PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mengikuti Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Menjauhi Bid’ah
Penulis: Al-Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc.
Syariah, Khutbah, 01 – Oktober – 2007, 10:04:29

إِنَّ الْحَمْدَ لِلهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ:

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu dengan mempelajari dan mengamalkan serta berpegang teguh di atas syariat-Nya. Karena di dalamnya ada cahaya dan petunjuk yang demikian mencukupi untuk membimbing dan mengatur seluruh sisi kehidupan kita. Mulai dari urusan rumah tangga hingga ketatanegaraan. Sehingga selama seseorang itu mengikuti petunjuk dan aturan-Nya pasti dia akan selamat di dunia dan akhirat. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berjanji bagi orang yang mengikuti petunjuk-Nya di dalam firman-Nya:
فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى
“Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya ia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka.” (Thaha: 123)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka barangsiapa yang tidak merasa cukup dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga menyelisihinya, pasti dia akan rugi dan celaka. Meskipun orang melihatnya hidup dengan penuh kemewahan dan serba ada. Namun sesungguhnya dia tidak merasakan kelapangan dan ketenangan di dalam jiwanya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengancam bagi orang-orang yang menyelisihi petunjuk-Nya di dalam firman-Nya:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 124)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah
Seorang muslim yang hakiki tidak akan ridha untuk meninggalkan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Meskipun ditawarkan kepadanya dunia seisinya. Dia akan tetap berpegang teguh di atas syariat-Nya meskipun cobaan dan ujian menimpa dirinya. Karena dia mengetahui bahwa kehidupan yang sesungguhnya bukanlah di dunia dan apa yang dimilikinya berupa kenikmatan dunia baik berupa harta, kedudukan, dan yang semisalnya, pasti akan sirna. Sehingga yang senantiasa diinginkan oleh dirinya adalah meraih kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diampuni seluruh dosanya serta mendapatkan hidayah dan curahan rahmat-Nya. Oleh karena itu, dia berusaha untuk mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dengan menaatinya dan tidak menyelisihinya. Karena itulah satu-satunya jalan yang harus ditempuh agar dirinya dicintai dan dirahmati serta diberi hidayah oleh Yang Maha Kuasa. Hal ini sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ. قُلْ أَطِيْعُوا اللهَ وَالرَّسُوْلَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْكَافِرِيْنَ
“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah: ‘Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir’.” (Ali ‘Imran: 31-32)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka di dalam ayat tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa menaati Rasul-Nya adalah konsekuensi dan bukti dari cintanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sementara menyelisihinya adalah tanda kekufuran dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memberitakan di dalam Al-Qur`an bahwa barangsiapa menaati Rasul-Nya akan memperoleh hidayah-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
وَإِنْ تُطِيْعُوْهُ تَهْتَدُوا
“Dan jika kalian menaatinya, niscaya kalian akan mendapat hidayah/petunjuk.” (An-Nur: 54)

Begitupula Allah Subhanahu wa Ta’ala beritakan bahwa taat kepada Rasul adalah sebab yang akan mengantarkan kita untuk mendapatkan rahmat-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
وَأَطِيْعُوا اللهَ وَالرَّسُوْلَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kalian diberi rahmat.” (Ali ‘Imran: 132)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Oleh karena itu, seorang muslim akan mengikuti jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akan meninggalkan seluruh ajaran yang menyimpang dari ajarannya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia tidak akan terburu-buru dalam meyakini dan mengamalkan suatu ajaran dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik yang berupa ucapan maupun amalan anggota badan. Akan tetapi dia akan menimbang terlebih dahulu seluruh ucapan dan amalan ibadahnya dengan amalan dan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apabila sesuai maka diterima, namun apabila bertentangan maka dia akan menolak, dari manapun datangnya. Karena beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengamalkan amalan yang tidak ada syariatnya dari kami maka amalan tersebut ditolak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu mengatakan:
لَقَدْ أَجْمَعَ النَّاسُ عَلَى أَنَّ مَنْ تَبَيَّنَ لَهُ سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَجُوْزُ لَهُ أَنْ يَدَعَهَا لِقَوْلِ أَحَدٍ
“Para ulama telah sepakat bahwasanya barangsiapa yang telah jelas baginya jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak boleh baginya untuk meninggalkannya karena ucapan siapapun.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan umatnya agar jangan sampai terjatuh pada perbuatan bid’ah, yaitu mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya. Hal ini sebagaimana tersebut di dalam sabdanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Hati-hatilah kalian dari terjatuh kepada amalan-amalan ibadah baru yang diada-adakan, karena setiap amalan tersebut adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bahkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa perbuatan mengada-adakan amalan ibadah baru yang tidak ada syariatnya adalah sejelek-jelek amalan. Sebagaimana tersebut dalam haditsnya:
وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا
“Dan sejelek-jelek amalan adalah amalan ibadah yang diada-adakan (yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin).” (HR. Muslim)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Para ulama telah menjelaskan di dalam kitab-kitab mereka tentang maksud dari amalan bid’ah. Di antaranya disebutkan bahwa bid’ah adalah aturan yang diada-adakan dalam beragama yang menandingi syariat dan dimaksudkan dengan mengikuti aturan tersebut untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bid’ah itu bermacam-macam jenisnya. Ada yang berupa amalan ibadah baru yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin. Seperti mengadakan acara perayaaan dan peringatan hari kelahiran atau hari kematian seseorang. Ataupun dengan mengubah tata cara ibadah yang telah disyariatkan. Seperti berdzikir secara berjamaah dengan dipimpin oleh seorang imam setelah selesai dari shalat berjamaah.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Seluruh jenis bid’ah dengan berbagai macamnya adalah sesat, sebagaimana tersebut dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Ahmad dan yang lainnya, dishahihkan Al-Albani rahimahullahu)
Begitu pula dikatakan oleh Abdullah ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
“Setiap bid’ah adalah sesat meskipun orang-orang menganggapnya baik.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka tidak benar kalau dikatakan ada bid’ah yang baik atau hasanah. Akan tetapi yang ada adalah sunnah yang hasanah, bukan bid’ah hasanah. Yaitu melakukan amal ibadah yang disyariatkan dan kemudian dicontoh serta diikuti oleh yang lainnya. Adapun mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan amal ibadah yang dibuat sendiri atau dibuat oleh gurunya, hal tersebut adalah amalan bid’ah dan tidak ada baiknya sama sekali. Karena seluruh amalan bid’ah adalah keluar dari petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun kadar kesesatannya dan kejelekannya berbeda-beda.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Akhirnya, marilah kita senantiasa mengikuti wasiat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpegang teguh di atas jalannya. Begitupula wasiat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berhati-hati terhadap kerusakan yang sangat berbahaya, yaitu bid’ah serta orang-orang yang mengajaknya. Karena hal itu akan menjauhkan kita dari agama yang mulia.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَمَرَنَا بِاتِّبَاعِ صِرَاطِهِ الْمُسْتَقِيْمِ وَنَهَانَا عَنِ اتِّبَاعِ سُبُلِ أَصْحَابِ الْجَحِيْمِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْبَرُّ الرَّحِيْمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَّغَ اْلبَلاَغَ الْمُبِيْنَ، وَقَالَ: عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ تَلَقَّوْا عَنْهُ الدِّيْنَ وَبَلَّغُوْهُ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ:

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita berusaha untuk selalu menjaga diri-diri kita dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan bertakwa kepada-Nya. Yaitu dengan senantiasa mengikuti ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menyelisihinya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan rasul-Nya dengan ancaman yang keras. Sebagaimana hal ini tersebut di dalam firman-Nya:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِيْنَ يُخَالِفُوْنَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيْبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيْبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih.” (An-Nur: 50)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa bid’ah adalah bentuk penyelisihan paling besar dari jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah perbuatan syirik. Hal ini karena perbuatan bid’ah akan memecah-belah kaum muslimin serta menyeret pelakunya pada kerusakan agama dan hatinya. Perbuatan bid’ah akan menjadikan hati pelakunya menjadi benci kepada As-Sunnah. Karena, hati tidak akan menerima Sunnah Rasul jika sudah ditempati oleh bid’ah. Oleh karena itu, kita dapati orang yang melakukan atau bergelut dengan bid’ah serta menghidupkannya adalah orang yang jauh dari Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setan akan menghiasi amalan bid’ah sehingga akan menjadi sangat mudah bagi orang yang tertipu untuk mengamalkannya meskipun harus mengeluarkan banyak biaya dan menyita sebagian besar waktunya. Dan bid’ah akan menyeret pelakunya menjadi orang yang sombong untuk menerima kebenaran. Hal itu karena setiap pelaku bid’ah akan membanggakan dirinya dan menganggap cara serta amalannya adalah yang paling baik.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Hadirin rahimakumullah,
Ketahuilah, bahwa termasuk dari amalan bid’ah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin adalah mengkhususkan pertengahan bulan Sya’ban atau yang dikenal dengan istilah Nishfu Sya’ban dengan shalat malam secara berjamaah.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata dalam kitabnya Al-Majmu’: “Shalat yang dikenal dengan istilah shalat Ar-Ragha`ib yaitu shalat 12 rakaat yang dilakukan antara Maghrib dan ‘Isya pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab dan shalat pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak seratus rakaat, keduanya adalah amalan bid’ah dan mungkar. Janganlah tertipu karena disebutkannya dua jenis shalat ini dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya` ‘Ulumuddin. Dan jangan pula tertipu dengan hadits-hadits yang tersebut di dalam dua kitab tadi. Karena sesungguhnya semua itu batil.”
Berkata pula Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu: “Hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan malam Nishfu Sya’ban adalah hadits-hadits yang dha’if. Tidak boleh dijadikan sebagai pegangan. Sementara hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat pada malam Nishfu Sya’ban semuanya adalah hadits palsu, sebagaimana telah diingatkan oleh banyak ulama.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Maka tidak boleh bagi kaum muslimin untuk mengkhususkan serta mengistimewakan pertengahan bulan ini daripada hari-hari lainnya di bulan tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin tidak pernah melakukannya. Begitu pula tidak boleh bagi kaum muslimin untuk mendukung dan membantu pelaksanaannya. Karena hal itu sama saja dengan menghancurkan agama saudaranya. Bukan berarti tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk shalat malam pada hari tersebut. Akan tetapi mengistimewakan hari dan malam tersebut dari hari-hari lainnya di bulan Sya’ban untuk shalat atau ibadah lainnya bukanlah ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Akhirnya marilah kita senantiasa berhati-hati dari jalan-jalan yang menyimpang dari jalan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang terbaik di umat ini baik dari kalangan sahabat, tabi’in, dan yang mengikuti mereka adalah satu-satunya jalan yang benar.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ في كُلِ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّهُ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ ربِّ الْعَالَمِيْنَ.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Bahaya Menyelisihi Ulama
Penulis: Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, Kajian Utama, 27 – April – 2003, 19:54:14

Imam Bukhari meriwayatkan dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia menyatakan: Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam berada di majelis dan bicara di hadapan orang-orang, datang seorang Arab badui seraya menyatakan, kapan hari kiamat? Tapi Rasul tetap meneruskan pembicaraannya, sehingga sebagian orang yang ada menyatakan, beliau mendengar apa yang dikatakan tapi beliau tidak suka dengan apa yang dikatakan. Sebagian yang lain menyatakan beliau tidak mendengarnya. Sampai beliau menyudahi pembicaraannya lalu berkata: “Dimana orang yang bertanya tentang hari kiamat?” Maka penanya berkata: “Ini saya ya, Rasulullah”. Beliau berkata: “Jika amanah telah ditelantarkan maka tunggulah hari kiamat”. Ia menyatakan: “Bagaimana terlantarnya?” Jawabannya: “Jika sebuah perkara diserahkan kepada selain ahlinya maka tunggulah hari kiamat”.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dalam hadits lain terdapat ancaman kesesatan untuk yang tidak rujuk kepada ulama dalam fitnah. Sabdanya:
Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba akan tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan lagi seorang ulama manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pimpinan, maka ditanyalah pimpinan-pimpinan itu sehingga berfatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr).
Mudah-mudahan dua hadits ini bisa mencegah kelalaian banyak kaum muslimin terhadap perkara ini.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Fitnah Ibnu Muthi’

Sungguh benar-benar pada kisah mereka itu ada ibrah bagi orang-orang yang memiliki akal. (QS. Yusuf:111)

Dalam sejarah Islam kejadian Al-Harrah adalah kejadian yang sangat masyhur sekaligus sangat menyedihkan. Orang yang mendengarnya akan berlindung kepada Allah daripadanya. Mulanya ketika Yazid bin Muawiyah menjabat sebagai khalifah setelah ayahnya, terdengar berita-berita buruk tentangnya khususnya berita tentang maksiat-maksiat yang dilakukannya. Sampai berita itu kepada sebagian kaum muslimin, diantaranya Abdullah bin Muthi’. Mendengar hal itu, bangkit ghirah keagamaannya.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ringkas cerita ia bertekad mencabut baiatnya terhadap Yazid dan melakukan kudeta. Maka ia mengirim utusan guna mengultimatum Yazid dan mengajaknya untuk taat kepada Allah dan diberi waktu sampai 3 hari. Sepulangnya mereka ke Madinah, Abdullah bin Muthi’ bersama rekan-rekannya mendatangi Muhammad bin Hanafiyah, putra Ali bin Abi Thalib. Mereka menginginkan beliau untuk bersama-sama memberontak Yazid, tapi beliau menolaknya. Berkatalah Ibnu Muthi’: “Sesungguhnya Yazid minum Khamr, meninggalkan shalat dan melanggar hukum Al Qur’an”.

Muhammad bin Hanafiyah menjawab: “Saya tidak melihat padanya apa yang kalian sebutkan, dan saya pernah mendatanginya bahkan tinggal di sana, justru yang saya lihat dia selalu shalat, mencari kebaikan, bertanya masalah fiqh dan berpegang kuat dengan sunnah”.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mereka menyatakan: “Itu dibuat-buat karena dia di hadapanmu”.
Jawabnya: “Apa yang dia takuti atau harapkan dariku sehingga dia perlu menampakkan kekhusyu’annya dihadapanku? Apakah dia menampakkan kepada kalian meminum khamr? Jika dia menampakkan kepada kalian yang demikian berarti kalian sama dengan dia, tapi jika tidak maka tidak halal buat kalian bersaksi tentangnya sesuatu yang kalian tidak ketahui”.

Mereka katakan: “Sesungguhnya menurut kami benar adanya walaupun kami tidak melihatnya”.
Beliau menjawab: “Allah menolak yang demikian pada orang yang besaksi. Firman-Nya:
Kecuali orang yang bersaksi dengan Al-Haq sedang mereka mengetahui.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Saya tidak ikut-ikutan urusan kalian sedikitpun”.
Mereka katakan: “Mungkin engkau tidak suka kalau yang memimpin selainmu, jika demikian kami jadikan engkau pimpinan kami”.

Beliau menjawab: “Saya tidak menghalalkan pemberontakan ini sebagaimana yang kalian inginkan dariku baik saya jadi pimpinan atau yang dipimpin”.

Mereka katakan: “Dulu engkau ikut bersama ayahmu berperang (yakni melawan Muawiyah, semoga Allah ridha pada mereka).
Jawabnya: “Datangkan kepada saya orang yang seperti ayahku, aku akan memerangi seperti yang diperangi ayahku”.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mereka katakan: “Kalau begitu perintahkan 2 anakmu Abdul Qosim dan Qosim untuk berperang bersama kami”.
Beliau menjawab : “Kalau aku perintah keduanya aku juga akan berperang”.
Mereka katakan: “Kalau begitu bangkitlah bersama kami untuk sekedar menganjurkan orang berperang bersana kami”.
Beliau menjawab: “Subhanallah, apakah aku akan memerintahkan orang sesuatu yang saya tidak melakukannya dan meridhainya, kalau begitu saya tidak punya keinginan- keinginan baik pada hamba-hamba Allah”.
Mereka katakan: “Kalau begitu kami akan membencimu.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Beliau menjawab: “Kalau begitu aku akan memerintahkan manusia untuk bertakwa kepada Allah dan tidak mencari ridhanya mahkluk dengan kemurkaan Allah”. Lalu beliau pergi ke Makkah.

Datang Abdullah bin Umar kepada Abdullah bin Muthi’, maka Ibnu Muthi’ menyatakan: “Berikan bantal kepada Abi Abdirahman (yakni Ibnu Umar)”.
Ibnu Umar menjawab: “Saya tidak datang kepadamu untuk duduk, akan tetapi aku datang untuk memberitakanmu sebuah hadits yang pernah saya dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda:
Barangsiapa mencabut tangannya dari bai’at, ia akan bertemu Allah dalam keadaan tidak memiliki hujjah, dan barangsiapa meninggal sedang tiada bai’at dilehernya dia akan meninggal seperti meninggalnya orang-orang jahiliyyah. (HR. Muslim bersama kisahnya).

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

NODA NODA DOSA
Penulis: Al-Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, OASE, 29 – Juni – 2003, 14:38:42

Perbuatan dosa dan maksiat pasti mendatangkan mudharat (kerugian/kejelakan) meskipun antara satu dosa dengan yang lain berbeda-beda tingkat mudharatnya. Tidaklah ada kejelekan di dunia dan akhirat kecuali pasti disebabkan dosa dan maksiat.

Apa yang menyebabkan diusirnya Iblis dari surga dan diputuskan untuk menjadi makhluk yang sengsara selama-lamanya? Apa yang menyebabkan tenggelamnya manusia di masa Nabi Nuh? Apa yang menyebabkan terhempasnya kaum ‘Aad oleh angin yang begitu dahsyat? Apa yang menyebabkan kaum Nabi Luth dibalik bersama buminya sehingga yang bawah menjadi di atas dan yang atas menjadi di bawah? Apa yang menyebabkan Fir’aun bersama bala tentaranya tenggelam di tengah lautan? Apa yang menyebabkan Qarun tengelam ke dalam bumi bersama harta kekayaannya? Apa yang menjadikan sekelompok orang Yahudi diubah bentuknya menjadi babi dan kera? Apa yang menyebabkan semua itu kalau bukan dosa dan maksiat?

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah berfirman:
“Telah nampak kerusakan di darat dan lautan dengan sebab apa yang dilakukan oleh tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (Ar-Rum: 41)

Abdullah bin Umar bin Khatthab z mengatakan: “Aku adalah yang kesepuluh dari sepuluh orang muhajirin yang berada di sisi Nabi  maka beliau menghadapkan wajahnya kepada kami kemudian mengatakan: ‘Wahai muhajirin ada lima perkara, saya berlindung kepada Allah  untuk kalian dapati lima perkara itu: Tidaklah muncul kekejian pada sebuah kaum dan mereka menampakkannya kecuali mereka akan diberi cobaan dengan wabah pes dan penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada orang-orang yang hidup mendahului mereka.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Tidaklah sebuah kaum mengurangi timbangan dan ukuran kecuali mereka akan dicoba dengan kemarau panjang, krisis bahan makanan dan kedzaliman serta kecurangan penguasa. Tidaklah sebuah kaum menahan dari pembayaran zakat dari harta mereka kecuali mereka akan dihalangi dari setetes air dari langit, kalaulah bukan karena binatang-binatang niscaya tidak akan diberi hujan. Tidaklah sebuah kaum menyelisihi janji kecuali Allah akan kuasakan kepada mereka musuh dari selain mereka sehingga musuh-musuh itu akan mengambil sebagian yang dimiliki oleh kaum itu. Dan tidaklah pimpinan-pimpinan mereka tidak mengamalkan apa yang Allah turunkan dalam kitab-Nya kecuali Allah akan menjadikan pertikaian di antara mereka sendiri. [Shahih, HR Ibnu Majah no:4019 dishahihkan oleh As Syaikh al Albani, lihat Sisilah As-Shahihah no.106-107]

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Demikianlah maksiat akan menimbulkan sekian banyak kejelekan sebagaimana disebutkan Ibnul Qayyim:
1. Bahwasanya maksiat akan menghalangi ilmu. Karena sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Allah berikan kepada seorang hamba dan maksiat akan memadamkannya.
2. Maksiat menyebabkan terhambatnya rizqi, sebagaimana takwa itu akan menyebabkan datangnya rizqi maka meninggalkan takwa akan menyebabkan kefakiran.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

3. Maksiat menyebabkan hati gelisah dalam berhubungan dengan Allah  dan tidak ada padanya kenikmatan sama sekali. Ini tidak disadari kecuali oleh pemilik hati yang hidup. Adapun hati yang mati tidak bisa menyadarinya. Bagai mayat yang tak dapat merasakan sakit atas luka yang mengenainya.
4. Maksiat menyebabkan ketidakharmonisan hubungan hamba dengan sesamanya. Lebih-lebih orang-orang yang baik, sampai sebagian pendahulu kita mengatakan: “Sungguh aku berbuat maksiat kepada Allah dan aku melihat pengaruhnya pada binatang kendaraanku dan istriku.”
5. Menyebabkan sulitnya segala urusan, sehingga ia tidak menuju sebuah urusan kecuali ia dapati dalam keadaan buntu.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

6. Maksiat menyebabkan terhambatnya ketaatan kepada Allah .
7. Maksiat menyebabkan lemah qalbu dan jasmaninya, karena kekuatan jasmani itu berasal dari batin maka tatkala batinnya lemah lahirnyapun lemah.
8. Menghilangkan keberkahan umur.
9. Maksiat menyebabkan kegelapan dalam hati seperti halnya ia merasakan kegelapan malam yang pekat.

Diambil dari kitab Ad-Da’u wad Dawa’u
(Penyakit dan Obatnya) karya Ibnu Qoyyim al Jauziyyah oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi.

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

IMAN
Penulis: Al Ustadz Qomar Suaidi
Syariah, Khazanah, 29 – Juni – 2003, 14:37:02

Iman menurut Ahlussunnah wal jama’ah adalah keyakinan dengan hati, pengikraran dengan lisan serta pengamalan dengan anggota badan. Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan perbuatan maksiat.

Jadi Iman terdiri dari tiga bagian:
Pertama, keyakinan hati dan amalan hati, yakni keyakinan dan pembenaran terhadap apa yang datang dari Allah  dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah:
“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik. ” (Az-Zumar: 33-34)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Adapun amalan hati di antaranya adalah niat yang benar, ikhlas, cinta, tunduk dan semacamnya terhadap apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya sebagaiman firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 2 atau yang lainnya:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. ”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kedua, ikrar lisan dan amalan lisan. Ikrar lisan yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengakui konsekuensi dari kedua kalimat tersebut. Nabi  bersabda yang artinya:
“Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengatakan La Ilaha Illallah dan bahwasanya aku adalah Rasulullah. (Shahih, HR Bukhari dan Muslim)

Sedangkan amalan lisan adalah sebuah amalan yang tidak bisa terlaksana kecuali dengan lisan, seperti membaca Al Qur’an, dzikir, tasbih, tahmid, takbir, do’a istighfar, dan lain-lain. Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizqi yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Fathir: 29)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Ketiga, amalan anggota badan yaitu sebuah amalan yang tidak terlaksana kecuali dengan anggota badan seperti ruku’, sujud, jihad, haji dan lain-lain. Allah berfirman dalam surat Al-Haj ayat 77-78, yang artinya:
“Hai orang-orang yang beriman ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan agar kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kesalahan Memahami Hakekat Iman

Ada beberapa kelompok yang salah dalam memahami makna iman dari hakekatnya yang terdapat dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Mereka adalah:
1. Khawarij dan Mu’tazilah, mereka meyakini bahwa iman adalah ucapan, keyakinan, dan amal akan tetapi menurut mereka iman itu satu kesatuan yang tidak terbagi-bagi atau bercabang-cabang. Tidak bertambah juga tidak berkurang, sehingga jika sebagian iman hilang berarti hilang semua. Karena itu mereka menghukumi bagi yang tidak beramal atau yang berdosa besar adalah kekal di neraka.
2. Murjiah, mereka terdiri dari tiga kelompok:
Iman adalah hanya yang terdapat dalam hati, yakni pengetahuan hati saja. Ini keyakinan kelompok Jahmiyyah. Kelompok yang lainnya mengatakan, iman adalah juga amalan hati.
Iman hanya ucapan lisan. Mereka adalah pengikut kelompok Karramiyyah.
Iman hanya pembenaran dalam hati dan ucapan lisan. Mereka adalah kelompok Murjiatul Fuqaha’. 

Sumber bacaan: Ziyadatul Iman wa Nuqshanuhu karya As-Syaikh Abdurrazzaq al Abbad

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

FIGUR TELADAN
Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah an Nawawi
Syariah, Akhlak, 29 – Juni – 2003, 14:40:59

Tidak ada teladan sebaik Rasulullah . Barangsiapa meneladani Rasulullah , niscaya ia akan menjadi teladan Seribu lima ratus tahun yang silam, siapa yang tidak mengenal sosok Abu Bakar, khalifah pertama pengganti Rasulullah sebagai imam umatnya? Dialah pribadi paling mulia di antara umat Muhammad. Siapa pula yang tidak mengenal Umar bin Khaththab, orang terbaik setelah Abu Bakar? Demikian juga dengan Utsman bin ‘Affan, orang terbaik setelah Umar, serta Ali bin Abu Thalib, yang merupakan orang terbaik setelah Utsman?

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Semuanya merupakan keutamaan Allah , di mana Ia telah memilih mereka menjadi orang-orang terbaik dari umat Rasulullah . Mereka menjadi teladan generasi setelah mereka dikarenakan mereka menjadikan Rasulullah  sebagai suri teladan dalam seluruh aspek kehidupannya. Keberadaan Rasulullah  di tengah-tengah mereka, telah mewarnai kehidupan mereka yang penuh kemuliaan, kebaikan, kebahagiaan, ketentraman, ketenangan, kenyamanan, kejayaan, dan sebagainya. Tidak hanya itu, mereka bahkan berada di akhir kehidupan dan mengakhiri perjuangannya dengan keberhasilan yang gemilang, yaitu membuka pintu segala kenikmatan yang ada di sisi Allah di dalam surga-Nya.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Rasulullah telah menjadi teladan para shahabatnya, serta menjadi panutan dalam melangkah dan mengarungi samudera yang dahsyat dengan gelombangnya. Ini merupakan sinyalemen keberhasilan mereka dalam menjadikan dan mempraktikkan bimbingan Allah di dalam Al Qur’an:
“Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang berharap kepada Allah, hari akhir dan bagi orang yang banyak mengingat Allah.” (Al-Ahzab: 21)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Imam As Sa’dy mengatakan di dalam tafsirnya hal. 609, “Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasulullah suri teladan yang baik yaitu dari sisi di mana beliau menghadiri sendiri suara hiruk pikuk dan langsung terjun ke medan laga. Beliau adalah orang yang mulia dan pahlawan yang gagah berani. Lalu bagaimana kalian menjauhkan diri kalian dari perkara yang Rasulullah bersungguh-sungguh melaluinya seorang diri? Maka jadikanlah dia sebagai panutan kalian dalam perkara ini dan sebagainya.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Kemudian dikatakan oleh Imam As Sa’dy: “Suri teladan itu ada dua macam yaitu yang baik dan yang buruk. Suri teladan yang baik itu ada pada diri Rasulullah  karena orang yang menjadikannya sebagai suri teladan, sungguh dia telah menempuh jalan yang akan menyampaikan kepada kemuliaan yang ada di sisi Allah. Itulah jalan yang lurus.

Adapun menjadikan selain Rasulullah sebagai suri teladan, apabila orang tersebut menyelisihi beliau, maka itu adalah suri teladan yang jelek seperti ucapan orang musyrik ketika diseru untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya kami telah menemukan bapak-bapak kami di atas satu ajaran dan kami di atas agama mereka mengikut.’ Suri teladan yang baik ini akan ditempuh dan akan mendapatkan taufiq atasnya, oleh orang-orang yang mengharapkan perjumpaan dengan Allah dan kebahagiaan di hari akhir.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Yang mendorongnya untuk menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan yang baik adalah iman, takut kepada Allah, berharap pahala dari-Nya, dan takut terhadap adzab-Nya.
Al Hafidz Ibnu Katsir, dalam tafsir 3/483, mengatakan: “Ayat ini merupakan landasan pokok menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam ucapan-ucapan beliau, perbuatan-perbuatan, dan dalam semua keadaan beliau.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Keteladanan Rasulullah

Keteladanan Rasulullah telah dinobatkan sendiri oleh Allah di dalam Al Qur’an. Ini menunjukkan kesempurnaan Rasulullah dari semua sisi kemanusiaan yang tidak dimiliki oleh selainnya, dahulu maupun sekarang.

Ibnul Qayyim dalam kitab beliau Al Fawaid hal. 172 mengatakan: “Tatkala Rasulullah menampakkan sangat butuhnya beliau kepada Allah (beribadah), yang demikian itu menjadikan sangat butuhnya manusia kepadanya baik di dunia dan di akhirat. Kebutuhan mereka (manusia) di dunia (terhadap Rasulullah) jauh lebih penting dibandingkan dengan kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman, serta ruh yang merupakan kehidupan jasad. Adapun kebutuhan manusia kepada Rasulullah di akhirat yaitu ketika seluruh manusia di saat itu meminta kepada semua Rasul agar meminta kepada Allah syafa’at yang akan membebaskannya dari kedahsyatan hidup. Semua nabi di saat itu tidak sanggup untuk melakukan demikian. Lalu beliau  memberikan syafa’at kepada mereka dan dialah yang meminta agar dibukakan bagi mereka pintu surga.”

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Mushthofa Al ‘Adawi dalam kitab beliau Fiqhul Akhlak 1/7 mengatakan: “Dan telah terhimpun pada diri Rasulullah sifat-sifat yang terpuji seperti malu, dermawan, pemberani, berwibawa, sambutan yang baik, lemah lembut, memuliakan anak yatim, baik batinnya, jujur dalam ucapan, menjaga diri dari perkara yang mendatangkan maksiat, suci, bersih, suci dirinya dan segala sifat-sifat yang baik”.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Aisyah x ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah, beliau menjawab: “Akhlaknya adalah Al Qur’an.” (HR. Muslim no. 746)

Inilah jawaban dari seorang shahabiyah yang faqih dan mengetahui secara jelas di hadapan matanya bagaimana Rasulullah berkata, berbuat, dan bertingkah laku, dikarenakan beliau adalah isteri Rasulullah. Jawaban yang sangat singkat dan mencakup segala perkara kebaikan di dalam agama ini.

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Penyayang

Di antara bentuk keteladan beliau adalah penyayang. Apakah anda memiliki sifat kasih sayang kepada sesama? Dan sudahkah anda berhias dengan sifat ini? Sifat Rasulullah ini telah diceritakan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman:
“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri-diri kalian. Sangat bersedih terhadap apa yang memberatkan kalian dan bersemangat (untuk memberikan hidayah) kepada kalian dan lemah lembut dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 128)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Allah berfirman, yang artinya: “Muhammad adalah Rasul Allah dan orang-orang yang menyertainya sangat keras terhadap orang kafir dan penyayang antara sesama mereka.” (Al-Fath: 29)

“Maka dengan rahmat Allahlah kamu menjadi lemah lembut terhadap mereka dan jika kamu berkeras hati niscaya mereka akan lari darimu.” (Ali-‘Imran: 159)

Sekali lagi sudahkah anda berhias dengan sifat ini padahal Rasulullah bersabda: “Tiadalah sifat kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menjadikannya indah dan tidaklah tercabut dari sesuatu melainkan akan menjadikannya jelek.” (HR. Muslim dari shahabat ‘Aisyah x)

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

Dan Rasulullah bersabda: “Bukan termasuk dari kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan menghormati yang besar.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari shahabat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash)

Sumber bacaan:
1. Al Qur’an
2. Riyadhus shalihin, Imam An-Nawawi
3. Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
4. Fiqhul Akhlak, Musthofa Al-Adawy

Silahkan mengcopy dan memperbanyak artikel ini
dengan mencantumkan sumbernya yaitu : http://www.asysyariah.com

=========================================
PUISI UKHUWAH ISLAMI – KUMPULAN PUISI-PUISI UKHUWAH ISLAMI – KOLEKSI PUISI UKHUWAH ISLAMI – ANTOLOGI PUISI UKHUWAH ISLAMI (not here)
=========================================

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: