanjut dan bukan merupakan paham yang statis. Atau, sekularisasi adalah sekularisme yang terbatas.

Ensiklopedia Nurcholish Madjid ini disebut oleh Dawam Rahardjo sebagai suatu upaya sistematisasi tentang “Nurcholisisme”. Dawam tetap menyimpulkan: “Nurcholish tidak sekedar menjadi tokoh pembaru pemikiran Islam, tetapi juga seorang guru bangsa.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, Nurcholish memang telah tiada. Tetapi, oleh pendukung gerakan pembaruan Islam –yang kemudian dilanjutkan oleh gerakan liberalisasi Islam — dia tetap dijadikan sebagai tempat bergayut. Namanya diabadikan. Gagasan-gagasannya terus diapresiasi, dipuji, dan disebarluaskan ke tengah masyarakat luas. Bahkan, sepertinya, peristiwa meninggalnya Nurcholish terus dijadikan momentum untuk melestarikan dan menghidupkan gagasan-gagasannya.

Masa 37 tahun Gerakan Pembaruan Islam di Indonesia sudah memadai untuk melakukan penilaian ulang secara mendasar dan menyeluruh. Gagasan dan akibat-akibat lebih jauh dari gagasan sekularisasi dan liberalisasi Islam –baik di masyarakat maupun di perguruan tinggi Islam– sudah dapat dilihat dengan jelas. Proses ini tidak akan berhenti, sebab sebagai bagian dari umat manusia yang mendiami dunia ini, umat Islam juga sedang berhadapan dengan arus dan gelombang modernisme. Semua manusia dan agama menghadapi masalah yang sama.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Modernitas adalah kenyataan dan adalah mustahil untuk melarikan diri dari modernitas tersebut. Lawrence E. Cahoone, dalam bukunya The Dilemma of Modernity (1988), menggambarkan hegemoni modernitas tersebut bagi umat manusia. Sejak masa renaissance, manusia yang hidup di Barat sudah harus hidup dalam alam modernitas, laksana ikan yang hidup di air. Tapi, bagi masyarakat non-Barat, kata Cahoone, mereka juga dipengaruhi oleh budaya modernitas dengan kuat.

“Through colonialism, trade, and the export of ideology, the modern West has injected components of its own civilization into the indigenous cultures of non-Western societies,” tulis Cahoone. Karena itu, ujarnya, semua manusia dipengaruhi paham modernitas ini, baik secara langsung maupun tidak.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Inti modernitas, menurut pakar sosiologi Max Weber, adalah rasionalisasi, yang mensyaratkan adanya sekularisasi. Di Barat, kata David West, dalam bukunya “An Introduction to Continental Philosophy”, (1996), rasionalisasi selalu dikaitkan dengan proses sekularisasi yang oleh Weber disebut “dis-enchantment.”Masyarakat modern memang menempatkan akal manusia sebagai penentu kebenaran, bukan lagi agama, dan menjadikan agama sebagai urusan pribadi. Alain Touraine, dalam bukunya “Critique of Modernity” (1995), menulis, “The idea of modernity makes science, rather than God, central to society and at best relegates religious beliefs to the inner realm of private life.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Gagasan-gagasan sekularisasi Nurcholish Madjid bisa dengan mudah dilacak pada gagasan sekularisasi yang sudah dikembangkan oleh para pemikir di Barat. Tetapi, harusnya kaum pembaru Islam sadar, bahwa Islam tidak sama dengan agama Kristen, Yahudi, atau agama lain yang merupakan agama budaya dan sejarah (historical and cultural religion). Islam adalah agama final dan sempurna dari awal. Umat Islam memiliki teks kitab suci yang final, yang terjaga otentisitas teks dan maknanya, sepanjang sejarah. Umat Islam juga tidak mengalami problem sejarah keagamaan seperti yang dialami oleh kaum Kristen di Eropa.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Inilah kesalahan fatal dari gerakan pembaruan Islam: menyamakan karakter ajaran Islam dan sejarah Islam dengan karakter ajaran Kristen dan sejarahnya di Barat. Karena itu, gagasan sekularisasi –juga liberalisasi Islam– sebenarnya paham yang asing, tetapi dipaksakan kepada umat Islam dengan berbagai cara.

Memang, sekularisasi, westernisasi, atau liberalisasi Islam, saat ini merupakan masalah dan tantangan terberat yang dihadapi oleh umat Islam. Para ulama dan cendekiawan Muslim tidak boleh lengah dan “cuek”. Mereka harus memberikan respon yang cerdas dan serius tentang masalah ini. Wallahu a’lam bi al-shawab. (Depok, 19 Januari 2007/ http://www.hidayatullah.com)

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUNI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hati-Hati dengan Dosa Syirik!”

Senin, 08 Januari 2007
Umat Islam diperintahkan bermuamalah, termasuk agama lain. Tetapi, diperintahkan menjauhi dosa syirik. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-177
Oleh: Adian Husaini

Beberapa hari lalu, melalui dua orang menteri kabinetnya, saya mengirim pesan singkat kepada Presiden SBY: “Ada dua dosa yang cepat mendatangkan azab Allah SWT, yaitu dosa syirik dan meninggalkan amar makruf nahi munkar.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Semoga pesan itu sampai kepada Presiden SBY.   Masalah tauhid dan dosa syirik, seperti kita sebutkan pada catatan yang lalu, merupakan masalah yang paling serius dalam kehidupan manusia. Syirik adalah kezaliman yang sangat besar, karena manusia yang diciptakan Allah, diberi rizki oleh Allah, diberi kehidupan oleh Allah, kemudian justru tidak tahu berterimakasih dan membuat sekutu yang lain bagi Allah.

Karena itu, Rasulullah saw mengajarkan sebuah doa untuk terhindar dari dosa syirik: “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan Engkau dengan sesuatu, sedangkan aku mengetahui hal itu. Dan aku meminta perlindungan kepada Engkau dari tindakan menyekutukan-Mu dengan sesuatu dan aku tidak tahu.” (Allahumma inni a’udzubika min an usyrika bika syaian wa ana a’lamu; wa a’udzubika min an usyrika bika syaian wa ana laa a’lamu).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam buku berjudul Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafii karya Dr. Muhammad Abdurrahman al-Khumais (diterjemahkan oleh Prof. Ali Musthafa Ya’qub) disebutkan sejumlah definisi syirik menurut sejumlah ulama mazhab Syafii.

Menurut al-Raghib al-Asfahani, “Syirik yang dilakukan manusia dalam agama itu ada dua macam. Pertama, syirik besar, yaitu menetapkan adanya sekutu bagi Allah, dan ini merupakan kekafiran yang terbesar. Kedua, adalah syirik yang samar (tidak jelas) dan kemunafikan.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Al-allamah Ali as-Suwaidi al-Syafii berkata: “Ketahuilah, bahwa syirik itu adalah terjadi di Rububiyah, dan adakalanya terjadi di Uluhiyyah. Yang kedua ini dapat terjadi di dalam I’tiqad (keyakinan), dan juga dapat terjadi di dalam mu’amalat khusus dengan Allah.”

Imam Ahmad bin Hajar Ali Buthami al-Syafii mengingatkan bahwa iman itu bercabang-cabang, demikian juga dengan kekafiran dan kemusyrikan. Apabila orang menjalankan cabang-cabang iman tetapi juga menjalankan cabang-cabang kemusyrikan, maka ia disebut musyrik. Iman seseorang tidak akan diterima oleh Allah apabila hanya separuh-separuh; separuh iman, separuh kafir. Ia wajib tunduk seraya meyakini terhadap apa yang disebutkan oleh Al-Quran dan dibawa oleh Rasulullah saw, serta mengamalkannya. Orang yang beriman kepada sebagian ajaran Al-Quran dan tidak beriman kepadasebagian yang lain, maka dia termasuk kafir. Allah memperingatkan tentang orang-orang seperti ini:

“Orang-orang kafir itu mengatakan: “Kami beriman kepada sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain), serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman dan kafir). (QS An-Nisa :  150).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menurut Imam Ahmad bin Hajar, mengucapkan dua kalimat syahadat saja tidak akan ada gunanya bagi mereka, sampai mereka mau mengamalkan isi maksud dari dua kalimah syahadat, yaitu melepaskan diri dari menyembah selain Allah dan hanya beribadah kepada Allah saja. Namun, beliau mengingatkan, agar tidak terburu-buru menuduh seseorang yang melakukan tindakan syirik sebagai kafir atau musyrik, sebelum menjelaskan kepada mereka tentang kekeliruan mereka tersebut. Barangkali mereka tidak memahami masalah tersebut karena kebodohannya. Apabila sudah dijelaskan tentang masalah syirik, tetapi tetap menjalankannya, maka barulah diperbolehkan menyebut mereka sebagai musyrik.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Peringatan Rasulullah saw dan para ulama tentang kemusyrikan ini sangat perlu kita camkan benar-benar, demi keselamatan keimanan kita masing-masing. Jangan sampai kita terjebak ke dalam dosa syirik, baik yang kita ketahui atau yang tidak ketahui, sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah saw. Sebab, syirik adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah, kecuali orang itu benar-benar meninggalkan dosa syirik tersebut. Allah memperingatkan kita semua: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka pasti Allah akan mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka. Tidak ada orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS al-Maidah: 72).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

QS al-Maidah ayat 72 ini diawali dengan penegasan Allah SWT: “Sungguh telah kafirlah orang-orang yang menyatakan bahwa Allah ialah al-Masih Ibnu Maryam, padahal al-Masih sendiri berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu.”

Pandangan Tauhid Islam ini sangat jelas, yakni tidak menjadikan manusia mana pun – termasuk Adam atau Isa a.s.– sebagai Tuhan atau anak Tuhan. Nabi Muhammad saw diutus oleh Allah SWT untuk meluruskan pandangan dan kepercayaan kaum Nasrani tersebut. Doktrin trinitas yang mengakui Ketuhanan Yesus secara resmi diformulasikan dalam Konsili Nicea tahun 325 M. Bahkan, dalam konsili ini, pandangan Arius yang menyatakan bahwa Tuhan anak tidak sehakekat dengan Tuhan Bapak, ditolak oleh mayoritas peserta Konsili. Bahkan, dalam dekrit Nicea tersebut, Arius secara resmi dikutuk oleh Gereja. Konsili menerima pandangan Athanasius yang menyatakan bahwa Tuhan anak sehakekat (homoousios) dengan Tuhan Bapak.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Posisi Al-Quran memang sangat berbeda dengan Bibel. Sebagai kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi terakhir, Al-Quran memberikan kritik-kritik yang tegas dan jelas terhadap kepercayaan Yahudi dan Kristen. Posisi ini tentu tidak bisa sebaliknya. Karena Bible ditulis dan dirumuskan sebelum kedatangan Islam. Ibnu Taymiyah menyebut kaum Yahudi dan Kristen (Ahlul Kitab) sebagai kaum musyrik bil-fi’li, tetapi bukan musyrik bil-ismi. Dalam pandangan Islam, mereka disebut kafir ahlul kitab.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, dalam masalah keimanan, memang terdapat pandangan dan keyakinan yang sangat berbeda antara Islam dan Kristen. Sejak lahirnya Islam, masalah ini sudah sering diperdebatkan. Bahkan Nabi Muhammad saw sendiri beberapa kali melakukan perdebatan dengan kaum Nasrani. Karena tidak mencapai titik temu, maka Nabi Muhammad saw diperintahkan agar mengajak kaum Nasrani untuk melakukan mubahalah (sumpah laknat), sebagaimana diceritakan dalam Surat Ali Imran ayat 61:

“Barangsiapa membantah engkau tentang (kisah Isa a.s.) itu, sesudah datang kepada mereka ilmu (yang meyakinkan), maka katakanlah (kepada mereka): Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah dijatuhkan kepada orang-orang yang dusta.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Soal perbebadaan keyakinan antara Islam dan Kristen ini haruslah diakui. Bahkan diantara kaum Nasrani sendiri terjadi perbedaan yang sangat tajam sehingga mereka membentuk sejumlah agama, seperti Katolik, Protestan, Anglikan, atau Ortodoks. Tiap-tiap agama ada keyakinan masing-masing, yang tidak sama satu dengan lainnya, bahkan saling bertentangan. Seperti keyakinan umat Islam dan umat Kristen tentang posisi Nabi Isa a.s.

Dalam pernyataan Natal bersama antara Konferensi Wali-wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), tahun 2006, dinyatakan: “Kelahiran Yesus mendatangkan sukacita besar. Sukacita itu melekat dalam diri setiap orang beriman yang mampu menghayati hakikat dan makna kelahiran Yesus. Ia lahir sebagai manusia, menjadi senasib dengan manusia, dan terbuka menyambut semua orang yang datang kepada-Nya. Ia hadir di dunia untuk mewujudkan kasih Allah kepada manusia (1Yoh. 4:9).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kasih Allah itu berpuncak pada kayu salib ketika Yesus menyerahkan nyawa untuk menanggung dosa seluruh umat manusia.” Selanjutnya dinyatakan: “Dalam hubungan dengan sesama baiklah kita memandang setiap orang dalam iman kepada Kristus. Dengan menyadari bahwa darah Kristus juga tercurah untuk mereka, maka setiap orang yang mengaku diri sebagai pengikut dan murid Kristus akan mengasihi orang itu, walaupun dalam kenyataannyaorang itu bersikap seperti musuh.”

Umat Islam tidak pernah menerima kepercayaan bahwa Nabi Isa a.s. mati di tiang salib, karena Al-Quran sudah menegaskan, “Mereka tidak membunuh Nabi Isa dan mereka tidak menyalibnya, melainkan seseorang yang diserupakan kepada mereka.” (QS an-Nisa: 157).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Perbedaan yang mendasar ini harus diakui. Dan Konsili Vatikan II (1962-1965) juga menyatakan penghormatannya terhadap keyakinan umat Islam terhadap Nabi Isa a.s.

Dikatakan, meskipun umat Islam tidak mengakui ketuhanan Yesus, tetapi menghormatinya sebagai Nabi. Umat Islam juga menghormati keyakinan kaum Kristen tersebut, meskipun tentunya sangat berbeda secara mendasar dengan keyakinan umat Islam sendiri. Karena itu, tidaklah masuk akal ada yang menyatakan, bahwa semua agama adalah benar.

Pernyataan semacam ini jelas-jelas membenarkan pandangan yang oleh Al-Quran sudah dinyatakan sebagai pandangan kufur atau syirik.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Banyak yang sekarang ini mencoba mengecilkan masalah iman dan kemusyrikan. Ada yang menulis dalam bukunya, bahwa Thomas Alfa Edison akan masuk sorga karena sudah berjasa bagi umat manusia dengan menemukan lampu. Padahal, urusan sorga atau neraka adalah urusan Allah. Islam tidak berbicara kepada perorangan Yahudi atau Kristen, tetapi memberikan kritik-kritik dan koreksi terhadap kepercayaan mereka. Kita tidak tahu, apakah Edison benar-benar orang baik. Kita tidak tahu persis perbuatan dia yang lain sepanjang hidupnya, selain penemuan lampu. Kita juga tidak tahu, apakah Edison pernah menerima risalah Nabi Muhammad saw secara benar, atau tidak pernah. Jika kriteria masuk sorga adalah karena menemukan lampu, maka kriteria itu adalah bikinan si penulis buku tersebut. Mungkin maksudnya sorga milik kakeknya sendiri.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Umat Islam diperintahkan untuk menghormati dan bermuamalah dengan baik terhadap sesama manusia, termasuk dengan pemeluk agama lain, selama mereka tidak menyerang umat Islam. Tetapi, umat Islam juga diperintahkan agar menjauhi dosa-dosa syirik. Karena itulah, kita perlu pandai-pandai meniti buih, agar selamat sampai ke seberang. Jangan sampai karena ingin dipuji sebagai orang yang toleran, akhirnya justru mengorbankan prinsip-prinsip keimanan. Mencampuradukkan keimanan atau ritual antar agama adalah tindakan yang berbahaya dari segi keimanan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tidak semestinya, hal ini dilakukan oleh umat Islam. Dalam perspektif inilah, mestinya fatwa MUI tahun 1981 yang mengharamkan perayaan Natal Bersama perlu diapresiasi. Fatwa ini bukan untuk merusak toleransi beragama, tetapi merupakan satu upaya para ulama untuk melindungi aqidah Islam dari kekufuran dan kemusyrikan, dalam pandangan Islam.

Fatwa ini sama sekali tidak mengharamkan umat Islam untuk bergaul atau bermasyarakat dengan kaum non-Muslim. Dan hal semacam itu tidak ada dalam kamus Islam. Islam adalah agama yang sejak awal sudah mengakui dan menghargai perbedaan. Seorang anak yang Muslim tetap diperintahkan berbuat baik kepada orang tuanya, meskipun berbeda agama. Tetapi, jangan sekali-kali bermain-main dalam masalah keimanan dan kemusyrikan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebab, pertaruhannya sangatlah mahal.  Karena itu, sekali lagi, kita patut berhati-hati jangan sampai terjatuh ke dalam kemusyrikan. Peringatan Allah sangatlah jelas: bahwa Allah sangat murka jika diserikatkan dengan yang lain. Dalam suasana bencana dan musibah yang tiada henti sekarang ini, kaum Muslim, khususnya para pemimpin negara ini, patut merenungkan dengan mendalam masalah kemusyrikan ini. Jangan hanya sibuk mengandalkan ilmu geologi, meteorologi dan geofisika. Semuanya tidak mungkin terjadi kecuali dengan izin dan kekuasaan Allah SWT. Allah berkuasa menghentikan gempa, menghentikan lumpur panas, menenangkan gelombang lautan, dan memindahkan turunnya hujan.

Sekali lagi, kita mengimbau para pemimpin kita: Jangan bermain-main dengan dosa syirik! Tugas dan kewajiban kita hanyalah menyampaikan nasehat. Selanjutnya, terserah kepada mereka. [Depok, 5 Januari 2006/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Keyakinan dan Kegigihan Nabi Ibrahim a.s.”

Sabtu, 30 Desember 2006
Prof. Syafii Maarif menyatakan semua pemikiran manusia adalah nisbi. Namun, ia masih mengecam orang yang berbeda denganya. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-176
Oleh: Adian Husaini

Setiap merayakan hari Raya Idul Adha, umat Islam senantiasa diingatkan akan keteladanan seorang Nabi Allah yang sangat agung dan mulia, yaitu Nabiyullah Ibrahim a.s. Beliau adalah teladan umat manusia, yang memiliki pribadi yang agung, mulia, yang memberikan keteladanan dalam menegakkan kalimah tauhid dalam situasi yang sangat sulit. Beliau hidup di tengah masyarakat penyembah berhala, penyembah dan pengagung batu.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai seorang yang cerdas, jujur, berani, dan telah menemukan kebenaran Tauhid, Ibrahim a.s., tidak dapat berdiam diri dengan tradisi dan kebobrokan masyarakatnya seperti itu. Sebab, memang tugas para Nabi yang utama, adalah menegakkan kalimah tauhid, dan menjauhi thaghut. “Dan sungguh telah kami utus Rasul kepada tiap-tiap kaum, (untuk menyeru umatnya), agar mereka menyembah Allah dan menjauhi thaghut.” (QS al-Nahl:36).

Oleh karena itu, semua utusan Allah mendapatkan tugas untuk menegakkan kalimah tauhid, bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan ditaati. Tidak ada Tuhan selain Allah. Karena itu, kisah-kisah para Nabi Allah senantiasa merupakan kisah pemberantasan kemuysrikan. Sebab, dalam pandangan Allah SWT, syirik adalah dosa besar, dan merupakan kezaliman yang besar. Lukman menitipkan pesan kepada anaknya: “Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik (itu) (mempersekutukan Allah) adalah kezaliman yang besar.” (QS. Lukman: 13)

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, kezaliman bukan hanya kezaliman terhadap manusia. Tetapi, ada jenis kezaliman yang sangat besar, yaitu kezaliman terhadap Allah, dengan menyekutukan Allah dengan yang lain. Nabi Musa a.s. begitu murka dikhianati kaumnya yang menyembah patung sapi. Karena menyekutukan Allah dengan menyembah patung sapi itulah, maka orang-orang itu dihukum dengan cara membunuh diri mereka sendiri. Nabi Musa a.s. diturunkan Allah untuk melawan Fir’aun yang sudah menjadikan dirinya sebagai Tuhan. Itulah tindakan syirik yang mebawa kehancuran kepada Fir’aun.

Setiap Nabi dibebani misi untuk mengingatkan manusia, agar jangan menyembah dan beribadah kepada selain Allah. Jangan menyembah batu, jangan menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan, jangan menjadikan harta, jabatan, dan manusia lain, sebagai tuhan, yang lebih dicintai, dihormati, diagungkan, dan ditaati, selain dari Allah SWT.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan membawa misi seperti itu, maka dengan tegas, lembut, dan tulus, Nabi Ibrahim menasehati ayah dan kaumnya, agar mereka meninggalkan sesembahan batunya, meninggalkan tuhannya yang lama, dan beralih menyembah Tuhan yang sejati, Allah SWT.

Dikisahkan dalam Al-Quran: ”Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala ini sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaum engkau dalam kesesatan yang nyata.” (Al-An’am: 74).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cobalah kita refleksikan ungkapan Nabi Ibrahim itu dalam kondisi masyarakat saat ini, dimana berbagai tindakan syirik dan menyepelekan Allah sedang merajalela dalam berbagai bentuknya. Suatu tradisi yang dianggap sudah mapan dan dianggap sebagai kebenaran oleh mayoritas masyarakatnya, digugat dengan satu perkataan yang tajam dan berani. Ibrahim tidak gentar dengan resiko yang dihadapinya. Ia sangat serius dalam menggugat tradisi penyembahan berhala. Nabi Ibrahim juga berdoa kepada Allah, agar anak keturunannya dijauhkan dari menyembah berhala. (QS Ibrahim: 35-36)

Al-Quran menggambarkan sosok Ibrahim dengan gambaran yang berbeda dengan konsep Yahudi, yang menekankan pada aspek “darah” atau “garis keturunan”. Ibrahim diklaim kaum Yahudi sebagai nenek moyang bangsa Yahudi. Klaim Yahudi adalah klaim rasialis, karena Yahudi memang bangsa yang sangat rasialis. Tuhan mereka, yang sebagian Yahudi menyebutnya dengan nama ‘Yahweh’ adalah Tuhan yang dikhususkan untuk bangsa Yahudi (henoteisme).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Berbeda dengan Yahudi, Al-Quran lebih menekankan sosok Ibrahim sebagai tokoh pembela dan penegak Tauhid, dan menekankan aspek “keimanan” dan “kesalehan” kepada Allah sebagai jalan menuju keselamatan, tanpa pandang bulu, apakah ia bangsa Yahudi atau Arab. Bahkan, untuk orang-orang yang sudah secara formal mengaku beragama Islam pun tidak dijamin keselamatannya jika tidak benar-benar beriman kepada Allah, Hari akhir, dan melakukan amal shalih. Kriteria iman yang sejati, bukanlah sekedar ‘ngaku-ngaku’, tetapi harus benar-benar diyakini dan diamalkan. (QS 2:62). Karena itulah, dalam Al-Quran  disebutkan, ada orang-orang yang mengaku-aku beriman tetapi sejatinya mereka tidak beriman. (QS 2:8).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Al-Quran melawan paham rasialis Yahudi dengan mendasarkan keselamatan seseorang hanya semata-mata karena faktor iman dan amal shaleh. Islam adalah agama yang menghapus tuntas problema rasialisme yang hingga kini masih bercokol di belahan dunia Barat. Jika Yahudi mengklaim bahwa Ibrahim adalah Bapak bangsa Yahudi, maka

Al-Quran menegaskan, bahwa: “Ibrahim bukanlah Yahudi atau Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang hanif dan Muslim, dan dia bukanlah orang musyrik.” (Ali ‘Imran: 67).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Al-Quran begitu jelas menempatkan posisi dan sosok Ibrahim sebagai sosok pembela Tauhid dan penentang keras kemusyrikan. Kata Nabi Ibrahim, seperti disebutkan dalam Al-Quran: “Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar (hanif), dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” (Al-An’am:79).

Menyongsong Idul Adha 1427 Hijriah ini, satu makna penting yang perlu kita ambil adalah meneladani kegigihan Nabi Ibrahim dalam menegakkan agama Tauhid dan melawan kemusyrikan. Nabiyullah Ibrahim tidak gentar menghadapi hegemoni paganisme di tengah masyarakatnya. Ia tampil sebagai manusia merdeka yang bertauhid, yang hanya menyandarkan dirinya kepada Allah SWT, meskipun harus berhadapan dengan tradisi pagan. Bahkan, karena perbuatannya melawan kemusyrikan, beliau akhirnya harus menghadapi ujian yang sangat berat, terutama yang datang dari tengah keluarganya sendiri. Ia harus berhadapan dengan ayah dan kaumnya sendiri yang bertahan dalam kemusyrikan dan menentang ketauhidan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Membaca kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam menegakkan kalimah Tauhid itu, kita tentu memahami, bahwa Nabiyulllah Ibrahim sangat yakin dengan kebenaran Tauhid yang diyakininya. Tauhid memang mensyaratkan keyakinan, dan menolak keraguan atau relativisme nilai. Dalam Tauhid yang ada adalah haq dan bathil, salah dan benar. Yang benar harus ditegakkan dan yang salah harus diruntuhkan, sebagimana dicontohkan oleh Nabiyullah Ibrahim a.s.

Umat Islam adalah umat yang menerima dan meyakini semua Nabi yang diutus oleh Allah SWT. Kita tidak membeda-bedakan antara satu dengan yang lain. Kita menerima dan mengimani kenabian Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad saw. Kaum Yahudi menolak kenabian Isa dan Muhammad. Kaum Nasrani menolak untuk mengimani kenabian Muhammad saw. Umat Islam adalah umat yang paling konsisten dalam mengikuti sunnah Ibrahim a.s. dan paling banyak menyebut namanya serta mendoakannya. Bukan hanya mereka yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, tetapi setiap hari dalam shalat lima waktu, kita senantiasa membaca shalawat (doa) untuk Nabiyullah Ibrahim a.s. bersama dengan shalawat untuk Nabi Muhammad saw.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Adakah umat lain yang begitu besar kecintaannya kepada Nabi Ibrahim selain umat Islam, yang setiap hari berulang kali menyebut namanya dalam ibadah wajibnya?

Tidak berbeda dengan tugas Nabi-nabi sebelumnya, Nabi Muhammad saw diperintahkan Allah SWT untuk menjelaskan tentang konsep Tauhid dalam Islam dan mengajak kaum Yahudi dan Kristen untuk bersama-sama menganut Tauhid dan meninggalkan tindak kemusyrikan yang sangat dimurkai oleh Allah SWT. Rasululullah saw diperintahkan oleh Allah SWT:

“Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah kepada satu kalimah (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dengan kalian, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak menyekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang Muslim.” (QS 3:64).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam urusan tauhid inilah kita wajib meneladani apa yang telah dilakukan oleh para Nabi. Tauhid tentu tidak mungkin bersatu dengan syirik, sebab tauhid berlandaskan kepada keyakinan. Para Nabi begitu gigih dalam memberantas kemuysrikan. Para Nabi itu tentu berangkat dari keyakinan dan kepastian iman, bukan dari keraguan atau kenisbian iman. Keimanan mereka kokoh, bahwa Tauhid adalah benar, dan syirik adalah salah. Tentu saja, mereka memiliki keyakinan itu berdasarkan kepada pemahaman yang yakin pula. Mereka sama sekali bukan penganut paham relativisme akal, relativisme iman, atau relativisme kebenaran.

Keyakinan dalam iman inilah yang seyogyanya ditanamkan oleh para cendekiawan dan ulama. Kita tidak habis pikir, bagaimana mungkin ada pikiran pada sebagian cendekiawan yang menyebarkan paham relativisme akal dan kebenaran, seperti yang dilakukan oleh Syafii Maarif melalui artikelnya di Republika (Jumat, 29 Desember 2006) yang berjudul “Mutlak dalam Kenisbian”.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dia menulis: “Iman saya mengatakan bahwa Al-Quran itu mengandung kebenaran mutlak, karena ia berhulu dari yang Mahamutlak. Tetapi sekali ia memasuki otak dan hati manusia yang serba nisbi, maka penafsiran yang keluar tidak pernah mencapai posisi mutlak benar, siapa pun manusianya, termasuk mufassir yang dinilai punya otoritas tinggi, apalagi jika yang menafsirkan itu manusia-manusia seperti saya… Jika ada orang yang mengatakan bahwa penafsirannya mengandung kebenaran mutlak, maka ia telah mengambil alih otoritas Tuhan.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Terhadap pernyataan Syafii itu kita perlu lakukan klarifikasi dan koreksi. Banyak sekali kalangan cendekiawan yang terjebak oleh logika dikotomis semacam ini. Yang perlu ditekankan, adalah bahwa Al-Quran memang Kalamullah, tetapi Al-Quran diturunkan untuk manusia. Allah tidak menuntut manusia menjadi Tuhan dan tidak mungkin manusia memahami Al-Quran sama dengan Allah memahaminya. Tidak mungkin manusia menjadi Tuhan. Karena itu, jika seorang mufassir atau seorang Muslim memahami dan meyakini pemahamannya bahwa Allah itu satu, bahwa Nabi Isa tidak disalib, bahwa babi itu haram, tidak bisa dikatakan, bahwa sang mufassir itu sedang menggantikan posisi Tuhan karena telah memutlakkan pendapatnya. Sebab, memang, di luar pemahaman (kebenaran) yang satu itu, tidak ada kebenaran lain. Dalam hal-hal yang pasti (qath’iy), memang hanya ada satu penafsiran yang benar. Tidak mungkin ada dua pemahaman yang berlawanan. Misalnya, tidak mungkin dipahami, bahwa Nabi Isa tidak disalib sekaligus juga disalib. Tidak mungkin ada pemahaman bahwa Allah itu satu, tetapi sekaligus juga banyak. Tidak mungkin kita memahami bahwa babi itu haram sekaligus juga halal. Jika kita memahami bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi, maka tidak mungkin pada saat yang sama kita juga menisbikan pendapat kita bahwa ada kemungkinan beliau saw juga bukan nabi. Na’udzubillah. Dalam hal ini, keyakinan bahwa Muhammad saw adalah seorang nabi memang bersifat mutlak, tidak ada keraguan sedikit pun dan tidak ada kenisbian sedikit pun. Tentu, ‘kemutlakan’ di sini adalah dalam batas-batas manusia, karena kita memang tidak mungkin menggantikan posisi Tuhan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam hal sederhana, kita bisa bertanya, apakah Pak Syafii Maarif berani membuat pernyataan: “Karena pemikiran saya bersifat nisbi, maka kelelakian saya adalah nisbi dan tidak mutlak.” Begitu juga, apakah beliau berani membuat pernyataan: “Karena pemahaman akal saya terhadap Allah adalah nisbi, maka keimanan saya kepada Allah juga bersifat nisbi dan tidak mutlak.” Apakah Pak Syafii Maarif berani membuat pernyataan seperti itu? Jika berani, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Cukup mengelus dada dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Kita tunggu saja apa yang terjadi kemudian.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kenyataannya, Syafii Maarif juga tidak konsisten. Jika ia menyatakan semua pemikiran manusia adalah nisbi, maka pemikiran dia pun nisbi. Sebab itu, dia tidak perlu menyalahkan atau mengecam orang yang berpendapat lain dengan pendapatnya, serta memaksa manusia lain untuk menisbikan pendapatnya, seperti dia. Ketika dia menyalahkan orang lain, maka dia sendiri pun sudah memutlakkan pendapatnya.

Yang jelas, keberanian Nabi Ibrahim a.s. dalam meruntuhkan berhala-berhala kaumnya tidak mungkin muncul dari sebuah keimanan yang nisbi dan relatif; tetapi muncul dari pemikiran dan keyakinan yang mutlak, bahwa menyembah berhala adalah tindakan syirik dan salah sampai kapan pun! Wallahu a’lam bis-shawab. [Depok, 29 Desember 2006/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”Hindu versus Hindu Bali”

Senin, 02 April 2007
Konflik Hindu di Bali bisa dijadikan pelajaran kaum Muslim. Bahwa, Al-Quran, tidak bisa diperselisihkan. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-188

Oleh: Adian Husaini

Majalah Hindu RADTIYA edisi Maret 2007 ini menulis laporan utamanya dengan judul “Hindu versus Hindu Bali”. Majalah ini menggambarkan kondisi perpecahan dalam tubuh agama Hindu Bali yang akhirnya berujung pada pemunculan agama baru bernama “Hindu Bali” yang berbeda dengan agama Hindu. Pemimpin Redaksi Majalah ini, Putu Setia, menulis kolom editorial berjudul  “Kenapa Saya Tetap Hindu (dan bukan Hindu Bali).”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Agama baru yang bernama Hindu Bali itu kini sudah resmi diayomi oleh Parisada Dharma Hindu Bali (PDHB), yang resmi dikibarkan pada 28 Januari 2007. Secara nasional, agama Hindu bernaung di bawah Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI). Tetapi, sudah sejak tahun 2001, terjadi dualisme dalam kepengurusan PHDI Bali, yaitu PHDI versi Besakih dan PHDI versi Campuan.

Perpecahan di kalangan tokoh agama Hindu di Bali ini telah menimbulkan kebingungan dan kemarahan di kalangan umat Hindu sendiri, seperti diutarakan oleh Jero Mangku Oka Swadiana dalam surat pembaca di Majalah ini. Dia menulis: “Dualisme inilah yang membuat kebingungan umat Hindu di Bali yang menandakan kekerdilan cara berpikir tokoh-tokoh agama Hindu yang hanya berani bertengkar secara intern di kalangan umat Hindu sendiri.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penulis surat pembaca ini mengecam pembentukan PHDB, dengan menyatakan, bahwa pembentukan PHDB adalah akibat rasa ego, fanatik, kemunafikan, dan jiwa kerdil tokoh-tokoh agama. “Namun kami sarankan kepada seluruh umat janganlah terpengaruh terhadap lembaga-lembaga yang dibentuk oknum-oknum tertentu, apapun namanya, berapa pun banyaknya. Jika memang tidak ada manfaatnya untuk kerukunan, ketentraman, kesejahteraan umat, anggap saja itu tidak ada.”

Putu Setia juga tidak kalah keras dalam mengkritik pembentukan Agama Baru Hindu Bali ini. Dia mengakui, para pendiri PHDB adalah tokoh-tokoh yang dihormatinya, para intelektual, tempatnya berguru, dan menjadi idolanya. ”Jadi ini pasti persoalan yang serius, kembali ke agama Hindu Bali, yang memang agama yang dipeluk resmi oleh orang Bali sebelum 1960-an,” tulis Putu, yang juga dikenal sebagai wartawan senior.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Setelah mempelajari duduk persoalan dan Piagam Samuan Tiga – piagam pendirian Agama Hindu Bali –  Putu Setia memutuskan ”saya memutuskan untuk tetap beragama Hindu, dan bukan Hindu Bali.”

Berbeda dengan agama Hindu pada umumnya, agama Hindu Bali memiliki sejumlah ajaran yang khas, sebagaimana disebutkan dalam Piagam Samuan Tiga. Misalnya: (1) Dasar pelaksanaan agama yang mengacu pada Weda Sruti, Weda Smerti Darsana, Tantra dan kearifan lokal yang disarikan dalam lontar-lontar; (2) Landasan keimanan (Sradha) kepada Tuhan adalah Siwa Tatwa dengan Paham Monoteisme (Eka Twa Aneka Twa Swa Laksana Batara); (3) Menyembah Tuhan (Sang Hyang Widhi) lebih khusus disebut Bhatara Siwa, Dewa Dewi, dan Hyang leluhur; (4) Mempunyai pemujaan yang disebut Sanggah/Pemerajan dan Pura; (5) Melaksanakan upacara Panca Yadnya menggunakan sarana banten dengan pekemnya yang khas dipimpin oleh Wiku Huwus Kertha Diksita dan Pemangku dengan atribut serta sesana yang khas pula; dan (6) Agama Hindu yang menjadikan Sosio-kultural Bali sebagai media pelaksananya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Putu Setia mengkritik sejumlah dasar-dasar ajaran agama Hindu Bali tersebut. Dia katakan, bahwa jika agama Hindu Bali mengacu pada Weda Smerti dan seterusnya yang sudah disarikan dalam lontar, maka itu  adalah suatu ”pembodohan luar biasa”. Menurut Putu, lontar adalah sarana tulis menulis, bukan sesuatu yang dikeramatkan. Di masa lalu, Weda memang disarikan dalam lontar, karena lontar adalah sarana satu-satunya setelah selesai zaman batu dan zaman kayu. Putu mempertanyakan, kenapa ”alat” ini yang dijadikan rujukan? Apakah Weda yang sekarang ini ditulis dalam buku atau dalam file komputer tidak dapat dijadikan rujukan. Lagi pula apakah seluruh Catur Weda itu sudah disarikan dalam lontar? Karena merasa aneh dengan ajaran itu, Putu Setia menegaskan, ”Ini sesuatu yang aneh, karena itu point pertama Piagam Samuan Tiga langsung membuat saya tidak mau kembali ke agama Hindu Bali. Maaf, nalar saya masih jalan.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Putu juga tersentak ketika membaca poin ketiga. Menurutnya, meskipun dia adalah penganut Siwa Tatwa, tetapi leluhurnya mengajarkan menyembah tiga dewa utama yang disebut Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa). Konsep Tri Kahyangan masih tetap hidup di Bali, karena itu dewa yang dipuja tak hanya Bhatara Siwa, juga Brahma dan Wisnu. Dalam soal banten (sesajen), Putu mengaku telah lama menganjurkan, agar orang Hindu membuat banten yang disesuaikan dengan alam Bali, karena hakekat banten adalah mempersembahkan alam sekitar.”Bukan buah apel atau peer dari Amerika. Lihat kenyataan saat ini, bertruk-truk janur datang dari Jawa, kenapa kita memperkaya orang Jawa dan memiskinkan orang Bali untuk membuat banten yang besar-besar?  Kenapa banten tidak disesuaikan dengan kemampuan, baik kemampuan diri sendiri maupun kemampuan alam sekitar yang menopangnya? Orang Bali jual tanah untuk beli janur, orang Jawa beli tanah dengan menjual janur, ayam, itik, dan lainnya,” tulis Putu mengkritik tradisi di Bali.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Meskipun mendapat kritik dan tentangan, PDHB tetap jalan terus. Menurut Ketua Harian PDHB, Ia Bagus Putu Sudarsana, PDHB adalah usaha kembali ke jati diri, sesuai asal mula pembentukan Parisada Hindu tahun 1959. ”Jadi agama yang ada dan dicita-citakan sejak dulu itu adalah agama Hindu Bali,” ujarnya kepada majalah RADITYA.

Dengan terbentuknya PDHB, berarti lembaga ini mencita-citakan suatu model praktik beragama yang khas Bali. ”Cita-cita kami adalah mengajegkan Agama Hindu Bali yang dipraktikkan sejak masa silam. Namun jangan salah makna, Bali di sini tidak menunjuk tempat. Namun agama Hindu Bali maksudnya adalah umat Hindu yang dalam praktik beragamanya menggunakan banten, maka ia termasuk pemeluk agama Hindu Bali, di mana pun mereka berada,” jelas IB Sudarsana.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam programnya, PDHB hanya mengkhususkan untuk membina umat yang mempraktikkan agama Hindu Bali saja; agama Hindu lainnya atau yang tidak ada embel-embelnya tentu tidak akan dibina. Pedoman penting agama Hindu Bali adalah Weda yang diterjemahkan dalam lontar, dan Weda yang diterjemahkan dalam buku-buku, tidak dipakai oleh agama Hindu Bali. Keputusan untuk menggunakan Weda yang dari lontar ini dikritik juga oleh I. Ketut Wiana, ketua Sabha Walaka PHDI Pusat. Dia menyatakan, bahwa hal itu adalah langkah mundur PDHB.

Menurut kajiannya, lontar adalah berbagai catatan tentang cara-cara beragama orang Bali di masa lalu. Kini, masa lalu telah lewat, jadi ada lontar yang cocok dengan zaman kini dan ada yang perlu direvisi, dengan menggunakan rujukan Weda. ”Mestinya kalau kembali ke jati diri, ya kembali kepada Weda sebagai penuntun agama Hindu, bukan ke lontar,” kata Ketut Wiana.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Walhasil, PDHB lahir untuk menegaskan eksistensi agama Hindu Bali. Seorang tokohnya menyatakan, ”Biarlah ada Hindu Jawa, Hindu Tengger, Hindu Kaharingan, karena kita memang berbeda-beda. Soal Hindu Nusantara atau Hindu Indonesia, silakan itu menjadi urusan PHDI.”

Begitulah berita terbaru dari kasus konflik internal dalam agama Hindu sebagaimana ditulis dalam Majalah RADITYA, sebuah majalah Hindu pertama di Indonesia. Sebagai Muslim kita bisa mengambil banyak pelajaran dari kasus tersebut. Berbeda dengan tradisi dalam Hindu, Islam sangatlah ketat dalam soal dasar agama, terutama Al-Quran.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang tidak diperselisihkan sepanjang zaman. Al-Quran tetap dalam bahasa Arab dan umat Islam sedunia sekarang berpegang pada mushaf yang sama, yaitu mushaf Utsmani. Al-Quran kita yakini sebagai wahyu Allah yang diturunkan bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk seluruh umat manusia, karena itu umat Islam tidak memerlukan Al-Quran edisi revisi atau Al-Quran edisi kritis seperti yang digagas oleh kaum orientalis atau Islam Liberal. (Untuk gagasan Al-Quran Edisi Kritis, lihat tulisan Taufik Adnan Amal berjudul ”Edisi Kritis Alquran” dalam buku Wajah Liberal Islam di Indonesia terbitan JIL, 2002).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan sifat otentisitas dan finalitas Al-Quran sebagai sumber utama agama Islam, maka Islam juga masih menjadi agama yang satu, dengan Tuhan yang satu, kiblat yang satu, Nabi uswah hasanah yang satu, dan ritual yang satu. Sehingga, tidak perlu muncul ”Islam Jawa”, ”Islam Sumatra”, ”Islam Bali”, ”Islam Hongkong”, ”Islam Arab”, ”Islam Amerika” dan sebagainya. Islam adalah Islam. Di mana pun kita akan bertemu dengan orang Islam yang membaca Al-Quran yang sama, melafazkan nama Tuhannya dengan bacaan yang sama, bertakbir dengan ucapan yang sama, bersujud dengan cara yang sama. Sebab, dalam keyakinan umat Islam, Islam adalah agama wahyu, yang nama agama ini, Islam, diberikan langsung oleh Allah melalui kitab Al-Quran.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seharusnya, kaum Muslim tidak merusak nama ”Islam” dengan menambahkan berbagai embel-embel yang akhirnya  justru bisa mengaburkan makna Islam itu sendiri, seperti ”Islam fundamentalis”, ”Islam inklusif”, ”Islam Protestan”, ”Islam Liberal”, ”Islam Jawa”, dan sebagainya. Ini berbeda dengan tradisi Yahudi, Kristen, Hindu, dan sebagainya, yang telah biasa dengan ”pluralitas agama” dalam agama. Karena itu, dalam Islam, ada pembatasan yang ketat dalam soal batas-batas keislaman. Ada rukun iman dan rukun Islam.

Dunia Islam, misalnya, sepakat bahwa Ahmadiyah  adalah aliran di luar Islam, karena memiliki nabi sendiri dan kitab suci lain disamping Al-Quran. Meskipun mereka tetap mengakui Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan menerima Al-Quran sebagai Kitab Suci mereka.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita pernah disuguhi iklan ”Islam warna-warni” di berbagai setasiun TV. Pada satu sisi, kita diajak untuk menerima kenyataan bahwa dalam Islam ada berbagai perbedaan. Tetapi, sayangnya, iklan itu tidak menjelaskan, bahwa perbedaan itu ada batasnya, sehingga tetap layak disebut sebagai ”Islam”. Karena itu ada ”syahadat” dalam Islam. Menteri Agama RI pernah mengusulkan kepada Ahmadiyah agar mereka membuat agama baru, karena memiliki perbedaan yang mendasar dengan umat Islam lainnya. Jika seseorang atau satu kelompok tidak lagi meyakini bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, sudah tidak percaya lagi bahwa Al-Quran adalah wahyu dari Allah, dan tidak percaya lagi bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir dan uswah hasanah, maka pada hekekatnya, orang atau kelompok tersebut tentulah sulit masih layak dimasukkan ke dalam kategori Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Apa yang sudah menimpa kaum Yahudi, Kristen, dan Hindu, perlu menjadi pelajaran bagi umat Islam. Karena itulah, Al-Quran banyak menjelaskan tentang kondisi kaum Yahudi dan Nasrani dan juga memerintahkan kita agar berjalan di muka bumi dan melakukan pengamatan terhadap berbagai kaum yang lain. Para ulama kita pun dulu banyak sekali melakukan kajian yang mendalam terhadap agama-agama selain Islam. Wallahu a’lam. [depok, Maret 2007/http://www.hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com/

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT NATAL – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

”40 Tahun Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia”

Sabtu, 24 Maret 2007
40 Tahun DDII berdakwah. Gedung tinggi, belum cukup untuk menghadapi sekularisasi yang makin menggila. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-188

Oleh: Adian Husaini

Belum lama ini, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia — secara resmi disingkat ‘Dewan Da’wah’ — memasuki usia 40 tahun. Dewan Da’wah didirikan pada Hari Sabtu, 17 Dzulqa’dah 1386 H/27 Februari 1967. Para pendirinya adalah tokoh-tokoh Islam terkemuka di Indonesia, yang juga para pendiri bangsa (founding fathers), seperti Dr. Mohammad Natsir (Perdana Menteri pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia), Prof. HM Rasjidi (Menteri Agama Pertama), Mr. Mohammad Roem (Menteri Luar Negeri RI, dan penandatangan Perjanjian Roem-Van Roejen), Mr. Sjafroedin Prawiranegara (Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia pertama), Mr. Burhanuddin Harahap, Prawoto Mangkusasmito, Prof. Kasman Singodimedjo, Osman Raliby, HM Yunan Nasution, Datok Palimo Kayo (mantan Duta Besar di Irak), dan sebagainya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ketika itu, rezim Orde Baru baru saja memegang tampuk kekuasaan. Umat Islam sangat berharap rezim ini akan mengakomodasi aspirasi Islam. Harapan itu begitu besar, mengingat belum lama, umat Islam dan TNI bahu-membahu dalam melawan kekuatan komunis di Indonesia. Namun, harapan itu ternyata tidak terwujud. Gelagat rezim Orde Baru untuk menindas aspirasi politik dan ideologi Islam sudah semakin menonjol. Islam dianggap sebagai ancaman bagi program politik dan pembangunan ala Orde Baru, yang kemudian ternyata mengikuti skenario ‘pembangunanisme’ ala IMF. Stabilitas nasional – termasuk stabilitas ideologi – dijadikan prioritas. Pancasila, bukan saja dijadikan sebagai dasar negara, tetapi kemudian dikembangkan sebagai ‘pandangan hidup’ dan ‘pedoman moral’ bangsa. Padahal, masing-masing agama sudah memiliki sistem dan nilai moral sendiri.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Proses de-Islamisasi dilakukan secara bertahap dan sistematis. Dalam politik, misalnya, partai Masyumi tidak diizinkan untuk dihidupkan kembali. Secara bertahap, berbagai penataan di bidang politik dilakukan. Pada pemilu pertama era Orde Baru, tahun 1971, ada sekitar 2.500 tokoh-tokoh Masyumi dilarang untuk dicalonkan. Tahun 1973, dilakukan fusi partai-partai Islam ke dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Nama partai ini sudah tidak khas Islam lagi. Yang tersisa adalah simbolnya (Ka’bah) dan asasnya (Islam). Secara bertahap, simbol Ka’bah pun diganti dengan gambar bintang. Dan tahun 1983 keluar Undang-undang asas tunggal untuk partai-partai yang mewajibkan semua partai politik berasaskan Pancasila. Tahun 1985, ketentuan asas tunggal ini dikenakan untuk Ormas.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Proses de-Islamisasi ini secara bersamaan dilakukan dengan proses Jawanisasi atau ‘Majapahitisasi’. Para aktor intelektual rezim Orde Baru ketika itu, benar-benar secara maksimal ingin menyingkirkan ‘aroma Islam’ dari berbagai arena politik dan pemerintahan. Nama-nama dan simbol negara – sampai simbol dan semboyan departemen pemerintahan — dijauhkan dari ‘aroma Islam’. Sampai nama-nama ruangan di Gedung DPR/MPR diberikan dalam nama-nama Jawa. Hingga kini, Jawanisasi ini masih tersisa kuat dan sering tampak lucu serta dipaksakan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai contoh, lihatlah tulisan besar di tembok beton depan Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Jalan Gatot Subroto. Di situ tertulis huruf-huruf besar semboyan resmi pendidikan nasional Indonesia: “ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI.” Seorang Ustad Betawi yang bersama saya melewati Gedung itu saya tanyakan arti dari kalimat itu. Dia sama sekali tidak mengerti. Warisan rezim lama ini masih tetap dilestarikan. Padahal, apa susahnya mengganti semboyan pendidikan itu dengan bahasa Indonesia yang mudah dimengerti oleh seluruh rakyat Indonesia? Bukankah, katanya, kita berbahasa satu, bahasa Indonesia? Jika Undang-undang dasar saja bisa diamandemen, apakah semboyan pada Departemen yang ’Jawa Centris’ itu tidak bisa diubah?

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mengapa semboyan itu tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan “Mencari Ilmu adalah Ibadah”. “Tuntutlah Ilmu Sampai Akhir Hayat”, dan sebagainya. Rezim berganti rezim. Menteri berganti menteri. Tetapi, semboyan yang tidak ‘nasionalis’ itu tetap saja dipertahankan. Sudah beberapa kali tokoh-tokoh organisasi Islam menduduki jabatan sebagai Menteri Pendidikan. Tapi, semboyan pendidikan nasional itu seperti tidak tersentuh dan tak terpikirkan untuk diubah supaya lebih ’mengindonesia’, supaya bisa dipahami oleh bangsa Indonesia. Ini tentu tanpa mengurangi rasa hormat terhadap tokoh pendidikan Kihadjar Dewantara.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di bidang pemikiran Islam, pemerintah Orde Baru juga melakukan berbagai upaya de-Islamisasi dan sekularisasi. Secara strategis, upaya pembaruan pemikiran dan pendidikan Islam dilakukan. Di level publik dan organisasi Islam, pada 2 Januari 1970, muncullah Nurcholish Madjid yang secara resmi menggulirkan ide sekularisasi dari dalam tubuh organisasi Islam. Di kampus Islam, mulai ditanamkan studi Islam ala orientalis yang dimotori oleh Harun Nasution. Tahun 1973, secara resmi, buku karya Harun Nasution yang berjudul “Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya” dijadikan sebagai buku wajib dalam studi Islam di seluruh perguruan tinggi Islam. Perkembangan sekularisasi dan liberalisasi di Indonesia sudah sering kita bahas dalam catatan ini.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menghadapi situasi dakwah yang seperti itu, para tokoh Islam yang dulunya aktif dalam Partai politik Masyumi, mulai merumuskan langkah dakwah yang baru. Mereka kemudian berkumpul di Masjid al-Munawarah Tanah Abang Jakarta. Dari situlah tercetus ide pembentukan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, yang secara resmi didirikan pada 27 Februari 2007.

Para tokoh Dewan Da’wah kemudian merumuskan langkah-langkah dakwah yang sistematis, yang dalam istilah Dr. Moh. Natsir, dibagi dalam dua jenis, yaitu “binaan wa difa’an. Dakwah adalah melakukan pembinaan di tengah umat dalam berbagai bentuknya, dan juga sekaligus mempertahankan Islam dari berbagai serangan yang merusak Islam. Bisa dikatakan, ini adalah rumusan ‘al-amru bil ma’ruf wal nahyu ‘anil munkar’.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sejak saat itu, Dewan Da’wah menjadi salah satu komponen umat Islam yang menjadi garda depan dalam pengembangan dakwah di Indonesia. Di kampus-kampus, Dewan Da’wah memelopori pembangunan masjid kampus dan pembinaan keislaman dosen-dosen serta mahasiswa Islam. Dewan Da’wah juga aktif membantu pengiriman dosen dan mahasiswa Islam untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Bersama Badan Kerjasama Pondok Pesantren, Dewan Da’wah pun terlibat dalam pembangunan dan pengembangan pesantren. Belum lagi pembinaan dai dan masjid-masjid di seluruh Indonesia. Di bidang penerbitan, Dewan Da’wah tercatat sangat aktif dalam berbagai bentuk penerbitan Islam, baik buku, majalah, maupun buletin dakwah di masjid-masjid.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Apa yang dilakukan oleh Dewan Da’wah, terutama melalui pemikiran tokohnya, Moh. Natsir, merupakan sesuatu yang sangat berarti dalam perjalanan dakwah di Indonesia. Tetapi, saat ini, sebagian kalangan Muslim sendiri mencoba mengecilkan nama dan arti seorang Natsir, dengan mengangkat nama Nurcholish Madjid sebagai cendekiawan terbesar dan tokoh Islam kultural di Indonesia. Dalam sebuah diskusi terbatas, saya pernah mengkritik draft naskah sebuah buku terbitan sebuah universitas di Australia yang menyebutkan tokoh Islam kultural di Indonesia adalah Nurcholish Madjid. Nama Moh. Natsir, Hamka, dan sebagainya, justru tidak disebut-sebut sebagai tokoh Islam kultural. Padahal, Nurcholish Madjid sendiri sering bangga dijuluki sebagai ‘Natsir muda’.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kini diusianya yang sudah 40 tahun, Dewan Da’wah telah jauh berkembang. Dewan Da’wah memiliki perwakilan di 32 propinsi dan lebih dari 200 daerah tingkat II di Indonesia. Berbagai kegiatan dakwah yang terus dilakukan Dewan Da’wah diantaranya: Pengelolaan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, penerbitan majalah, buletin, buku, program bantuan sosial, pembangunan masjid-masjid di seluruh Indonesia, dan sebagainya. Kini, Dewan Da’wah membawahi ribuan dai yang tersebar di seluruh Indonesia, baik yang berada di daerah-daerah perkotaan sampai di pelosok-pelosok pedalaman atau daerah terpencil.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Saat ini, Dewan Da’wah sedang menyelesaikan Gedung Menara Dakwah setinggi 8 lantai, di pusat kota Jakarta, di Jalan Kramat Raya 45, yang bisa dikatakan sebagai gedung dakwah tertinggi di Jakarta. Gedung ini akan dimanfaatkan untuk perkantoran Dewan Da’wah, ruang kuliah STID Moh. Natsir, ruang perpustakaan, pusat multimedia, dan sebagainya.

Sejak berdirinya, Dewan Da’wah telah menjalin kerjasama dakwah dengan sejumlah lembaga Islam internasional seperti Rabithah Alam Islamy di Mekkah, al-Haiah Khairiyah al-Islamiyah Kuwait, Komite Koordinasi Amal Islamy—Organisasi Konferensi Islam Jeddah, International Islamic Council for Da’wah and Relief (IICDR) Kairo, Haiah al-Ighatsah al-Islamiyah al-Alamiyah Jeddah, RISEAP Kuala Lumpur, Muassasah Da’wah Islamiyah Alamiyah Tripoli, Jemaat Islamy Pakistan, Amanah ‘Ammah li-Syuun al-Haramain Saudi Arabia, dan sebagainya. Ketua Umum Dewan Da’wah sekarang, H. Hussein Umar, duduk sebagai Anggota Badan Eksekutif al-Haiah al-‘Ulya li-Tansiq al-Munadhamat al-Islamiyah yang berpusat di Mekah.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di zaman sekularisasi dan liberalisasi yang semakin menggila saat ini, tantangan dakwah yang dihadapi Dewan Da’wah juga semakin berat komplek. Semua ini membutuhkan pemikiran, perencanaan, dan pelaksanaan dakwah yang semakin canggih dan serius. Dalam istilah Ketua Dewan Dakwah, Ustad Syuhada Bachri, saat ini dalam dakwah, kita harus melakukan ‘kerja keras’ dan ‘kerja cerdas’. Kerja keras saja tidak cukup, tanpa disertai dengan kerja yang cerdas. Karena itulah, Dewan Da’wah kini memerlukan tenaga-tenaga dai yang handal, ikhlas, dan cerdas, sesuai dengan tantangan dakwah yang dihadapi.

Mudah-mudahan di usianya yang ke-40, dan ke depan, Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sanggup menjalankan dan mengembangkan amanah dakwah yang dititipkan oleh para pendirinya. Amin. [Jakarta, 23 Maret 2007/http://www.hidayatullah.com/]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Meruntuhkan Mitos Nurcholish Madjid”

Senin, 25 Desember 2006
Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, “menggugurkan” mitos bahwa pemikiran Nurcholish Madjid adalah hebat. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-175

Oleh: Adian Husaini

Pada 16 Desember 2006 lalu, sebuah peristiwa yang sangat bersejarah terjadi di Indonesia. Ketika itu, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, cendekiawan Muslim asal Gontor Ponorogo, menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka tasyakkuran gelar doktornya dari  International Institute of Islamic Thought and Civilization—International Islamic University Malaysia  (ISTAC-IIUM) Malaysia. Secara terbuka dan sistematis, Hamid memberikan kritik-kritik tajam terhadap gagasan pembaruan Islam yang pernah digulirkan oleh Nurcholish Madjid dan kawan-kawan di awal tahun 1970-an.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hamid F. Zarkasyi yang juga Pemimpin Redaksi Majalah ISLAMIA dan direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS), lulus program Ph.D. pada 6 Ramadhan 1427 H/29 September 2006, setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘Al-Ghazali’s Concept of Causality’, di hadapan para penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Osman Bakar, Prof. Dr. Ibrahim Zein, dan Prof. Dr. Torlah. Prof. Dr. Alparslan Acikgence, penguji eksternal dari Turki,  memuji kajian Hamid terhadap teori kausalitas al-Ghazali pada kajian sejarah pemikiran Islam. Sebab, pendekatan Hamid terhadap konsep kausalitas al-Ghazali telah menjelaskan sesuatu yang selama ini telah dilewatkan oleh kebanyakan pengkaji al-Ghazali.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Acara tasyakkur Hamid F. Zarkasyi diselenggarakan INSISTS di Gedung Gema Insani, Depok, dan dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai kalangan, tokoh dan pimpinan Ormas Islam, profesional, dosen, mahasiswa, dan aktivis dakwah. Selama hampir dua jam, hadirin dibuat tidak bergerak, khusyu’ menyimak paparan Hamid yang bertema ‘Membangun Peradaban Islam yang Bermartabat’. Pidato peradaban Hamid ini diakui sejumlah peserta sangat luar biasa, karena dipersiapkan dengan sangat serius dan berisi hal-hal yang mendasar dalam upaya membangun peradaban Islam yang dimulai dari upaya perumusan konsep-konsep mendasar dalam pemikiran Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Melalui orasi ilmiahnya tersebut, Hamid Zarkasyi seperti layaknya pendekar yang baru turun gunung, setelah bertapa selama puluhan tahun. Sejak kecil sampai sarjana S-1, Hamid dibesarkan dan dididik ayahnya sendiri di lingkungan Pesantren Gontor. Barulah kemudian dia melanjutkan program masternya di Pakistan. Setelah mengabdi beberapa tahun di Gontor, Hamid kembali melanjutkan kuliah S-2 nya di Birmingham Inggris. Dari Inggris, dia langsung melanjutkan studi S-3 nya ke ISTAC. Barulah, pada tahun 2006, pada usia 48 tahun, Hamid baru menyelesaikan studi doktornya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagi pembaca majalah ISLAMIA, sebenarnya sejak empat tahun ini, sosok Hamid sudah dikenal luas melalui berbagai artikelnya. Pemikirannya sudah tersebar luas dan memberikan dampak signifikan pada berbagai kalangan peminat studi Islam.

Tetapi, orasi ilmiahnya pada 16 Desember 2006, merupakan momentum penting. Secara substansi, orasi ilmiah Hamid Zarkasyi ini seperti proklamasi jati diri dan pemikirannya. Orasi itu bagai upaya untuk menyapu – setidaknya membendung – opini dan mitos yang terus dikembangkan oleh para pengikut Nurcholish Madjid, bahwa pemikiran Nurcholish Madjid adalah hebat dan ilmiah, sehingga tidak bisa dijangkau oleh para pengkritiknya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ada yang menulis, bahwa para pengkritik Nurcholish salah paham terhadap gagasan Nurcholish. Sedangkan yang mendukung Nurcholish  paham terhadap Nurcholish. Padahal, baik yang mendukung maupun yang mengkritik Nurcholish memang ada kemungkinan salah paham, jika tidak memahami benar dasar dan anatomi pemikiran Nurcholish Madjid.

Mengembangkan prasangka semacam itu tidaklah bermanfaat untuk melihat persoalan secara  jernih. Gagasan sekularisasi dan pembaruan Islam Nurcholish bukanlah gagasan yang rumit dan hanya dapat dipahami oleh pendukung Nurcholish. Gagasan itu dia tulis dalam bahasan Indonesia – bukan bahasa Ibrani atau bahasa Mesir kuno.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ide  Sekularisasi Islam juga mudah dirunut akarnya dari pemikiran Harvey Cox atau Robert N. Bellah. Corak pemikiran neo-modernis Nurcholish, bisa ditelusuri dari  pemikiran gurunya di Chicago University, Prof. Fazlur Rahman. Gagasan-gagasan keislamannya juga bisa dirunut pada pemikiran Wilfred Cantwell Smith. Nurcholish sendiri tidak mengeluarkan satu buku ilmiah yang utuh untuk menggambarkan pemikirannya sehingga bisa jadi ada aspek-aspek yang bertentangan dalam satu bagian tulisannya dengan bagian lainnya. Apalagi, setelah dia terjun ke dunia politik praktis, karena berminat menjadi presiden RI.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Memang, kemunculan Nurcholish Madjid sebagai tokoh besar dalam pemikiran Islam, tidak bisa dilepaskan dari setting media massa tertentu. Karena itu, kritik-kritik terhadap Nurcholish, meskipun dilakukan oleh ilmuwan kaliber internasional seperti Prof. HM Rasjidi, tetap saja dikecilkan oleh media. Ketika menggulirkan pemikiran sekularisasinya, Nurcholish baru lulus S-1 dan Prof. Rasjidi adalah doktor lulusan Universitas Sorbone, Paris dan sempat menjadi professor di McGill University Kanada.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tanpa menafikan kemungkinan adanya niat baik dari gagasan pembaruan Islam, gagasan ini  harus dilihat dari akarnya, yakni pengaruh peradaban Barat. Dewasa ini, tantangan ekternal terberat yang dihadapi Muslim dewasa ini adalah hegemoni ilmu pengetahuan yang bersumber dari kebudayaan Barat. Dalam pidato ilmiahnya itu, Hamid Zarkasyi mampu menyuguhkan gambaran peradaban Islam yang sangat luar biasa dan memaparkan perbedaan yang fundamental antara peradaban Islam dengan peradaban Barat.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebelum memberikan kritiknya terhadap gagasan pembaruan Islam, Hamid F. Zarkasyi, telah membongkar hakekat peradaban Barat yang menurutnya dapat dilihat dari dua periode penting yaitu modernisme dan postmodernisme. Modernisme adalah paham yang muncul menjelang kebangkitan masyarakat Barat dari abad kegelapan kepada abad pencerahan, abad industri dan abad ilmu pengetahuan. Ciri-ciri  zaman modern adalah berkembangnya pandangan hidup saintifik yang diwarnai oleh paham sekularisme,  rasionalisme,  empirisisme, cara befikir dikhotomis, desakralisasi,  pragamatisme dan penafian kebenaran metafisis (baca: Agama).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Selain itu modernisme yang terkadang disebut Westernisme membawa serta paham nasionalisme, kapitalisme, humanisme  liberalisme, sekularisme dan sebagainya. John Lock, salah seorang filosof Barat modern menegaskan bahwa liberalisme rasionalisme, kebebasan, dan persamaan  (pluralisme) adalah inti modernisme. Tapi yang dianggap cukup menonjol dalam modernisme adalah sekularisme, baik bersifat moderat dan ekstrim. Sedangkan postmodernisme adalah gerakan pemikiran yang lahir sebagai protes terhadap modernisme ataupun sebagai kelanjutannya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Postmodernisme berbeda dari modernisme karena ia telah bergeser kepada paham-paham baru  seperti nihilisme, relativisme,  pluralisme dan persamaan (equality), dan umumnya anti-worldview. Namun ia dapat dikatakan sebagai kelanjutan modernisme karena masih mempertahankan paham liberalisme, rasionalisme dan pluralismenya.

Fazlur Rahman mengakui, bahwa kaum modernis menekankan penggunaan akal dalam memahami agama, masalah demokrasi dan masalah wanita; dan mengakui adanya pengaruh Barat dalam pemikiran modernis. Apa yang disinyalir Rahman terjadi pada banyak cendekiawan Indonesia seperti  Nurcholish Madjid. Dengan tanpa menggunakan terminologi Islam, Nurcholish berargumentasi bahwa inti modernisasi adalah ilmu pengetahuan, dan rasionalisasi adalah keharusan mutlak sebagai perintah Tuhan, maka. Maka dari itu modernitas membawa kepada pendekatan (taqarrub) kepada Tuhan Yang Maha Esa.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Istilah-istilah yang digunakan dalam pembaruan Islam adalah murni Barat, sehingga pengaruh pemikiran Barat didalamnya sudah bisa diduga. Pengaruh paham modernisme dalam pemikiran Nurcholish lebih jelas lagi ketika ia mengambil unsur utama modernisasi, yaitu sekularisasi untuk memahami agama.

Sekularisasi menurutnya adalah “menduniawikan masalah-masalah yang mestinya bersifat duniawi, dan melepaskan ummat Islam untuk mengukhrawikannya” kemudian diperkuat dengan idenya tentang “liberalisasi pandangan terhadap ajaran-ajaran Islam” dengan memandang negatif tradisi dan kaum tradisionalis. Gagasan ini mengadopsi pemikiran Harvey Cox dan Robert N. Bellah, pencetus gagasan sekularisasi dalam Kristen, dan tidak ada modifikasi yang berarti. Ia hanya mencarikan justifikasinya dalam ajaran Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Nurcholish juga membatasi makna sekularisasi agar tidak berarti sekularisme. Pembatasan diberikan dengan adanya kepercayaan akan adanya Hari Kemudian dan prinsip Ketuhanan. Pembatasan ini tetap saja bersifat memisahkan secara dichotomis. Orang-orang sekuler di dalam Kristen adalah orang-orang yang percaya pada Hari Akhir dan pada Tuhan, hanya saja mereka, karena sejarah mereka,  tidak ingin agama mencampuri kehidupan dunia mereka, agama adalah properti pribadi dan bukan publik. Dalam Islam agama adalah urusan dunia dan akherat, urusan pribadi dan urusan publik sekaligus. Jadi secara epistemologis akhirnya  sekularisasi ini juga akan menjadi sekularisasionisme (secularizationism).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Gagasan yag lebih vulgar dan bahkan secara eksplisit merupakan kepanjangan dari Westernisasi adalah trend pemikiran yang kini dikenal dengan liberalisasi. Jika gagasan Nurcholish dan Harun Nasution cenderung mengadapsi paham-paham dalam modernisme, liberalisasi lebih condong menerapkan paham-paham yang dibawa oleh postmodernisme. Relativisme, pluralisme, equality (persamaan), dekonstruksi dan lain sebagainya adalah terma-terma pemikiran postmodern. Karena bermuatan Westernisasi maka trend pemikiran ini menjadi sebuah gerakan sosial. Meski ia di perkotaan dan perguruan tinggi, namun secara perlahan-lahan berpengaruh dalam pembentukan opini dan jika dibiarkan maka akan berkembang menjadi framework pemikiran. Lebih-lebih trend pemikiran ini juga diminati oleh para dosen yang pernah belajar dengan para orientalis di Barat.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hamid memandang, upaya-upaya pembaharuan pemikiran di dunia Islam, termasuk di Indonesia, ternyata masih bersifat seporadis, artinya pemikiran dan gagasannya tidak didukung oleh komunitas yang memang bertekun khusus dalam mengkaji, mengevaluasi dan mengembangkan pemikiran Islam. Terkadang merupakan gerakan yang dipaksakan dan dipopulerkan, khususnya oleh media.

Jika pun ada komunitas itu, kualitas keilmuannya masih belum memadai untuk suatu proyek pembangunan konsep-konsep keislaman. Kelemahan yang lain, pemikiran yang konon merupakan pembaharuan itu ternyata lebih cenderung meng-copy konsep-konsep Barat modern dan postmodern.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Untuk itu, simpul Hamid,  apa yang diperlukan dalam kajian Islam di Indonesia adalah menggali kembali khazanah ilmu pengetahuan Islam dan menguasai pemikiran dan kebudayaan asing,  terutama Barat,  khususnya tentang pandangan hidupnya, filsafatnya, epistemologinya, sains dan teknologinya agar ummat Islam mampu melahirkan konsep-konsep Islam dalam berbagai bidang dan dalam konteks kekinian.

Demikian, paparan dan kritik Hamid F. Zarkasyi terhadap gagasan pembaruan Islam. Meskipun selama ini banyak yang sudah mengkritik gagasan sekularisasi Nurcholish madjid, tetapi kritik Hamid Zarkasyi ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pertama, karena kualitas kritik Hamid yang sangat ilmiah dalam membongkar akar-akar pemikiran Nurcholish Madjid dan kedua, karena Hamid Zarkasyi adalah putra KH Imam Zarkasyi, pendiri pesantren Gontor, dimana Nurcholish pernah nyantri.

Tidak bisa dipungkiri, bagi sebagian orang, sosok Nurcholish Nurcholish identik dengan pesantren Gontor.

Padahal, kata Hamid, ayahnya sendiri pernah menyatakan, bahwa Nurcholish memang dari Gontor, tetapi Gontor bukanlah Nurcholish. Memang, jika dicermati, Nurcholish memang sempat nyantri di Gontor, tetapi pemikiran sekularisasi – apalagi pluralismenya – bukanlah berasal dari Gontor. Setelah nyantri, Nurcholish melanjutkan studi S-1 nya di IAIN Jakarta dan kemudian ke University of Chicago.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

KH Khalil Ridwan, alumnus Gontor yang berpuluh-puluh tahun merasa gusar dengan penyebaran pemikiran Nurcholish Madjid, termasuk di kalangan alumni Gontor, mengaku sangat bersyukur dengan kelulusan doktor Hamid  Zarkasyi. Dia pun mengaku bersyukur karena Hamid berani dan mampu mengupas pemikiran Nurcholish Madjid dengan baik dan menunjukkan kekeliruannya. Karena itu, dalam sambutannya dalam acara tasyakkuran tersebut, KH Khalil Ridwan berharap Hamid berusaha keras untuk memberikan penjelasan kepada para alumni Gontor yang lain dan juga kepada umat Islam pada umumnya. Dia pun tak lupa berpesan, agar Hamid senantiasa mengamalkan doa yang diajarkan KH Imam Zarkasyi tentang keselamatan dalam agama. “Gelar doktor tidak menjamin orang tidak tersesat,” pesan Kyai Khalil yang juga pemimpin pesantren Husnayain.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagaimana pun canggihnya, orasi ilmiah Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi ini hanya akan bermanfaat bagi orang yang hati dan akalnya masih mau mengkaji dan menerima kebenaran. Bagi para  sofis yang keras kepala (‘inad), yang  sudah a-priori dan menutup hati dan pikirannya untuk kebenaran, maka tidak ada lagi hujjah yang bermanfaat. Meskipun sudah terbukti bisa terbang, seekor burung gagak tetap dia katakan ‘kambing hitam’. Wallahu a’lam. [Yogyakarta, 22 Desember 2006/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Debat Poligami Menjelang Kemerdekaan RI

Senin, 18 Desember 2006
Jika Al-Quran dipahami dari perspektif  gender equality yang bersemangat ‘dendam’, maka munculah penafsiran ayat sesuai  ‘anggapan’ sendiri.’ Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-174

Oleh: Adian Husaini

Pada tahun 1937, seorang cendekiawan Muslim Indonesia bernama Mr. Yusuf Wibisono, menulis sebuah buku berjudul “Monogami atau Poligami: Masalah Sepanjang Masa”. Aslinya, buku ini ditulis dalam bahasa Belanda dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Soemantri Mertodipuro pada tahun 1954. Karena tidak memiliki biaya, baru pada tahun 1980, buku Mr. Yusuf Wibisono ini diterbitkan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Yusuf Wibisono sendiri tidak berpoligami. Ia adalah seorang tokoh Masyumi, tokoh ekonomi, keuangan dan perbankan. Dia pernah menjadi menteri keuangan pada 1951-1952 dan direktur sejumlah bank di Jakarta dan Yogya. Sebagai tokoh pers, dia adalah pemimpin redaksi Mimbar Indonesia. Jabatan penting lain yang pernah dipegangnya adalah rektor Universitas Muhammadiyah dan Universitas Tjokroaminoto. Tapi, hidupnya sangat bersahaja. Hingga istrinya meninggal, dia tidak memiliki rumah pribadi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Meskipun buku ini ditulis Yusuf Wibisono saat menjadi mahasiswa di zaman penjajahan, buku ini tampak memiliki kualitas ilmiah yang tinggi, dan memberikan penjelasan yang komprehensif tentang masalah poligami, bukan hanya dari sudut pandang hukum Islam, tetapi juga memuat pandangan banyak ilmuwan Barat tentang poligami. Yusuf juga memberikan kritik-kritik terhadap sebagian ilmuwan dari kalangan Muslim, seperti Ameer Ali, yang menolak hukum poligami. Selain buku-buku berbahasa Belanda, Yusuf juga merujuk buku-buku berbahasa Inggris, Perancis, dan Jerman.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Beberapa tahun sebelumnya, pada 1932, seorang wanita bernama Soewarni Pringgodigdo, menulis satu artikel tentang poligami di Koran ‘Suluh Indonesia Muda’  yang memberikan kritikan keras terhadap poligami. Menurut Soewarni, poligami adalah hal yang nista bagi wanita, dan bahwasanya Indonesia merdeka tak akan bisa sempurna, selama rakyatnya masih menyukai lembaga poligami.

Mr. Yusuf Wibisono memberikan bukti-bukti ilmiah tentang keunggulan pandangan Islam yang membuka pintu poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sistem ini merupakan ‘jalan tengah’ dari sistem perkawinan kuno yang tidak memberi batasan poligami atau sistem Barat yang menutup pintu poligami sama sekali. Dalam pengantarnya untuk edisi Indonesia, tahun 1980, Yusuf  Wibisono menulis bahwa, “Saya rasa umat manusia akhirnya akan dihadapkan kepada dua pilihan yang tidak bisa dihindari yakni poligami legal atau poligami tidak legal (gelap). Islam memilih poligami legal, dengan pembatasan-pembatasan yang mencegah penyalahgunaan kekuasaan kaum pria, sehingga lembaga poligami ini betul-betul merupakan kebahagiaan bagi masyarakat manusia, di mana dia sungguh-sungguh diperlukan.’’

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Salah seorang ilmuwan yang dikutip pendapatnya tentang poligami oleh Yusuf Wibisono adalah Georges Anquetil, pakar sosiologi Perancis, yang menulis buku setebal 460 halaman, berjudul “La maitresse legimitime” .

Anquetil menulis dalam bukunya:

“Suatu pertimbangan yang sudah cukup terlukis harus diingat-ingat dan diperkembangkan, yakni, mengapa semua orang-orang besar adalah penyokong poligami, seperti yang dinyatakan secara kritis oleh seorang pengaran dari buku Inggris : ‘’History and philosophy of marriege.’’ Bahkan, mereka yang hidup di bawah kekuasaan kemunafikan monogami, tidak mau tunduk kepadanya, tak pula mau taat kepada undang-undang yang bersifat melawan kodrat ; baik mereka itu filsuf, seperti Plato, Aristoteles, Bacon, Auguste Comte, atau perajurit seperti Alexander, Cesar, Napoleon, atau Nelson, atau penyair-penyair seperti Goethe, Burns, Byron, Hugo, Verlaine, Chateaubriand atau Catulie Mendes, maupun negarawan-negarawan seperti Pericles, Augustus, Buckingham, Mirabeau atau Gambetta. Apakah hasil daripada sistem yang munafik ini bagi orang-orang besar ini ? Mereka dipaksa untuk selama-lamanya menyembunyikan perasaan-perasaannya, selalu berdusta, baik terhadap istrinya sendiri maupun terhadap dunia yang mewajibkan mereka itu menyembunyikan anak-anaknya dan kurang menghormati mereka yang hanya merupakan maitressenya… Sebenarnya ialah, bahwasanya poligami yang semata-mata sesuai dengan hokum alam telah dilakukan pada setiap zaman karena hokum alam itu tetap saja, tetapi pikiran manusia dibuat demikian rupa, dan sangat suka kepada serba berbelit-belit, sehingga bukannya ia memilih sistem yang semata-mata menguntungkan, akan tetapi justru memilih sistem yang penuh dengan dusta dan penipuan, yang membuat berputus asanya berjuta-juta wanita dan yang memaksanya hidup dalam kesedihan, kekacauan, atau dosa-dosa sebagai akibat dari hidup sengsara, terjerumus hidupnya dalam kemunafikan hewani, dan bahwa semua drama percintaan melahirkan turunan-turunan yang diliputi oleh perasaan iri hati yang pandir dan penuh kebencian, yang jumlahnya setiap harinya bertambah-tambah saja.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Salah satu keuntungan poligami yang dijelaskan oleh Anquetil adalah: “Poligami akan memungkinkan berjuta-juta wanita melaksanakan haknya akan kecintaan dan keibuan, yang kalau tidak, akan terpaksa hidup tak bersuami karena sistem monogami.”

Yusuf Wibisono juga mengutip tulisan seorang ilmuwan bernama Leonard yang menulis: “In a great measure polygamy is much more a theoretical than a practical institution. Not one on twenty Moslems has even two wives. In any case it is not the proper and legitimate practice of polygamy, but in the abuse of it that the evil lies.” (Pada umumnya poligami lebih merupakan lembaga teoritis daripada praktis. Tidak ada satu dari duapuluh orang Islam beristri bahkan lebih dari seorang. Setidak-tidaknya keburukannya tak terletak dalam berpoligami menurut hukum, akan tetapi dalam penyelahgunaan poligami).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mr. Yusuf Wibisono kemudian menunjukkan bukti-bukti statistik perkawinan di berbagai negara Islam pada tahun-tahun itu. Di India, misalnya, 95 persen kaum Muslim tetap bermonogami. Di Iran, 98 persennya tetap memilih bermonogami. Di Aljazair tahun 1869, dari 18.282 perkawinan Islam, 17.319 adalah monogami, 888 bigami, dan hanya 75 orang Muslim yang mempunyai lebih dari dua orang istri. Di Indonesia — menurut data statistik Indische Verlag tahun 1935 –  dalam tahun 1930 ada 11.418.297 orang bermonogami dan hanya 75 orang Muslim mempunyai lebih dari dua orang istri.

Buku Mr. Yusuf Wibisono ini menjadi lebih menarik karena pada tahun 1937 sudah diberi kata pengantar oleh H. Agus Salim, seorang cendekiawan dan diplomat genius yang sangat dikagumi di dunia internasional.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kiranya ada baiknya kita mengutip agak panjang pengantar H. Agus Salim tersebut:

“Tidak bisa disangkal, pokok karangan ini aktuil. Tidak saja karena tindakan-tindakan luas di lapangan ini, yang dipertimbangkan oleh Pemerintah dan sebagian bahkan sudah dilaksanakan, akan tetapi terutama sekali juga karena adanya propaganda – baik yang terpengaruh oleh sikap anti-Islam, maupun yang tidak – yang dilancarkan oleh beberapa fihak. Mereka ini menganjurkan agar kepada perundang-undangan perkawinan bagi bangsa Indonesia dan kepada anggapan-anggapan tentang perkawinan pada umumnya diberi corak Barat.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Namun, bukannya tak diperlukan keberanian untuk memasuki lapangan ini dalam suasana yang penuh dengan anggapan-anggapan tersebut. Anggapan-anggapan Barat ini terutama sekali merajalela di kalangan kaum intelektuil yang nasionalistis. Dan di lapangan ini tradisi dan sentimen Barat, yang ‘’dus beradab’’ masih selalu berhasil mencekik kesaksian fakta-fakta serta suara hati nurani dan nalar yang wajar (logika).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bahkan oleh karena inilah penulis patut mendapat penghargaan dan sokongan, sebab berdasarkan fakta-fakta yang telah ditetapkan oleh ilmu pengatahuan serta teori-teori yang kuat, ia berusaha menunjukkan kepalsuan moral seksuil dan etika perkawinan yang munafik, seperti yang dianut oleh masyarakat Barat, dan membela anggapan-anggapan tentang perkawinan maupun perundang-undangan perkawinan menurut agama Islam, tanpa memperindahkannya melebihi kenyataannya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Terutama sekali yang tersebut terakhir inilah yang patut dihargai. Akhir-akhir ini terlalu banyak dilancarka propaganda agama Islam yang bersifat menonjolkan “persetujuan” pihak Islam terhadap moral dan etika Barat, malahan moral dan etika yang terang-terangan bernada “Kristen”, seperti yang lazim dianut di kalangan masyarakat Barat. Terlalu sering pula orang berusaha menyembunyikan ajaran-ajaran Islam yang tak cocok dengan anggapan Barat dengan jalan “Umdeutung”, dengan menggunakan tafsiran yang dicari-cari. Ya, bahkan menghukum ajaran-ajaran itu sebagai bid’ah dan kufur. Itulah caranya mereka mencoba supaya Islam bisa diterima kaum muda yang meskipun berasal dari keluarga Islam, tapi karena pendidikan Barat dan simpati-simpati serta kecenderungannya yang ke-Barat-baratan menjadi terasing dari agama Islam. Selain dari pada itu, propaganda itu ditujukan pula kepada orang-orang yang tidak beragama Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Akan tetapi agama Islam sangat menyangsikan keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan cara-cara semacam itu. Sebab dengan jalan ‘’menyesuaikan’’ agama Islam dengan anggapan-anggapan yang lazim dan berlaku dalam dunia Barat yang umumnya bersifat prinsipil anti Islam, yaitu dunia Barat yang mendasarkan ‘’keunggulannya’’ kepada hal-hal yang berbeda dengan Islam – antara lain perundang-undangan perkawinan berdasarkan monogami – maka hilanglah pula tujuan tertinggi agama Islam. Padahal, untuk inilah Nabi terakhir diutus oleh TUHAN, untuk membimbing umat manusia dari kegelapan ke arah cahaya pengetahuan dan kebenaran. Dengan demikian, bukanlah anggapan-anggapan yang ada yang diuji dan disesuaikan dengan Islam, akan tetapi sebaliknya : Anggapan-anggapan itulah yang dipandangnya benar dan agama Islam diperiksa dari sudut anggapan-anggapan itu.’’

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kata-kata Haji Agus Salim tersebut sangat mendasar untuk direnungkan. Apalagi, saat ini, begitu banyak kalangan yang berani menentang dan melecehkan Islam, juga dengan menggunakan ayat-ayat Al-Quran. Padahal, yang terpenting dalam memahami Al-Quran adalah soal ‘anggapan-anggapan’ atau cara pandang serta metodologi penafsiran yang digunakan. Jika Al-Quran dipahami dari perspektif Marxisme dan gender equality yang bersemangat ‘dendam’ terhadap laki-laki, maka yang muncul adalah pemikiran-pemikiran yang bersemangat pemberontakan terhadap laki-laki, dalam segala hal. Orang-orang seperti ini akan mencari-cari ayat dan menafsirkannya sesuai dengan ‘anggapan’ nya sendiri.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seorang sarjana satu perguruan tinggi Islam di Jakarta menceritakan pengalaman menariknya dimaki-maki wanita teman kuliahnya, hanya karena ia mempersilakan si wanita menempati tempat duduknya dalam bus kota. Si wanita mengaku terhina karena dianggap sebagai makhluk yang lemah. Bagi seorang wanita yang menolak hak kepemimpinan laki-laki dalam rumah tangga, maka dia bisa menganggap tindakan menyuguhkan minuman bagi suaminya adalah satu bentuk pelecehan dan penghinaan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Amina Wadud misalnya menganggap penempatan shaf wanita di belakang laki-laki saat shalat adalah satu bentuk pelecehan terhadap wanita. Tentu cara pandang ini sangat berbeda dengan Muslimah yang mengakui konsep pengabdian dan ketaatan kepada suami.

Dalam soal poligami sama saja. Seorang wanita Muslimah yang memahami posisinya dalam konsep Islam,  akan melihat poligami dengan pandangan yang sangat berbeda dengan kaum feminis sekular. Sebagai wanita mandiri, si Muslimah akan melihat suaminya sebagai partner dalam menggapai ridho Allah; bukan sebagai milik pribadinya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dia secara pribadi bisa keberatan dengan poligami terhadap dirinya, tanpa menolak hukum poligami. Dia bisa mengingatkan suaminya, bahwa poligami memerlukan kemampuan dan tanggung jawab yang tidak ringan, dunia akhirat.

Sebaliknya, bagi laki-laki, poligami bukanlah hanya semata-mata hak, tetapi juga melekat tanggung jawab dunia dan akhirat. Selain dituntut kemampuan berlaku adil secara materi,  juga dituntut kemampuan menjaga seluruh keluarganya dari api neraka. Tentu saja menjaga 4 istri lebih berat daripada menjaga 1 istri; menjaga 20 anak tentu lebih berat ketimbang 2 anak.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, bagi seorang yang memiliki pandangan berdimensi akhirat, poligami adalah sesuatu yang berat, yang perlu berpikir serius sebelum mempraktikkannya. Islam mengizinkan dan mengatur soal poligami. Islam membuka jalan, dan tidak menutup jalan itu. Islam adalah agama wasathiyah, yang tidak bersifat ekstrim. Tidak melarang poligami sama sekali, dan tidak membebaskannya sama sekali.

Jika pintu poligami ditutup sama sekali, maka tidak sedikit wanita yang menjadi korban. Sepanjang zaman,  banyak wanita yang ikhlas dan siap menjadi istri ke-2, ke-3  atau ke-4. Tidak percaya? Andaikan suatu ketika,  pihak istana negara BBM mengumumkan, Sang Presiden yang gagah perkasa membuka lowongan bagi istri ke-2, ke-3, dan ke-4, bisa diduga, dalam beberapa jam saja, ribuan wanita dengan ikhlas akan antri mendaftar.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Maka, bagi seorang wanita Muslimah sejati, yang menyadari kemampuan suaminya untuk berpoligami, tentu tidak sulit mengizinkan suaminya menikah lagi. Yang banyak terjadi saat ini, ternyata banyak suami yang tidak berpoligami, karena takut terhadap istri. Wallahu a’lam. (Depok, 15 Desember 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT TAHUN BARU – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pengajian Kitab Imam Syafii di Pesantren Husnayain

Senin, 11 Desember 2006
Pesantren Husnayain mengkaji Kitab ‘Ahkamul Quran lil-Imam Syafii’. Ulama yang mulai banyak dihujat kaum Liberal. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-173

Oleh: Adian Husaini

Pada Jumat, 1 Desember 2006, Pesantren Tinggi Husnayain di Jakarta, membuka pengajian Kitab Kuning ‘Ahkamul Quran lil-Imam Syafii’. Acara pembukaan dihadiri oleh pejabat kecamatan Pasar Rebo, sejumlah kyai dan ustad di sekitar pesantren, juga wakil Perguruan As-Syafiiyah Jakarta. Ustad yang mengasuhnya adalah Syeikh Abdurrahman al-Baghdadi, pakar ilmu fiqih, dan dosen Pesantren Husnayain.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

KH A. Cholil Ridwan, pemimpin pesantren, menjelaskan latar belakang dan pentingnya pengajian yang dikhususkan untuk para ustad, mubalig, dosen, dan peminat Ulumuddin ini. Kata Kyai Khalil, yang juga salah satu ketua MUI Pusat, saat ini kajian tentang Imam Syafii sangat penting, mengingat begitu banyak hujatan-hujatan terhadap Imam Syafii, dan juga banyak orang yang menggunakan nama ‘Syafii’ tetapi pemikirannya justru banyak bertentangan dengan pemikiran dari Imam Syafii. Banyak juga yang merasa menjadi pengikut Imam Syafii, tetapi kurang memahami apa sebenarnya pemikiran Imam Syafii.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam acara pembukaan itu dibacakanlah riwayat hidup Imam Syafii oleh Ustad Abdurrahman. Meskipun beberapa bagian dari riwayat hidup Imam Syafii sudah saya dengar sejak kecil, tetapi malam itu saya banyak mendapatkan cerita baru tentang kehebatan dan keagungan Imam Syafii. Dalam riwayatnya, Imam Syafii sendiri menceritakan, bahwa beliau lahir di Gaza, Palestina, tahun 150 Hijriah, pada saat meninggalnya Imam Abu Hanifah. Sehingga orang menyatakan, “Imam yang telah pergi digantikan Imam yang baru.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Imam Syafii ditinggal ayahnya sejak bayi dan tumbuh sebagai anak yatim dan miskin. Pada usia 2 tahun, ia dibawa Ibunya ke Mekkah. Di Baitullah,  beliau menghafal Al-Quran dan kemudian mempelajari bahasa dan sastra Arab, termasuk syair. Kemudian beliau menfokuskan untuk mempelajari hadits Rasulullah saw, sehingga menguasai semua ilmu tersebut.  Imam Syafii sendiri menceritakan, bahwa beliau sudah menghafal Al-Quran saat berumur 7 tahun, dan hafal

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kitab al-Muwattha’ karya Imam Malik pada umur 10 tahun. Ketinggian Imam Syafii dalam ilmu agama sangat masyhur dan mendapatkan pengakuan yang luas. Pada umur 18 tahun, beliau sudah diminta oleh para ulama agar memberikan fatwa. Itu berarti pengakuan atas statusnya sebagai seorang mujtahid. Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan, bahwa Imam Syafii adalah seorang yang sangat memahami Al-Quran dan Sunnah Rasulullah saw.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Beliau tidak pernah merasa puas dalam mencari dan mengumpulkan hadits. Kata Imam Ahmad : ‘’Tidak seorang pun yang memegang pena dan tinta kecuali dia berfigur kepada Imam Syafii.’’

Bukan hanya itu, Imam Syafii juga memiliki akhlak yang sangat mulia dan seorang ahli ibadah yang tekun. Di bulan Ramadhan, beliau sanggup mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 60 kali dalam shalat. Sang Imam pun dikenal ahli ibadah dan sangat sedikit tidurnya. Selama kurun waktu 16 tahun, misalnya, beliau hanya pernah makan sampai kenyang, satu kali saja, dan kemudian disesalinya, karena berdampak negatif terhadap daya pikir dan ibadah. Kedermawanan Imam Syafii juga luar biasa. Pernah beliau sampai bangkrut tiga kali, menjual harta sampai perhiasan istrinya, hanya untuk menolong orang yang membutuhkan. Jangan ditanya, bagaimana kegigihan Imam Syafii dalam belajar dan mengajarkan ilmunya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Syahdan, suatu ketika Imam Syafii berkunjung ke rumah Imam Ahmad bin Hanbal. Sudah lama putri Imam Ahmad merasa penasaran dengan sosok Imam Syafii, karena ayahnya banyak memuji Sang Imam. Maka, sepanjang hari, diamat-amatilah perilaku Imam Syafii saat bertamu tersebut. Dia sangat terkejut, karena didapatinya Imam Syafii tidak seperti yang diceritakan ayahnya. Sang

Imam ternyata makan cukup banyak, tidak melaksanakan shalat malam, dan melakukan shalat shubuh tanpa wudhu.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Esoknya, dia mengadukan itu kepada ayahnya. Imam Ahmad meminta putrinya menanyakan langsung kepada Imam Syafii.

Apa jawab Imam Syafii? Kata Imam, beliau makan banyak adalah untuk menggembiraqan tuan rumah; beliau tidak shalat malam dan tidak tidur, tetapi malam itu beliau berhasil memecahkan 70 masalah fiqih; dan beliau tidak berwudhu saat shalat subuh, karena wudhu Isya’-nya belum batal.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah riwayat hidup Imam Syafii yang hingga kini, pemikiran-pemikirannya bagitu banyak diikuti oleh kaum Muslimin sepanjang zaman. Imam Syafii meninggal pada malam Jumat di hari terakhir bulan Rajab, 204 Hijriah. Ada yang menceritakan, bahwa Imam Syafii menderita ambeien untuk waktu yang lama, namun beliau tidak pernah berhenti untuk mengajarkan ilmunya. Bukan kalangan Ahlu Sunnah yang mengagumi Imam Syafii.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sejumlah tokoh Mu’tazilah, seperti al-Qadhi Abdul Jabbar dan Ibn al-Ikhshadh juga bermadzhab Syafii.  Riwayat Imam Syafii dan para ulama besar lainnya sangat perlu kita ambil hikmahnya dalam rangka mengarungi kehidupan di zaman ini. Para ulama itulah yang menjadi pewaris para Nabi. Melalui para ulama itulah, kita mewarisi agama Islam. Kita mewarisi Al-Quran dan hadits Nabi melalui para ulama, sejak zaman sahabat Nabi saw hingga periode para Imam mazhab, dan para ulama-ulama berikutnya. Tanpa mereka, kita tidak mampu mewarisi dan menerapkan Islam dengan baik. Para ulama kemudian merumuskan berbagai bidang keilmuan – seperti ilmu lughah, ilmu tafsir, ilmu fiqih, ilmu ushul fiqih, ilmu hadits, dan sebagainya –untuk memudahkan umat dalam memahami dan mengamalkan Islam. Kita akan sangat kesulitan untuk menentukan mana bagian shalat yang merupakan syarat, rukun, dan sunnah, bila tidak dibimbing oleh para ulama.  Karena itu, Islam sangat memuliakan harkat ulama dan ilmu. Islam tegak diatas ilmu. Jika ilmu agama rusak, maka rusaklah ulama, dan kemudian otomatis, akan rusaklah masyarakat. Karena itu, salah satu masalah serius yang diakibatkan dalam kegiatan orientalisme dalam studi Islam adalah rusaknya ilmu-ilmu Islam.  Salah satu caranya adalah dengan meruntuhkan otoritas ulama. Dan Imam Syafii menjadi salah satu sasaran tembak yang strategis.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam kajiannya terhadap buku-buku Nasr Hamid Abu Zayd –  terutama buku “Al-Imam al-Shafi‘i wa Ta’sis al-Aidiyulujiyyah al-Wasathiyyah”,  peneliti INSISTS Henry Shalahuddin MA menemukan semangat kebencian yang sangat tinggi dari Abu Zayd terhadap Imam Syafii. Sosok Imam Syafi’I, oleh Abu Zayd digambarkan sebagai sosok ulama yang oportunis (penjilat) terhadap para penguasa Bani Abasiyyah. Keoportunisan Imam Syafii dikaitkan dengan kepergian beliau ke Mesir setelah diangkatnya al-Makmun sebagai khalifah dinasti Abbasiyyah. Oleh Abu Zayd, beliau dituduh memilih Mesir sebagai tujuannya semata-mata karena pada saat itu gubernurnya adalah orang Quraisy.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagi Abu Zayd, kepergian Imam Syafi’i meninggalkan Baghdad yang saat itu diperintah oleh al-Makmun lebih disebabkan karena khalifah ini sangat mendukung madzhab Mu’tazilah, bahkan kemudian meresmikannya menjadi madzhab resmi negara. Ketidaksukaan Imam Syafi’i terhadap Mu’tazilah karena aliran ini tidak mengakui keazalian al-Qur’an yang diwahyukan dalam bahasa Arab, sehingga dengan sendirinya runtuhlah arabisme dan hegemoni Quraisy yang dibangun Imam Syafi’i yang dikaitkan dengan al-Qur’an yang berbahasa Arab-Quraisy.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Semangat kebencian Abu Zayd terhadap Imam Syafii ini kemudian diikuti oleh kalangan liberal di Indonesia. Sebagaimana pernah kita ungkap, sebelum mendekonstruksi hukum-hukum Islam, buku Fiqih Lintas Agama terbitan Paramadina memulainya dengan kecaman dan tuduhan terhadap posisi Imam Syafii.

Ditulis dalam buku ini:  “Kaum Muslim lebih suka terbuai dengan kerangkeng dan belenggu pemikiran fiqih yang dibuat imam Syafi’i.  Kita lupa, imam Syafi’i memang arsitek ushul fiqih yang paling brilian, tapi juga karena Syafi’ilah pemikiran-pemikiran fiqih tidak berkembang selama kurang lebih dua belas abad. Sejak Syafi’i meletakkan kerangka ushul fiqihnya, para pemikir fiqih Muslim tidak mampu keluar dari jeratan metodologinya. Hingga kini, rumusan Syafi’i itu diposisikan begitu agung, sehingga bukan saja tak tersentuh kritik, tapi juga lebih tinggi ketimbang nash-nash Syar’i (Al-Quran dan hadits). Buktinya, setiap bentuk penafsiran teks-teks selalu tunduk di bawah kerangka Syafi’i.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kehebatan Imam Syafii diakui oleh semua ulama dalam Islam, bahkan yang berbeda mazhab sekali pun, seperti Imam Ahmad bin Hanbal. Tetapi, tidak demikian halnya dengan kalangan yang ingin mengubah Islam dan menyeret Islam ke dalam bagian dinamika sejarah, seperti Nasr Hamid Abu Zayd. Bagi kalangan ini, Imam Syafii dianggap sebagai penghalang besar bagi misi mereka. Karena itulah, otoritas dan integritas Imam Syafii mereka coba untuk diruntuhkan. Karena ini sesuai dengan misi Barat dalam liberalisasi agama-agama, maka proyek-proyek yang meruntuhkan otoritas dan integritas ulama-ulama Islam mendapatkan pasaran besar di kalangan akademisi kampus-kampus berlabel Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di tengah arus penghancuran otoritas ulama seperti itu, kita masih bersyukur, pada Kamis (7 Desember 2006), Dr. Luthfi Fathullah, dosen pasca sarjana UIN Ciputat, meluncurkan bukunya yang dia beri judul “Selangkah Lagi Mahasiswa UIN menjadi Kyai”.  Dalam acara yang berlangsung di kampus UIN Ciputat itu, saya diminta menjadi salah satu pembahas. Melalui karyanya yang ringkas dan padat ini, Luthfi Fathullah ingin membuat ‘arus lain’ di UIN, yang tidak liberal. Secara praktis dia menyarankan bagaimana agar mahasiswa UIN bisa menjadi kyai – dalam arti seorang yang berilmu agama yang benar dan mengamalkan ilmunya dengan baik – sebagaimana para ulama-ulama besar dulu, seperti Imam Syafii, Imam Ghazali, Imam Nawawi, dan sebagainya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Luthfi menekankan pentingnya membangun tradisi ilmu di kalangan mahasiswa dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama. Menurutnya, rata-rata ulama membaca dan menulis sekitar 15 jam sehari, sehingga mereka mampu menghasilkan karya-karya besar yang menjadi rujukan umat sepanjang zaman. Luthfi menekankan pentingnya mahasiswa UIN menguasai ilmu-ilmu Islam, seperti bahasa Arab, Ulumul Quran, Ulumul Hadits, Fiqih dan ushul fiqih. Disamping itu, dia menekankan pentingnya niat yang ikhlas dalam mencari ilmu. Keikhlasan itulah yang menjadikan karya-karya para ulama menjadi berkah dan dirujuk oleh umat sepanjang masa.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Gerakan kajian kitab-kitab klasik karya para ulama besar seperti yang dilakukan pesantren Husnayain dan juga berbagai lembaga Islam lainnya perlu mendapat dukungan dan partisipasi luas kaum Muslimin, khususnya kalangan aktivis dakwah. Hanya melalui pengkajian yang serius dan pemahaman keislaman yang benar, umat Islam akan terhindar dari arus penghancuran ilmu dan aqidah Islam di zaman yang penuh dengan fitnah ini. Zaman di mana haq dan bathil sudah dibolak-balik dan diacak-acak (talbisul haqqa bil bathil). Apalagi, dalam merusak keilmuan Islam, kalangan ini juga tak jarang berhujjah dengan Al-Quran, tetapi dengan membuat tafsir sesuai dengan pemahaman dan hawa nafsunya sendiri. Wallahu a’lam. (Depok, 8 Desember 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Hamka dan Pluralisme Agama”

Senin, 04 Desember 2006
Hamka, pernah mundur dari Ketua MUI daripada harus menarik fatwa haramnya merayakan “Natal Bersama” . Apalagi mendukung ‘Pluralisme Agama’ Baca CAP Adian Husaini ke-172
Oleh: Adian Husaini

Pada Selasa, 21 Nopember 2006, Syafii Maarif  menulis kolom resonansi di Republika yang berjudul “Hamka Tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah”. Hari  itu, saya sedang di Gresik mengisi acara kajian tentang Islam Liberal di Pesantren Maskumambang Gresik, Jawa Timur. Mulai pagi hingga malam hari, bertubi-tubi SMS masuk ke HP saya yang mempersoalkan isi tulisan Syafii Maarif tersebut. Rabu paginya,

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

setibanya di Jakarta, saya baru sempat membaca tulisan Syafii Maarif. Setelah saya cek ke Tafsir al-Azhar, karya Buya Hamka, seperti  yang dirujuk Syafii Maarif, memang ada sejumlah hal yang perlu diperjelas dari tulisan Syafii, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru terhadap sosok Prof. Hamka, ulama terkenal yang legendaris.

Pluralisme Agama tampaknya memang sudah menjadi alat penghancur aqidah Islam yang sangat intensif disebarkan ke berbagai pelosok. Kamis (30 November 2006), malam, seseorang yang tinggal di satu kota kecil di propinsi Banten, menelepon saya dan meminta untuk datang ke kota itu karena baru saja diselenggarakan satu seminar yang menyebarkan paham “Pluralisme Agama”.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ayat Al-Quran yang dibahas Syafii Maarif memang saat ini sedang  gencar-gencarnya disosialisasikan oleh kalangan pendukung paham Pluralisme Agama untuk menjustifikasi paham Pluralisme Agama, bahwa semua agama adalah merupakan jalan yang sama-sama sah menuju Tuhan yang satu. Tidak peduli siapa pun nama dan sifat Tuhan itu ; dan tidak peduli bagaimana pun cara menyembah Tuhan itu.

Dalam bahasa Nurcholish Madjid: ‘’bahwa setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. Ibarat roda, pusat roda itu adalah Tuhan, dan jari-jari itu adalah jalan dari berbagai Agama.’’ Dalam bukunya,  The World’s Religions, Huston Smith juga menulis satu sub-bab berjudul “Many Paths to the Same Summit”. Ia menulis: “Truth is one; sages call it by different names.” (Kebenaran memang satu; orang-orang bijak menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda).

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, dalam pandangan Pluralisme Agama – versi transendentalisme – ini, tidak ada agama yang salah, dan tidak boleh satu pemeluk agama yang mengklaim hanya agamanya sendiri sebagai jalan satu-satunya menuju Tuhan. Kalangan Pluralis kemudian mencari-cari dalil dalam kitab sucinya masing-masing untuk mendukung paham ini. Yang dari kalangan Islam biasanya menjadikan QS 2:62 dan 5:69 untuk menjustifikasi pandangannya. Kalangan Hindu pluralis, misalnya,  biasanya suka mengutip Bagawad Gita IV:11: “Jalan mana pun yang ditempuh manusia ke arah-Ku, semuanya Aku terima.”

Tentu saja, legitimasi paham Pluralisme Agama dengan ayat-ayat tertentu dalam kitab suci masing-masing agama mendapatkan perlawanan keras dari masing-masing agama. Tahun 2000, Vatikan telah menolak Paham Pluralisme dengan mengeluarkan dekrit ‘Dominus Jesus’.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tahun 2004, seorang pendeta Kristen di Malang menulis buku serius tentang paham Pluralisme Agama berjudul: “Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini”.  Tahun 2005, MUI juga mengeluarkan fatwa yang menolak paham Pluralisme Agama. Dan tahun 2006, Media Hindu juga menerbitkan satu buku berjudul “Semua Agama Tidak Sama.”  Buku ini juga membantah penggunaan ayat dalam Bhagawat Gita IV:11 untuk mendukung paham penyamaan agama yang disebut juga dalam buku ini sebagai paham Universalisme Radikal’.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penyalahgunaan

Di kalangan kaum Pluralis agama yang beragama Islam, QS 2:62 dan 5:69 biasanya dijadikan legitimasi untuk menyatakan, bahwa umat beragama apa pun, asalkan beriman kepada Tuhan dan Hari Akhir, serta berbuat baik terhadap sesama manusia, maka dia akan mendapat pahala dari Allah dan masuk sorga. Tidak pandang agamanya apa, Tuhannya siapa, dan bagaimana cara menyembah Tuhannya. Karena itu, untuk mendapatkan keselamatan di akhirat, kaum Yahudi dan Kristen, misalnya, tidak perlu beriman kepada Nabi Muhammad saw. Untuk mencari legitimasi, yang sering dijadikan rujukan adalah ‘Tafsir al-Manar’-nya yang ditulis oleh Rasyid Ridha.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Prof. Abdul Aziz Sachedina, misalnya, dalam satu artikelnya berjudul “Is Islamic Revelation an Abrogation of Judaeo-Christian Revelation? Islamic  self-identification”, menyatakan: “Rasyid Ridha tidak mensyaratkan iman kepada kenabian Muhammad bagi kaum Yahudi dan Kristen yang berkeinginan untuk diselamatkan, dan  karena itu, ini secara implisit  menetapkan validitas kitab Yahudi dan Kristen.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sachedina dan sejumlah Pluralis lainnya tidak cermat dan tidak lengkap dalam mengutip Tafsir al-Manar, sehingga berkesimpulan seperti itu. Padahal, dalam Tafsir al-Manar Jilid IV yang membahas tentang keselamatan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani), disebutkan, bahwa QS 2:62 dan 5:69 adalah membicarakan keselamatan Ahlul Kitab yang kepada mereka yang dakwah Nabi Muhammad saw tidak sampai. Sedangkan bagi Ahli Kitab yang dakwah Islam sampai kepada mereka (sesuai rincian QS 3:199), Rasyid Ridha menetapkan lima syarat keselamatan, diantaranya: (1) beriman kepada Allah dengan iman yang benar, yakni iman yang tidak bercampur dengan  kemusyrikan dan disertai dengan ketundukan yang mendorong untuk melakukan kebaikan, (2) beriman kepada Al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Al-Manar juga menyebutkan, bahwa kaum Yahudi dan Nasrani, tidak bisa disebut ahl al-fathrah, yang berhak memperoleh keselamatan dan tidak ada alasan pemaaf yang bisa membebaskan mereka dari hukuman (lâ ‘udzr lahum dûn al-’uqûbah), karena mereka masih dapat mengenali ajaran kenabian yang benar.

Dengan logika sederhana sebenarnya kita bisa memahami, bahwa untuk dapat “beriman kepada Allah” dan Hari Akhirat dengan benar dan beramal saleh dengan benar, sebagaimana disyaratkan dalam QS 2:62-dan 5:69, seseorang pasti harus beriman kepada Rasul Allah saw, yaitu Nabi Muhammad saw. Sebab, dalam konsep keimanan Islam, hanya melalui Rasul-Nya, kita dapat mengenal Allah dengan benar; mengenal nama dan sifat-sifat-Nya. Juga, hanya melalui Nabi Muhammad saw, kita dapat mengetahui, bagaimana cara beribadah kepada Allah dengan benar. Jika tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw, mustahil manusia dapat mengenal Allah dan beribadah degan benar, karena Allah SWT hanya memberi penjelasan tentang semua itu melalui rasul-Nya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pendapat Hamka

Pendapat Hamka tentang keselamatan kaum non-Muslim dalam pandangan Islam sebenarnya juga tidak berbeda dengan para mufassir terkemuka  yang lain. Termasuk ketika menafsirkan QS 2:62  dan 5:69. Karena itu, Hamka memandang, ayat itu tidak bertentangan dengan QS 3:85 yang menyatakan: “Dan barangsiapa yang mencari selain dari Islam menjadi agama, sekali-kali tidaklah tidaklah akan diterima daripadanya. Dan di Hari Akhirat akan termasuk orang-orang yang rugi.” Jadi, QS 3:85 tidak menasakh QS 2:62 dan 5:69 karena memang maknanya sejalan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Alasan Hamka bahwa ayat ini tidak menghapuskan ayat 62 – sebagaimana juga dikutip Syafii Maarif – bahwa “Ayat ini bukanlah menghapuskan (nasikh) ayat yang sedang kita tafsirkan ini melainkan memperkuatnya. Sebab hakikat Islam ialah percaya kepada Allah dan Hari Akhirat. Percaya kepada Allah, artinya percaya kepada segala firmanNya, segala Rasulnya dengan tidak terkecuali. Termasuk percaya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan hendaklah iman itu diikuti oleh amal yang shalih.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, Hamka tetap menekankan siapa pun, pemeluk agama apa pun,  akan bisa mendapatkan pahala dan keselamatan, dengan syarat dia beriman kepada segala firman Allah, termasuk Al-Quran, dan beriman kepada semua nabi dan rasul-Nya, termasuk Nabi Muhammad saw. Jika seseorang beriman kepada Al-Quran dan Nabi Muhammad saw, maka itu sama artinya dia telah memeluk agama Islam. Dengan kata lain, dalam pandangan Hamka, siapa pun yang tidak beriman kepada Allah, Al-Quran, dan Nabi Muhammad saw, meskipun dia mengaku secara formal beragama Islam, tetap tidak akan mendapatkan keselamatan. Itulah makna QS 3:85 yang sejalan dengan makna QS 2:62 dan 5:69.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Soal keimanan kepada Nabi Muhammad saw dan Al-Quran itulah yang sejak awal ditolak keras oleh kaum Yahudi dan Nasrani. Orang Yahudi menolak mengimani Nabi Isa dan Nabi Muhammad saw. Dan kaum Nasrani menolak untuk beriman kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan kaum Muslim mengimani Nabi Musa, Nabi Isa, dan juga Nabi Muhammad saw, sebagai penutup para Nabi.

Hamka adalah sosok ulama yang gigih dalam membela aqidah Islam. Tahun 1981, dia memilih mundur dari Ketua Majlis Ulama Indonesia, daripada harus menarik kembali fatwa haramnya merayakan Natal Bersama bagi umat Islam. Beberapa hari kemudian, beliau meninggal dunia. Sosok Hamka sangat jauh bedanya dengan para pengusung paham Pluralisme Agama.  Hamka sangat tegas dalam masalah keimanan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam catatan ini, kita pernah mengutip satu tulisan Buya Hamka yang berjudul: “Toleransi, Sekulerisme, atau Sinkretisme.”  Di situ, Prof. Hamka menyebut tradisi perayaan Hari Besar Agama Bersama bukan menyuburkan kerukunan umat beragama atau toleransi, tetapi akan menyuburkan kemunafikan. Di akhir tahun 1960-an, Hamka memberikan komentar tentang usulan akan perlunya diadakan perayaan Natal dan Idul Fithri bersama, karena waktunya berdekatan.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hamka menulis:  “Si orang Islam diharuskan dengan penuh khusyu’ bahwa Tuhan Allah beranak, dan Yesus Kristus ialah Allah. Sebagaimana tadi orang-orang Kristen disuruh mendengar tentang Nabi Muhammad saw dengan tenang, padahal mereka diajarkan oleh pendetanya bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi, melainkan penjahat. Dan Al-Quran bukanlah kitab suci melainkan buku karangan Muhammad saja. Kedua belah pihak,  baik orang Kristen yang disuruh tafakur mendengarkan al-Quran, atau orang Islam yang disuruh mendengarkan bahwa Tuhan Allah itu ialah satu ditambah dua sama dengan satu, semuanya disuruh mendengarkan hal-hal yang tidak mereka percayai dan tidak dapat mereka terima… Pada hakekatnya mereka itu tidak ada yang toleransi. Mereka, kedua belah pihak hanya menekan perasaan, mendengarkan ucapan-ucapan yang dimuntahkan oleh telinga mereka. Jiwa, raga, hati, sanubari, dan otak, tidak bisa menerima. Kalau keterangan orang Islam bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi akhir zaman, penutup sekalian Rasul. Jiwa raga orang Kristen akan mengatakan bahwa keterangan orang Islam ini harus ditolak, sebab kalau diterima, kita tidak Kristen lagi.  Dalam hal kepercayaan tidak ada toleransi. Sementara sang pastor dan pendeta menerangkan bahwa dosa waris Nabi Adam, ditebus oleh Yesus Kristus di atas kayu palang, dan manusia ini dilahirkan dalam dosa, dan jalan selamat hanya percaya dan cinta dalam Yesus.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita perlu menggarisbawahi  ungkapan Buya Hamka, bahwa “dalam hal kepercayaan tidak ada toleransi.”

Ya, tentu kita maklum, bahwa dalam soal keyakinan memang tidak ada kompromi. Jika kita yakin bahwa Iblis adalah musuh yang nyata, maka tidak mungkin kita juga mengakuinya sebagai teman akrab. Jika seorang Muslim  yakin bahwa Nabi Isa tidak mati di tiang salib, maka tidak mungkin pada saat yang sama dia juga meyakini konsep trinitas dalam Kristen. Lakum dinukum waliya din. Bagi kami agama kami, bagi anda agama anda. Demikianlah sikap yang diajarkan dalam Al-Quran. Kita menghormati keyakinan orang lain, tanpa mengurangi keyakinan kita sebagai seorang Muslim. (Depok, 1 Desember 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hasil Penelitian Depag tentang Faham Liberal Keagamaan (2)

Senin, 27 November 2006
Peneliti Depag mengatakan, di Surabaya tokoh-tokoh keagamaan banyak mendukung pemikiran Islam Liberal baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-171
Oleh: Adian Husaini

Pada Senin (20 November 2006), saya mengisi acara ceramah dan diskusi tentang Islam Liberal di Pesantren Maskumambang Gresik, Jawa Timur. Sore hari, acara dikhususkan untuk para ustad dan tokoh masyarakat Gresik dan sekitarnya. Saat itu, hadir lebih dari 200 orang. Malam harinya, acara dilakukan dalam bentuk pengajian umum di lapangan terbuka, yang dihadiri ribuan masyarakat dari daerah Gresik dan Lamongan. Bahkan, banyak jamaah dari jauh yang datang dengan kendaraan truk.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Saya terkejut menyaksikan besarnya minat masyarakat Gresik untuk mendengarkan pemaparan tentang Islam Liberal. Menurut pimpinan pesantren, hal itu disebabkan masalah paham liberal keagamaan – yang lebih populer dengan sebutan ‘Islam Liberal’ – sudah disebarkan sampai ke pelosok-pelosok kampung dan perguruan tinggi Islam. Pesantren pun terkena getahnya, karena ada alumninya yang terkena virus liberal ketika kuliah di perguruan tinggi tertentu.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Disamping itu, pesantren Maskumambang memang pesantren tua yang memiliki tradisi ilmu yang cukup baik dan memiliki ribuan alumni yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Pesantren ini dipimpin oleh seorang kyai cerdas dan kharismatis bernama KH Nadjih Ahjat (71 tahun), yang kini juga duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia. Disamping mengajar dan berceramah, Kyai Nadjih Ahjat juga seorang penulis buku yang handal dan penerjemah sejumlah kitab berbahasa Arab.  Saya sudah mengenal nama Kyai Nadjih sejak duduk di bangku SMAN 2 Bojonegoro, sekitar tahun 1981. Salah satu bukunya yang berjudul ‘Iman Jalan Menuju Hidup Sukses’, merupakan salah satu buku bacaan favorit saya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Buku ini memberikan dorongan semangat yang tinggi agar seorang muslim dapat meraih prestasi-prestasi besar dalam kehidupan dengan tetap berpegang dasar iman yang kuat.

Kepada ribuan masyarakat muslim itulah, saya membacakan hasil penelitian Litbang Departemen Agama tentang apa itu paham Islam Liberal, yang sebagian telah kita ungkapkan pada catatan yang lalu. Salah satu yang membuat mereka takjub adalah pendapat bahwa umat boleh menyembah Tuhan apa saja, dengan cara apa saja, dan juga pandangan bahwa Al-Quran bukan lagi dianggap wahyu yang suci, tetapi merupakan produk budaya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentulah masyarakat Jawa Timur masih mengingat peristiwa yang menghebohkan yang terjadi di IAIN Surabaya bulan Mei lalu, ketika seorang dosennya menginjak lafaz Allah yang ditulisnya sendiri, dengan alasan bahwa tulisan itu tidak suci. Si dosen juga berpendapat, bahwa Al-Quran adalah produk budaya dan tulisannya tidak suci. Kepada masyarakat yang hadir saya menjelaskan, bahwa cara pikir liberal itu memang sudah diajarkan di sejumlah perguruan tinggi Islam.

Dan tentu saja, cara pikir seperti itu adalah sesuatu yang sangat keliru. Sesuatu tulisan, karena merupakan simbol dari Yang Maha Suci, maka tulisan itu menjadi suci.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jangankan tulisan yang menjadi simbol nama Allah, tulisan yang menjadi simbol nama Presiden saja akan berbeda nilainya dengan tulisan yang menjadi simbol nama kecoa atau tikus. Cobalah kaum liberal yang menyatakan tulisan Allah dan Al-Quran tidak suci itu datang kepada Presiden SBY. Di depan Presiden, tulislah namanya pada secarik kertas, kemudian injaklah tulisan itu dengan kaki, dengan mata sedikit membelalak, sebagaimana dilakukan oleh dosen IAIN Surabaya ketika menginjak lafaz Allah. Normalnya, Presiden SBY pasti tersinggung dan marah dengan tindakan yang melecehkan namanya itu. Bagaimana dengan Allah, jika nama-Nya dengan sengaja diinjak oleh manusia?  Bukankah sangat wajar jika Allah murka jika nama-Nya saja diinjak oleh makhluk-Nya?! Dalam soal keimanan dan peribadahan, Allah sudah mengutus Rasul-Nya yang terakhir, yakni Nabi Muhammad saw, untuk mengenalkan nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan bagaimana cara menyembah-Nya yang benar. Maka, sebagai kaum Muslim, kita tidak melakukan ibadah secara sembarangan, melainkan harus berdasarkan petunjuk dan contoh dari Rasulullah saw. Kita tidak shalat secara sembarangan. Kita takbir, membaca al-Fatihah, ruku’, I’tidal, sujud, salam, dan sebagainya, sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh utusan Allah. Para ulama tidak mengarang tata cara ibadah dalam Islam. Mereka hanya merumuskan apa-apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, anehnya, kaum liberal lalu berteriak, “Boleh menyembah tuhan apa saja, dan boleh menyembah Tuhan dengan cara apa saja. Semua benar. Tidak ada yang salah!.

Tentu saja pendapat kaum liberal yang masih mengaku Islam ini sangat ajaib dalam pandangan Islam. Tetapi, yang memprihatinkan kita, sejumlah peneliti Litbang Departemen Agama, malah memberikan dukungan kepada paham liberal, dan menyudutkan kaum Muslim yang tidak mau mengikuti paham liberal tersebut. Kaum Muslim yang tidak liberal diberi cap-cap dan julukan-julukan yang melecehkan atau menyudutkan, seperti cap Muslim fundamentalis, muslim konservatif, muslim kerdil, dan sebagainya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Misalnya, peneliti Depag yang meneliti paham keagamaan liberal di lingkungan UIN Jakarta, menulis:

“Gagasan-gagasan keislaman liberal tentunya sangat berbeda dengan pemahaman keislaman kaum fundamentalis sehingga menimbulkan forum permusuhan antara kalangan fundamentalis dengan liberal ketika duduk satu meja pada forum-forum diskusi yang melibatkan kedua pihak.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Peneliti yang melakukan penelitian di lingkungan IAIN Surabaya juga menulis kesimpulan:

“Di Surabaya, akademisi dan tokoh-tokoh keagamaan secara substansial banyak mendukung pemikiran Islam Liberal, meskipun menolak istilah liberal pada dirinya. Istilah liberal, sebaiknya tidak usah digunakan dalam pergulatan wacana keagamaan, sehingga tidak ada klaim-klaim yang membingungkan. Konflik pemikiran antara kalangan Muslim “liberal” yang menurut saya adalah Islam “rasional” dengan kalangan muslim “kerdil” yang menurut saya adalah Islam “irrasional” mungkin harus dipahami sebagai konflik pemikiran biasa, karena dengan itu akan lahir dinamika keagamaan yang sehat, yang penting tidak ada konflik fisik.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Peneliti faham liberal di lingkungan IAIN Sumatera Utara menulis dalam laporannya: “Faham yang seringkali bertentangan dengan faham liberal adalah doktrin konservatif yang secara sederhana menyatakan dukungannya terhadap pemeliharaan status quo.”  Cara penamaan dikotomis ini memang bagian dari strategi untuk mengkampanyekan paham liberal dalam Islam. Sama dengan cara George W. Bush dalam memerangi terorisme dengan mengatakan: “either you are with us or with the terrorists”;   ikut AS atau ikut teroris; menjadi liberal atau menjadi muslim kerdil, radikal, militan, dan sebagainya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penggunaan istilah dikotomis ini seringkali menjebak. Sampai ada peneliti Depag yang tampaknya tidak mendukung paham Islam Liberal pun ikut-ikutan membuat istilah dikotomis dalam laporan penelitiannya. Ia menulis dalam laporan penelitian di Makassar:

“Pemikiran keagamaan yang diungkapkan oleh mereka yang mengaku dirinya berpaham liberal banyak mendapat tanggapan negatif dari kelompok konservatif. Puncaknya dengan dikeluarkannya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2005 yang menolak paham liberal, agaknya menjadi sinyal bahwa ada wacana seputar agama di Indonesia yang problematis.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dari berbagai contoh tersebut kita bisa melihat, bagaimana kuatnya cengkeraman pola pikir dikotomis yang dikembangkan para ilmuwan Barat dalam memandang fenomena pemikiran keagamaan. Istilah-istilah yang berasal dari fenonema masyarakat Kristen di Barat kemudian dipaksakan masuk ke dalam khazanah keilmuan dalam studi keislaman. Sangatlah tidak mudah menjebol hegemoni penggunaan istilah-istilah Barat dalam pemikiran dan studi Islam yang sudah terlanjur mencengkeram otak para profesor, doktor, dan peneliti di kalangan akademisi Muslim dewasa ini.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentu saja kita tidak apriori dengan penggunaan istilah-istilah asing, dari mana pun datangnya, asalkan itu tidak bertentangan dan tidak merusak konsep-konsep dasar dalam Islam. Sebagaimana beberapa kali kita catat, penggunaan istilah-istilah ‘fundamentalis’, ‘radikal’, ‘militan’, dalam tradisi Kristen-Yahudi sangat tidak sesuai jika diaplikasikan untuk Islam.  Sama halnya, kita juga tidak bisa secara sembarangan menggunakan istilah-istilah Islam untuk kaum Kristen-Yahudi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Misalnya, dalam khazanah Islam, seorang Muslim yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan beramal shalih,  kita sebut termasuk dari Muslimin yang muttaqin dan shalihin. Maka, kita tidak patut menyebut George W.  Bush – yang dikenal fanatik terhadap agama Kristen – sebagai seorang Nasrani yang termasuk orang-orang yang shalihin dan  muttaqin. Andaikan George W. Bush mati dalam Perang di Iraq,  tidak patut kita sebut ia telah ‘mati syahid’.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itulah, setiap ilmuwan Muslim seyogyanya berhati-hati dalam mengambil istilah dari Yahudi, Kristen, Barat, atau dari mana saja. Seorang ilmuwan Muslim harusnya tidak latah dalam menjiplak istilah dari agama atau peradaban lain. Misalnya, karena banyak kaum Kristen dan Yahudi sudah menjadi sekular dan mendukung negara sekular, lalu dengan latah menyatakan, bahwa kaum Muslim juga harus menjadi sekular dan mendukung negara sekular, sebagaimana kaum Kristen dan Yahudi. Pikiran seperti ini terlalu sederhana dan tidak berpikir panjang, bahwa ada banyak perbedaan yang mendasar antara karakteristik agama Islam dengan ajaran Kristen/Yahudi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Akibat pikiran sederhana itu, maka Islam harus dirombak habis-habisan, disekularkan, diliberalkan. Aqidah Islam harus dibongkar dengan paham Pluralisme Agama. Syariah Islam harus dibubarkan dan diganti dengan hukum-hukum sekular. Dengan konsep negara sekular, maka pemerintah tidak boleh membatasi agama yang diakui. Semua agama harus diperlakukan sama.

Padahal, AS dan negara-negara Barat lain pun juga tidak memperlakukan kaum Islam sama dengan Kristen! Sebagai Muslim, seharusnya kita menghindarkan kelatahan-kelatahan dalam mengikuti tradisi Yahudi dan Kristen.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sekularisasi dan liberalisasi sendiri telah merepotkan banyak kaum Kristen, dan kini dijejalkan kepada kaum Muslim, dengan dukungan dana besar-besaran dari negara-negara Barat. Dari hasil penelitian Depag itu kita bisa melihat, bagaimana kuatnya cengkeraman paham liberal itu di lingkungan perguruan tinggi dan institusi Islam. Institusi yang diharapkan menjaga dan mengembangkan Islam sudah terasuki paham-paham liberal yang jelas-jelas meruntuhkan bangunan aqidah dan syariah Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bahkan, dari hasil penelitian di lingkungan UIN Jakarta, diteliti tentang satu organisasi mahasiswa UIN Jakarta (Formaci) yang berpaham liberal yang pernah menolak kewajiban jilbab di UIN, mendukung sekularisasi,  menolak penerapan syariat Islam di berbagai daerah, dan mendukung perkawinan beda agama. Dengan berpegang kepada paham kebebasan berpikir dan atas dasar kemanusiaan, anggota Formaci sering menjadi saksi pernikahan beda agama. Ditulis dalam laporan penelitian ini:

“Seseorang yang sudah pacaran 5 tahun kemudian mau menikah terhalang oleh perbedaan agama, memberi arti bahwa agama hanyalah sebagai penghalang bagi terlaksananya niat baik dua insan untuk membangun rumah tangga.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Berbeda dengan organisasi-organisasi Islam lainnya, sistem kepengurusan dalam Formaci dipilih melalui rapat umum anggota yang disebut dengan ‘konsili’ –satu istilah yang biasa digunakan dalam tradisi Katolik dimana para uskup dan tokoh Gereja berkumpul untuk memutuskan masalah-masalah dan doktrin penting dalam Gereja Katolik.  Entah mengapa dan dengan tujuan apa istilah itu diambil oleh Formaci, bukannya menggunakan istilah-istilah munas, mukernas, kongres, muktamar, dan sebagainya.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Demikianlah realitas tentang perkembangan liberalisme keagamaan sebagaimana hasil penelitian Litbang Departemen Agama. Penelitian ini telah membuka mata kita lebih jauh tentang fenomena liberalisasi Islam di Indonesia. Semoga umat Islam Indonesia dapat mengambil hikmah dari hasil penelitian ini dan menyiapkan diri lebih baik lagi dalam bidang keilmuan untuk mencegah berkembangnya paham yang jelas-jelas merusak agama Islam ini. Wallahu a’lam. [Depok, 24 November 2006/www.hidayatullah.com].

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Hasil Penelitian Depag tentang Faham Liberal Keagamaan”

Senin, 20 November 2006
Menyedihkan hasil penelitian Depag terbaru tentang pluralisme agama. Al-Quran, katanya “produk budaya”.  Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-170

Oleh: Adian Husaini

Departemen Agama, melalui Badan Litbang dan Diklatnya, telah melakukan penelitian tentang ‘Faham-faham keagamaan liberal pada masyarakat perkotaan’. Hasil penelitian itu dipresentasikan pada 15 November 2006 di Jakarta, di hadapan sejumlah peneliti, perwakilan berbagai ormas keagamaan, dan lembaga swadaya masyarakat. Penelitian dilakukan di sejumlah kota besar: Jakarta, Medan, Yogyakarta, Bandung, Makassar, dan Surabaya. Untuk kalangan Kristen, dilakukan penelitian di Nusa Tenggara Timur dan Menado, dan untuk kasus Hindu dilakukan penelitian di Denpasar Bali.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ketika melakukan penelitian perkembangan paham keagamaan liberal di lingkungan masyarakat Muslim, para peneliti Depag menfokuskan penelitiannya di seputar lingkungan UIN/IAIN. Di Medan, misalnya, penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara dengan sejumlah dosen IAIN Sumatera Utara. Ada sejumlah masalah yang dijadikan indikator dalam penelitian, seperti (1) masalah hubungan antara agama dengan negara, (2) masalah Pluralisme Agama, (3) masalah hak beragama, (4) kebebasan berpikir (berijtihad), (5) perkawinan beda agama dan masalah poligami, (6) masalah kebenaran, (7) Hak asasi manusia (8) masalah jender, (9) masalah demokrasi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ditulis dalam hasil penelitian ini: “Mengenai masalah pluralisme, mereka tidak sependapat dengan MUI sebab kalau semua agama itu sama, berarti bukan plural lagi. Plural itu artinya banyak, paham yang mengakui adanya perbedaan dalam kelompok dan masyarakat. Dengan mengembangkan paham pluralisme, menjadikan pandangan keagamaan seseorang tidak ekstrem, longgar tetapi tidak sampai menganggu keimanannya, kepanatikan berkurang dan menghargai orang lain. Memang implikasi sikap pluralisme tersebut bisa membuat iman seseorang berkurang. Untuk itu dalam mengajarkan ajaran agama untuk tingkat TK/SD ditanamkan emosi dan rasa keagamaan. Untuk tingkat SMA diajarkan tentang kemajemukan, sehingga mereka menghargai antara faham yang satu dengan faham yang lain. Menurut Amiur Nuruddin, pluralisme agama berarti semua agama mempunyai dasar dan keyakinan yang dianut oleh masing-masing penganut, dan kita menghargai masing-masing agama untuk mengembangkan ajaran agama masing-masing, jadi pluralisme tidak menganggap semua agama sama. Dalam Islam harus menerima keragaman paham keagamaan secara internal dan tidak boleh mamaksakan suatu faham kepada kelompok lain. Kalau hal ini dikembangkan akan terjadi konflik horisontal diantara umat Islam. Maka Pak Amiur tidak setuju terhadap tindakan suatu kelompok yang mengeksekusi terhadap kelompok yang dianggap sempalan.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah hasil penelitian Departemen Agama terhadap persepsi sejumlah dosen IAIN Sumatera Utara terhadap paham Pluralisme Agama. Yang disebut Pak Amiur Nuruddin adalah Dekan Fakultas Syariah IAIN Sumatera Utara. Tampak dalam penelitian itu, bahwa Dekan Fakultas Syariah itu setuju dengan paham Pluralisme Agama, dan tidak memahami masalah paham Pluralisme Agama, sebagaimana dibahas dalam studi agama-agama di dunia saat ini. Dia mendefinisikan Pluralisme Agama sebagai “paham yang mengakui adanya perbedaan dalam kelompok dan masyarakat.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sehingga dengan mengembangkan paham pluralisme, menjadikan pandangan keagamaan seseorang tidak ekstrem, longgar tetapi tidak sampai menganggu keimanannya, kepanatikan berkurang dan menghargai orang lain.

Kesimpulan ini sangat aneh. Pluralisme Agama, sebagaimana didefinisikan dan biasa dikaji dalam studi agama-agama, bukanlah paham yang seperti itu. Dalam fatwa MUI pun sudah ditegaskan, bahwa Islam mengakui dan menghormati perbedaan. Hanya saja, itu disebut sebagai ‘pluralitas’.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, dalam Pluralisme Agama, — sebagaimana sering kita bahas dalam Catatan ini – agama-agama memang dipandang sama-sama sah sebagai jalan menuju Tuhan yang sama. Dalam bahasa Nurcholish Madjid, agama-agama adalah ibarat jari-jari roda yang menuju kepada pusat roda (tuhan) yang sama. Dalam bahasa Huston Smith dan Seyyed Hossen Nasr, agama-agama diibaratkan sebagai jalan yang berbeda-beda menuju ke puncak (tuhan) yang sama.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, MUI tidak salah ketika mendefinisikan bahwa Pluralisme Agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, kita patut merasa heran dengan pandangan Dekan Fakultas Syariah IAIN Sumatera Utara itu tentang paham Pluralisme Agama, sebagaimana diungkap dalam hasil penelitian Depag tersebut. Ditambah lagi, redaksi yang digunakan pun bertentangan satu dengan lainnya. Pada satu kalimat dikatakan, bahwa dengan mengembangkan paham Pluralisme, maka tidak sampai mengganggu keimanannya. Tetapi pada kalimat berikutnya ditulis, bahwa implikasi sikap pluralisme tersebut bisa membuat iman seseorang berkurang.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Masalah Pluralisme Agama merupakan tantangan sangat serius bagi  agama-agama yang ada, sehingga para tokoh agama dan cendekiawan agama-agama, baik dari kalangan Islam, Katolik, Protestan, Hindu, dan sebagainya, telah melakukan kajian yang serius tentang masalah ini.

Karena itu, kita sangat amat layak untuk bersedih hati menyimak pendapat seorang profesor doktor dari IAIN Sumatera Utara yang juga Dekan Fakultas Syariah itu tentang paham Pluralisme Agama.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hasil penelitian di Kota Medan ini ditutup dengan rekomendasi peneliti Depag tersebut: “untuk kelompok yang mengembangkan pemikiran baru di Kota Medan ini alangkah baiknya kalau membentuk semacam lembaga, seperti JIL di Jakarta, LKIs di Yogyakarta, atau Paramadina, sehingga bisa disusun agenda diskusi, sehingga nantinya dapat menghasilkan produk pemikiran yang  terdokumentasikan, sehingga bisa juga dinikmati orang lain. Kepada MUI agar berhati-hati mengeluarkan statemennya, agar tidak mematikan semangat berpikir yang tumbuh di kalangan generasi muda, yang sedang mekar-mekarnya.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Berdasarkan rekomendasi penelitian di Kota Medan itu, kita memahami, bahwa si peneliti Depag itu sudah memiliki kerangka pikir liberal dan menganjurkan agar di Kota Medan juga dibentuk lembaga penyebar paham keagamaan liberal. Tentu saja, ini PR berat bagi Menteri Agama saat ini yang dikenal cukup kritis terhadap paham-paham liberalisme keagamaan.

Bahwa diantara anak buahnya, justru menganjurkan disebarkannya paham liberal. Bagi umat Islam, tentu ini musibah dan tantangan besar.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita lanjutkan menelaah hasil penelitian di Kota Yogyakarta, yang diberi judul “Faham Islam Liberal Masyarakat Kota Yogyakarta”. Menjelaskan sejumlah faham liberal, diantaranya tentang “Memaknai teks al-Quran dan al-Hadits secara liberal dengan mengutamakan semangat religio etik”, penelitian ini mencatat:

“Al-Quran bukan lagi dianggap sebagai wahyu suci dari Allah SWT kepada Muhammad saw, melainkan merupakan produk budaya (muntaj tsaqafi) sebagaimana yang digulirkan oleh Nasr Hamid Abu Zaid. Metode tafsir yang digunakan adalah hermeneutika, karena metode tafsir konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman. Amin Abdullah mengatakan bahwa sebagian tafsir dan ilmu penafsiran yang diwarisi umat Islam selama ini dianggap telah melenggengkan status quo dan kemerosotan umat Islam secara moral, politik, dan budaya. Hermeneutika kini sudah menjadi kurikulum resmi di UIN/IAIN/STAIN seluruh Indonesia. Bahkan oleh perguruan tinggi Islam dinusantara ini hermeneutika makin digemari. Terhadap Al-Hadits tetap harus ada kritik terhadap perawi-perawi hadits, kritik terhadap hadits-hadits mutawatir, bahkan terhadap ideologi Islam. Menurut Zuly Qadir bahwa yang menjadi salah satu kunci dari penafsiran agama adalah tidak ada tafsir dan pemahaman absolut terhadap agama. Dalam menyikapi perbedaan, Islam Liberal tidak menjustifikasi benar atau salah.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Membaca kutipan hasil penelitian itu, kita bisa melihat, bagaimana parahnya cara berpikir kaum liberal yang berkutat di sekitar UIN Yogya tersebut. Mereka tidak lagi menganggap Al-Quran sebagai wahyu suci. Mereka sudah menggeser ilmu tafsir dan mengganti dengan hermeneutika yang ujung-ujungnya menghasilkan pemahaman relativisme tafsir. Mereka juga tidak menentukan sikap terhadap yang benar dan yang salah.

Jika kita membaca pandangan mereka, berdasarkan hasil penelitian ini, maka sungguh kita amat sangat patut khawatir terhadap anak-anak kita yang sekarang sedang menuntut ilmu di Yogyakarta dan dicekoki dengan paham-paham yang menggerus keyakinan Islam secara sistematis tersebut. Sampai-sampai antara yang benar dan yang salah pun sudah tidak bisa membedakan lagi.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Padahal, sebagai Muslim, kita diwajibkan menjalankan amar ma’ruf nahi munkar: memperjuangkan yang benar dan melawan kemunkaran. Jika seorang yang masih mengaku Muslim tetapi sudah tidak mengakui kesucian Al-Quran, tidak mengakui kebenaran hadits mutawatir, tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah, lalu, apa lagi yang tersisa dari sebuah makna keislaman?

Tentang masalah ‘kebebasan beragama’ dilaporkan dalam penelitian ini bahwa Islam Liberal berpendapat: “Semua agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama, memiliki tujuan dan mengabdi pada Tuhan yang sama, dan kebenaran itu ada pada semua agama… Mengklaim agama sendiri paling benar akan menempatkan seseorang pada sikap eksklusif partikular dan hanya akan menimbulkan disharmoni antar umat beragama.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Juga ditulis dalam laporan ini, bahwa dalam masalah theologi, Islam Liberal berpendapat : ‘’Tuhan apapun yang disembah oleh umat, tidak menjadi masalah. Di sisi lain Tuhan tidak berhak menghukum manusia karena tidak menyembahnya (atheis), karena hal ini bukan wewenang Tuhan untuk mengatur manusia, karena sudah masuk dalam ruang privat.”

Dalam masalah ritual ditulis: “Manusia meyakini akan kebenaran adanya Tuhan. Karena kebenaran berada bukan pada satu keyakinan dan agama, maka cara untuk “menyapa” dan mendekatkan diri pada Tuhan juga mengalami keberagaman. Umat Islam memiliki ritual sendiri. Demikian pula Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan agama-agama lainnya. Yang terpenting adalah bahwa semua agama sama dan tujuan peribadatan agama-agama itu adalah satu tujuan, Tuhan Yang Satu.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tentang nikah beda agama, dicatat dalam penelitian ini: “Larangan nikah beda agama menurut Islam Liberal dipandang sudah tidak relevan lagi, karena sesuai dengan tuntunan Al-Quran bahwa Al-Quran mnganut pandangan universal tentang martabat manusia yang sederajat, tanpa melihat perbedaan agama.”

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Salah satu kesimpulan dari penelitian di Yogya ini menyatakan:

‘’Arus perkembangan pemikiran Islam Liberal di Kota Yogyakarta bermula dari Kampus IAIN Sunan Kalijaga (kini UIN Sunan Kalijaga) pada dekade tahun 1980-an oleh para dosen dan akademisi kampus melalui kajian-kajian keislaman yang diikuti oleh para mahasiswa. Materi hermeneutika dan pemikiran orientalis barat sudah menjadi kajian resmi di UIN Sunan Kalijaga. Hermeneutika dianggap sebagai sebuah kebenaran yang harus disampaikan kepada umat.’’

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah beberapa contoh hasil penelitian Departemen Agama tentang faham liberal keagamaan di Yogyakarta. Membaca paham yang dikembangkan oleh mereka yang berpaham liberal tersebut, kita berharap, semoga kita tidak termasuk bagian dari mereka. Mudah-mudahan umat Islam diselamatkan dari fitnah yang disebarkan oleh mereka. Sebab, tentulah musibah besar, jika dari kampus yang berlabel Islam dan bernaung di bawah Departemen Agama justru lahir dan disebarkan paham-paham yang secara jelas sangat destruktif terhadap aqidah dan syariat Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika ada yang menyatakan semua agama sama, semua manusia boleh menyembah tuhan apa saja, boleh melakukan ritual dengan cara apa saja, maka apa yang masih bisa kita komentari dari pernyataan yang amat sangat bodoh dan keterlaluan dalam melecehkan Allah itu ? Untuk menghadap kepala sekolah saja ada aturannya. Untuk menemui George Bush pun ada aturannya. Lalu, kaum Liberal mengatakan, untuk menghadap Allah boleh dan sah dengan menggunakan cara apa saja! Bukankah ini sangat keterlaluan?

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tapi itulah mereka. Kita tentu tidak setuju dengan pendapat itu. Kita meyakini, Allah telah mengutus utusan-Nya yang terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw, untuk menjelaskan kepada kita, siapa Allah sebenarnya, sifat-sifat dan nama-Nya, dan juga bagaimana cara kita menyembah Allah SWT dengan benar.

Maka, jika seseorang tidak mengimani kenabian Muhammad saw, sangatlah mustahil dia dapat mengenal dan menyembah Allah dengan benar. Karena itulah, syahadat adalah rukun islam yang pertama dan pintu gerbang untuk masuk Islam.

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Maka, membaca hasil penelitian Depag ini, kita semakin jelas melihat, di mana sebenarnya posisi Islam Liberal! Tentu kita berharap, Depag akan sangat serius menangani masalah ini. Apalagi, jika gagasan itu disebarkan oleh lembaga atau pegawai-pegawai yang ada di bawah naungannya. Wallahu a’lam. [Depok, 17 November 2006/www.hidayatullah.com].

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – KOLEKSI PUISI UCAPAN SELAMAT ULTAH ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Mendiskusikan Jilbab di Pusat Studi Al-Qur’an”

Sabtu, 23 September 2006
Dr.Quraish Shihab tetap berpendapat jilbab adalah masalah khilafiah, pendapat ganjil menurut pandangan ulama Salaf. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-163

Oleh: Adian Husaini

Hari Kamis, (21/9/2006), saya diundang untuk membedah buku Prof. Dr. Quraish Shihab yang berjudul “Jilbab, Pakaian Wanita Muslimah: Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer”.   Tempatnya di Pusat Studi Al-Quran, Ciputat, lembaga yang dipimpin oleh Quraish Shihab sendiri. Hadir sebagai pembicara adalah Quraish Shihab, Dr. Eli Maliki, Dr. Jalaluddin Rakhmat, dan saya sendiri.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Acara ini mendapat sambutan yang cukup hangat. Ruangan yang tersedia tidak mampu menampung ratusan hadirin.  Banyak peserta harus berdiri, karena kehabisan tempat duduk. Bertindak sebagai moderator adalah Dr. Mukhlis Hanafi, doktor tafsir lulusan Universitas al-Azhar Kairo, yang baru beberapa bulan kembali ke Indonesia. Ketika masih di Kairo, Mukhlis Hanafi sendiri sudah menulis satu makalah yang mengkritik pendapat Quraish Shihab tentang jilbab. Dr. Eli Maliki, doktor bidang fiqih — yang juga lulusan Al-Azhar – mendadak menggantikan Dr. Anwar Ibrahim, anggota Komisi Fatwa MUI yang berhalangan hadir.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Prof. Quraish Shihab – seperti biasanya – dengan tenang mengawali paparannya yang ‘kontroversial’ tentang jilbab. Sudah lama ia mempunyai pendapat bahwa jilbab adalah masalah khilafiah – satu pendapat yang ganjil menurut pandangan para ulama Islam terkemuka.

Dalam bukunya tersebut, Quraish menyimpulkan, bahwa: “ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi.” Juga, dia katakan: “bahwa ketetapan hukum tentang batas yang ditoleransi dari aurat atau badan wanita bersifat zhanniy yakni dugaan.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Masih menurut Quraish, “Perbedaan para pakar hukum itu adalah perbedaan antara pendapat-pendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks situasi zaman serta kondisi masa dan masyarakat mereka, serta pertimbangan-pertimbangan nalar mereka, dan bukannya hukum Allah yang jelas, pasti dan tegas.

Di sini, tidaklah keliru jika dikatakan bahwa masalah batas aurat wanita merupakan salah satu masalah khilafiyah, yang tidak harus menimbulkan tuduh-menuduh apalagi kafir mengkafirkan. (hal. 165-167). Dalam bukunya yang lain,   “Wawasan Al-Quran”, (cetakan ke-11, tahun 2000), hal. 179), Quraish juga sudah menulis: “Bukankah Al-Quran tidak menyebut batas aurat? Para ulama pun ketika membahasnya berbeda pendapat.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pandangan Quraish Shihab tersebut mendapat kritik keras dari Dr. Eli Maliki. Membahas QS 24:31 dan 33:59, Eli Maliki menjelaskan, bahwa Al-Quran sendiri sudah secara tegas menyebutkan batas aurat wanita, yaitu seluruh tubuh, kecuali yang biasa tampak, yakni muka dan telapak tangan. Para ulama tidak berbeda pendapat tentang masalah ini. Yang berbeda adalah pada masalah: apakah wajah dan telapak tangan wajib ditutup? Sebagian mengatakan wajib menutup wajah, dan sebagian lain menyatakan, wajah boleh dibuka.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Saya sendiri berkeberatan dengan kesimpulan Quraish Shihab bahwa jilbab adalah masalah khilafiah. Saya katakan, yang menjadi masalah khilafiah adalah masalah muka dan telapak tangan, telapak kaki dan sebagian tangan sampai pergelangan, jika ada hajat yang mendesak.

Kesimpulan Quraish Shihab – bahwa jilbab adalah masalah khilafiah — seyogyanya diklarifikasi, bahwa yang menjadi masalah khilafiyah diantara para ulama tidak  jauh-jauh dari masalah “sebagian tangan, wajah, dan sebagian kaki”; tidak ada perbedaan diantara para ulama tentang wajibnya menutup dada, perut, punggung, paha, dan pantat  wanita, misalnya.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kesimpulan ini perlu dipertegas, agar tidak ada salah persepsi diantara pembaca, bahwa ‘batas aurat wanita’ memang begitu fleksibel, tergantung situasi dan kondisi.

Menurut Yusuf Qaradhawi, di kalangan ulama sudah ada kesepakatan tentang masalah ‘aurat wanita yang boleh ditampakkan’. Ketika membahas makna “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali apa yang biasa tampak daripadanya” (QS 24:31), menurut Qaradhawi, para ulama sudah sepakat bahwa yang dimaksudkan itu adalah “muka” dan “telapak tangan”.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Imam Nawawi dalam al-Majmu’, menyatakan, bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya. Diantara ulama mazhab Syafii ada yang berpendapat, telapak kaki bukan aurat. Imam Ahmad menyatakan, aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajahnya saja.

Diantara ulama mazhab Maliki ada yang berpendapat, bahwa wanita cantik wajib menutup wajahnya, sedangkan yang tidak cantik hanya mustahab. Qaradhawi menyatakan –  bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan – adalah pendapat Jamaah sahabat dan tabi’in sebagaimana yang tampak jelas pada penafsiran mereka terhadap ayat: “apa yang biasa tampak daripadanya.” (Dikutip dari buku Fatwa-Fatwa Kontemporer (Terj. Oleh Drs. As’ad Yasin), karya Dr. Yusuf Qaradhawi, (Jakarta: GIP, 1995), hal. 431-436).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pendapat semacam ini bukan hanya ada di kalangan sunni. Di kalangan ulama Syiah juga ada kesimpulan, bahwa ‘’apa yang biasa tampak daripadanya’’ ialah ‘’wajah dan telapak tangan’’ dan perhiasan yang ada di bagian wajah dan telapak tangan. Murtadha Muthahhari menyimpulkan, “… dari sini cukup jelas bahwa menutup wajah dan dua telapak tangan tidaklah wajib bagi wanita, bahkan tidak ada larangan untuk menampakkan perhiasan yang terdapat pada wajah dan dua telapak tangan yang memang sudah biasa dikenal, seperti celak dan kutek  yang tidak pernah lepas dari wanita.” (Lihat, Murtadha Muthahhari, Wanita dan Hijab (Terj. Oleh Nashib Musthafa), (Jakarta: Lentera Basritama, 2002).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bahkan, dalam buku Wawasan Al-Quran, Quraish Shihab sendiri sudah mengungkapkan, bahwa para ulama besar, seperti Said bin Jubair, Atha, dan al-Auza’iy berpendapat bahwa yang boleh dilihat hanya wajah wanita, kedua telapak tangan, dan busana yang dipakainya. (hal. 175-176).

Membaca kesimpulan buku Quraish Shihab tersebut, dapat menimbulkan pengertian, bahwa konsep “aurat wanita” dalam Islam bersifat “kondisional”, “lokal” dan temporal”. Kesimpulan ini “cukup riskan” karena bisa membuka pintu bagi “penafsiran baru” terhadap hukum-hukum Islam lainnya, sesuai dengan asas lokalitas, seperti yang sekarang banyak dilakukan sejumlah orang dalam menghalalkan perkawinan antara muslimah dengan laki-laki non-Muslim, dengan alasan, QS 60:10 hanya berlaku untuk kondisi Arab waktu itu, karena rumah tangga Arab didominasi oleh laki-laki.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sedangkan sekarang, karena wanita sudah setara dengan laki-laki dalam rumah tangga – sesuai dengan prinsip gender equality – maka hukum itu sudah tidak relevan lagi. Bahkan, berdasarkan penelitian, lebih baik jika istrinya yang muslimah, dibandingkan jika suaminya yang muslim tetapi istrinya non-Muslim. Sebab, sekitar 70 persen anak ternyata ikut agama ibunya.

Dari pendapat para ulama yang otoritatif, bisa disimpulkan, bahwa ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang aurat dan pakaian wanita adalah bersifat universal, berlaku untuk semua wanita, sebagaimana ketika ayat-ayat al-Quran dan hadits Nabi yang berbicara tentang salat, jual beli, pernikahan, haid, dan sebagainya. Ayat-ayat itu tidak bicara hanya untuk orang Arab. Makanya yang diseru dalam QS 24:31 adalah “mukminat”. Itu bisa dipahami, sebab tubuh manusia juga bersifat universal. Tidak ada bedanya antara tubuh wanita Arab, wanita Jawa, wanita Amerika, wanita Cina, wanita Papua, dan sebagainya. Bentuknya juga sama.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, pakaian dan aurat wanita juga bersifat universal. Sebuah koran nasional pernah memberitakan, sebuah sekolah menengah di AS melarang wanitanya mengenakan pakaian yang memperlihatkan belahan dadanya, karena dapat mengganggu konsentrasi para pelajar laki-laki, yang lebih suka melihat belahan dada wanita ketimbang pelajaran di kelas.

Hingga kini, di Inggris misalnya, tidak boleh melakukan aksi demonstrasi di jalan raya dengan bertelanjang bulat.

Karena sifatnya yang universal, maka tidak bisa dibenarkan – di daerah mana pun – wanita  betelanjang dada – dengan alasan sudah menjadi “kebiasaan” sukunya. Pakaian koteka tetap salah, dan mereka yang berkoteka diupayakan secara bertahap supaya menutup auratnya.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika disepakati bahwa konsep teks al-Quran adalah bersifat “universal” dan “final” maka hukum-hukum yang dikandungnya juga bersifat “final” dan “universal” – tentu dengan memperhatikan faktor ‘illah.

Sebagai taushiyah, saya sampaikan kepada Prof. Quraish Shihab, bahwa melontarkan pendapat seperti itu tentang jilbab, bukanlah tindakan yang bijak. Di tengah arus budaya pornografi dan pornoaksi dan melanda masyarakat, dan munculnya arus budaya jilbab di kalangan wanita muslimah, penerbitan buku Jilbab karya Quraish Shihab ini, menurut saya,  bukanlah tindakan yang bijaksana. Apalagi, diterbitkan oleh sebuah lembaga yang terhormat seperti Pusat Studi Al-Quran.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ditambah lagi, meskipun ini hanya sebuah pendapat, tetapi pendapat ini bukan keluar dari seorang Inul Daratista atau seorang Asmuni, melainkan keluar dari seorang mufassir Al-Quran yang paling terkenal saat ini di Indonesia.

Pendapat Prof. Dr. Quraish Shihab tentang jilbab dan fakta seorang putrinya yang tidak mengenakan jilbab dijadikan legitimasi oleh satu Majalah untuk melegitimasi tentang tidak perlunya wanita mengenakan jilbab. Majalah ini pada 22 Maret 2005, menulis judul
cover: “TERHORMAT MESKI TANPA JILBAB.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dr. Eli Maliki juga mengkritik sikap Prof. Quraish Shihab yang tidak mentarjih satu pendapat di antara para ulama, dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat luas untuk memilih pendapat-pendapat yang bermacam-macam. Padahal, kata Dr. Eli, tugas ulama adalah memimbing masyarakat, dengan menunjukkan mana pendapat yang lebih kuat, dibandingkan dengan yang lain. Seorang mahasiswi yang hadir mengaku bingung membaca buku Quraish dan takut membawa buku itu ke tempat asalnya, karena buku itu ia nilai bisa membingungkan.

Menghadapi semua kritik itu, Quraish Shihab tidak berubah dengan pendapatnya. Ia tetap menyatakan, bahwa jilbab adalah masalah khilafiah. Padahal, dalam bukunya, Quraish hanya merujuk kepada pemikiran seorang pemikir liberal Mesir yaitu Muhammad Asymawi.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Quraish bersikap kritis terhadap Muhammad Syahrur, tetapi tidak kritis terhadap Asymawi. Quraish tetap bertahan dengan pendapatnya, bahwa mengenakan jilbab yang menutup seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan adalah ‘sebuah anjuran’, bukan kewajiban.

Eli Maliki juga mengkritik pendapat Quraish ini, dan menyatakan, bahwa mengenakan jilbab adalah sebuah kewajiban, yang jelas-jelas dinyatakan dalam Al-Quran. Quraish Shihab, meskipun bertahan dengan pendapatnya, bahwa jilbab adalah sebuah anjuran, namun dia mengaku telah mengajurkan keluarganya untuk memakai jilbab.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dan ia berharap, para muslimah yang berjilbab, tidak lantas melepas jilbabnya,  karena membaca pendapatnya. Quraish juga menekankan, bahwa ‘daerah-daerah rawan wanita’ tetap wajib untuk ditutup.

Menurut saya, karena begitu jelasnya perintah Al-Quran, dan padunya pendapat para sahabat Nabi, para tabiin, tabi’ut tabi’in, dan para ulama sesudahnya, tentang kewajiban mengenakan jilbab, lebih aman jika kita mengikuti pendapat yang menyatakan bahwa jilbab adalah kewajiban yang jelas. Jika ada yang belum mampu mengenakan jilbab – karena berbagai alasan – sebaiknya tidak mengubah hukum jilbab. Lebih baik mengakui bahwa ada kekurangan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Walhasil, diskusi itu memang belum tuntas. Quraish Shihab tetap dengan pendapatnya semula. Kita pun sudah menyampaikan nasehat dan pendapat-pendapat untuk Quraish Shihab secara langsung. Kewajiban kita sudah selesai. Sekarang kita serahkan kepada Allah SWT.

Semoga masyarakat tidak dibuat bingung dengan pendapat Quraish Shihab tentang jilbab. Lebih aman jika masyarakat mengikuti pendapat para ulama yang sejak zaman Sahabat Nabi hingga kini telah bersepakat tentang kewajiban wanita menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangannya. Bagaimana pun, harus diakui, pendapat Quraish Shihab tentang jilbab, adalah pendapat yang ganjil, di kalangan ulama kaum Muslimin. Meskipun dia dikenal sebagai pakar tafsir, namun dalam hal ini, menurut saya, pendapatnya jelas keliru. Mudah-mudahan di masa mendatang, Quraish Shihab bersedia meralat pendapatnya. Wallahu a’lam.  (Jakarta, 23 September 2006/www.hidayatullah.com ).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Mengajak Jalaluddin Rakhmat Bertobat “

Sabtu, 30 September 2006
Jalaluddin Rakhmat, memanipulasi ayat untuk mendukung gagasan Pluralisme Agama. Cara seperti ini sama saja dengan “menjual minyak babi bercap onta”. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke 164

Oleh: Adian Husaini

Pada tanggal 19 September 2006 lalu, bertempat di kampus Universitas Paramadina Jakarta, saya diundang untuk membahas buku baru dari Dr. Jalaluddin Rakhmat yang berjudul “Islam dan Pluralisme: Akhlak Quran Menyikapi Perbedaan.” Sejak awal, saya sebenarnya enggan melayani perdebatan tentang Pluralisme Agama, karena berdasarkan pengalaman, selama ini, perdebatan seperti itu tidak banyak membawa manfaat.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, karena ada pertimbangan khusus, undangan itu saya terima. Beberapa pekan sebelumnya, saya sudah bertemu dengan Jalaluddin Rakhmat, yang biasanya dipanggil sebagai Kang Jalal. Dalam forum tersebut Jalal menyatakan, bahwa “menjadi orang Kristen yang beramal shalih lebih baik daripada menjadi orang muslim yang jahat”. Saya sempat kirim SMS mempertanyakan ucapan dia tersebut.

Dengan niat ingin berdakwah dan menjelaskan kekeliruan pandangan “Pluralisme Agama” tersebut di kampus Paramadina, saya bersedia menghadiri forum tersebut. Ternyata forum itu sangat ramai. Pengunjung berjubel memadati ruangan. Maka, sedapat mungkin, saya mencoba menjelaskan kekeliruan paham Pluralisme Agama, termasuk yang disampaikan oleh Jalaluddin Rakhmat melalui bukunya tersebut. Untuk itu, pada malam itu, saya luncurkan juga buku baru saya yang berjudul “Pluralisme Agama: Parasit bagi Agama-agama”.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Salah satu yang saya kritik keras adalah cara Jalaluddin Rakhmat dalam mengutip dan menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang dia katakan sebagai “ayat pluralis”. Tampak, ada pemutarbalikkan makna ayat-ayat Al-Quran dengan tujuan untuk melegitimasi pandangan Pluralisme Agama, seolah-olah Pluralisme Agama adalah paham yang dibenarkan oleh Al-Quran . Cara seperti ini sama saja dengan “menjual minyak babi tetapi diberi cap onta”. Ayat-ayat Al-Quran ditafsirkan dengan semaunya sendiri untuk membenarkan paham yang salah.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam bukunya tersebut, misalnya, Jalal mengutip, pendapat Rasyid Ridha dalam Kitab Tafsir al-Manar Jilid I:336-338, tentang penafsiran QS al-Baqarah: 62, yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Kristen, dan kaum Shabiin, siapa saja yang beriman kepada Allah, Hari Akhir, dan beramal shalih, maka mereka akan mendapatkan pahala dari sisi Allah dan tidak ada ketakutan dan kekhawatiran atas mereka.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam ayat ini, menurut Jalal yang mengutip Rasyid Ridha, kaum Yahudi dan Kristen akan dapat meraih keselamatan meskipun tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw. Jadi, untuk meraih keselamatan, seseorang hanya disyaratkan beriman kepada Allah, iman kepada hari pembalasan, dan beramal saleh – tanpa wajib beriman kepada kenabian Muhammad saw. Bahkan, Jalaluddin Rakhmat juga menyatakan:

“Bertentangan dengan kaum eksklusivis adalah kaum pluralis. Mereka berkeyakinan bahwa semua pemeluk agama mempunyai peluang yang sama untuk memperoleh keselamatan dan masuk sorga. Semua agama benar berdasarkan kriteria masing-masing. Each one is valid within its particular culture. Mereka percaya rahmat Allah itu luas.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pendapat semacam ini sudah pernah dikemukakan oleh tokoh Pluralis Agama Prof. Abdul Aziz Sachedina, yang menulis:

“Rashid Rida does not stipulate belief in the prophethood of Muhammad for the Jews and Christians desiring to be saved, and hence implicitly maintains the salvific validity of both the Jewish and Christian revelation.” (Terjemahan bebasnya: Rasyid Ridha tidak mensyaratkan iman kepada kenabian Muhammad bagi kaum Yahudi dan Kristen yang berkeinginan untuk diselamatkan, dan karena itu, ini secara implisit menetapkan validitas kitab Yahudi dan Kristen). (Lihat Abdul Aziz Sachedina, “Is Islamic Revelation an Abrogation of Judaeo-Christian Revelation? Islamic Self-identification in the Classical and Modern Age, dalam Hans Kung and Jurgen Moltman, Islam: A Challenge for Christianity, (London: SCM Press, 1994)).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Baik Jalaluddin Rakhmat atau Sachedina sama-sama bersikap manipulatif dalam menampilkan pendapat Muhamamd Abduh dan Rasyid Ridha tentang keselamatan Ahli Kitab. Mereka hanya mengutip Tafsir al-manar Jilid I, dan tidak melanjutkan telaahnya kepada bagian lain Tafsir al-Manar. Jalaluddin Rakhmat bahkan menyimpulkan bahwa Rasyid Ridha seolah-olah merupakan seorang pluralis. Padahal, jika mereka mau menelaah bagian Tafsir al-Manar lainnya, akan dapat menemukan pendapat Mohammad Abduh atau Rasyid Ridha yang sangat berbeda dengan kesimpulan mereka itu.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam forum di Paramadina tersebut, saya bawakan fotokopian Tafsir al-Manar Jilid IV yang membahas tentang keselamatan Ahlul Kitab, yang dengan tegas menyebutkan, bahwa bahwa QS al-Baqarah:62 tersebut adalah membicarakan keselamatan Ahlul Kitab yang dakwah Nabi (Islam) tidak sampai menurut yang sebenarnya kepada mereka, sehingga kebenaran agama Islam tidak tampak bagi mereka. Karena itu, mereka diperlakukan seperti Ahlul Kitab yang hidup sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sedangkan bagi Ahli Kitab yang dakwah Islam sampai kepada mereka, Rasyid Ridha menggunakan QS Ali Imran ayat 199 sebagai landasannya. Kepada mereka ini, untuk meraih keselamatan, maka harus memenuhi lima syarat, yaitu:

(1) beriman kepada Allah dengan iman yang benar, yakni iman yang tidak bercampur dengan kemusyrikan dan disertai dengan ketundukan yang mendorong untuk melakukan kebaikan, (2) beriman kepada al-Quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. (3) beriman kepada kitab-kitab yang diwahyukan bagi mereka, (4) rendah hati (khusyu’), (5) tidak menjual ayat-ayat Allah dengan harta benda dunia.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Abduh mengakui adanya Ahli Kitab yang memenuhi kelima syarat itu, hanya saja jumlahnya sedikit, dan mereka itu merupakan orang-orang pilihan dalam hal ilmu, keutamaan, dan ketajaman penglihatan batin. Mereka tersembunyi dalam lipatan-lipatan sejarah atau di lereng-lereng gunung dan pelosok-pelosok negeri, dan oleh agama resmi mereka malah dituduh sebagai kafir dan pengikut ajaran sesat.

Itulah pendapat Abduh dan Ridha tentang keselamatan Ahli Kitab sebagaimana ditulis dalam Tafsir al-Manar, yang secara gegabah dimanipulasi oleh Abdul Aziz Sachedina dan Jalaluddin Rakhmat. Tindakan memanipulasi pendapat mufassir semacam ini adalah tindakan yang sangat tidak terpuji, apalagi digunakan untuk mendukung paham Pluralisme Agama, yang sama sekali tidak dilakukan oleh Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Jika mau mendukung paham Pluralisme Agama, lakukanlah dengan fair dengan membuat tafsir sendiri, baik Tafsir Jalaluddin Rakhmat atau Tafsir Sachedina, tanpa memanipulasi pendapat ulama atau tokoh yang lain.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan logika sederhana kita bisa memahami, bahwa untuk dapat “beriman kepada Allah” dengan benar dan beramal saleh dengan benar, seseorang pasti harus beriman kepada Rasul Allah saw. Sebab, hanya melalui Rasul-Nya, kita dapat mengenal Allah dengan benar; mengenal nama dan sifat-sifat-Nya. Juga, hanya melalui Nabi Muhammad saw, kita dapat mengetahui, bagaimana cara beribadah kepada Allah dengan benar. Jika tidak beriman kepada Nabi Muhammad saw, mustahil manusia dapat mengenal Allah dan beribadah dengan benar, karena Allah SWT hanya memberi penjelasan tentang semua itu melalui rasul-Nya.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sejak lama Jalaluddin Rakhmat dikenal sebagai pakar dan jago komunikasi massa. Kata-katanya mengalir dan bisa menyihir orang yang mendengarnya. Saya melihat, bagaimana hebatnya dia dalam mempengaruhi orang, apalagi yang tidak sempat mengecek sendiri ayat-ayat atau tafsir Al-Quran yang dikutipnya.

Saya berpikir, alangkah sayangnya, kepandaian dan kehebatan itu jika digunakan untuk menyesatkan manusia. Padahal, jika kepandaian itu digunakan untuk mengajak manusia ke jalan Allah, akan sangat bermanfaat, bagi diri Jalaluddin Rakhmat sendiri, maupun bagi umat Islam secara keseluruhan. Selama ini, Jalaluddin Rakhmat banyak dikenal sebagai penyebar ide-ide Syiah di Indonesia. Entah mengapa, dia sekarang meloncat lagi menjadi penyebar ide-ide Pluralisme Agama, yang amat sangat kacau dan merusak.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tampilnya Jalaluddin Rakhmat sebagai penyebar ide Pluralisme Agama tentu saja menambah darah baru bagi para pendukung paham ini. Tetapi, jika ditelaah, argumentasi yang digunakan masih seputar itu-itu juga. Ayat-ayat yang dikutip dalam Al-Quran juga dipilih-pilih yang seolah-olah mendukung paham Pluralisme Agama. Tetapi, karena pendukung paham ini kadang begitu pandai dalam mengutip ayat-ayat al-Quran, bukan tidak mungkin akan banyak orang yang tertipu, menyangka ‘’minyak babi’’ yang dijajakan mereka sebagai ‘’minyak onta’’.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan masuknya Jalaluddin Rakhmat ke dalam barisan penyebar paham ini, maka sekarang, bagi umat Islam, sudah makin jelas, di barisan mana Jalaluddin Rakhmat berada. Di akhir presentasi saya, secara terbuka, saya mengajak Jalaluddin Rakhmat untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar, dengan meninggalkan paham Pluralisme Agama dan kembali kepada iman Islam. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjelaskan kekeliruan mereka. Jika mereka tidak mau menerima, tugas saya untuk menyampaikan sudah selesai. Terserah mereka, Jalaluddin Rakhmat dan pendukung Pluralisme Agama lainnya, untuk mengambil sikap.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di atas semua itu, sebagai Muslim, kita patut merenungkan firman Allah SWT:

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian lainnya perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu.” (QS Al-An’am:112)

Mudah-mudahan, sebagai Muslim yang mengimani kebenaran Islam, kita tidak termasuk ke dalam barisan musuh para Nabi. Amin. (Jakarta, 29 September 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Tuhan Kita: Allah!”

Senin, 18 September 2006
Kaum Pluralis mengatakan, semua agama menuju Tuhan yang satu. Padahal kelompok-kelompok Kristen berbeda  penggunaan nama Tuhan mereka. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-162

Oleh: Adian Husaini, MA

Salah satu pandangan yang senantiasa dilempar oleh kaum Pluralis Agama dalam ‘mengelirukan’ pemikiran kaum Muslim, adalah mengatakan, “semua agama adalah jalan yang berbeda-beda menuju Tuhan yang satu”.

Mereka mengatakan, soal nama “Yang Satu” itu tidaklah penting. Yang Satu itu dapat dinamai Allah, God, Lord, Yahweh, The Real, The Eternal One, dan sebagainya. Bagi mereka, nama Tuhan tidak penting. Ada yang menulis: “Dengan nama Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Penyayang, Tuhan Segala agama.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita ingat, dulu, ada cendekiawan terkenal yang mengartikan kalimat syahadat dengan:  “Tidak ada tuhan (dengan t kecil), kecuali Tuhan (dengan T besar).

Tradisi yang tidak tahu dan tidak mempersoalkan nama Tuhan bisa kita telusuri dari tradisi Yahudi. Kaum Yahudi, hingga kini, masih berspekulasi tentang nama Tuhan mereka.

Dalam konsep Judaism (agama Yahudi), nama Tuhan tidak dapat diketahui dengan pasti. Kaum Yahudi modern hanya menduga-duga, bahwa nama Tuhan mereka adalah Yahweh. The Concise Oxford Dictionary of World Religions menjelaskan ‘Yahweh’ sebagai “The God of Judaism as the ‘tetragrammaton YHWH, may have been pronounced. By orthodox and many other Jews, God’s name is never articulated, least of all in the Jewish liturgy.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena tidak memiliki tradisi sanad yang sampai kepada Nabi Musa a.s. maka kaum Yahudi tidak dapat membaca dengan pasti empat huruf “YHWH”. Mereka hanya dapat menduga-duga, empat huruf konsonan itu dulunya dibaca Yahweh. Karena itu, kaum Yahudi Ortodoks tidak mau membaca empat huruf mati tersebut, dan jika ketemu dengan empat konsonan tersebut, mereka membacanya dengan Adonai (Tuhan).

Spekulasi Yahudi tentang nama Tuhan ini kemudian berdampak pada konsepsi Kristen tentang “nama Tuhan” yang sangat beragam, sesuai dengan tradisi dan budaya setempat. Di Mesir dan kawasan Timur Tengah lainnya, kaum Kristen menyebut nama Tuhan mereka dengan lafaz “Alloh”,  sama dengan orang Islam; di Indonesia mereka melafazkan nama Tuhannya menjadi “Allah”; dan di Barat kaum Kristen menyebut Tuhan mereka dengan “God” atau “Lord”.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagi orang Kristen, “Allah” bukanlah nama diri, seperti dalam konsep Islam. Tetapi, bagi mereka, “Allah” adalah sebutan untuk “Tuhan itu” (al-ilah). Jadi, bagi mereka, tidak ada masalah, apakah Tuhan disebut God, Lord, Allah, atau Yahweh. Yang penting, sebutan itu menunjuk kepada “Tuhan itu”. Ini tentu berbeda dengan konsep Islam.

Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kelompok-kelompok Kristen yang menolak penggunaan nama “Allah” untuk Tuhan mereka dan menggantinya dengan kata “Yahwe”. Tahun 1999, muncul kelompok Kristen yang menamakan dirinya Iman Taqwa Kepada Shirathal Mustaqim (ITKSM)  yang melakukan kampanye agar kaum Kristen menghentikan penggunaan lafaz Allah. Kelompok ini kemudian mengganti nama menjadi Bet Yesua Hamasiah (BYH). Kelompok ini mengatakan: “Allah adalah nama Dewa Bangsa Arab yang mengairi bumi. Allah adalah nama Dewa yang disembah penduduk Mekah.”

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kelompok ini juga menerbitkan Bibel sendiri dengan nama Kitab Suci Torat dan Injil yang pada halaman dalamnya ditulis Kitab Suci 2000.  Kitab Bibel versi BYH ini mengganti kata “Allah” menjadi “Eloim”, kata “TUHAN” diganti menjadi “YAHWE”; kata “Yesus” diganti dengan “Yesua”, dan “Yesus Kristus” diubah menjadi “Yesua Hamasiah”.

Berikutnya, muncul lagi kelompok Kristen yang menamakan dirinya “Jaringan   Gereja-gereja Pengagung Nama Yahweh” yang menerbitkan Bibel sendiri dengan nama “Kitab Suci Umat Perjanjian Tuhan ini”.  Kelompok ini menegaskan, “Akhirnya nama “Allah” tidak dapat dipertahankan lagi.”  (Tentang kontroversi penggunaan nama Allah dalam Kristen, bisa dilihat dalam buku-buku I.J. Setyabudi, Kontroversi Nama Allah, (Jakarta: Wacana Press, 2004); Bambang Noorsena, The History of Allah, (Yogya: PBMR Andi, 2005); juga Herlianto, Siapakah Yang Bernama Allah Itu? (Jakarta: BPK, 2005, cetakan ke-3).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah tradisi Yahudi-Kristen dalam soal penyebutan nama Tuhan. Sayangnya, oleh sebagian kaum Muslim atau orientalis Barat, tradisi Yahudi dan Kristen ini kemudian dibawa ke dalam Islam. Pada berbagai terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris, kita menemukan tindakan yang tidak tepat, yaitu menerjemahkan semua lafaz Allah dalam Al-Quran menjadi “God”. Dalam konsep Islam,  Allah adalah nama diri (ismul ‘alam/proper name)dari Dzat Yang Maha Kuasa.

Maka, seharusnya, lafaz  “Allah” dalam Al-Quran tidak diterjemahkan ke dalam sebutan lain, baik diterjemahkan dengan “Tuhan”, “God”, atau “Lord”.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Beberapa terjemahan Al-Quran bahasa Inggris telah menerjemahkan lafaz Allah menjadi God. Misalnya, Abdullah Yusuf Ali – dalam The Holy Qur’an — menerjemahkan “Bismillah” dengan “In the name of God”.

Begitu juga, “Alhamdulillah” diterjemahkan dengan “Praise be to God”, dan “Qul Huwallahu ahad” diterjemahkan dengan “Say: He is God, the One and Only”. Kasus yang sama – penerjemahan nama Allah menjadi God – juga bisa dilihat dalam Terjemah al-Quran bahasa Inggris yang dilakukan oleh J.M.

Rodwell (terbitan J.M. Dent Orion Publishing Group, London, 2002. Terbit pertama oleh Everyman tahun 1909). Harusnya, kata Allah dalam al-Quran tidak diterjemahkan, karena “Allah” adalah nama. Seperti halnya kita tidak boleh menerjemahkan kata “President Bush” dengan “Presiden semak”, atau nama Menlu AS “Rice” dengan “Menteri Nasi”.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menurut Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas, sesuai dengan konsep Pandangan Hidup Islam (Islamic worldview) yang bersifat otentik dan final, maka konsep Islam tentang Tuhan, juga bersifat otentik dan final. Itu disebabkan, konsep Tuhan dalam  Islam, dirumuskan berdasarkan wahyu dalam Al-Quran yang juga bersifat otentik dan final.

Konsep Tuhan dalam Islam memiliki sifat yang khas yang tidak sama dengan konsepsi Tuhan dalam agama-agama lain, tidak sama dengan konsep Tuhan dalam tradisi filsafat Yunani; tidak sama dengan konsep Tuhan dalam filsafat Barat modern atau pun dalam tradisi mistik Barat dan Timur. (Syed Muhammad Naquib al-Attas, Prolegomena to the Metaphysic of Islam, (Kuala Lumpur: ISTAC, 1995).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bait pertama dalam Aqidah Thahawiyah yang ditulis oleh Abu Ja’far ath-Thahawi (239-321H), dan disandarkan pada Imam Abu Hanifah, Abu Yusuf, Imam Syaibani, menyatakan: “Naquulu fii tawqiidillaahi mu’taqidiina – bitawfiqillaahi: Innallaaha waahidun laa syariikalahu.”  Dalam Kitab Aqidatul Awam – yang biasa diajarkan di madrasah-madrasah Ibtidaiyah – ditulis bait pertama kitab ini: “Abda’u bismillaahi wa-arrahmaani—wa bi-arahiimi daa’imil ihsani.” Ayat pertama dalam al-Quran juga  berbunyi “Bismillahirrahmaanirrahiimi”, dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tuhan, dalam Islam, dikenal dengan nama Allah. Lafaz  ‘Allah’ dibaca dengan bacaan yang tertentu. Kata “Allah” tidak boleh diucapkan sembarangan, tetapi harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah saw, sebagaimana bacaan-bacaan ayat-ayat dalam Al-Quran.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan adanya ilmul qiraat yang berdasarkan pada sanad – yang sampai pada Rasulullah saw – maka kaum Muslimin tidak menghadapi masalah dalam penyebutan nama Tuhan. Umat Islam juga tidak berbeda pendapat tentang nama Tuhan, bahwa nama Tuhan yang sebenarnya ialah Allah.

Dengan demikian, “nama Tuhan”, yakni “Allah” juga bersifat otentik dan final, karena menemukan sandaran yang kuat, dari sanad mutawatir yang sampai kepada Rasulullah saw. Umat Islam tidak melakukan ‘spekulasi filosofis’ untuk menyebut nama Allah, karena nama itu sudah dikenalkan langsung oleh Allah SWT – melalui Al-Quran, dan diajarkan langsung cara melafalkannya oleh Nabi Muhammad saw.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam konsepsi Islam, Allah adalah nama diri (proper name) dari Dzat Yang Maha Kuasa, yang memiliki nama dan sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat Allah dan nama-nama-Nya pun sudah dijelaskan dalam al-Quran, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada terjadinya spekulasi akal dalam masalah ini. Tuhan orang Islam adalah jelas, yakni Allah, yang SATU, tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang
serupa dengan Dia. (QS 112). Dan syahadat Islam pun begitu jelas: “La ilaha illallah, Muhammadur Rasulullah” — Tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah”. Syahadat Islam ini tidak boleh diterjemahkan dengan “Tidak ada tuhan kecuali Tuhan dan Yang Terpuji adalah utusan Allah”.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kaum Muslim di seluruh dunia – dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda – juga menyebut dan mengucapkan nama Allah dengan cara yang sama. Karena itu, umat Islam praktis tidak mengalami perbedaan yang mendasar dalam masalah konsep ‘Tuhan’. Karen Armstrong menulis dalam bukunya:

“Al-Quran sangat mewaspadai spekulasi teologis, mengesampingkannya sebagai zhanna, yaitu menduga-duga tentang sesuatu yang tak mungkin diketahui atau dibuktikan oleh siapa pun. Doktrin Kristen tentang Inkarnasi dan Trinitas tampaknya merupakan contoh pertama zhanna dan tidak mengherankan jika umat Muslim memandang ajaran-ajaran itu sebagai penghujatan.” (Karen Armstrong, Sejarah Tuhan (Terj), 2001), hal. 199-200).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagi kaum Pluralis Agama, siapa pun nama Tuhan tidak menjadi masalah, karena biasanya mereka memandang, agama adalah bagian dari ekspresi budaya manusia yang sifatnya relatif. Karena itu, tidak manjadi masalah, apakah Tuhan disebut Allah, God, Lord, Yahweh, dan sebagainya. Mereka juga mengatakan, bahwa semua ritual dalam agama adalah menuju Tuhan yang satu, siapa pun nama-Nya. Nurcholish Madjid, misalnya, menyatakan, bahwa:

“…  setiap agama sebenarnya merupakan ekspresi keimanan terhadap Tuhan yang sama. Ibarat roda, pusat roda itu adalah Tuhan, dan jari-jari itu adalah jalan dari berbagai Agama.” (Lihat, buku Tiga Agama Satu Tuhan,  (1999), hal. xix).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seorang Pluralis pendatang baru, juga menulis dalam buku terbarunya, “Semua agama itu kembali kepada Allah. Islam, Hindu, Budha, Nasrani, Yahudi, kembalinya kepada Allah.”

Pandangan yang menyatakan, bahwa semua agama menyembah Tuhan yang sama, yaitu Allah, adalah pandangan yang keliru. Hingga kini, sebagaimana dipaparkan sebelumnya, di kalangan Kristen saja, muncul perdebatan sengit tentang penggunaan lafal “Allah” sebagai nama Tuhan. Sebagaimana kaum Yahudi, kaum Kristen sekarang juga tidak memiliki ‘nama Tuhan’ secara khusus. Kaum Hindu, Budha, dan pemeluk agama-agama lain juga tidak mau menggunakan lafaz “Allah” sebagai nama Tuhan mereka.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kaum musyrik dan Kristen Arab memang menyebut nama Tuhan mereka dengan “Allah” sama dengan orang Islam.  Nama itu juga kemudian digunakan oleh Al-Quran. (Al-Quran memang menyebutkan, jika kaum musyrik Arab ditanya tentang siapa yang menciptakan langit dan bumi, maka mereka akan menyebut “Allah”. (Lihat QS 29:61, 43:87).

Tetapi, perlu dicatat, bahwa Al-Quran menggunakan kata  yang sama namun dengan konsep yang berbeda. Bagi kaum musyrik Arab, Allah adalah salah satu dari Tuhan mereka, disamping tuhan Lata, Uza, Hubal, dan sebagainya. Karen Armstrong menyebut, ketika Islam datang,  ‘Allah’ dianggap sebagai ‘Tuhan Tertinggi dala keyakinan Arab kuno’. (Lihat, Karen Armstrong, op cit, hal. 190).

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, dalam pandangan Islam, mereka melakukan tindakan syirik terhadap Allah. Sama dengan kaum Kristen,  yang dalam pandangan Islam, juga telah melakukan tindakan syirik dengan mengangkat Nabi Isa sebagai Tuhan. Karena itulah, Nabi Muhammad saw – sesuai dengan ketentuan QS al-Kafirun – menolak ajakan kaum musyrik Quraisy untuk melakukan penyembahan kepada Tuhan masing-masing secara bergantian.

Jadi, tidak bisa dikatakan, bahwa orang Islam menyembah Tuhan yang sama dengan kaum kafir Quraisy. Jika menyembah Tuhan yang sama, tentulah Nabi Muhammad saw akan memenuhi ajakan kafir Quraisy.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Katakan, hai orang-orang kafir!  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan  penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi peyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS 109).

QS al-Kafirun ini menjadi dalil bahwa karena konsep Tuhan yang berbeda – meskipun namanya sama, yaitu Allah –  dan cara beribadah yang tidak sama pula, maka tidak bisa  dikatakan bahwa kaum Muslim dan kaum kafir Quraisy menyambah Tuhan yang sama. Itu juga menunjukkan, bahwa konsep Tuhan kaum Quraisy  dipandang salah oleh Allah dan Rasul-Nya. Begitu juga cara (jalan) penyembahan kepada Allah. Karena itulah, nabi Muhammad dilarang mengikuti ajakan kaum kafir Quraisy untuk secara bergantian menyembah Tuhan masing-masing.

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai Muslim, kita meyakini, Islam adalah agama yang benar. Tuhan kita Allah, yang nama-Nya  diperkenalkan langsung dalam Al-Quran. Tidaklah patut kita membuat teori-teori yang berasal dari spekulasi akal, dengan menyama-nyamakan Allah dengan yang lain, atau menserikatkan Allah dengan yang lain, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Pluralis Agama. Wallahu a’lam. (Bojonegoro, 15 September 2006/www.hidayatullah.com ).

Catatan Akhir Pekan adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI PERKAWINAN ROMANTIS – KUMPULAN PUISI-PUISI UCAPAN SELAMAT MENIKAH – KOLEKSI PUISI PERNIKAHAN ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Mengenal Yahudi Liberal”

Sabtu, 09 September 2006
Paham liberali telah menggeser agama Yahudi membolehkan perkawinan homoseks. Ini pula yang pernah diusulkan kalangan mahasiswa IAIN Semarang. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-161

Oleh: Adian Husaini

Di tengah arus liberalisasi Islam di Indonesia, ada baiknya jika sekali waktu, kita menengok berbagai berita tentang pemikiran dan aktivitas Yahudi Liberal (Liberal Judaism). Simaklah, misalnya, sebuah berita di http://www.pinknews.co.uk, yang berjudul ”Liberal Judaism launches gay marriage ceremonies in Britain.” (25-11-2005).  Dalam berita yang ditulis oleh Benjamin Cohen ini, disebutkan, bahwa Yahudi Liberal merupakan kelompok agama Yahudi pertama yang memberikan pelayanan jasa perkawinan homoseks. Di kalangan Yahudi Liberal, memang sudah banyak pemuka-pemuka agama (rabbi) yang gay maupun lesbian. Dengan diadakannya seremoni perkawinan sejenis tersebut, maka perkawinan sejenis (homoseksual) bagi kaum Yahudi sudah diakui sama statusnya dengan perkawinan lain jenis (heteroseksual) di kalangan otoritas Rabbi Liberal (Liberal Rabbinic authorities).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita, umat Islam, perlu mencermati perkembangan kaum Yahudi liberal tersebut. Sebab, apa yang sudah terjadi pada kaum dan agama Yahudi, kini sedang diterapkan untuk Islam. Di sejumlah situs internet, kita bisa menyaksikan, kaum Yahudi liberal sudah melakukan perombakan besar-besaran terhadap agama mereka, agar agama mereka bisa menyesuaikan dengan nilai-nilai Barat modern. Pengesahan perkawinan homoseksual adalah salah satu contohnya. Di Inggris, misalnya, kaum Yahudi liberal juga sudah memiliki sinagog sendiri, terpisah dengan aliran-aliran Yahudi lainnya.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kaum Yahudi Ortodoks yang dipimpin oleh Rabbi Sir Jonathan Sacks, menyatakan, bahwa kelompoknya tidak akan mengikuti tindakan kaum Yahudi liberal tersebut. Seorang jurbicaranya menyatakan, “Tidak ada harapan arus utama Yahudi Ortodoks akan mengizinkan perkawinan sesama jenis.” Dari 31 pemuka agama Yahudi (rabbi) yang menjadi anggota penuh “Konferensi Rabbi Yahudi Liberal” (Liberal Judaism’s Rabbinic Conference), empat diantaranya adalah lesbian dan dua orang gay. Kaum Yahudi Liberal memiliki lebih dari 30 kongegrasi dan 10.000 anggota. Melalui apa yang disebut sebagai “The Civil Partnership Law” maka kaum Yahudi memiliki sejarah baru yang memberikan jaminan pengesahan perkawinan homoseksual dan lesbian.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Begitulah tindakan kaum Yahudi Liberal yang sekarang sudah secara resmi menjadi bagian dari agama Yahudi.

Sama dengan Yahudi Ortodoks, Yahudi konservatif, dan sebagainya. Agama Yahudi tidak lagi menjadi satu. Tapi sudah terpecah-pecah menjadi agama yang banyak. Mereka juga dengan ‘kreasinya’ sendiri, mengubah-ubah hukum perkawinan sejenis yang sudah ditegaskan di dalam Bibel mereka sendiri, bahwa tindakan homoseksual adalah tindakan jahat yang harus dijatuhi hukuman berat. Dalam Kitab Imamat: 13, dikatakan:  “Bila seorang  laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, karena kaum Yahudi Liberal ini ingin agamanya menyesuaikan dengan perkembangan zaman, mereka memandang, tidak ada yang tetap dalam agama mereka. Hukum-hukum agama yang sudah jelas pun mereka ubah-ubah, sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan, mereka buat sinagog sendiri, yang akhirnya juga menjadi tempat upacara perkawinan sejenis. Selain sinagog sendiri, kaum Yahudi liberal juga sudah memiliki media massa dan penerbitan buku sendiri.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Apakah Yahudi Liberal itu? Dalam situsnya, http://www.ulps.org, mereka menjelaskan, bahwa Yahdudi Liberal (Liberal Judaism) mulai muncul pada abad ke-19, sebagai satu upaya untuk menyesuaikan dasar-dasar ajaran agama Yahudi dengan nilai-nilai zaman pencerahan Eropa (Enlightenment) tentang pemikiran rasional dan bukti-bukti sains. Kaum Yahudi liberal berharap mereka dapat menyesuaikan agama mereka dengan masyarakat modern. Kaum Yahudi liberal juga percaya bahwa Kitab-kitab Yahudi (Hebrew Scriptures) –termasuk Taurat – adalah upaya manusia untuk memahami Kehendak Tuhan, dan karena itu, mereka menggunakan Kitab-kitab itu sebagai titik awal dalam pengambilan keputusan. Mereka pun sadar akan kemungkinan kesalahan Kitab mereka dan menghargai nilai-nilai pengetahuan diluar Kitab agama mereka.
(Liberal Judaism believes that the Hebrew Scriptures including the Torah are a human attempt to understand the Divine Will, and therefore uses Scripture as the starting point for Jewish decision making, conscious of the fallibility of scripture and of the value of knowledge outside of Scripture).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Organisasi Yahudi Liberal didirikan tahun 1902 oleh orang-orang Yahudi yang memiliki komitmen terhadap filsafat liberal, dengan tujuan memelihara kepercayaan, tradisi, praktik ritual, dan etika Yahudi dalam dunia kontemporer.  Kaum Yahudi liberal bertekad bahwa mereka adalah bagian dari sejarah perjalanan dan dinamika agama Yahudi.  Mereka mengaku siap berdialog dengan aliran-aliran lain dalam agama Yahudi, atau dengan agama lain, atau dengan sekularisme. Dan, yang penting, mereka juga selalu siap untuk senantiasa meninjau kembali, memodifikasi dan melakukan inovasi dalam agama Yahudi. Kata mereka: “Ini adalah agama Yahudi yang dulu yang sedang dalam proses menjadi agama Yahudi masa depan.”  (It is the Judaism of the past in process of becoming the Judaism of the future).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah sekilas tentang Yahudi Liberal. Serupa dengan Yahudi Liberal adalah gerakan Kristen Liberal. Dalam agama Kristen, sudah lama dikenal juga para teolog Kristen liberal. Sebuah gagasan Kristen Liberal di Amerika Serikat, misalnya, mendasarkan gagasannya pada ‘progresivitas politik’, ‘kepercayaan pada akal, sains, dan demokrasi’ serta ’rekonstruksi iman Kristen’. Kata kunci pada upaya rekonstruksi agama Kristen dilakukan dengan menggunakan metode sosio-historis. Teologi liberal ini juga memandang agama Kristen sebagai gerakan sosio-historis. Charles A. Briggs, seorang Kristen Liberal, menyatakan: “It is sufficient that Bibel gives us the material for all ages, and leaves to an the noble task of shaping the material so as to suit the wants of his own time.” (Lihat, Alister E. McGrath, The Blackwell Encyclopedia of Modern Christian Thought, (Oxford: Blackwell, 1993).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika kita cermati pemikiran dan praktik kaum Yahudi dan Kristen Liberal, mereka sama-sama memandang agama mereka sebagai ‘agama sejarah’, agama yang ‘evolutif’, agama yang senantisa berkembang mengikuti zaman dan tempat. Tidak ada yang tetap dalam agama mereka, sehingga boleh saja diubah-ubah.

Maka, seperti telah kita ketahui, mereka tidak segan-segan mengubah konsep teologi dan hukum-hukum yang sebelumnya sudah begitu jelas ditetapkan dalam Bibel. Jika sebelumnya mereka menegaskan, di luar Gereja tidak ada keselamatan (extra ecclesiam nulla salus), maka kemudian mereka mengubah ‘semua agama adalah jalan keselamatan’ (pluralisme). Jika dalam Bibel begitu banyak terdapat perintah menerapkan hukuman mati bagi berbagai jenis kejahatan, maka kemudian mereka juga menghapuskan hukuman mati. Itulah yang disebut sebagai agama sejarah atau ‘historical religion’.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika kita cermati ide-ide kaum liberal di Indonesia dari kalangan Muslim, kita bisa melihat adanya ’penjiplakan’ gagasan dari kaum Yahudi Liberal tersebut. Konsep historisitas dalam studi Islam yang diperkenalkan oleh banyak cendekiawan dan dosen saat ini — yang mengadopsi gagasan Mohammed Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd dan lain-lain –  sama persis dengan gagasan kaum Yahudi Liberal dalam memandang agama dan Kitab agama mereka. Upaya menampatkan al-Quran sebagai ‘teks bahasa’, ‘teks manusia’ dan ‘teks budaya’, atau ‘teks sejarah’ sama persis dengan cara pandang kaum Yahudi Liberal terhadap Kitab-kitab Yahudi.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena itu, kita bisa melihat upaya kaum liberal dari kalangan Muslim untuk menyama-nyamakan Islam dengan agama lain. Kaum liberal ini juga sedang bergerak untuk mencontoh kaum Yahudi Liberal dengan mengubah (merusak) konsep-konsep pokok dalam Islam. Mereka sudah mengubah aqidah Islam dengan enyebarkan paham Pluralisme Agama. Mereka merusak syariat Islam, bahkan menyatakan bahwa tidak ada yang disebut sebagai hukum Tuhan, yang ada – kata mereka – adalah hukum karangan manusia. Karena itu, mereka tidak segan-segan menghalalkan perkawinan homoseksual. Pada sampul belakang buku “Indahnya  kawin Sesama Jenis” yang ditulis sejumlah mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Semarang dikatakan:

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Dan sebagai warga negara yang hak-haknya dilindungi UUD, sudah semestinya kaum homoseksual diberi hak dan perlindungan untuk bisa menikah secara absah dengan mendapat payung hukum tetap dari negara. Karena itu, kami memandang sangat penting untuk dilakukan revisi UU Perkawinan No 1 Th. 1974 dengan  memasukkan poin perlindungan dan pengabsahan kawin sesama jenis. Orang yang tidak mendukung perkawinan sesama jenis adalah orang-orang egois, keras kepala dan serakah, yang tidak layak hidup di bumi ini.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Para mahasiswa itu juga menutup bukunya tersebut dengan catatan penutup berjudul “HOMOSEKSUALITAS DAN PERNIKAHAN GAY: SUARA DARI IAIN”. Jadi, anak-anak itulah yang mengaku dan mengklaim bahwa suara mereka adalah suara dari IAIN, dimana mereka menyatakan: “Hanya orang primitif saja yang melihat perkawinan sejenis sebagai sesuatu yang abnormal dan berbahaya. Bagi kami, tiada alasan kuat bagi iapapun dengan dalih apapun,  untuk melarang perkawinan sejenis. Sebab, Tuhan pun sudah maklum, bahwa proyeknya menciptakan manusia sudah berhasil bahkan kebablasan.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pemikiran-pemikiran yang jelas-jelas menghancurkan syariat dan aqidah Islam itulah yang dikatakan  para mahasiswa Fakultas Syariah IAIN itu sebagai “suara dari IAIN”. Tetapi, kampus yang bersangkutan, kemudian memberi anugerah kepada para mahasiswa yang anti-syariah Islam itu dengan gelar yang mulia sebagai “sarjana hukum Islam”. Biarlah itu menjadi tanggung jawab dunia dan akhirat pimpinan dan para dosen di kampus tersebut.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ketika memberikan pemaparan tentang gerakan liberalisasi Islam di Indonesia di hadapan sekitar 150 mubalig di Kota Dumai Riau, 2-3 September lalu, ada seorang mubalig alumnis Fakultas Syariah salah salah satu kampus Islam di Yogyakarta yang membenarkan terjadinya proses liberalisasi besar-besaran di kampusnya. Yang tidak mau liberal, katanya, akan terpinggirkan, karena arus utama sudah dikuasai kaum liberal. Dalam satu pengajian di salah satu Masjid di Bekasi seorang Ibu kemudian mengaku resah, bagaimana nasib anaknya yang dikuliahkan di fakultas syariah di kampus tersebut. Saya selalu menyampaikan  kepada para orang tua, agar jangan menyerahkan anaknya begitu saja kepada satu institusi kampus yang menggunakan label Islam.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebab, di situ sudah campur aduk antara dosen yang menyebarkan pemikiran yang haq dan yang menyebarkan pemikiran yang batil. Meskipun dari 100 orang dosen, hanya 5 saja yang batil, itu sudah sangat merepotkan. Apalagi, jika yang berpikiran batil adalah yang berkuasa di kampus. Merekalah yang menentukan kurikulum, menentukan dosen, dan mengarahkan judul atau tema skripsi atau disertasi mahasiswa. Repotnya lagi, banyak yang merasa benar dalam kebatilan dan berjuang menyebarkan kebatilan, seperti paham relativisme iman.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam kondisi kekacauan pemikiran seperti sekarang, para orang tua wajib memahami pemikiran Islam, wajib mengaji lagi dengan baik, agar bisa mengetahui jenis pemikiran dan buku-buku yang dibaca anak-anaknya. Para orang tua juga perlu mengenal mana dosen yang masih baik dan mana yang sudah kena virus liberal, sehingga bisa menitipkan anaknya di bawah bimbingan dosen-dosen yang baik. Untuk apa belajar gama Islam, jika hasilnya malah menjadi ragu dan menentang Islam?

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan berkaca pada fenomena Yahudi Liberal, kita bisa menduga, mungkin dalam jangka waktu tidak lama lagi, kaum liberal akan mendirikan masjid khusus untuk kaum liberal, dengan ustad-ustad atau kyai liberal, dan dengan pengajian-pengajian liberal. Bukan tidak mungkin, di masjid itu nanti akan ada imam wanita tanpa jilbab dengan makmum campur aduk laki-laki dan wanita, seperti sudah dilakukan oleh Amina Wadud di Amerika. Bukan tidak mungkin pula, ’masjid liberal’ itu akan menjadi tempat berlangsungnya perkawinan antar-agama dan perkawinan kaum homoseksual dan lesbian. Secara ide, semua pemikiran itu sudah mereka sebarluaskan ke tengah masyarakat.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Semua itu sudah terjadi pada Yahudi dan Kristen. Kaum Yahudi liberal sudah punya sinagog sendiri. Kaum Kristen liberal juga punya gereja sendiri. Kita tinggal menunggu kaum liberal di kalangan Muslim akan mengikuti jejak Yahudi dan Kristen yang menjadi idola dan kiblat mereka. Tapi, kita berharap, mudah-mudahan kelompok liberal dari kalangan kaum Muslim itu segera sadar dan bertobat, menyadari kekeliruannya, sehingga tidak semakin jauh dalam merusak Islam. Tetapi, kita tidak perlu risau dengan tindakan mereka, sebab masing-masing manusia hanya bertanggung jawab terhadap amalnya sendiri. Lanaa a’maaluna wa lahum a’maaluhum. (Depok, 8 September 2006/www.hidayatullah.com)

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Hindu Pun Tolak Pluralisme Agama”

Minggu, 03 September 2006
Penganut agama Hindu ternyata juga menolak paham ‘Pluralisme Agama’. Paham  ini, katanya, sebagai ‘Universalisme Radikal’. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-160

Oleh: Adian Husaini

Beberapa hari lalu saya menerima kiriman sebuah buku menarik dari seorang teman di Bali berjudul ”Semua Agama Tidak Sama”, terbitan Media Hindu tahun 2006.  Buku yang berisi kumpulan tulisan sejumlah tokoh dan cendekiawan Hindu ini secara tajam mengupas dan mengritisi paham Pluralisme Agama yang biasanya dengan sederhana diungkapkan dengan ungkapan ‘’semua agama adalah sama’’.  Buku ini diberi pengantar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), yang merupakan induk umat Hindu di Indonesia.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Memang, kaum Pluralis Agama dari berbagai penganut agama sering mengutip ucapan sebagian tokoh agama Hindu untuk mendukung pendapat mereka. Sukidi, misalnya, seorang propagandis Pluralisme Agama yang sedang kuliah di Harvard, menulis dalam satu artikel di media massa, bahwa “Mahatma Gandhi pun seirama dengan mendeklarasikan bahwa semua agama – entah Hinduisme, Buddhisme, Yahudi, Kristen, Islam, Zoroaster, maupun lainnya- adalah benar. Dan, konsekuensinya, kebenaran ada dan ditemukan pada semua agama. Agama-agama itu diibaratkan, dalam nalar pluralisme Gandhi, seperti pohon yang memiliki banyak cabang (many), tapi berasal dari satu akar (the One).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Akar yang satu itulah yang menjadi asal dan orientasi agama-agama.’’  (Jawa Pos, 11 Januari 2004).  Dalam paparannya tentang Hinduism dari bukunya, The World’s Religions (New York: Harper CollinsPubliser, 1991), Prof. Huston Smith juga menulis satu sub-bab berjudul “Many Paths to the Same Summit” (Banyak jalan menuju puncak yang sama). Huston Smith menulis, bahwa Sejak dulu, kitab-kitab Veda menyatakan pandangan Hindu klasik, bahwa agama-agama yang berbeda hanyalah merupakan bahasa yang berbeda-beda yang digunakan Tuhan untuk berbicara kepada hati manusia. Kebenaran memang satu; orang-orang bijak menyebutnya dengan nama ang berbeda-beda).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Untuk memperkuat penjelasannya tentang sikap ‘Pluralistik’ agama Hindu, Huston Smith juga mengutip ungkapan ‘orang suci Hindu’ abad ke-19, yaitu Ramakrishna, yang mencari Tuhan melalui berbagai agama: Kristen, Islam, dan Hindu. Hasilnya, menurut Ramakrishna, adalah sama saja. Maka ia menyatakan: “Tuhan telah membuat agama-agama yang berbeda-beda untuk memenuhi berbagai aspirasi, waktu, dan negara. Semua doktrin hanyalah merupakan banyak jalan; tetapi satu jalan tidak berarti Tuhan itu sendiri. Sesungguhnya, seseorang dapat mencapai Tuhan jika ia mengikuti jalan mana saja dengan sepenuh hati).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penjelasan-penjelasan tentang agama Hindu yang dilakukan oleh berbagai kalangan Pluralis Agama, tampaknya membuat kaum Hindu merasa ‘gerah’ dan tidak tenang. Maka, mereka pun melakukan perlawanan, dengan membantah pendapat-pendapat kaum Pluralis Agama.

Salah satu buku yang secara keras membantah paham Pluralisme Agama, adalah buku Semua Agama Tidak Sama, terbitan Media Hindu tahun 2006. Dalam buku ini paham Pluralisme Agama disebut sebagai paham ‘Universalisme Radikal’ yang intinya menyatakan, bahwa “semua agama adalah sama”. Buku ini diberi kata pengantar oleh Parisada Hindu Dharma, induk umat Hindu di Indonesia.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Editor buku ini, Ngakan Made Madrasuta menulis kata pengantarnya dengan judul “Mengapa Takut Perbedaan?”  Ngakan mengkritik pandangan yang menyamakan semua agama, termasuk yang dipromosikan oleh sebagian orang Hindu Pluralis yang suka mengutip Bagawad Gita IV:11:

“Jalan mana pun yang ditempuh manusia ke arah-Ku, semuanya Aku terima.”

Padahal, jelas Ngakan: “Yang disebut “Jalan” dalam Gita adalah empat yoga yaitu Karma Yoga, Jnana Yoga, Bhakti Yoga, dan Raja Yoga. Semua yoga ini ada dalam agama Hindu, dan tidak ada dalam agama lain. Agama Hindu menyediakan banyak jalan, bukan hanya satu – bagi pemeluknya, sesuai dengan kemampuan dan kecenderungannya.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bagian pertama buku ini memuat tulisan Giridhar Mamidi yang diberi judul “Semua Agama Sederajat? Semuanya Mengajarkan Hal Yang Sama?”. Di sini, penulis berusaha membuktikan bahwa semua agama tidaklah sama. Hanyalah orang-orang Hindu yang suka menyatakan, bahwa semua agama adalah mengajarkan hal-hal yang sama.

Bahkan, Bharat Ratna Bhagavandas menulis satu buku berjudul “The Essential Unity of Religions” (Kesatuan Esensial dari Semua Agama). Mahatma Gandhi pun mendukung gagasan ini.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dr. Frank Gaetano Morales, seorang cendekiawan Hindu, mengecam keras orang-orang Hindu yang menyama-nyamakan agamanya dengan agama lain. Biasanya kaum Hindu Pluralis menggunakan “metafora gunung” (mountain metaphor), yang menyatakan: “Kebenaran (atau Tuhan atau Brahman) berada di puncak dari sebuah gunung yang sangat tinggi. Ada berbagai jalan untuk mencapai puncak gunung, dan dengan itu mencapai tujuan tertinggi. Beberapa jalan lebih pendek, yang lain lebih panjang. Jalan itu sendiri bagaimana pun tidak penting. Satu-satunya yang sungguh penting, adalah para pencari semua mencapai puncak gunung itu.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Morales menjelaskan, bahwa tidak setiap agama  membagi tujuan yang sama, konsepsi yang sama mengenai ‘Yang Absolut’, atau alat yang sama untuk mencapai tujuan mereka masing-masing. Tapi, ada banyak ‘gunung’ filosofis yang berbeda-beda, masing-masing dengan klaim mereka yang sangat unik untuk menjadi tujuan tertinggi upaya spiritual seluruh manusia.

Universalisme Radikal – yang menyatakan bahwa semua agama adalah sama – adalah doktrin yang sama sekali tidak dikenal dalam agama Hindu tradisional.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Menurut Morales, gagasan persamaan agama dalam Hindu menjadi populer saat disebarkan oleh sejumlah tokoh Hindu sendiri. Ia menyebut nama Ram Mohan Roy (1772-1833) yang dikenal dengan ajaran-ajarannya yang sinkretik. Roy yang juga pendiri Brahmo Samaj, dipengaruhi ajaran-ajaran Gereja Unitarian, sebuah sekte atau denominasi agama Kristen heterodoks.

Sebagai tambahan mempelajari agama Kristen, Islam, dan Sansekerta, dia belajar bahasa Ibrani dan Yunani dengan impian untuk menerjemahkan Bibel dalam bahasa Bengali. Ia mengaku sebagai ‘pembaru Hindu’ dan memandang agama Hindu melalui kaca mata kolonial Kristen yang telah dibengkokkan. Lebih jauh Morales menulis:

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Kaum misionaris Kristen memberi tahu Roy bahwa agama Hindu tradisional adalah satu agama barbar yang telah menimbulkan penindasan, ketahyulan, dan kebodohan kepada rakyat India. Dia mempercayai mereka… Dalam semangat misionaris untuk mengkristenkan agama Hindu, kaum ‘pembaru’ Hindu ini bahkan menulis satu traktat anti-Hindu dikenal sebagai The Precepts of Jesus: The Guide to Peace and Happiness (Ajaran-ajaran Yesus: Penuntun kepada Kedamaian dan Kebahagiaan). Dari kaum misionaris Kristen ini secara langsung Roy mendapat bagian terbesar dari ide-idenya, termasuk ide anti-Hindu mengenai kesamaan radikal dari semua agama.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pengganti Roy berikutnya adalah Debendranath Tagore dan Kashub Chandra Sen, yang mencoba menggabungkan lebih banyak lagi ide-ide Kristen ke dalam neo-Hinduisme. Sen bahkan lebih jauh lagi meramu kitab suci Brahmo Samaj yang berisi ayat-ayat dari berbagai tradisi agama yang berbeda, termasuk Yahudi, Kristen, Islam, Hindu dan Budhis. “Dengan kejatuhan Sen ke dalam kemurtadan anti-Hindu dan megalomania, gerakan ini menurun secara drastis dalam pengaruh pengikutnya,” tulis Morales.  Pada abad ke-19, muncul dua tokoh Universalis Radikal dari Hindu, yaitu Ramakrisna (1836-1886) dan Vivekananda (1863-1902).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Disamping dipengaruhi oleh akar-akar tradisi Hindu, Ramakrishna juga meramu ide dan praktik ritualnya dari agama-agama non-Vedic, seperti Islam dan Kristen Liberal. Sekalipun tetap melihat dirinya sebagai seorang Hindu, Ramakrishna juga sembahyang di masjid-masjid dan gereja-gereja dan percaya bahwa semua agama ditujukan pada tujuan tertinggi yang sama.

Gagasan Ramakrishna dilanjutkan oleh muridnya yang sangat terkenal, yaitu Swami Vivekananda. Tokoh ini dikenal besar sekali jasanya dalam mengkampanyekan agama Hindu di dunia internasional. Tetapi, untuk menyesuaikan dengan unsur-unsur modernitas, Vivekananda juga melakukan usaha yang melemahkan agama Hindu otentik dari leluhur mereka dan mengadopsi ide-ide asing seperti Universalisme Radikal, dengan harapan memperoleh persetujuan dari tuan-tuan Eropa yang memerintah mereka ketika itu.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Vivekananda mengadopsi gagasan semacam Universalisme Radikal yang bersifat hirarkis yang mendukung kesederajatan semua agama, sementara pada saat yang bersamaan mengklaim bahwa semua agama sesungguhnya sedang berkembang dari gagasan religiositas yang lebih rendah menuju satu mode puncak tertinggi, yang bagi Vivekananda ditempati oleh Hindu. Morales mencatat : ‘’Sekalipun Vivekananda memberi kontribusi besar untuk membantu orang Eropa dan Amerika nin-Hindu untuk memahami kebesaran agama Hindu, Universalisme Radikal dan ketidakakuratan neo-Hindu yang ia kembangkan juga telah mengakibatkan kerusakan besar.’’

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Pada akhirnya Morales menyimpulkan, bahwa gagasan Universalisme Radikal yang dikembangkan oleh sementara kalangan Hindu adalah sangat merugikan agama Hindu itu sendiri. Ia menulis :  “Ketika kita membuat klaim yang secara sentimental menenangkan, namun tanpa pemikiran bahwa “semua agama adalah sama”, kita sedang tanpa sadar mengkhianati kemuliaan dan integritas dari warisan kuno ini, dan membantu memperlemah matrix filosofis/kultural agama Hindu sampai pada intinya yang paling dalam. Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal, dan secara bombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”, dia melakukan itu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan terbitnya buku ‘’Semua Agama Tidak Sama’’ dari kalangan Hindu ini, maka kita melihat, sudah empat agama yang secara tegas menolak paham Pluralisme Agama, yaitu Katolik, Protestan, Hindu, dan Islam.

Tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II sudah menolak paham Pluralisme Agama dengan mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’. Dari kalangan Protestan di Indonesia juga muncul penolakan keras terhadap paham ini, dengan keluarnya buku Dr. Stevri Indra Lumintang berjudul ‘’Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dari umat Islam, Majelis Ulama Indonesia, melalui fatwanya tanggal 29 Juli 2005 juga telah menyatakan bahwa paham Pluralisme Agama bertentangan dengan Islam dan haram umat Islam memeluk paham ini. MUI mendefinisikan Pluralisme Agama sebagai suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga. Dr. Anis Malik Thoha, pakar Pluralisme Agama, yang juga Rois Syuriah NU Cabang Istimewa Malaysia, mendukung fatwa MUI tersebut dan menyimpulkan bahwa Pluralisme Agama memang sebuah agama baru yang sangat destruktif terhadap Islam dan agama-agama lain.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dengan keluarnya buku ‘’Semua Agama Tidak Sama’’ dari kalangan Hindu, maka sudah semakin jelas, bahwa paham Pluralisme Agama memang merupakan racun, virus, atau parasit  bagi agama-agama yang ada. Sebab, paham ini memang tidak mengakui kebebaran mutlak satu agama.

Kaum Pluralis ingin menciptakan satu teologi global atau universal (global theologi), menggantikan keyakinan khas dari masing-masing pemeluk agama. Jadi, Pluralisme Agama adalah musuh bersama agama-agama. Maka, aneh, jika ada orang yang mengaku sebagai pemeluk agama tertentu, tetapi pada saat yang sama dia mengaku pluralis agama. Jika ada yang mengaku seperti itu, maka ada dua kemungkinan, pertama : tidak tahu atau tertipu, dan yang kedua :  sengaja ingin merusak agama. Wallahu a’lam. (Jakarta, 1 September 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan  ww.hidayatullah.com

Koleksi kolom Adian tentang Pluralisme Agama bisa diklik:

http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=blogcategory&id=3&Itemid=55

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Ketika Kampus Islam Dibajak Orientalis”

Senin, 28 Agustus 2006
Lebih dari 30 tahun benih orientalisme mencengkram studi Islam dan semakin merambah ke berbagai bidang, termasuk  studi Al-Qur’an. baca Catatan Akhir Pekan [CAP]  Adian husaini ke-159

Oleh: Adian Husaini

Saat mengisi acara workshop di Pondok Pesantren Gontor, 19-20 Agustus 2006 lalu, saya mendapatkan hadiah sebuah Jurnal yang sangat bagus, bernama TSAQAFAH. Jurnal  ini diterbitkan oleh Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Darussalam Gontor Indonesia. Pada edisi Vol.2, Nomor 2, 2006/1427, diangkat berbagai artikel menarik tentang keislaman. Salah satu yang perlu kita jadikan catatan adalah sebuah artikel berjudul “Framework Kajian Filsafat Islam” tulisan Hamid Fahmy Zarkasyi, Pembantu Rektor III ISID.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Melalui riset yang cukup mendalam terhadap sejumlah kurikulum kajian filsafat Islam  di Perguruan Tinggi  Islam di Indonesia –baik yang negeri maupun swasta– Hamid Fahmy membuktikan bahwa kajian filsafat Islam di Indonesia tampak jelas terpengaruh oleh kajian para orientalis. Pengaruh itu tidak hanya pada cara atau metodologi pengkajian, tetapi lebih mendasar lagi, sampai pada framework (kerangka) dan cara pandangnya
terhadap filsafat Islam.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cara pandang ini tentu bukan tanpa maksud. Secara sistematis, mereka akan menunjukkan bahwa filsafatIslam hanyalah kertas copi dari Yunani; tanpa Yunani, Islam tidak memiliki pemikiran rasional. Padahal, sekalipun konsepsi falsafah juga dikenal dalam pemikiran Islam, namun tetap disertai kritik dan seleksi yang ketat. Itulah yang dilakukan oleh Al-Ghazali dan Ibn Taymiyah.

Menurut Hamid Fahmy, berbeda dengan tradisi filsafat Yunani yang berdasarkan akal, tradisi filsafat Islam bersumberkan pada wahyu. Dengan demikian, filsafat Islam adalah filsafat yang lahir dari pemahaman, penjelasan, dan pengembangan konsep-konsep penting dalam al-Quran dan Sunnah.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam sejarahnya, para ulama dan cendekiawam Muslim telah melakukan proses seleksi dan adapsi yang  ketat terhadap pemikiran yang datang dari luar Islam.

Sejumlah ilmuwan seperti Ibn Sina, al-Kindi, dan al-Farabi, menerima filsafat Yunani dan berusaha memodifikasikannya agar sesuai dengan prinsip-prinsip penting dalam ajaran Islam. Al-Ghazali dan  Fakhruddin al-Razi menerimanya sejauh masih sejalan dengan ajaran Islam dan menolak konsep-konsep yang bertentangan dengan Islam.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ibn Taymiyah termasuk diantara penolak keras “filsafat”, tetapi ternyata juga menerima jenis filsafat tertentu,  yang disebutnya al-falsafah al-shahihah (filsafat yang benar) dan al-falsafah al-haqiqiyah (filsafat yang sebenarnya).

Hamid Fahmy – yang telah menyelesaikan disertasi doktornya tentang ‘Teori Kausalitas al-Ghazali” di ISTAC-IIUM Kuala Lumpur – mencatat, bahwa para ulama Islam menolak, menerima secara selektif atau  menerima dan memodifikasi prinsip-prinsip filsafat Yunani, karena konsep-konsepnya yang tidak sejalan  dengan konsep Islam.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Selain itu, mereka juga percaya akan adanya konsep Islam sendiri yang berbeda dengan konsep asing itu. Ini berarti, simpul Hamid Fahmy, para ulama memandang bahwa dalam Islam terdapat prinsip berfikir filosofisnya sendiri yang berbeda dari Yunani.

Jadi, sejak awal, umat Islam sudah memiliki tradisi berpikir sendiri yang berdasarkan wahyu, yang berbeda dengan tradisi berpikir Yunani. Sumber aspirasi yang asli dan riil dari para pemikir Muslim adalah Al-Quran dan Sunnah Rasul. Bahwa ada sebagian unsur asing yang kemudian diserap dalam khazanah pemikiran Islam, tetap diupayakan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dalam masalah Tuhan, manusia,  dan alam semesta, para pemikir Muslim memiliki konsep mereka sendiri yang justru tidak terdapat dalam tradisi filsafat Yunani.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mengambil contoh Kurikulum dan Silabi Kuliah Filsafat Islam terbitan Departemen Agama, Hamid  menunjukkan, bahwa yang dimaksudkan sebagai “pemikiran filsafat Islam yang awal” dalam kurikulum ini  adalah dimulai sejak masuknya pengaruh filsafat peripatetik Yunani ke dalam Islam. Artinya, filsafat Islam dianggap wujud hanya setelah datangnya pengaruh filsafat Yunani. Ha ini mendukung anggapan bahwa dalam Islam tidak ada filsafat atau pemikiran filosofis. Model kajian seperti ini tidak akan memberi bekal kemampuan kepada mahasiswa untuk mengembangkan filsafat sains dalam Islam.

“Jika framework ini ditelusuri asal usulnya maka akan terungkap kesamaannya dengan framework yang dipegang secara meluas oleh para orientalis,” tulis Hamid Fahmy, yang juga Direktur Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), ISID Gontor.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hasil riset Hamid Fahmy Zarkasyi tentang metode studi filsafat Islam di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia ini sangat penting untuk ditelaah dan direnungkan secara mendalam.

Jauh sebelumnya, 30 tahun lalu, Prof. HM Rasjidi telah menunjukkan kuatnya pengaruh metode orientalis terhadap buku wajib dalam studi Islam di Indonesia, yakni buku “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya”, karya  Prof. Harun Nasution. Rasjidi kemudian memberikan kritik-kritik yang tajam terhadap buku tersebut, bahwa  buku itu merusak dan membahayakan aqidah Islam.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, kritik-kritiknya tidak pernah didengar. Buku ini tetap dijadikan sebagai rujukan dalam studi Islam di  Perguruan Tinggi, tanpa didampingi oleh buku Prof. Rasjidi: Koreksi terhadap Dr. Harun Nasution tentang “Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya”.

Seperti pernah kita bahas, buku Harun Nasution ini memuat begitu banyak kesalahan fatal dan mendasar tentang Islam. Dalam aspek filsafat, Harun Nasution juga menulis: “Pemikiran filosofis masuk ke dalam Islam melalui falsafat Yunani yang dijumpai ahli-ahli fikir Islam di Suria, Mesopotamia, Persia, dan Mesir…Filosof kenamaan yang pertama adalah Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq al-Kindi.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam pemaparannya, Harun mengungkap berbagai perdebatan seputar isu-isu dalam kajian filsafat, tetapi tidak melakukan ‘tarjih’ terhadap pendapat yang benar. Bahkan ketika membahas pendapat seorang filosof yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam, Harun tidak memberikan kritik terhadapnya. Seperti ketika menjelaskan tentang filosof Abu Bakr Muhammad Ibn Zakaria al-Razi (864-925), Harun bahkan menulis, “Tetapi sungguhpun ia menentang agama-agama, al-Razi bukanlah seorang ateis. Ia tetap percaya kepada Tuhan sebagai pengatur alam ini.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Padahal, ditulis oleh Harun: “Al-Razi adalah seorang rasionalis yang hanya percaya pada akal dan tidakpercaya pada wahyu. Menurut keyakinannya akal manusia cukup kuat untuk mengetahui adanya Tuhan, apa yang baik dan apa yang buruk, dan untuk mengatur hidup manusia di dunia ini. Oleh karena itu Nabi dan Rasul tak perlu, bahkan ajaran-ajaran yang mereka bawa menimbulkan kekacauan dalam masyarakat manusia. Semua  agama dia kritik. Al-Quran baik dalam bahasa maupun isinya bukanlah mu’jizat.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai buku panduan untuk mahasiswa Muslim, harusnya Prof. Harun menjelaskan, bahwa pendapat Abu Bakr Muhammad Ibn Zakaria al-Razi (bukan Fakhruddin al-Razi) adalah keliru dan bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.

Harusnya, Prof. Harun tidak bersikap netral dalam hal-hal yang jelas-jelas salah. Bahkan, dalam uraiannya,  Harun lebih cenderung mengunggulkan pendapat Ibnu Ruyd, ketimbang al-Ghazali. Dalam kritiknya, Rasjidi menyesalkan kecenderungan Harun untuk lebih menonjolkan pendapat Ibn Rusyd yang memberikan  pembelaan kepada para filosof peripatetik dari kritikan al-Ghazali.

Kajian Harun tentang aspek filsafat dalam Islam, menurut Prof. Rasjidi, merupakan aspek yang sangat negatif,  khususnya bagi mahasiswa IAIN tingkat pertama.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam kritiknya, Rasjidi mengupas secara tajam kekeliruan pemikiran Ibnu Rusyd, al-Farabi, dan Ibnu Sina.

Filsafat Islam, kata Prof. Rasjidi, adalah suatu usaha untuk mempertahankan aqidah Islam dengan mengambil bahan dari filsafat Yunani yang tidak bertentangan dengan Islam. Teori al-Farabi dan Ibnu Sina tentang emanasi (pancaran) bertentangan dengan Islam, yang menegaskan, bahwa Allah menciptakan alam dengan kemauan-Nya, bukan melalui pancaran. Meskipun mengakui kebaikan niat baik Ibnu Rusyd dalam membela filosof – yakni untuk menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan akal – tetapi Rasjidi menilai teori Ibnu Rusjd tentang kekekalan alam sudah usang untuk abad ke-20. “Kelihatan sekali bahwa Dr. Harun Nasution tidak mengikuti perkembangan ilmu cosmology astrophysic, sehingga ia mempertahankan pendapat Ibnu Rusyd yang sudah usang itu,” tulis Prof. Rasjidi.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah studi kritis Prof. Rasjidi terhadap aspek filsafat dalam  buku “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya”  karya Prof. Harun Nasution. Rasjidi menulis kritiknya ini pada tahun 1975. Bisa dikatakan, kajian Hamid Fahmy  Zarkasyi lebih maju selangkah lagi dari apa yang telah dilakukan oleh Prof. Rasjidi, karena Hamid Fahmy  sudah menyentuh aspek “framework” dan cara pandang. Bahkan, Hamid menawarkan perspektif baru dalam studi filsafat Islam yang belum ditawarkan oleh Prof. Rasjidi sebelumnya.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kajian-kajian ilmiah dan serius tentang berbagai bidang keilmuan Islam (Ulumuddin) saat ini merupakan proyek yang sangat mendesak bagi umat Islam. Apalagi, 30 tahun setelah benih orientalisme ditanamkan oleh Prof. Harun Nasution, cengkeraman orientalis dalam studi Islam sudah semakin merambah ke berbagai bidang studi-studi lain, baik dalam studi agama-agama maupun dalam studi Al-Quran. Belum lagi dengan  masuknya ‘proyek-proyek pesanan’ negara-negara dan LSM Barat dalam studi dan pemikiran Islam. Masuknya studi kritis Al-Quran dan mata kuliah hermeneutika, misalnya, tidak bisa dianggap hal yang enteng.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Penggunaan epistemologi relatif dalam studi agama di Ushuluddin telah membongkar framework studi  agama-agama dalam tradisi Islam yang berbasis pada keimaman Islam.

Ketika mengisi satu seminar di Yogyakarta pada 18 Agustus 2006 lalu, seorang peserta menyatakan, bahwa dalam studi ilmu-ilmu agama, metodologi Barat lebih baik dibandingkan dengan metodologi Islam. Pernyataan semacam ini sudah sering disampaikan dalam berbagai buku dan kesempatan. Padahal, biasanya yang mereka maksud dengan ‘metodologi’ yang baik adalah dalam soal teknik penulisan. Misalnya, karena banyak  catatan kakinya, maka suatu tulisan disebut ilmiah dan bagus.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita tidak menolak metode semacam ini. Bahkan, perlu memberikan apresiasi terhadap ketekunan dankesungguhan para orientalis dalam melakukan penelitian dan penulisan tentang Islam. Terutama dengan kesungguhan mereka dalam menghimpun literatur-literatur Islam.

Tetapi, kita juga perlu senantisa kritis, bahwa dalam metodologi atau lebih tepatnya framework kajian agama, ada perbedaan yang mendasar antara Islam dengan para orientalis pada umumnya. Bagi seorang Muslim, belajar agama bertujuan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yang dapat meningkatkan iman dan  ibadah kepada Allah. Sebab, tidaklah manusia diciptakan kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah. (QS
51:56).

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seorang Muslim yakin, bahwa mencari ilmu itu sendiri adalah kewajiban dan merupakan ibadah. Karena itu,  kita diajarkan untuk senantiasa berdoa, mudah-mudahan kita dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang manfaat adalah ilmu yang menghasilkan dan memperkuat keimanan, dan bukan ilmu yang menambah  keraguan dan kebingungan, serta semakin menjauhkan diri dari ibadah kepada Allah.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Metode studi agama cara Islam ini tentu berbeda dengan metode para studi agama ‘gaya Barat’ yang lebih diarahkan untuk menjadi ‘ilmuwan dan pengamat keagamaan’. Karena itu, dalam model studi seperti ini, para dosen tidak mempersoalkan apakah mahasiswa itu sesat atau benar. Suatu skripsi atau tesis tetap diluluskan jika dianggap sudah memenuhi syarat metode penulisan ilmiah, tanpa peduli apakah karya ilmiah itu benar atau salah dari segi isinya dalam pandangan Islam. Bahkan, banyak yang sudah bersifat skeptis dan agnostik terhadap kebenaran, dengan menyatakan, bahwa manusia tidak akan tahu kebenaran sejati, yang tahu kebenaran hanya Allah. Tentu saja ini sangat keliru, sebab Allah telah menurunkan wahyu-Nya kepada  manusia melalui Nabi dan Rasul dengan tujuan untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita berharap para dosen di perguruan tinggi Islam dan para pejabat Departemen Agama sadar akan amanah  berat yang mereka pikul saat ini, sehingga mereka tidak bersantai-santai atau bermain-main dalam hal ilmu agama.

Mereka perlu sadar, bahwa upaya untuk meruntuhkan Islam yang sangat strategis adalah dengan cara merusak konsep-konsep keilmuan Islam. Itulah yang sejak berabad-abad lalu dilakukan oleh para orientalis.

Dalam pasal 2, Perpres No 11 tahun 1960, tentang pembentukan IAIN disebutkan, bahwa tujuan pembentukan IAIN adalah:  “IAIN tersebut bermaksud untuk memberi pengadjaran tinggi dan mendjadi pusat untuk  memperkembangkan dan memperdalam ilmu pengetahuan tentang Agama Islam.”

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, sesuai dengan niat mulia sejak awalnya, perguruan-perguruan tinggi Islam harus menjadi pusat pengembangan dan pendalaman ilmu tentang agama Islam. Tentu, sebagai umat Islam Indonesia, kita  berharap, dari kampus-kampus ini lahir para cendekiawan dan ulama yang berilmu tinggi dan taat kepada Allah. Untuk itu, agar menjadi kampus Islam yang benar-benar sehat, segala macam jenis kuman dan virus-virus yang merusak ilmu-ilmu Islam harus mulai dikaji, diteliti, untuk selanjutnya ‘dijinakkan’ dan  diamankan’.

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cita-cita mulia itu tidak akan terwujud, jika civitas academica di kampus Islam tidak bisa membedakan manayang ‘obat’ dan mana yang ‘racun’; mana ilmu yang bermanfaat dan mana ilmu yang madharat. Jika tidak paham atau tidak peduli dengan masalah ini, bisa jadi, kampus yang semula didirikan dengan niat begitu mulia, akhirnya secara tidak sadar sudah dibajak oleh para orientalis. Wallahu a’lam. (Depok, 25 Agustus 2006/www.hidayatullah.com]

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI UNTUK SUAMI ISTERI – KUMPULAN PUISI-PUISI CINTA SUAMI ISTERI – KOLEKSI PUISI SUAMI ISTERI ROMANTIS – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Penghianatan Yahudi”

Minggu, 13 Agustus 2006
Bom-bom Zionis menganghancurkan wanita dan anak-anak Libanon. Di  Indonesia “bom pemikiran Yahudi” tak kalah dasyatnya mencabik otak. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-157

Oleh: Adian Husaini

Menyimak keberingasan, kebengisan, dan kepongahan Israel di Lebanon dan Palestina saat ini, ada baiknya kita mengkaji kembali pemahaman kita tentang bangsa Yahudi, sebagaimana digambarkan dalam Al-Quran dan buku-buku sejarah. Ayat-ayat yang menggambarkan karakter dan bangsa Yahudi begitu banyak bertebaran.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di dalam sejarah kita memahami, bahwa kaum Yahudi adalah kelompok manusia yang begitu banyak dan hobi melakukan pengkhianatan terhadap kebenaran yang disampaikan kepada mereka.

Di Madinah (Yathrib), kaum Yahudi telah mengabarkan kepada penduduk setempat akan edatangan seorang Nabi terakhir. Dan ini telah diberitakan oleh Nabiyullah Isa a.s. kepada mereka, jauh-jauh sebelumnya. Tetapi, ketika Rasul itu (Nabi Muhammad saw) benar-benar tiba,
maka justru mereka menjadi orang pertama yang mengingkarinya.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (QS as-Shaf:6).

Itulah karakter Yahudi. Sebuah karakter yang dengan begitu mudah menolak kebenaran, meskipun mereka tahu tentang kebenaran. Karena itu, Rasulullah saw menjelaskan, bahwa makna kata ‘al-maghdhub’ (yang dimurkai Allah SWT)  dalam surat al-Fatihah adalah ‘al-Yahud’. Jadi kaum Yahudi adalah prototipe orang yang tahu tentang kebenaran tetapi tidak mau mengikuti kebenaran, bahkan sebaliknya, merekalah yang menyembunyikan dan mengubah-ubah kebenaran.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Al-Quran menjelaskan bagaimana kaum Yahudi hobi mengubah-ubah kitab suci mereka, sehingga tidak diketahui lagi mana wahyu yang asli dan mana yang merupakan tambahan mereka. “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (QS al-Baqarah:79).

Akibat pengkhianatan mereka terhadap kebenaran ini, maka mereka juga menyesatkan kaum lainnya yang mengikuti mereka.  Hingga kini diakui oleh para pengkaji agama Yahudi, bahwa masalah besar dalam mengkaji Kitab Yahudi (Bibel Yahudi – yang oleh orang Kristen disebut sebagai ‘Perjanjian Lama’) adalah masalah otentisitas teks-teks Bibel tersebut. Yakni membedakan, mana yang asli dan mana yang sisipan.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Th.C. Vriezen, dalam bukunya, Agama Israel Kuno (Jakarta: Badan Penerbit Kristen, 2001), menulis:  “Ada beberapa kesulitan yang harus kita hadapi jika hendak membahas bahan sejarah Perjanjian Lama secara bertanggung jawab. Sebab yang utama ialah bahwa proses sejarah ada banyak sumber kuno yang diterbitkan ulang atau diredaksi (diolah kembali oleh penyadur).
Proses penyaduran turun-temurun itu ada untung ruginya. Salah satu keuntungannya ialah bahwa sumber-sumber kuno itu dipertahankan dan tidak hilang atau terlupakan. Namun, ada kerugiannya yaitu adanya banyak penambahan dan perubahan yang secara bertahap dimasukkan ke dalam naskah, sehingga sekarang sulit sekali untuk menentukan bagian mana dalam naskah historis itu yang orisinal (asli) dan bagian mana yang merupakan sisipan.”

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Richard Elliot Friedman, dalam bukunya, Who Wrote the Bible, (New York: Perennial Library, 1989), juga menulis: “It is a strange fact that we have never known with certainty who produced the book that has played a central role in our civilization.”

Jadi, menurut Friedman, adalah hal yang ajaib bahwa kaum Yahudi-Kristen sebenarnya tidak pernah tahu dengan pasti, siapa yang menulis kitab mereka. Padahal, kitab itu sudah begitu memainkan peran sentral dalam peradaban mereka.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Bahkan, Kitab Torah (Five Book of Moses, yakni Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan) dikatakan Friedman sebagai salah satu teka-teki paling kuno di dunia (It is one
of the oldest puzzles in the world).

Gara-gara ulah Yahudi yang mengubah-ubah kitab mereka itu, maka kebenaran menjadi kabur, karena dicampur aduk dengan kebatilan. Dalam surat al-Baqarah:41-42 sudah disebutkan peringatan Allah agar kaum Yahudi jangan menjadi orang yang pertama kafir dan jangan mencampuradukkan antara yang haq dan bathil dan menyembunyikan kebenaran.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. Dan janganlah kamu campur adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui.”

Tentu saja kaum Yahudi sangat tertohok dengan ayat-ayat Aal-Quran yang menelanjangi habis-habisan kecurangan mereka. Karena itu bisa dipahami jika mereka tidak pernah ridho kepada kaum Muslim, sampai kaum Muslim mengikuti millah mereka (QS al-Baqarah 2:120). Mereka kemudian menyimpan dendam yang terus terpendam dan berusaha keras untuk merusak Islam.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jika kita cermati, saat ini, betapa banyak orang diantara kaum Muslim yang – sadar atau tidak – mengikuti jejak kaum Yahudi dalam mengubah-ubah dan menyembunyikan kebenaran. Kita tidak habis pikir, bagaimana ada orang yang mengaku Islam tetapi mendukung upaya penyerangan terhadap Al-Quran, melecehkan Nabi Muhammad dan para sahabat Nabi.

Ada juga yang secara terang-terangan dengan berbagai dalil yang dibuat-buat menghalalkan perkawinan homoseksual dan perkawinan muslimah dengan laki-laki non-Muslim. Ada yang membuat-buat tafsir Al-Quran ala Yahudi dengan membuang makna teks dan menekankan aspek konteks secara serampangan.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Itulah yang dilakukan misalnya oleh Prof. Musdah Mulia dan para penulis buku Fiqih Lintas Agama yang membuang makna teks dan menggunakan aspek konteks secara amburadul, sehingga keluar keputusan hukum bahwa muslimah boleh menikah dengan laki-laki non-Muslim. (Lihat buku Muslimah Reformis karya Musdah Mulia terbitan Mizan dan buku Fiqih Lintas Agama terbitan Paramadina dan The Asia Foundation).

Padahal, cara penafsiran seperti itu benar-benar mengikuti metodologi penafsiran Bibel Yahudi. Dalam bab berjudul ‘Hebrew Scriptures’ dari buku Path Through Catholicism karya Mark Link SJ (Texas:Tabor Publishing, 1991), dijelaskan metode penafsiran Bibel Yahudi yang memisahkan antara metode tekstual dan metode kontekstual.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Orang yang menafsirkan secara tekstual/literal dijuluki sebagai kaum literalis atau fundamentalis. Paus sendiri menolak penafsiran Bibel secara tekstualis atau literalis. Menurut buku karya Mark Link itu, penafsir Bibel dibagi menjadi dua model, yakni model literalis dan kontekstualis.

Dia menulis: “Literalists interpret the Bible rigidly, saying, “It means exactly what it says”. In other words, literalists (also called fundamentalists) concern themselves with only the text of the Bible. Contextualists interpret the Bible more broadly, saying “We must consider not only the text but also the context of the Bible. In other words, we must also consider such a things as historical and cultural situation in which the Bible was written.” (hal. 22)

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Model tafsir Bibel Kristen-Yahudi seperti ini, yang menajamkan aspek tekstual dan kontekstual dan menekankan aspek historisitas teks, saat ini banyak mencengkeram sebagian akademisi Muslim. Itu bisa kita lihat dalam buku-buku tentang studi Islam yang bermunculan dewasa ini.

Seorang dosen UIN Yogya yang menerbitkan disertasinya dengan judul  “Muslim-Christian Relations in The New Order Indonesia:The Exclusivist and Inclusivist Muslims’ Perspectives, (Bandung: Mizan, 2005)” membagi kaum Muslim Indonesia ke dalam dua golongan, yakni
kaum ‘Inclusivist Muslims’ dan exclusivist Muslim’.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kaum Muslim Inklusif, kata dia, adalah mereka yang mempersepsikan Islam sebagai agama evolutif dan menerapkan metode tafsir kontekstual terhadap Al-Quran dan Sunnah. (… they perceive Islam as an evolving religion they apply a contextual reading to the Quran and sunna).

Sedangkan Muslim eksklusif adalah yang menerapkan metode penafsiran al-Quran dan Sunnah
secara literal. (They apply a literal approach in understanding the foundation texts of Islam, namely the Quran and the sunna of the Prophet).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Cara pandang disertasi di Melbourne University seperti itu adalah pola dan metode panafsiran Bibel Kristen-Yahudi, yang dipaksakan kepada Aal-Quran. Si dosen itu harusnya mengkaji dengan serius, bahwa ada perbedaan yang mendasar antara sifat teks Al-Quran dan teks Bibel. Dalam konsep Islam, teks Al-Quran adalah ‘tanzil’ yang lafaz dan maknanya dari Allah.

Teks Al-Quran bukan bikinan Nabi Muhammad saw atau bikinan manusia mana pun. Karena itu, Al-Quran adalah wahyu, Kalamullah. Ini beda dengan Bibel, yang dalam konsep Kristen sendiri dikatakan sebagai ‘teks manusiawi’, yakni teks yang ditulis oleh para penulis Bibel yang
mendapatkan inspirasi dari Roh Kudus.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena problem teks Bibel itulah, maka kaum Yahudi-Kristen tidak bisa menafsirkan secara tekstual, sebab memang tidak ada teks yang bisa dipegang. Teks Bibel selalu berubah dari waktu ke waktu.

Salah satu Bibel edisi bahasa Inggris yang biasanya dianggap otoritatif adalah King James Version. Tapi, sekarang pun sudah muncul New King James Version. Kita bisa bandingkan teks Bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) edisi 1971 dan 2004, misalnya, maka kita akan bertemu dengan begitu banyak ayat yang bukan hanya berubah teksnya, tetapi juga maknanya. Sebagai contoh, bandingkan ayat Bibel Yahudi tentang larangan keluar pada hari Sabat:

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Edisi LAI tahun 1971 menyatakan: “tetapi hari yang ketudjuh itulah sabat Tuhan, Allahmu, pada hari itu djangan kamu bekerja, baik kamu, atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau binatangmu, atau orang dagang jang ada didalam pintu gerbangmu.”

Sedangkan dalam edisi tahun 2004 ditulis: “tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhan, Allahmu, maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu, atau orang asing yang ditempat kediamanmu.”.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kekeliruan pola pikir terhadap Al-Quran yang menjiplak pola pikir Yahudi-Kristen itu bukan khas dosen UIN Yogya itu saja. Kita bisa menyimak bagaimana membanjirnya istilah-istilah asing ke dalam kosa kata studi Islam dewasa ini, seperti istilah ‘Islam fundamentalis’, ‘Islam literalis’, dan sebagainya, yang berasal dari tradisi Yahudi-Kristen.

Banyak yang latah membeo saja dalam menggunakan istilah-istilah yang lahir dalam tradisi Yahudi-Kristen tersebut, tanpa sikap kritis. Padahal, kita tidak bisa begitu saja mengambil istilah-istilah itu tanpa disesuaikan dengan makna dalam Islam.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai contoh, dalam istilah Kristen, George W. Bush biasa disebut sebagai penganut Kristen fundamentalis yang konservatif dan taat. Tetapi, tentu kita tidak bisa menyebut Bush adalah seorang Kristen salafi yang muttaqin. Masing-masing tradisi dan agama memiliki sistem
pemikiran dan istilah yang khas, yang tidak seyogyanya dijiplak begitu saja.

Masalah teks Bibel itu sangat berbeda dengan Al-Quran, sehingga cara penafsirannya pun sangat berbeda dengan Bibel. Sebagai teks manusiawi unsur historisitas sangat ditekankan dalam penafsiran. Tetapi, sebagai teks wahyu, makna kata-kata dalam teks Al-Quran adalah
terjaga dari zaman ke zaman. Karena itu, hukum-hukum Al-Quran bersifat universal, melintasi zaman dan budaya, meskipun ayat-ayat itu diturunkan di wilayah Arab pada waktu tertentu dan dengan kondisi kultural tertentu.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ketika Al-Quran melarang minuman keras, itu bukan hanya untuk orang Arab saja, tetapi berlaku
untuk semua manusia. Kewajiban jilbab bukan hanya berlaku untuk wanita Arab abad ke-7, tetapi tetap berlaku sampai sekarang. Dan sebagainya. Salah satu buku yang sangat menekankan aspek historisitas dalam studi Islam bisa dilihat buku ‘Islamic Studies’ karya Prof. Amin Abdullah, rektor UIN Yogya, yang banyak merujuk kepada para pemikir sekular-liberal seperti Nasr Hamid Abu Zayd dan Mohammed Arkoun.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kini, dalam situasi dimana saudara-saudara kita di Lebanon dan Palestina dihujani bom-bom Yahudi yang mencabik-cabik tubuh wanita dan anak-anak tanpa belas kasihan sedikit pun, ada baiknya kita juga merenung sejenak, bahwa kaum Muslim di Indonesia saat ini, juga sedang dihujani dengan “bom-bom pemikiran Yahudi  yang sangat dahsyat dampaknya dalam mencabik-cabik otak sebagian sarjana agama dari kalangan umat Islam, sehingga banyak yang tanpa sadar sudah mengikuti “pola pikir Yahudi” dalam mencabik-cabik Islam dan Al-Quran.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Gara-gara otaknya keliru, memandang bahwa Al-Quran adalah produk budaya, maka seorang dosen IAIN Surabaya dengan bangga, sengaja, dan sadar menginjak lafaz Allah di hadapan para mahasiswanya. Mudah-mudahan kita senantiasa diselamatkan Allah, agar tidak terjebak dalam pola pikir dan jalan orang-orang yang dimurkai Allah. Amin. (Depok, 11 Agustus 2006/www.hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama dengan Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Menyikapi Kebrutalan Zionis Israel”

Sabtu, 05 Agustus 2006
Muslimin Indonesia harus menyusun langkah melawan hegemoni Yahudi.  Syaratnya ukhuwah Islamyah tak hanya di lisan. Apalagi masih bangga kelompoknya sendiri. Baca Catatan Akhir Pekan Adian Husaini ke-156

Oleh:  Adian Husaini

Hari-hari ini, kaum Muslim seluruh dunia menyaksikan kebrutalan yang membabi buta kaum Zionis  terhadap kaum Muslim di Palestina dan Lebanon. Setiap hari, jet-jet tempur beserta tank-tank Israel membunuhi warga Muslim. Dunia mengutuk serangan Israel itu. Tetapi, semuanya tidak berdaya, tidak mampu mencegah kebrutalan Israel. Padahal, dari segi hukum internasional, aksi sepihak Israel yang menyerbu Lebanon jelas-jelas tidak dibenarkan.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tetapi, kaum Zionis Israel tidak mempedulikan hal itu. Mereka merasa lebih kuat, dan menganggap remeh protes dunia Islam terhadap kebrutalan mereka. Pada akhir Juli 2006,  Israel bahkan menyerang tempat pengungsian penduduk sipil di Desa Qana, sehingga membunuh lebih dari 60 warga  Lebanon –37  diantaranya adalah anak-anak. Seketika itu kemudian dunia mengecam Israel. Tetapi, tetap saja, hal itu tidak mampu menghentikan kebiadaban kaum Zionis Israel.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Umat Islam dan dunia Islam, sejauh ini, hanya mampu melakukan protes, menangis, mengeluarkan resolusi dan kutukan demi kutukan. Tetapi, tidak ada yang digubris oleh Israel. Sepertinya, Israel sudah hafal langgamkaum Muslim. Jika dibantai atau dipecundani, kaum Muslim akan marah dan melakukan aksi demontrasi. Setelah itu, lama-lama lupa pada masalahnya, lalu diam. Megapa umat Islam begitu mudah untuk diperdaya dan dipecundangi ? Tidak adakah kemuliaan bagi kaum Muslimin? Padahal, dalam Al-Quran, Allah SWT menjamin :

“Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 139).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Jadi, umat Islam harusnya menjadi umat yang mulia, umat yang disegani, umat yang terbaik yang menjadi saksi atas umat manusia lainnya. Tetapi, semua itu tidak akan terjadi, jika umat Islam meninggalkan syarat-syarat untuk dapat menjadi umat yang mulia.

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kamu) menyuruh kepada yang makruf dan mencegah kemunkaran, serta beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran:110). Jika kaum Muslim meninggalkan syarat untuk menjadi mulia, maka mereka akan menjadi umat yang hina.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kondisi umat Islam yang tidak berdaya menghadapi kebiadaban kaum Zionis Israel seperti mencerminkan apa yang telah digambarkan oleh Rasulullah saw:

“Hampir tiba suatu zaman dimana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni hidangan mereka.” Maka salah seorang sahabat  bertanya: “Apakah karena jumlah kami yang sedikit pada hari itu?”  Nabi SAW menjawab: “Bahkan, pada hari itu jumlah kamu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa  gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit al wahnu.” Seorang sahabat bertanya: “Apakah al wahnu itu Ya Rasulallah?”  Rasulullah SAW menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud)

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tanpa perlu melakukan riset yang rumit, dengan mudah dapat dilihat, bahwa kondisi umat Islam saat ini sangat mirip dengan apa yang digambarkan Rasulullah saw tersebut. Di berbagai belahan dunia, umat menghadapi ujian dan cobaan yang berat. Umat Islam diperlakukan dengan sangat hina. Tidak disegani dan ditindas dimana-mana. Di Palestina, Moro, Xin Jiang, India, Kashmir, Thailand Selatan, dan di berbagai belahan dunia lainnya, umat Islam menghadapi penindasan dalam berbagai bidang kehidupan. Umat Islam, yang jumlahnya sekarang sekitar 1,3 milyar jiwa, bernasib seperti buih, kehilangan kepercayaan diri,  diombang-ambingkan situasi dan kondisi. Untuk menyelesaikan masalah Palestina saja masih belum  mampu. Bandingkan dengan kaum Yahudi yang jumlahnya hanya sekitar 15 juta jiwa, yang berani menolak  puluhan resolusi PBB, dan tidak gentar sedikit pun menghadapi protes dari seluruh penjuru dunia.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagai Muslim kita tidak boleh berdiam diri terhadap perkembangan di Palestina dan Lebanon saat ini. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang bangun pagi dan tidak peduli dengan masalah umat Islam, maka dia tidak termasuk bagian dari umat Islam.”

Secara umum, ada dua tanggung jawab muslim terhadap dunia Islam, yaitu (1) tanggung jawab risalah, dan  (2) tanggung jawab ukhuwah.  Tanggung jawab risalah wajib dilaksanakan oleh umat muslim berdasarkan perintah Allah SWT yang terdapat dalam sejumlah ayat Al Quran:

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada  yang makruf dan mencegah kemunkaran. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran:104).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ayat-ayat Al Quran tersebut memberikan penjelasan yang tegas tentang kewajiban umat Islam untuk  melaksanakan dakwah, dalam arti melanjutkan risalah Rasulullah saw.

Ad-Dinul Islam diturunkan Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad saw., kepada seluruh manusia (QS 34:28).  Islam diturunkan bukan hanya untuk umat Islam semata. Islam diturunkan untuk menyelamatkan umat manusia, untuk menebarkan rahmat bagi seluruh alam (QS 21:107). Penegasan agar ajaran Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam juga tampak dari seruan Rasulullah saw dalam Khutbatul Wada’, dimana Rasul  saw senantiasa menggunakan seruan “Ya ayyuhan naas…”. Ketika itu beliau berpesan, agar orang-orang yang hadir di Arafah, menyampaikan pesan-pesan kepada yang tidak hadir.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Karena mengemban misi yang sangat mulia — yaitu untuk menyebarkan rahmat kepada seluruh alam, yang  dapat juga diartikan sebagai tugas untuk menyelamatkan umat manusia dari kehancuran  — maka umat Islam  diberi julukan dengan berbagai predikat yang agung, seperti “khairu ummah”, “ummatan wasatha”, dan  sebagainya.

Pada sisi lain, sebutan-sebutan indah itu juga mengindikasikan adanya perintah Allah SWT, agar umat Islam menjadi umat yang mulia, umat yang disegani, umat yang kuat, dan umat yang agung; bukan umat yang hina dan lemah. Hal itu dapat dilihat, misalnya, pada perintah Allah SWT, agar umat Islam menghimpun segala macam kekuatan, agar mereka menjadi umat yang kuat.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Seperti firman Allah SWT:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu), kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengatahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan
dianiaya.”  (QS al-Anfal:60).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Mudah dipahami, dengan kondisi sebagai “umat yang mulia”, “umat yang kuat”, dan sebagainya, maka umat Islam akan dapat menjalankan fungsi dakwah dan amanah risalah kepada seluruh manusia, dengan lancar. Jika kondisi umat Islam sebaliknya, yakni umat yang lemah dan hina, maka umat Islam bukanlah menjadi  “subjek”, tetapi akan menjadi “objek”. Bukan menjadi da’i, tetapi malah menjadi “mad’u”, bukan menjadi  “penentu arah” perjalanan dunia, tetapi malah menjadi “yang diarahkan”.

Tanggung jawab yang kedua, yakni tanggung jawab ukhuwah, juga jelas-jelas merupakan perintah Allah SWT.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (QS 9:71).

Umat muslim diibaratkan oleh Rasulullah SAW sebagai satu tubuh (kal jasadil wahid) atau satu bangunan  yang saling menguatkan (kal bunyan yasyuddu ba’dhuhum ba’dha). Dalam hadits lain, Rasulullah SAW jugamengibaratkan kaum Muslimin seperti penumpang yang bersama-sama berlayar ke tengah lautan. Di dalam kapal itu, ada satu penumpang yang bermaksud melobangi kapalnya untuk mengambil air. Jika seluruh penumpang membiarkan orang itu melobangi perahunya, maka binasalah dia dan juga seluruh penumpang.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hanya di antara orang-orang beriman dapat menjalin ukhuwah Islamiyah, sebab ukhuwan Islamiyah adalahmanivestasi dari iman. Ukhuwah Islamiyah membutuhkan pengorbanan, lebih mementingkan kepentingan saudaranya sesama mukmin, ketimbang kepentingan dirinya.  Ditegaskan Rasulullah SAW: “Laa yu’minu ahadukum hattaa yuhibba liakhihi maa yuhibbu linafsihi.” (Tidak/belum sempurna iman salah seorang kamu, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa-apa yang dicintai oleh dirinya sendiri.).

Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan tertinggi antar sesama muslim. Nilai persaudaraan ini lebih tinggi daripada persaudaraan yang dibangun di atas landasan  kesukuan, kebangsaan, atau hubungan darah sekali pun.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Allah SWT berfirman:

“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan dan Hari Akhir berkasih sayang dengan orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka itu orang tua sendiri, anak,  saudara kandung atau keluarga. Mereka itulah yang Allah telah tuliskan keimanan di hatinya dan  menguatkannya dengan pertolongan dari-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap (limpahan rahmat) Allah. Mereka itulah “hizbullah”. Ketahuilah, bahwa sesunggguhnya “hizbullah” itulah yang pasti menang.” (QS Al Mujadalah:22).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ironinya, justru sekarang, persaudaraan muslim itu sudah ditinggalkan oleh umat Muslim, yang kiniterkoyak-koyak dan terpecah belah dalam berbagai paham nasionalisme sempit, bahkan terkadang sudah bersikap fanatis buta terhadap kelompoknya sendiri. Dalam situasi dimana saudara-saudara kita kaum  Muslim Palestina dan Lebanon menjadi mangsa keganasan dan kebiadaban Yahudi Israel saat ini  seyogyanya kaum Muslimin kini mampu menyatukan hati dan pikiran untuk melakukan gerakan perlawanan yang efektif dan serius.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kaum Muslim di Indonesia, sudah harus mulai berpikir serius dalam merumuskan srategi perjuangan  melawan Yahudi. Sebelum melakukan perlawanan, umat Islam harus tahu persis, di mana posisi-posisi Yahudi di Indonesia. Perusahaan mana saja yang dibiayai Yahudi. iapa saja pendukung-pendukungnya di  Indonesia. Bagaimana cara mereka menguasai umat Islam. Semua itu harus dipelajari dan dikaji dengan serius oleh umat Islam, agar tidak salah dalam melangkah dan menyusun program perjuangan; agar tidak  sporadis dalam melawan kekuatan Yahudi yang sudah menggurita di berbagai sektor kehidupan: informasi, studi dan pemikiran Islam, keuangan, sampai barang-barang konsumsi rumah tangga.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Perjuangan melawan hegemoni Yahudi dan para kroninya adalah perjuangan yang panjang dan  membutuhkan keseriusan,  ilmu dan kesabaran. Maka, sudah saatnya umat Islam berusaha keras  pembangun posisi kemandiriannya, terutama dalam pemikiran, budaya, dan ekonomi. Sangatlah sulit dibayangkan, bagaimana kaum Muslim mau melawan Yahudi, sedangkan untuk air minum saja, umat Islam masih merasa nyaman mereguk air kemasan produk Yahudi.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dan sangatlah mustahil untuk mengalahkan Yahudi dan kroninya, jika untuk pemikiran Islam saja, kampus-kampus berlabel  Islam bangga menjiplak pemikiran Yahudi, dan bahkan sejumlah kampus sudah memasukkan metode penafsiran Bibel Yahudi untuk menafsirkan Al-Quran sebagai mata kuliah wajib di jurusan Tafsir-Hadits. Wallahu a’lam. (Depok, 4 Agustus 2006/hidayatullah.com).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama  antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

“Menunggu Gempa?”

Senin, 31 Juli 2006
Di zaman sekarang, ulama yang berpegang pada ajaran Islam tidak didengar. Fatwa mereka dilawan. Sebaliknya, lahir ulama jahat (ulama su’). Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-155

Oleh: Adian Husaini

Sekitar satu setengah tahun lalu, pada 29 Desember 2004, Harian Pikiran Rakyat yang terbit di Bandung menyiarkan sebuah berita berjudul “Gelombang Besar Hantam Pangandaran dan Laut Jawa. Yusuf: “Jabar Selatan Bisa Habis”. Ada baiknya berita itu kita simak kembali, setelah kita menyaksikan terjadinya gempa bumi dan tsunami yang menerjang sejumlah daerah di pesisir Jawa Barat Selatan dan beberapa daerah di Jawa Tengah Selatan, pada Selasa, 18 Juli 2006 lalu.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Gempa dan tsunami itu menelan korban meninggal lebih dari 500 jiwa. Padahal, ternyata, jauh-jauh sebelumnya, hal itu sudah diperingatkan oleh sejumlah pakar geologi.

Dalam berita itu diceritakan, bahwa masyarakat Jawa Barat, khususnya yang berada di jalur Pantai Selatan diminta lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi yang bisa menyebabkan gelombang tsunami. Kewaspadaan ini perlu dilakukan mengingat Jawa Barat termasuk daerah yang rawan gempa, sehingga potensi terjadinya  tsunami juga sangat besar.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Peringatan tersebut disampaikan Kasi Gerakan Tanah Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Ir. H. Gatot Moch. Soedrajat, M.Sc., dan Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (P3TISDA) BPPT, Dr. Yusuf Surachman Djajadihardja.

Menurut Gatot, potensi terjadinya gempa di Jawa Barat karena terdapatnya lempengan tektonik yang memanjang di Samudera Hindia mulai dari Pulau Sumatra, Pulau Jawa, hingga ke Irian Jaya. “Makanya pulau yang terlewati oleh lempengan itu berpotensi terhadap terjadinya gempa tsunami termasuk Pulau Jawa, ya termasuk Jawa Barat bagian selatan ini,” katanya di Bandung, Senin (27/12/2004).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Namun menurut Gatot, kalaupun terjadi gempa dan tsunami di Jabar Selatan ini tidak terlalu mengkhawatirkan mengingat pantainya terjal dan tidak padat penduduk seperti di pantura. “Mulai dari Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasik, Ciamis berpotensi namun tidak erlalu mengkhawatirkan mengingat di wilayah itu pantainya terjal,” katanya.

Sementara itu, saat jumpa pers tentang penyebab gempa Aceh di BPPT Jakarta, Senin (27/12), Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (P3TISDA) BPPT, Dr. Yusuf Surachman Djajadihardja mengemukakan, saat dirinya melakukan pemetaan dasar laut (batimetri) pada 2002, ditemukan adanya indikasi atahan Sumatra yang memanjang hingga Laut Hindia sepanjang 300 kilometer.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Patahan itu masuk wilayah selatan Jabar, seperti Sukabumi, Ujung Genteng, dan Panaitan  (Banten). “Ujung patahan ini belum memotong palung, tapi masih aktif. Jaraknya sekitar 30 kilometer. Topografi dasar laut di sana, terdapat gunung dan lembah. Perbedaan antara gunung dan lembah (palung) sekira 2500 meter. Seandainya ujung patahan itu memotong palung, bisa dibayangkan gunung yang setinggi 2500 meter runtuh. Yang terjadi adalah tsunami yang sangat dahsyat. Jabar selatan bisa habis,” kata Yusuf.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Untuk mengantisipasinya, ujar sarjana Geofisika dan Meteorologi ITB ini,  bisa dipasang radar berfrekuensi tinggi (HF Radar). Radar ini bisa memberikan peringatan dini bila terjadi gempa atau gerakan di bawah tanah dengan radius 400 kilometer. “Jabar harus dilengkapi HF Radar mengingat daerahnya rawan terjadi gempa. Daerah sepanjang Jawa dan Sumatera adalah tempat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia sehingga potensial terjadi gempa. Sebab pergeseran lempeng itu antara 7,5 – 8,2 sentimeter pertahun,” ujar Yusuf.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Demikian berita penting dari Harian Pikiran Rakyat sekitar dua tahun lalu, yang perlu kita catat. Bahwa, ternyata sudah ada peringatan dini yang sudah diperkirakan oleh para pakar gempa di Indonesia. Entah mengapa peringatan itu tidak ditindaklanjuti dengan baik oleh Pemda Jabar. Lalu, terjadilah bencana dahsyat berupa gempa dan tsunami yang memakan korban lebih dari 500 jiwa. Dibandingkan dengan gempa Yogya, tentu saja, dampak sosial dari gempa dan tsunami di wilayah Jabar dan Jateng ini masih jauh lebih kecil.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Namun, yang menjadi peringatan penting adalah bahwa gempa dan tsunami sudah mulai merambah Pulau Jawa. Meskipun kekuatan tsunami kali ini masih jauh dibandingkan dengan tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, secara psikologis, tsunami ini sudah mulai  menghentakkan kawasan padat penduduk di Pulau Jawa. Pada Rabu, 19 Juli 2006, penduduk Jakarta juga sudah merasakan gempa yang terjadi di Selat Sunda.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Sebagian kalangan kini mempersoalkan, mengapa peringatan dini tentang terjadinya gempa dan stunami tidak diindahkan. Ini baru peringatan manusia. Inilah sikap kebanyakan manusia. Mudah lupa dan tidak peduli dengan masa depannya, karena terjebak hal-hal yang melenakan. Tontonan sepak bola Piala Dunia selama sebulan telah melenakan begitu banyak manusia. Banyak media massa yang lebih asyik menyiarkan hal-hal yang ‘menghibur’ ketimbang mendidik. Tayangan-tayangan infotainmen dan hiburan di televisi sudah begitu mendominasi aktivitas manusia.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Tapi, ini baru pelajaran kecil di dunia. Sebagai Muslim, kita perlu mengambil hikmah tentang semua peristiwa ini. Melalui Al-Quranul Karim, Allah sudah memperingatkan akan datangnya Hari Akhir; akan tibanya satu hari pembalasan; dimana seluruh amal manusia diperhitungkan, ditimbang, dan dimintai pertanggungjawaban. Namun, manusia banyak yang bersikap aneh. Bukannya memperhatikan sungguh-sungguh signal dan peringatan dini dari Allah itu, dan kemudian sibuk menyiapkan masa depannya di akhirat, tetapi justru asyik membangun istana dan mengumpulkan kekayaan di dunia, seolah-olah harta bendanya akan mengekalkan dia di dunia. Banyak yang malas beribadah dan beramal untuk akhirat, padahal itulah tempat tinggal manusia yang abadi.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Kita berdoa semoga bencana demi bencana di negeri kita, mampu menyadarkan manusia Indonesia untuk melakukan introspeksi, dan segera bertobat, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Secara akal, manusia harus berusaha keras untuk mencegah atau melakukan upaya-upaya untuk meminimalkan jumlah korban yang mungkin ditimbulkan dari satu bencana. Sistem peringatan dini terhadap gempa seyogyanya sudah mulai dipasang untuk daerah-daerah yang rawan tsunami. Inilah kewajiban manusia untuk berikhtiar sesuai dengan ilmu yang mereka miliki.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Akan tetapi, disamping itu, manusia, khususnya kaum Muslim, pun diwajibkan untuk melakukan ikhtiar yang lebih. Setiap muslim yakin bahwa apapun yang musibah atau bencana menimpa mereka, tidak akan terjadi kecuali dengan izin Allah SWT. Dalam Al-Quran disebutkan, bahwa (yang artinya):

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan upaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. dan Barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) Maka Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Al-Hadid:22-24)

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Hidup di dunia ini adalah semata-mata menjalani ujian demi ujian, baik berupa kesenangan maupun berupa kesedihan. Senang dan susah datang silih berganti. Tidak ada manusia yang selama hidupnya senang terus, atau susah terus-menerus sepanjang hayat.  Sesekali tersenyum, tertawa, sesekali juga sedih dan menangis. Saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tsunami di Pantai Selatan Jawa kali ini pun menanggung beragam uka, mulai kehilangan sanak saudara sampai dengan harta benda. Setiap datang bencana kita hanya dapat berucap, pasti ini datang dari Allah SWT.  Tidak mungkin bencana ini terjadi di luar izin Allah SWT. Kita hanya berusaha mengambil hikmah dari ujian, teguran,  atau mungkin hukuman (azab)  yang diberikan Allah kepada kita.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Manusia seyogyanya sadar bahwa di mana pun dia berada,  kematian akan selalu mengintai. Sungguh menyedihkan jika berbagai peringatan tentang akan datangnya sunami di Pantai Selatan Jawa itu sudah disampaikan jauh sebelumnya, masih ada manusia-manusia yang mengumbar maksiat di lokasi-lokasi tersebut. Kita sungguh tidak habis pikir, bagaimana manusia bisa begitu berani melawan Allah yang menciptakan mereka dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Setelah mendapatkan peringatan dini tentang tsunami tersebut, penduduk Pulau Jawa – termasuk Jakarta – harusnya semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak lagi bermain-main dengan dosa dan maksiat.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Baru-baru ini kita dibuat tercengang, bagaimana media massa di Indonesia dengan gegap gempita menyiarkan satu acara Kontes Waria di Jakarta Timur, yang dihadiri seorang mantan Presiden RI yang biasa dipanggil kyai haji. Untuk apa kontes semacam itu diadakan?

Lihatlah di berbagai stasiun TV saat ini, betapa banyak perilaku-perilaku yang mempermainkan batas-batas larangan Allah. Wanita-wanita begitu banyak yang berlagak seperti laki-laki, sedangkan laki-laki juga bergaya dan berpakaian seperti wanita. Padahal perilaku seperti itu jelas-jelas dilarang Rasulullah saw. Allah melarang manusia mendekati zina, tetapi promosi pergaulan bebas dan pengumbaran aurat wanita menjadi semakin liar.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di masa lalu, masih banyak yang protes terhadap pengiriman wakil Indonesia ke Kontes Miss Universe. Tahun ini, pengiriman putri Indonesia ke ajang ratu sejagad itu seperti sudah dianggap hal biasa. Yang protes terhadap masalah itu akan dipojokkan habis-habisan oleh banyak media massa di sini.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan turunnya azab Allah atas mereka sendiri”. (HR Thabrani dan Al Hakim).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Dalam soal homoseksual, Allah sudah memperingatkan:  “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang Amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu”. (QS al-Ankabut:28).

Rasulullah saw juga memperingatkan:

“Barangsiapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth (homoseksual) maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR Ahmad).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Di zaman seperti ini, para ulama yang masih berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Islam, akan menghadapi tugas yang makin berat. Ucapan mereka tidak didengar. Fatwa mereka dikecam, dicap sebagai fatwa kuno, ketinggalan zaman,  dan sebagainya. Yang lebih berat, diantara yang mengecam para ulama itu juga dari kalangan ulama jahat (ulama su’), yang sudah memperjualbelikan agama dengan harta benda dunia. Atau ulama-ulama ulama yang keliru ilmunya, tetapi sudah terlanjur diberi gelar ulama atau cendekiawan, dan tak jarang juga berposisi sebagai pemimpin atau tokoh satu organisasi atau lembaga pendidikan tinggi, sehingga mereka bukannya mengajarkan ilmu yang benar, tetapi justru menyebarkan ilmu-ilmu yang salah untuk menyesatkan manusia. Yang baik dikatakan buruk; yang buruk dipromosikan sebagai kebaikan.

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Para ulama yang baik, para ulama pewaris Nabi,  tentu saja  tidak boleh menyerah dan melemah dalam semangat dakwah dan beramar ma’ruf dan nahi munkar. Mereka harus tetap giat mengingatkan masyarakat agar tetap berpegang kepada ajaran-ajaran Allah, bagaimana pun beratnya. Mereka tidak boleh berputus asa. Sebab, adanya aktivitas amar makruf  nahi munkar itu dapat menjauhkan masyarakat dari bencana. Dalam Kitab Ihya’ Ulumuddin, bab Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Imam Ghazali  mengutip satu hadits Rasulullah saw: “Tidaklah dari suatu kaum yang berbuat maksiat dan di kalangan mereka da orang yang mampu mencegah atas mereka, lalu dia tidak melakukannya, melainkan hampir-hampir Allah meratakan mereka dengan azab dari sisi-Nya.” (HR Abu awud, Tirmidzi, dan Ibn Majah).

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Selain melakukan berbagai ikhtiar ilmiah, untuk menghindarkan diri dari bencana, kita juga diajarkan untuk berdoa kepada Allah SWT dan banyak-banyak bershadaqah. Kita harus berusaha keras memberantas kemusyrikan dan kezaliman. Sudah saatnya kita berdoa dengan sungguh-sungguh, pagi, siang dan malam, agar kita terhindar dari bencana dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang shalih. Amin. (Depok, 28 Juli 2006).

Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan http://www.hidayatullah.com

=========================================
PUISI PATAH HATI – KUMPULAN PUISI-PUISI PUTUS CINTA – KOLEKSI PUISI SAKIT HATI – ANTOLOGI PUISI (not here)
=========================================

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.